Archive for November, 2006

Post

si tolol dan keju gorgonzola..

In Holland on November 29, 2006 by aaqq™

pernah ngerasa bego dan akhirnya malah pengen tenggelamkan diri di sungai nil? yeap.. i experienced it this afternoon.

seperti biasa.. ritual makan siang dilakukan di beberapa tempat di sekitaran kantor. hari ini saya menyambangi sebuah toko pizza dan roti italia yang memang menjadi langganan jika ingin makan siang yang cukup singkat padat dan kenyang *yup.. saya sudah terbiasa untuk makan siang cukup dengan roti dan air saja.. hebat kaaan?*. seperti biasanya juga, saya selalu ingin mencoba hal-hal baru termasuk makanan. kali ini pilihan saya jatuh pada sebuah nama yang agak asing.. tapi keliatannya keren.. hmm. broodje met gorgonzolakaas – roti dengan keju gorgonzola. woow. nama yang hebaad kan?

pesanan pun tiba. saya gigit roti hangat itu dengan lahapnya. haaap!!! tapi kok.. hmm.. kok rasanya aneh.. kok bau yah? hmm.. pas saya cek.. bagian dalamnya, ternyata keju putih itu bercampur dengan jamur-jamur berwarna biru. hmm.. kudu protes nih. akhirnya, dengan semangat konsumen-adalah-raja dan setiap-orang-punya-hak-yang-sama, saya terobos antrian yang lumayan banyak. saya pun tiba di depan si abang-abang penjual roti itu dan menyodorkan roti di depan mukanya. Read More »

t

love

future

hardwork

beauty

teamwork

happiness

waiting

what do you see?

on November 28, 2006 by aaqq™

15 Comments

Post

new house.. new mate..

In Holland on November 28, 2006 by aaqq™

akhirnya saya pindah rumah. dengan dibantu beberapa sahabat akhirnya semua barang-barang pun berpindah dari rumah lama ke rumah yang baru. mulai dari celana dalam hingga sofa putih besar. gak kebayang juga ternyata dalam tiga bulan bisa mengumpulkan barang sebanyak itu. ckckck.

rumah baru itu hanya dua kamar dengan satu kamar mandi, satu ruangan besar untuk menonton tivi dan satu dapur. bersama dengan seorang kawan dari turki, selaku pemilik rumah, saya berbagi seisi rumah itu. kamar saya sendiri berukuran 4m x 4m yang ia lengkapi dengan satu lemari besar dan satu karpet tebal. sisanya? saya lengkapi sendiri mulai dari kasur, sofa, meja dan televisi. faktor bahasa dan budaya sepertinya akan menjadi bahasan menarik selama saya tinggal di sana. ia hanya bisa bahasa turki dan belanda, sedangkan saya hanya bisa bahasa inggris dan indonesia. kebayang kan? dalam dua hari saja saya sudah menemukan banyak peristiwa-peristiwa lucu dan ganjil bersamanya. saya, sedikit banyak, seperti dalam film BABEL. huahahaha. Read More »

Post

terima kasih..

In Fiction on November 20, 2006 by aaqq™

“terima kasih..”
“buat apa?”
“semuanya… ”
“gak perlu… “
“kenapa kamu selalu melarang aku mengatakan itu..”
“loh.. emang kenyataannya gak perlu bilang seperti itu.. buat apa juga kamu bilang itu..”
“jadi, aku gak perlu bilang itu….walaupun kamu pantas mendapatkannya?”
“gak usah.. itu bisa dirasakan.. tak perlu diucapkan”
“…..”

****
aku pandangi luar jendela kamar ini. gelap dan hanya sederetan lampu neon yang berpendar menjadi penghias hitam. hembusan asap sampoerna mild ditemani sekaleng grolsch-bier menjadi kombinasi lengkap saat ini. kamarku sendiri gelap dan hanya sebatang lilin aroma yang kunyalakan. “pakai lilin buat menghilangkan bau rokok kamu…”, begitu menurutnya suatu waktu. aku coba dan berhasil. bau rokok di kamarku secara berangsur menghilang dan tergantikan dengan wangi vanila yang cukup menenangkan. entah sudah berapa ratus lilin yang aku nyalakan hingga malam ini. namun lilin ternyata tidak bisa menghilangkan harum tubuhnya di ruangan ini. Read More »

Post

rindu bogor..

In Reflection on November 12, 2006 by aaqq™

saya rindu bogor..
tiba-tiba kata-kata itu terlintas di antara dinginnya angin yang masuk melalui jendela kamar ini *had to open it.. since the need for smoking was higher than the cold feeling itself*. membaca banyak hal di jendela maya membuat saya mengingat banyak hal soal bogor. kotanya sendiri tidak pernah membuat saya merindunya… mungkin saya cuma rindu akan suasananya… rindu akan memori yang pernah ada di sana… rindu pada banyak komunitas yang pernah ada di sana. rindu mereka.

bogor memang hanya sebuah kota yang tidak terlalu besar dan cenderung tidak terlalu lengkap. saat ini, banyaknya angkutan umum dan motor kreditan membuat kota ini terlalu sesak, sumpek dan tidak nyaman untuk ditinggali. saya ingat 25 tahun yang lalu ketika bapak membangunkan saya subuh-subuh di hari minggu untuk berlari pagi menuju pasar anyar melewati jalan dr.sumeru yang memiliki banyak pohon kenari di kanan kirinya. sangat segar. selain olahraga, saya berebutan dengan adik-adik mengumpulkan buah kenari yang terjatuh di trotoar. setelah memakan ketan bakar dan teh panas, kami biasanya pulang dengan menggunakan angkot kuning yang saat itu masih sangaaat sedikit jumlahnya. macet? gak ada di kamus kami saat itu. terakhir saat saya akan meninggalkan bogor, baru dibuka (lagi) satu pusat perbelanjaan terbesar di bogor. dan katanya itu membuat bogor semakin macet dan penuh saja.

