Zahra The Fairy

Kekuatan cinta dapat membuat seorang ibu membangun sebuah kerajaan bagi sang anak. Sama halnya dengan Rusnita Saleh a.k.a Upay yang menjadikan sang anak tercinta, Zahra, sebagai inspirasi utama pembuatan buku ini. Aliran cerita di buku ini memang terlihat sebagai sebuah aliran cintanya pada sang anak. Sebuah cerita yang sebenarnya terjadi sehari-hari pada semua ibu dengan anak yang baru saja memasuki dunia sekolah. Namun Upay mampu membuat cerita sederhana itu menjadi sebuah karya bi-lingual yang amazing. Sederhana namun menyentuh.

Bahasa yang digunakan bukan bahasa yang cukup berat. Penggunaan kata-kata yang tidak formal bahkan menjadikan buku ini lebih mudah dicerna, terutama oleh orang-orang perkotaan (a.k.a Jakarta dan sekitarnya) yang sepertinya menjadi target pembeli buku, seperti penggunaan kata: banget, keren, dan lain-lain. Penterjemahan yang dilakukan pun cukup cerdas (bukan penterjemahan yang menjadikan cerita tidak mengalir ataupun aneh secara tata bahasa Inggris atau Indonesia) dan membuat segmentasi pasar meluas pada semua orang, baik berbahasa Indonesia ataupun Inggris.

Read the rest of this entry »

morning has broken..

bangun tidur.. telat.. buka mata.. buka selimut.. buka jendela.. nyalain komputer.. cek email.. chat sebentar.. mandi.. bikin kopi.. pake baju dari tumpukan cucian.. cd dimana-mana.. gak ada yang protes.. ngopi.. ngerokok.. chatting.. ready to go.. matiin komputer.. matiin lampu.. berangkat ke kantor..

duh.. walaupun kata sahabat saya.. melajang adalah sebuah kenistaan.. kok saya menikmati cara saya menyambut pagi yah.. hehehe… tanpa ada yang mengatur ataupun protes…

Page 1 of 512345