Shouts!! (part 1)
satu:
saya adalah batu untuk meloncat dan seringkali dipergunakan oleh orang-orang yang ingin memulai sebuah hal yang baru (baca: bentuk hidup yang belum pernah dicoba sebelumnya). dan saya adalah batu yang (dengan sukarela) membuka diri dengan segala macam hal baru.
hal baru itu menyenangkan, hal baru itu dinamis, hal baru itu membuat banyak kejutan dalam hidup.
pada saatnya, sebagaimana fungsi yang telah digariskan, maka merekapun meloncat. entah.. mencari batu lain.. kembali ke titik awal.. atau menjadikan itu sebagai bentuk hidup baru mereka. dan saya? saya marah.. saya diam.. dan pada akhirnya.. saya merasa kaya. kaya akan pengalaman atas hal baru tersebut. dan beberapa diantaranya.. menjadi hidup baru saya.
saat ini.. saya tetap (secara sukarela) kembali menjadi batu dan membuka hal baru itu. dan dalam beberapa hal.. ternyata saya juga mencari batu untuk meloncat.
****
dua:
setelah beberapa hari.. saya ternyata belum bisa rapi dalam pengaturan waktu. banyak hal terbuang percuma untuk hal-hal yang seharusnya bisa dihindari ataupun dilakukan pada saat yang tepat. alhasil? waktu tidur tidak pernah cukup.. dan pekerjaan? dilakukan dengan kondisi tubuh yang gak fit dan tidak maksimal. aarrgghhh..
****
tiga:
berani bilang tidak.. jika memang tidak tahu. berani bilang tidak.. jika memang tidak boleh. dan harus berani bilang tidak.. jika memang tidak mau.
lalu, kenapa saya tidak berani?
****
empat:
saya ingin bisa memilih.. namun ternyata hidup bukan pilihan ganda.. hidup adalah tentang benar atau salah..
****
lima:
kadang saya berpikir.. mengapa saya? mengapa tidak seperti dia?
mengapa saya menjalani ini.. sedangkan dia menjalani hal yang lain..
why.. why.. and why?
tapi.. memang semua ada di ’sini’.. di sebuh sudut yang bernama ‘nurani’..
yang menjadi dasar dan penjelasan.. mengapa saya menjalani ini..
dan saya menerimanya..
karena saya.. mencintai mereka..
****
enam:
saya.. kosong.. (body and mind)
heidelberglaan 2, di suatu siang yang dingin
Oct 2nd, 2006 at 1:27 am
hidup itu memang tentang memilih, namun bukan memilih mana yang benar atau yang salah. karena saat kita mengenal mana yang benar dan salah, sesungguhnya, ’salah’ akan menjadi mutlak dan ‘benar’ akan tetap menjadi mutlak yang kemudian menjadi relatif…
kenapa relatif? karena seiring dengan waktu dan perubahan pola pikir kita (yang memang sudah seharusnya terjadi), benar akan terlihat bercabang, menjadi yang ‘baik’, yang ‘benar’ dan yang ‘berkenan’
dan harusnya, kita bisa memilih yang berkenan. karena yang berkenan itu sudah pasti baik dan pasti benar. dan itulah kehidupan
Oct 2nd, 2006 at 5:02 am
hai

tetap semangat
mari saya beri pelukan untuk menghangatkan siangmu yang dingin
take care ya qq
Oct 2nd, 2006 at 5:37 am
satu - lima : hang in there, yah!
enam : perut lu kosong juga? hehe.. iya lah, namanya puasa. Kosong-nya jangan dicampur bengong, ya. Nanti kesambet. hehe..
Oct 2nd, 2006 at 11:06 am
ime: berkenan? tergantung siapa? sebagaimana benar dan salah.. itu kan ditentukan oleh segolongan makhluk hidup yang mendominasi dunia fana ini.. haiyah..
atta: iya dong.. teteup semangat!!
flaw: yup.. i am.. btw.. kesambet disini.. maki2 pake bahasa lokal? haiyah.. capek.. ekekeke
Oct 3rd, 2006 at 9:20 am
To every thing there is a season, and a time to every purpose under the heaven:
A time to be born, and a time to die; a time to plant, and a time to pluck up that which is planted;
A time to kill, and a time to heal; a time to break down, and a time to build up;
A time to weep, and a time to laugh; a time to mourn, and a time to dance.
Keep looking Q..
-PelukCiumDariJauh-
Oct 8th, 2006 at 9:17 am
Lieve Q,
De tijd zal het leren en wees jezelf…en daarna hopelijk alles komt goed. Hou je moed vast, ok
Mar 7th, 2007 at 3:24 am
buy phentermine online