for my sisters..

you know i’ve seen a lot of what the world can do
and it’s breakin’ my heart in two
because I never wanna see you a sad girl
don’t be a bad girl
but if you wanna leave, take good care
hope you make a lot of nice friends out there
but just remember there’s a lot of bad and beware…

wild world – cat steven

terlahir sebagai anak tertua dan satu-satunya anak lelaki dalam keluarga memiliki keunikan tersendiri, di samping tanggung jawab yang lebih berat tentunya. menjalani kehidupan bersama mereka selama puluhan tahun, membuat saya melihat sebuah perkembangan yang menakjubkan dari dua orang manusia.. dua orang adik saya.. dan dua orang wanita yang cantik dan baik hati *haiyaah.. kalo mereka baca pasti ge er abis*. dimulai dari anak-anak kecil yang dahulunya adalah teman berantem, adik kecil yang ingusan, cengeng, manja dan pernah membuat saya tidak mau bertemu selama beberapa hari, hingga menjadi seorang wanita dewasa yang tidak lagi tergantung pada orang tua. saat ini, mereka semua sudah ‘un-officially’ tidak tinggal rumah dan hanya bapak dan ibu saja menikmati masa tuanya berdua di rumah.

***

adik saya yang pertama bernama rizke *ya.. kami bertiga memang memiliki nama yang dimulai dari huruf R.. entah mengapa.. dan saya selalu lupa untuk bertanya ini pada bapak atau ibu*. perbedaan umur kami hanya 2 tahun dan itu menjadikannya teman paling cocok untuk bertengkar di masa kecil. seringnya kami bertengkar membuat saya dan dia tidak cukup akrab untuk bercerita hal-hal pribadi. hal itu berlangsung hingga saya kuliah. ketika di rumah kadang saya hanya bicara seperlunya. ia pun lebih dekat kepada adik saya yang nomor dua. terutama karena mereka sama-sama wanita sehingga lebih enak untuk bercerita mengenai masalah pribadi di antara mereka saja. kami bersekolah yang sama hingga perguruan tinggi dan memiliki kesukaan yang sama terhadap gambar dan seni grafis lainnya. ia juga pintar, selalu juara kelas dan pandai berolahraga, bahkan menjadi tim basket di sma nya.

tiba-tiba suatu saat, saya menyadari bahwa ia sudah tumbuh menjadi seorang gadis dewasa yang cantik. ia memang memiliki kulit yang jauh lebih putih dibandingkan saya. kadang teman-teman saya pun tidak percaya jika ia adalah adik kandung saya. namun mereka tidak bisa memungkiri bahwa kami bertiga memiliki bentuk mata yang sama. hahaha. hingga pada suatu ketika, ia mengatakan bahwa ia akan menikah dan meminta izin saya untuk mendahului. saya cuma terdiam dan mengangguk. pernikahannya pun bukan hal mudah untuk disetujui oleh orang tua saya. tapi saya melihat kesungguhan pada dirinya dan mendukung 100% pada pilihannya. bahkan saya pun membantunya untuk meminta izin pada ibu dan bapak saya. ibu saya pun luluh dan memberi restu untuk menjalani kehidupannya yang baru. saya sendiri tidak bisa hadir di pernikahannya karena saat yang bersamaan saya harus pergi bersekolah di belanda. namun, sebelum saya pergi, mereka melangsungkan upacara ‘seserahan‘sekaligus memberikan simbol pelangkah yang tidak pernah saya minta. saya cuma bisa terdiam dan menangis terharu selama upacara berlangsung.

tiga tahun berlalu, dan ia sudah memberikan seorang cucu pada bapak dan ibu saya. seorang anak perempuan cantik seperti dirinya. lucu dan aneh ketika ia pertama kali menyapa saya dengan sebutan uwak. saat itu pula saya merasa memiliki seorang keluarga baru yang tidak bisa saya jelaskan dengan kata-kata. kadang, disaat saya berjalan di sebuah tempat, saya selalu mencari barang yang akan bisa saya berikan padanya.

adik saya pun sekarang menjadi seorang ibu yang baik. walaupun kadang ia sering kali berbeda pendapat dengan ibu saya dalam cara mengasuh anaknya. tapi saya melihatnya sebagai sebuah perubahan cara pandang dalam mengasuh anak. adik saya belajar banyak dalam proses ia menjadi seorang dewasa dan menyesuaikan dengan cara ibu saya mengasuhnya dahulu. saya pun menghormati keputusannya untuk menjadi ibu rumah tangga dahulu pada saat ini. saya tahu, ia cukup pandai dalam merencanakan hidupnya. ia pun menjadi teman yang baik dalam berdiskusi dan menyelesaikan masalah yang ada dalam keluarga kami. kadang saya takjub dengan perubahan yang ada pada dia. cara berpikir kami ternyata sudah semakin berubah dan kami berada dalam phase yang baru dalam hubungan kakak beradik.

adik saya yang kedua berbeda delapan tahun. pada saat saya sd, saya ingat sekali ketika ayah mengajak saya ke rumah bersalin untuk menjemput ibu dan mereka membawa pulang seorang bayi yang mungil. lucu juga dipikir-pikir, memiliki adik yang jaraknya cukup jauh pada saat itu. tidak seperti saya yang dipanggil kiki ataupun rizke yang dipanggil keke, ia diberi nama riza dengan panggilan icha. jarak yang cukup jauh kadang membuat ia menjadi sedikit manja. tak jarang kami pun bertengkar untuk beberapa hal konyol. ia tumbuh menjadi anak yang aktif, super lucu, dan banyak memiliki kawan. sejak sd ia selalu membawa kawan-kawannya ke rumah dan itu berlangsung hingga saat ini.

