koln, sebuah tour dadakan

setelah melalui pemikiran yang agak sedikit mendalam, bahkan lebih dalam dibanding pada saat membahas mata kuliah business management, saya putuskan untuk ikut tawaran dwi ke koln, jerman. one day trip to koln bersama rombongan tante joice dan orang2 indo lainnya. saya dahulu sudah memutuskan untuk ikut *benarkah?* dan saya harus bertanggung jawab atas apa yang telah saya putuskan. saya harus hilangkan rasa bersalah karena meng-ignore belajar untuk ujian rabu besok dan tugas2 yang belum selesai.

bangun jam 6 pagi, subuh pun belum tiba. tapi saya selalu heran, saya sangat bisa bangun, walau dipaksakan, jika akan jalan2 dan bukan untuk tujuan lain seperti kuliah atau my other daily activities *ngeles karena males*. abis mandi *can’t do anything without bathing* langsung berangkat ke arnhem dengan bus interliner yang ternyata mahal *mengucap syukur dan terima kasih kepada dwi..ziigghh*. dari arnhem perjalanan dilanjutkan dengan bis ‘double decker’ langsung ke koln. bareng dengan rombongan yang lain, kita semua ambil posisi di lantai dua. kabut masih tebal dan sebagian genangan air pun masih berupa es tapi kondisi di dalam bus hangat banget. rame ketawa banget dan juga nyanyi2 *piknik abiiis*. ada bu titek yang kocak abis dan juga rombongan om2 dan tante2 yang juga doyan nyanyi. adit ‘dipaksa’ untuk menjadi gitaris dan sudah bersiap2 dengan modal keahliannya akan lagu2 barat dan indonesia yang up to date. cuma karena bis yang terlalu besar, kadang suka gak nyambung antara grup depan *itu om2 dan tante2* dan grup belakang *itu kitaaa*. contoh:
instruktur: oke sekarang kita nyanyi lagu “bengawan solo” *susah doong??!..makanya kita siap2 dengan teks dan adit juga berusaha mengingat2 kunci* satu dua tiga… yak mulai..
grup belakang: bengawan soo..
grup depan: naek-naek ke puncak gunung…
huaaaaaaa…… gimana mo konsen nyanyi..hua..ha..ha… akhirnya dua jam ke koln itu penuh dengan ketawa-ketawa dan lagu2 yang gak pernah beres.
tapi akhirnya..nyampe juga. dan kumpul di mc donald untuk merayakan anniversary perkawinan 40 tahun om liong dan tante kiam. asli…bengong abis, karena kita cuek aja masuk ke mc d, gak beli apa-apa, okupasi banyak bangku, bikin pesta sendiri, bikin briefing buat tour hari itu, dan langsung keluar lagi. huaa….ha..ha..

lokasi pertama adalah katedral/dom yang juga landmarknya kota koln *takjub* dan banyak ngambil foto2 disana dan saking keasyikannya, saya baru sadar kalo ternyata saya sendiri dan tertinggal rombongan. whuaa.. sendiri? bukan apa2.. saya cuma panik karena tidak membawa uang *hanya enam euro di kantong*, tidak bisa mengambil atm *karena tidak ada abn amro*, dan tidak punya peta *karena sebelum ke katedral udah diambil adit*. lengkap sudah semuanya *siiigghhh*. untuk pertama kalinya ke jerman dan ini yang harus saya hadapi? but the show must go on, masak kota segede gini aja gak berani, so.. cabutlah diriku sendirian menjelalah kota (centrum) koln tanpa siapapun *merasa berani seperti teuku umar.. apa siii*

berjalan seorang diri sebagai turis di negara orang memang butuh pemikiran yang positif. menjelajah kota koln bukan hal yang gampang, apalagi tanpa uang yang cukup di kantong. mengambil foto adalah pikiran awal yang muncul dalam situasi seperti itu. tapi koln tidak se-eksotik den haag. hanya sebuah kota biasa *opini pribadi banget* jadi setelah mengambil beberapa foto, saya cukup puas mengamati aktivitas kota ini.
kota yang cukup ‘hidup’, apalagi jika saya bandingkan dengan wageningen.. puguuuuh atuh kang*

walaupun banyak aktivitas masyarakat yang memang sekilas mirip dengan belanda. saat itu ada pasar khusus natal di neumarkt. sebuah perayaan natal yang sangat meriah sekali dan juga cukup gegap gempita. banyak ornamen2 natal yang dahulu saya suka baca di buku2 cerita karangan h c andersen, astrid lindgren, dan buku cerita yang bernafaskan kehidupan eropa lainnya, dan semua itu hadir di depan muka saya. ini lah natal versi eropa. saya tidak merayakan natal, tapi terasa sekali aroma natal yang berbeda dengan indonesia *iya kah?*. mudah2an gegap gempita natal ini sama dengan nilai kekhusukan natal buat mereka yang merayakannya.

banyak makanan2 khas jerman yang disajikan dan saya tersiksa banget.. hue..he..he. uang dikantong tidak memungkinkan saya untuk mencoba semua kenikmatan itu.. huuu uuuh *menyesal tidak memaksakan diri ke atm di arnhem*

saya juga menikmati pengamen2 jalanan yang bermain sangat serius sekali dan dengan alat musik yang sangat komplet dan suguhan musik yang lengkap. saya tahan melihat mereka menyelesaikan satu dua lagu, bahkan melempar koin *gak punya duit tapi rela banget ngasih untuk sebuah kreativitas..gaya lo q!* dan applaus yang tulus karena memang mereka pantas untuk itu.

untung juga, saya sempat sedikit mengingat briefing yang diberikan tante2 tadi untuk berkumpul jam setengah 3 di restoran mr wok *selalu ingat untuk segala urusan yang berhubungan dengan makan*. setelah bersusah payah, akhirnya saya temukan juga restoran itu, dan berkumpul kembali dengan yang lain *lega* dan mendapat makanan gratis..bebek goreng *ini sih yang bikin lega*.

*****

pulang jam lima dari koln dan kita semua langsung tertidur di bus. bangun pada saat supir bus bilang kita udah ada di belanda lagi. ada perasaan lega yang menyergap. sebuah perasaan yang hadir sama pada saat saya tiba di bandara soekarno hatta ataupun jalan tol jagorawi, pada saat pulang dari luar kota atau luar pulau. perasaan lega karena sudah tiba di rumah. rumah??? ya.. saya gak ngerti, tapi itu yang saya rasakan. saya merasakan perasaan itu pada belanda. pada wageningen. saya merasa seperti pulang ke rumah. kelegaan yang timbul pada saat saya akan pulang ke rumah. sebuah kehangatan *ah..makin melankolis lo q!! padahal paginya lo bilang gak doyan belanda*. ach zo..

*****

sampe wageningen langsung ke rumah pak bambang untuk ikut acara perpisahan keluarga mereka yang akan pulang ke indonesia akhir desember ini. selamat pulang pak. semoga tercapai cita2 dan asa *makin malem dan makin garing lo q!*. rame juga apalagi performance dari temen2 semua dan juga adik2 *tua abis*. hal seperti ini yang bikin saya betah di wageningen. semua orang indonya lucu-lucu. hue..he..he.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *