candu (part 2)
hai candu..
pasti saat ini kamu sedang tertawa-tawa di dalam hati dan bersemu merah atas pengakuanku pagi ini.
ah.. pengakuan itu ternyata jauh lebih cepat dari yang aku rencanakan. dan semuanya terjadi dengan sendirinya.
takdir kalau menurutmu.. sedangkan menurut aku? itu adalah reaksi kimia yang dipercepat.
toh tak ada bedanya, yang pasti aku semakin kecanduan pada mu.
ini bukan gombal loh, juga bukan sebuah proses satu malam berdiri.
ini adalah sebuah awal yang kita sendiri tidak tahu.. akan dibawa kemana semua ini.
hidup yang berkuasa atas semua ini. hanya ia mampu membawa kita ke sebuah tempat atau kepada seseorang yang ia mau. itu lah hidup.
hai candu..
selamat menikmati hari barumu yah. juga hari baruku. tiada yang harus ditakutkan atau dikhawatirkan. semua yang berasal dari hati akan kembali kepada hati juga. walaupun kamu juga bilang, rasa adalah sebuah keinginan bebas, bukan milik satu pihak, namun itikad untuk menjaga sesuatu hal yang bernama rasa juga perlu kan? awal yang baik.. akan berakhir dengan manis pula. jangan pedulikan cara.. toh semua itu hanyalah sebuah pengejawantahan sesuatu hal yang bernama rasa. apapun bentuknya.. apapun awalnya.
hai candu..
jangan pernah berubah ya. tetaplah menjadi candu.. di semua tempat yang kau pijak. jaga terus aura ‘apalah-namanya-lupa’ mu buat semua orang. toh itu yang membuat kamu hidup hingga saat ini.
hingga suatu saat.. kita akan terkejut.. tertawa.. dan akhirnya berteriak-teriak untuk menjadikan masing-masing sebagai candu.. hahahaha
heidelberglaan 2.. siang, 15 C, dan hangat.
Oct 18th, 2006 at 11:23 am
aih aih qq
hihihihi
hai, kartu pos mu baru saja tiba. dan aku kecanduan -melihat terus dua ikon di gambar itu-
lihat saja ya qq, satu saat nanti saya akan wujudkan mimpi. pasti
terima kasih terima kasih
Oct 18th, 2006 at 5:43 pm
qq….. kumaha kabar na ? damang ?
lila pisan teh syl teu mampir nya
salam ti mandalay
Oct 19th, 2006 at 1:37 am
Hey brother and sister,
ladies and gentlemen,
namamu dah berubah jadi
Rizki Candu Permana, yah?
hehehehe