biru

kembali hitam putih itu berhiaskan biru. tetap banyak seperti beberapa waktu silam, menyelinap ke dalam sisi putih di antara hitam. lingkaran, garis, ataupun hanya titik semata. diiringi melodi merdu yang telah menembus titik terdalam sebuah organ abstrak bernama nurani. semua bercampur dalam sebuah harmonisasi yang menjadi penanda sebuah pengalaman.

berbeda dengan waktu silam, kali ini semua dilihat dalam sudut [hati, mata dan pikiran] yang berbeda. bukan lagi sebuah kekecewaan akan sebuah kebodohan. bukan lagi sebuah guncangan atas harga diri. bukan pula penanda sebuah kesalahan dalam mengambil keputusan. tapi telah menjadi sebuah rasa syukur untuk mendapatkan semua ini dalam hidup. keputusan memang telah dibuat dan tidak bisa ditarik begitu saja. hidup adalah perjuangan melawan semua ketidaktahuan dan keterbatasan. semua bisa diatur dan dihadapi dengan sebuah hal bernama tekad. tekad untuk menjadi yang terbaik [at least lebih baik dari hari kemarin].

mengurangi biru dan menjadikannya sempurna. itu target capaian di masa mendatang. walaupun.. tidak ada yang sempurna di sini.

stupidity makes perfect..

8 thoughts on “biru

  1. you can leave a response ( for the ‘blue’)just in your room (ssst dis is a privacy)

    or tell it to the world by…… (temukan sendiri jawabanmu)

    kupikir sudah saatnya om, untuk….

    yah om tahu untuk apa

  2. keep smiling, keep shining
    knowing you can (not always) count on me (or dia, dia dia n diaaaa) 😉

    slamat ya, dah bisa bermain-main dengan point of view (faktor umur juga kah?) hihihi

    take care ya kamu,
    cyn

  3. atta: everything’s fine.. it was just a process
    bss: duh.. pasti nuduh deh.. hehehe
    cyn: thanks.. i am fine
    ime: siigh.. kamu pikir saya gubernur dki jakarta?
    nila: yup.. hehehe..
    fitri: siigh lagi..

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *