war photographer

war photographer menonton film dokumenter war photographer (jelas) membuat saya terhenyak. banyak karya-karya si pelaku utama (james nachtwey) yang membuat saya terguncang. film ini memuat perjalanan fotografi james mulai dari kosovo, palestina, afrika, bahkan indonesia. tangannya sangat magis, sentuhan jarinya pada camera-analog canon-nya mampu memotret ratusan gambar yang sangat berbicara. tanpa harus berada di lokasi kejadian, kita bisa merasakan kepedihan dan kegetiran korban-korban perang dan juga kemiskinan.

bukan hanya gambarnya, tapi kegigihannya dan totalitasnya untuk berada dalam sebuah tempat yang nota bene tidak aman, sangatlah inspirasional. sebagaimana yang ia katakan, pada suatu pagi ia terbangun dan memutuskan untuk menjadi seorang fotografer perang, dan lebih lanjut ia juga menggeluti issue dunia ketiga lainnya seperti kemiskinan dan perubahan politik.

entah berapa nyawa yang ia punya. berada di tengah kancah peperangan dengan bom dan mortir melayang diatasnya. terkena lemparan gas air mata dan juga batu-batu yang dilemparkan. melihat kekejaman perang dan tangisan dari keluarga yang ditinggalkan. semua itu ia hadapi dengan tenang (sebagaimana terlihat pada raut wajahnya) dan penuh dedikasi. wajah dan kepribadian yang membuat orang-orang yang difotonya tetap nyaman ketika ia berada di dekat mereka. bahkan beberapa kali seperti tak terlihat (invisible).

kegelisahannya tetap ada. foto-foto yang ia kirimkan pada redaksinya di STERN Magazine, GEO SAISON Magazine, REUTERS dan lain-lain membuka mata dunia akan sisi lain dan penderitaan dari perang. namun, ia pun dibayar untuk itu. ia menjadi gelisah dan merasa telah mengekspoitasi mereka.. para korban kekejaman perang dan masyarakat miskin itu. walaupun.. ia juga memiliki keyakinan bahwa respek yang diterimanya dari masyarakat itu.. akan membuat apa yang dilakukannya juga direspek oleh orang lain secara global.

teringat pada sebuah perjalanan untuk tujuan riset di salah satu daerah di indonesia. saat itu saya sangat membutuhkan data dari masyarakat untuk sebuah tugas akhir. hari pertama, saya langsung dikejutkan oleh suara mereka yang mengatakan bahwa mereka telah diteliti oleh ratusan orang dari berbagai negara, namun apa dampak nyata yang mereka dapatkan hingga saat ini? tidak ada. sebagai seorang mahasiswa, saya hanya bisa terdiam. kemudian hanya berkata bahwa hasil penelitian ini akan direkomendasikan kepada pemerintah agar mereka bisa lebih tahu dalam melakukan strategi pengentasan kemiskinan.

memang.. hal itu bukan baru terdengar, apalagi oleh mereka yang terlibat dalam ‘kegiatan’ di bidang pembangunan masyarakat (miskin). seringkali.. mereka hanya ‘numpang lewat’ demi menuntaskan sebuah laporan ke sebuah lembaga donor internasional. then what? tidak ada. eksploitasi kaum miskin? bisa saja disebut begitu.. walaupun tidak dipungkiri juga beberapa lembaga memang benar-benar berjuang untuk penuntasan kemiskinan masyarakat.

kembali ke james nachtwey..
apa yang telah ia perlihatkan di film itu.. membuat saya berpikir kembali pada apa yang telah dan akan saya lakukan di hidup ini. pekerjaan saya banyak bergerak pada masyarakat miskin dan terpinggirkan. riset dan pemberdayaan. saya mendapatkan ‘hidup’ dari situ (in any means). yang pasti.. mengeksploitasi dan memberdayakan mereka memang ada dalam batas yang tipis sekali. tapi .. saya tidak mau dianggap mengekploitasi mereka.. karena apa yang saya lakukan pasti akan memberikan kontribusi pada pengentasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan mereka sekaligus perlindungan alam yang berkelanjutan (saya agak berat menuliskan kata-kata bombastis ini) dalam bentuk sekecil apapun. saya percaya itu.. seperti yang dikatakan para kaum-kaum (yang menganggap dan dianggap) pintar.

hanya saja.. bagaimana caranya? apakah mereka akan membaca laporan itu dan mengaplikasikannya? apakah pemerintah akan membaca rekomendasinya dan menggunakannya? saya (kembali) hanya bisa terdiam.

3 Responses to “war photographer”

  1. Halo mas. Aku juga suka sama war photographer yang sudah kulihat beberapa tahun silam. Wah, aku terkaget-kaget bukan kepalang… karena ide membuat film seperti itu sudah ada di otakku… hanya.. realisasinya dia (james) lebih heboh dari ok dari rangkaian cerita yang kususun.. Duh hebat euy…

  2. gue dah nonton & emang bagus. gue suka banget :)
    *kok lo baru nonton siy? film itu kan dah lama*

  3. saya jg udah nonton, pak. sangat berkesan memang, sampe2 tu CD saya bawa ke Maastricht, untuk ditonton kalo lg bete sama tugas2 kuliah. kabarnya, skrg Jim udah pake digital camera, jd gak bawa2 segepok rol film spt yg ada di film-nya.

    oh ya, salam kenal. saya ‘nemu’ blog-nya dari milis stuned 2006. kebetulan suka jg moto2 dan dulu pernah dipinjemi CD-nya Jim sama temen yg suka moto jg.. ;)

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <blockquote cite=""> <code> <em> <strong>