Archive for October, 2006

Post

Zahra The Fairy

In Reflection on October 26, 2006 by aaqq™

Kekuatan cinta dapat membuat seorang ibu membangun sebuah kerajaan bagi sang anak. Sama halnya dengan Rusnita Saleh a.k.a Upay yang menjadikan sang anak tercinta, Zahra, sebagai inspirasi utama pembuatan buku ini. Aliran cerita di buku ini memang terlihat sebagai sebuah aliran cintanya pada sang anak. Sebuah cerita yang sebenarnya terjadi sehari-hari pada semua ibu dengan anak yang baru saja memasuki dunia sekolah. Namun Upay mampu membuat cerita sederhana itu menjadi sebuah karya bi-lingual yang amazing. Sederhana namun menyentuh.

Bahasa yang digunakan bukan bahasa yang cukup berat. Penggunaan kata-kata yang tidak formal bahkan menjadikan buku ini lebih mudah dicerna, terutama oleh orang-orang perkotaan (a.k.a Jakarta dan sekitarnya) yang sepertinya menjadi target pembeli buku, seperti penggunaan kata: banget, keren, dan lain-lain. Penterjemahan yang dilakukan pun cukup cerdas (bukan penterjemahan yang menjadikan cerita tidak mengalir ataupun aneh secara tata bahasa Inggris atau Indonesia) dan membuat segmentasi pasar meluas pada semua orang, baik berbahasa Indonesia ataupun Inggris.

Read More »

Post

morning has broken..

In Reflection on October 26, 2006 by aaqq™

bangun tidur.. telat.. buka mata.. buka selimut.. buka jendela.. nyalain komputer.. cek email.. chat sebentar.. mandi.. bikin kopi.. pake baju dari tumpukan cucian.. cd dimana-mana.. gak ada yang protes.. ngopi.. ngerokok.. chatting.. ready to go.. matiin komputer.. matiin lampu.. berangkat ke kantor..

duh.. walaupun kata sahabat saya.. melajang adalah sebuah kenistaan.. kok saya menikmati cara saya menyambut pagi yah.. hehehe… tanpa ada yang mengatur ataupun protes…

Post

Shouts!! (part 3)

In Reflection on October 25, 2006 by aaqq™

seringkali sebuah keputusan harus dibuat tanpa perlu ada alasan. bukan karena tidak ada usaha untuk itu.. ataupun merasa kalah, namun akal sehat dan realita yang ada membuat kita memilihnya. suatu saat semua akan memihak kita selama kejujuran tetap menjadi dasar untuk bersikap dan bertindak.
a shout when i watched jomblo movie in odd’s room
****

ada warna baru dalam lebaran kali ini. warna untuk dikenang. warna untuk berpikir. warna untuk bersyukur. warna untuk merasa nyaman pada sebuah keputusan. warna pada persahabatan lama dan baru. warna untuk sebuah mimpi baru. warna untuk menjadi seseorang.
a shout when i sat in the bus from wageningen to ede
****

bukan ini yang seharusnya dilakukan. terlena dalam senang. butuh kerja lebih keras dan aturan waktu yang lebih baik lagi. mimpi itu masih ada dan belum beranjak.
a shout when i found my mojo back
****

saya rindu kamu
a shout when i sat in a cold-bus-stop, waiting for bus #11 heading to my cozy room
****

we are in the same air.. yet breath in a different way. never take a risk anymore.
a shout when i was in the bad guilty feeling
****

lihat ke bawah!!
lihat ke bawah!!
lihat ke bawah!!
lihat ke bawah!!
lihat ke bawah!!
lihat ke bawah!!
a shout when i chatted with someone who has similar life and dreams

Post

hari itu..

In Reflection on October 18, 2006 by aaqq™

empat atau lima hari lagi.. hari itu akan datang…

dahulu..
menjelang hari itu… rasa di dalam ’sini’ begitu menggelora… rasa untuk tetap berjuang menahan rasa lapar dan haus.. bersemangat menagih baju dan sepatu yang baru pada bapak disetiap pulang kerjanya… berbelanja di toko super di kota bogor.. membantu ibu membuat kue nastar, kue keju, serta menguliti kacang tanah.. menemani menunggui ketupat yang ampppuuuuunnn-lama-banget-masaknya.. bergerilya menemani ibu mencari daging murah serta jeroan sapi yang bakal dimasak dengan nikmatnya.. membeli bunga saweran bersama bapak untuk ditaburkan pada makan kakek dan nenek yang tidak pernah saya ingat wajahnya.. membuat kartu lebaran yang bahan2nya saya beli di toko abc – pasar bogor.. menunggu kiriman kartu lebaran dari sahabat (saya ingat.. selalu menanti kartu dari meigi.. sahabat kreatif yang selalu memunculkan ide baru dalam pembuatan kartu lebaran).. bersaing dengan sang adik dalam jumlah penerimaan kartu.. bermalam takbiran keliling bogor dengan mobil daihatsu buntung putih-nya bapak dan kami bertiga berdiri di belakangnya.. serta menghitung2 pemasukan dari semua kerabat yang akan memberikan salam tempelnya…. indahnya masa itu.

