Post

bercermin

In Reflection,Scholar on February 5, 2004 by aaqq™

aneh rasanya melihat diri kita sendiri di layar tivi, terutama jika kita bukan selebriti, politisi ataupun tahanan polisi *suwer ini bukan pantun*. tadi siang saya melakukan presentasi yang merupakan bagian dari mata kuliah communication skill. di kuliah ini kita diajari lebih banyak mengenai komunikasi *iya laaa* terutama dalam kaitannya dengan negosiasi, argumentasi, meeting skill, team work dan juga presentasi itu sendiri. kita diberi waktu lima menit untuk berpresentasi dan mereka merekamnya. setelah presentasi, semua orang di kelas diminta untuk berkomentar atas performance kita tadi, mulai dari pujian sampai kritikan silahkan disampaikan. kagum juga bagaimana teman2 di kelas begitu fairnya menilai teman2 mereka sendiri secara detil. bagus.. ya dibilang bagus.. jelek ya..dibilang..kurang bagus *teuteup…. gak enakan..hua..haa*. gak kok..mereka fair.

setelah coffee break, kami memutar rekaman tadi. dan jeng..jeng..jeng… huaaaa… kami semua cuma bisa ‘mesem-mesem’ melihat tampang kami di tivi. dan saya kaget juga. ternyata saya berbeda sekali dengan apa yang ada dalam pikiran saya. jarang sekali saya melihat diri saya sendiri. jujur.. saya pernah masuk televisi *huaaaa.. don’t ask about the name of the show*. tapi tidak untuk ini. ini adalah pertama kali saya melihat diri saya sendiri di televisi. seperti ini saya. seperti ini body language saya. seperti inikah ketika orang lain melihat saya? seperti inikah? *hmm.. not bad.. grins*. dan banyak pertanyaan muncul di kepala saya. ok.. intinya bukan itu.

pernahkah kita melihat diri kita sendiri dalam beraktivitas? berinteraksi dengan orang lain? tertawa? marah? cara kita berbicara? cara bercanda kita? dan semuanya.. semua tentang kita. pada intinya semua ini adalah tentang bercermin *bukan ngaca neng..itu mah dandan*. pernahkah kita bercermin pada diri kita sendiri seperti apakah kita ini? kita senantiasa melihat orang lain dan berkomentar tentang sifat dan sikap orang lain. namun pernahkah kita berpikir bagaimana orang lain melihat dan berpikir tentang kita? kadang saya ingin bisa keluar dari tubuh ini dan melihat.. seperti apakah saya dalam kehidupan saya sehari2. sudah cukup baikkah diri saya bagi orang lain? sudah cukup sopankan kelakuan saya sehari2 terhadap orang lain?

kadang kita punya standar tersendiri dalam menilai sesorang dari gerak dan tingkah lakunya. dan kita juga menerapkan standar itu terhadap diri kita yang ‘kita pikir’ sudah masuk dalam standar yang positif yang kita buat padahal belum tentu penilaian kita terhadap diri kita itu benar *susah dimengerti? yaa.. intinya.. kita gak mungkin masuk dalam standar penilaian negatif diri kita kan? kalaupun iya.. kalau kita waras pasti akan merubahnya or at least kita akan merubahnya menjadi positif sesuai dengan standar yang kita punya*. kita menilai diri kita berdasarkan asumsi-asumsi yang kita buat sendiri dan itu biasanya akan menguntungkan diri kita. ‘bercermin dan melihat diri sendiri lebih dalam’ mungkin bisa menjadi salah satu upaya kita untuk bersikap. dan satu lagi… beruntunglah jika kita masih punya keluarga dan sahabat2 yang masih mau memberikan kritik atas semua tindakan kita. jangan jadikan itu sebagai sebuah hinaan *ya anuuun.. bahasa lo q!!*. percayalah.. sahabat kadang kala lebih jujur dalam menilai diri kita, sebagaimana kita menilai mereka.

jadi.. kamu punya sahabat? gak punya? waaah.. cari dong. memang gak gampang mencari seorang sahabat dalam arti yang sebenarnya. beruntunglah jika kalian memilikinya. jaga dia dalam hati masing-masing. *deuuuh jadi kamana-mana topikna..euy..*

moral story: sering2lah masuk hidden camera.. kalo pengen lihat diri kita dalam kehidupan yang wajar *grins…garing* gak deng.. jangan pernah menilai orang lain sebelum kita mampu menilai dan tahu seperti apa diri kita sendiri *eaallaaaah..kok jadi serius gini q!!* dah ah.. jadi puyeng ndiri.

Leave a Reply