Read More »

Post

hidup bersama..

In Holland on November 8, 2006 by aaqq™

tinggal bersama para mahasiswa yang berasal dari negara lain sangatlah menyenangkan (walau kadang juga menyebalkan). saat ini, saya tinggal bertiga bersama dengan dua orang wanita *yup.. hanya dua.. dan semuanya cantik* yang berasal dari eropa timur. satu mahasiswa phd berasal dari rumania dan satu lagi adalah mahasiswa master berasal dari rumania. serasa perjaka di sarang perawan *hmmm.. no comment*. huehehehe. terdapat tiga kamar dengan satu dapur dan satu kamar mandi yang kami pergunakan bersama-sama.

dari mereka saya belajar mengetahui masakan mereka *dan kadang ikut memakan*. si rumania, sangat suka salad. hampir setiap malam pasti saya selalu menemukan dia meracik salad, dengan berbagai macam jenis sayuran dan buah-buahan, mulai dari selada air, ketimun, tomat, biji olive, jeruk, dan masih banyak lainnya. dari ia juga saya mengenal berbagai jenis pelengkap untuk salad. pokoknya semua masakan yang sehat-sehat, termasuk juga sushi. sedangkan si bulgaria, ia suka sekali memasak spagheti dengan berbagai macam jenis saus mulai dari lengkap, super lengkap sampe saus-seadanya-karena dia-males-banget-deh. banyak juga bumbu-bumbu aneh yang diperkenalkan. kadangkala, ia memasak berbagai jenis biji-bijian yang dibelinya dari toko turki dan membuat sesuatu yang katanya-sih-sop. juga masakan hati ayam yang di goreng dengan bumbu yang saya sendiri gak mau tanya *tapi kadang enak kok*. saat ini, ada satu teman dari spanyol yang menumpang di kamar si rumania. darinya saya merasakan *kembali* nasi paella khas spanyol yang rasanya eeeenak sekali. belum lagi campuran cumi dan jenis-jenis seafood lainnya. Read More »

Post

a small leap for a future dream..

In Coffee, Reflection on November 6, 2006 by aaqq™

mnecm let me introduce my new (but quite old) friend *treeeett.. treeet.. treeeet… jungkir balik sambil guling-guling.. dan tangan menunjuk ke gambar*. yup. i decided to buy this second-hand *third-hand, i guess*- 33×22.5×23 -3.2 kg- 1.2 l water tank- white gran gaggia espresso coffee machine.. from an american who almost finished his project here (thanks.. brandon!!). not only an espresso maker.. but it is also equipped with the milk-frother, to make a-really-delicious cappuccino or latte. hmm.. yummy!

though, i am still trying to understand ‘him’ better *i mean, the machine.. not brandon. any suggestion for the name?*… trying to find a good-tasteful-shot of espresso, as well as trying to find a good coffee powder *douwe egberts? hmm maybe… italian coffee? hmm.. we’ll try.. lampung coffee? toraja coffee? liong bulan-bogor? hmm worth to try..hahahaha*. my first shot didn’t taste well.. i think it’s because i only put small amount of coffee-powder on the-metal-filter-basket. Read More »

Post

Shouts!! (part 4)

In Reflection on November 6, 2006 by aaqq™

saya dulu yakin bahwa kota ini akan saya injak lagi. banyak cerita hidup yang bermula dari kota ini. kota yang penuh dengan keromatisan, hal-hal sentimentil gak jelas, serta kenangan yang menyelimutinya. ada magnet tersendiri yang membuat saya menyenangi kota ini, termasuk semua hal indah yang pernah menyertai perjalanan saya dahulu. ia masih memiliki pesona itu dan telah membuat saya mengukir sebuah pixel lain di dalam memori otak yang tidak terbatas ini.
a shout when i was in the denhaag central station

****
hidup bukanlah sebuah ruangan besar tanpa sekat. ia memiliki banyak ruang yang bisa dimasuki oleh siapapun. setiap orang memiliki hak untuk masuk ke dalam ruangan yang mereka mau, juga untuk keluar. itu adalah ruang dimana hati nurani, emosi, nafsu dan akal sehat seringkali bertempur. apapun yang menang, berarti sebuah jalan untuk bisa menikmati hidup. hidup sebagai pemenang yang menikmati hidup.
a shout when i watched the devil wears prada

****
i know, i’ll be burned someday..
a shout when i walked accross the utrecht centrum at night

****
kembali saya harus berada pada sebuah batas, antara mimpi dan realitas. saya lupa, sampah itu masih belum dibersihkan dan baunya masih sangat menyengat hingga kemari. perlu sebuah siraman yang hebat untuk menghilangkannya. tak bisakah sampah itu hilang dan biarkan kami berdiri tegak untuk menghadapi ‘dunia’? duh gusti.. kadang saya hanya ingin menyerah.. dan kalah.
a shout when i woke up in the morning and read the text in my cell phone

****
kalau itu sih udah serius.. sedangkan kita kan just for fun aja..
a shout when we were only have few things left in hand.. and hoping

****
kota ini ternyata bisa menjadi sepi juga..
a shout when i was inside the white-blue thing heading to my sanctuary

****
selamat yee.. kerja yang bener… jangan ceting ama update friendster mulu *look who’s talking..*
a shout when i talked with her about her new position