Read More »

Post

candu (part 2)

In Reflection on October 17, 2006 by aaqq™

hai candu..
pasti saat ini kamu sedang tertawa-tawa di dalam hati dan bersemu merah atas pengakuanku pagi ini.
ah.. pengakuan itu ternyata jauh lebih cepat dari yang aku rencanakan. dan semuanya terjadi dengan sendirinya.
takdir kalau menurutmu.. sedangkan menurut aku? itu adalah reaksi kimia yang dipercepat.
toh tak ada bedanya, yang pasti aku semakin kecanduan pada mu.
ini bukan gombal loh, juga bukan sebuah proses satu malam berdiri.
ini adalah sebuah awal yang kita sendiri tidak tahu.. akan dibawa kemana semua ini.
hidup yang berkuasa atas semua ini. hanya ia mampu membawa kita ke sebuah tempat atau kepada seseorang yang ia mau. itu lah hidup.

Read More »

Post

mimpi (yang tidak terlalu) baru..

In Coffee, Reflection on October 16, 2006 by aaqq™

esspresso machine someday.. i will laugh when i am reading this. it might be because i failed to do it.. or.. hmm… we’ll see.

beberapa orang bertanya dalam hari yang berdekatan.. dan semuanya bertanya mengenai apa yang saya rencanakan dan inginkan di masa mendatang. hmm.. tough question. tapi semuanya saya jawab dengan satu tarikan nafas *haiyaah.. akad nikah banget* : saya pengen beresin apa yang ada di depan saya ini.. sekaligus membangun jaringan dan karir. trus.. saya ingin bekerja di eropa *in rome i hope, yet still don’t know how*.. bukan apa-apa.. karena saya cuma ingin mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya *get real… aja* sekaligus mempelajari semua hal mengenai kopi dan per-kafean *gak nyambung kan ama yang saya kerjain sekarang? hehehe*. dan saya ingin di usia 40-45 nanti *amin* memiliki sebuah warung kopi yang unik dan nyaman buat semua golongan. dan saya akan ‘hidup’ dari situ. sebuah mimpi yang simpel.. tapi saya tahu bukan mudah untuk dijalani. yang pasti, mimpi itu sudah masuk ke dalam memory di otak saya. bisa jadi berubah.. berkembang atau hilang sama sekali. siapa yang tau toch?

at least.. saya punya mimpi. dan please, ingatkan dan bantu saya untuk mewujudkannya.

image from here

Post

Shouts!! (part 2)

In Reflection on October 9, 2006 by aaqq™

setiap orang memiliki kesempatan untuk bisa membuktikan bahwa semua yang didapatkan adalah pantas, karena ia telah berusaha dan bermimpi untuk itu. bukan karena sesuatu yang jatuh dari langit semata. see what you have to see and hear what you have to listen..
a shout when i found out that i can not trust someone anymore

****
kupu-kupu itu datang lagi. memilih untuk membiarkannya datang atau membunuhnya secara perlahan?
a shout when i think i feel the butterfly in my stomach

****
jika pada akhirnya kehilangan, kenapa harus diperjuangkan?
jika pada akhirnya perpisahan, kenapa harus dipertemukan?
jika pada akhirnya kehancuran, kenapa harus dibangun?
walaupun.. katanya.. all were created on purpose.. including what you have got now..
a shout when i met a lot of good people in my current life

****
if you ask me something, as a friend.. i will answer it as a very close friend. so then.. don’t hide anything from me. otherwise.. i will assume that u are only a ‘gossip-journalist’. ok? toh.. ini bukan klarifikasi gosip kan? ini hanya soal.. memposisikan tempat kita berdiri… dalam bersikap.
a shout when my best friend insisted to keep the secret by herself

****
bagaimana rasanya menjadi orang indonesia pertama yang berada di sebuah tempat, posisi, pekerjaan atau komunitas? some of my friends can easily answer it. *iya gak broer? soes? been there done that kan?* buat saya? hmm.. menyenangkan.. tapi kok.. ada beban juga yah?
a shout when i chatted with my supervisor

Post

raped..

In Reflection on October 4, 2006 by aaqq™

coba bayangkan… seorang laki-laki di’paksa’ melakukan sebuah hubungan seksual oleh seorang wanita yang ‘katanya’ begitu tergila-gila padanya. namun, karena si lelaki begitu tidak mencintai wanita itu, ia bersikeras untuk tidak melakukan itu. sehingga yang terjadi adalah sebuah pertengkaran dan pergulatan yang ‘tidak wajar’ antara kedua belah pihak. beberapa orang mungkin akan mengatakan.. lelaki yang tolol. namun.. jangan persalahkan siapapun, baik si lelaki ataupun si wanita. toh semua punya alasan, dan juga hak, untuk menolak dan mengiyakan.

saat ini… yang jelas.. siapa mempermalukan siapa?? diri sendirikah?

dan coba bayangkan juga.. jika yang terjadi adalah sebaliknya. tentu si lelaki akan berada di penjara atas tuntutan pelecehan seksual… dan pemerkosaan.

sabar ya brow… that’s what they called life.. lo juga sih aneh-aneh.. ‘pembantu’ sendiri kok diajak mabok2an.. ekekek.. pisss

image from here