saat lulus sma, ia memilih untuk mengambil jurusan broadcasting yang tidak cukup umum di keluarga kami. tapi saya tahu bahwa itu merupakan pilihannya dan ia sangat menginginkan itu. jujur saja, saya dahulu memimpikan bisa mengambil jurusan itu. kembali saya pun harus membantu meyakinkan kedua orang tua saya bahwa pilihannya itu baik. terbukti, ia sangat menikmati kuliahnya. saat ini, saya pun masih memiliki hutang untuk bisa menyekolahkannya ke tingkat ekstensi. sejak tahun lalu saya selalu menunda-nunda keinginannya dengan alasan finansial. tapi ia cukup tahu diri dan akhirnya berjuang keras untuk bisa mencari pekerjaan yang sesuai dengan bidangnya. saat ini, ia bekerja pada salah satu TV swasta di indonesia yang merupakan cita-citanya. tak jarang ia bercerita dengan semangat beberapa kejadian pada saat ia bertemu dengan selebiriti indonesia di sana. namun, keinginan untuk bersekolah tak juga surut dan saya pun berjanji akan terus mendukung keinginannya itu.

ia pun mulai tumbuh menjadi wanita yang dewasa, walaupun untuk beberapa hal kadang masih terlihat sifat kanak-kanaknya. tapi saya percaya ia mulai menata diri menjadi seorang wanita dewasa. beberapa kali kami terlibat pembicaraan menyangkut masa depannya, mulai dari pekerjaan, rencananya bersekolah lagi hingga rencananya untuk menikah. saya pun tak akan pernah menghalangi keinginannya untuk menikah walaupun harus mendahului saya. kapanpun itu. ia cudah cukup dewasa untuk memutuskan jalan hidupnya. di saat akhir pekan, ia pun sudah menjadi teman diskusi yang baik untuk ibu saya, terutama untuk beberapa masalah di rumah, karena saya ada di belanda dan keke sudah memiliki rumah sendiri di bagian lain kota bogor. ah.. ia memang sudah dewasa.

***

saya tidak pernah mengatakan secara verbal bagaimana saya menyayangi mereka. tapi saya yakin, bahwa mereka bisa merasakan itu. saya pun bangga pada keduanya, karena kondisi keluarga kami ternyata tidak menjadikan mereka anak-anak yang cengeng apalagi lemah. untuk beberapa hal bahkan kekuatan mereka jauh melebihi saya. saat ini saya merasa tenang untuk bisa menjalani hidup saya sendiri. karena saya tahu bahwa mereka sudah bisa berpijak dengan kaki mereka sendiri.

suatu saat kami bertiga akan pulang ke ‘rumah’ dengan membawa semua ‘perbekalan’ yang telah dikumpulkan dan dimiliki dalam perjalanan ini. kami juga akan tunjukkan pada dunia bagaimana hebatnya kedua orang tua kami, seorang bapak dan seorang ibu, yang telah memberi dan mengajari kami banyak hal untuk bisa bertahan dalam hidup ini. untuk bisa menjadi orang-orang yang hebat dan orang-orang yang berhasil. hanya untuk mereka, the greatest parents in the universe.

i love you, all..


oh, baby, baby, it’s a wild world
it’s hard to get by just upon a smile
oh, baby, baby, it’s a wild world
and I’ll always remember you like a child, girl

16 thoughts on “for my sisters..

  1. nice one. 🙂
    btw, nama panggilan gue sama ade2 juga dimulai dgn syllable yg sama. hehehe…what is it with parents pada jaman itu yah? (maksud lo jaman apaan seeeh? huehe…). anak2nya dinamain mirip2 gitu biar gampang ngenalin-nya mungkin, dan supaya ga ketuker kali ya? jaman sekarang masih jadi trend ga ya ngasi nama anak mirip2?

  2. sebagai seorang kakak tertua…kadang kita suka amazing ya…sama pertumbuhan adek2….hehe….

    akan lebih amazing lagi hal yg sama dirasakan sama anak2 kita…..

  3. anak tertua dari 3 bersaudara….
    kita senasib Om, bedanya kami bertiga perempuan semua….
    ah, enaknya punya kakak laki-laki
    semua anak perempuan akan berpikir begitu…
    beruntunglah kedua adikmu Om…

    link-nya kapan-kapan ya Om,, hehe

  4. oops: hmm.. susah deh bales komen kaya ginian mah..ekekek
    ndY; gak sampe initial sih.. btw.. berarti lebih kreatif bokap lu ndy..
    alaya: iye bener..
    flaw: masih kali ye.. tapi pasti namanya lebih susah2.. gak kaya jaman kita.. *hah? kita?*
    fitri: hi hi hi.. tapi di IE kadang gak keluar
    nila: iya.. ntar kalo anak dah gede.. nulis gini lagi ah.. *wakakaka.. tau deh kapan*
    bss: sip.. ditunggu link nya ya..
    melo: bagus bener kesimpulan lo.. hmm.. tapi gak apa apa sih mo disalip juga. lo juga? kan masih ada tuh adek lu satu lagi. piss.. hehehe

  5. hhahahahaha…

    “ia tumbuh menjadi anak yang aktif, super lucu…” memang ini ciri khas anak bungsu ;))

    hidup bungsu!!!! kekekekekekk… *salah yah, harusnya ngomong ini di blog-nya icha :)):))*

  6. Nama2 di keluarga loe sama dengan nama2 super hero dong Ki….dari R semua…

    Kaya Rpiderman, Ruperman, dan Ratman..?? Betul gak sih ?

  7. menjadi yang tertua adalah hal yang paling membanggakan, aku merasa menjadi yang beruntung karena bisa menjadi anak pertama sekaligus anak terakhir dalam dua keluarga yang berbeda…

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *