kembali hitam putih itu berhiaskan biru. tetap banyak seperti beberapa waktu silam, menyelinap ke dalam sisi putih di antara hitam. lingkaran, garis, ataupun hanya titik semata. diiringi melodi merdu yang telah menembus titik terdalam sebuah organ abstrak bernama nurani. semua bercampur dalam sebuah harmonisasi yang menjadi penanda sebuah pengalaman.
berbeda dengan waktu silam, kali ini semua dilihat dalam sudut [hati, mata dan pikiran] yang berbeda. bukan lagi sebuah kekecewaan akan sebuah kebodohan. bukan lagi sebuah guncangan atas harga diri. bukan pula penanda sebuah kesalahan dalam mengambil keputusan. tapi telah menjadi sebuah rasa syukur untuk mendapatkan semua ini dalam hidup. keputusan memang telah dibuat dan tidak bisa ditarik begitu saja. hidup adalah perjuangan melawan semua ketidaktahuan dan keterbatasan. semua bisa diatur dan dihadapi dengan sebuah hal bernama tekad. tekad untuk menjadi yang terbaik [at least lebih baik dari hari kemarin].
mengurangi biru dan menjadikannya sempurna. itu target capaian di masa mendatang. walaupun.. tidak ada yang sempurna di sini.
stupidity makes perfect..


adakah sempurna?

baik-baik ya dear
tetap semangat
i love you
you can leave a response ( for the ‘blue’)just in your room (ssst dis is a privacy)
or tell it to the world by…… (temukan sendiri jawabanmu)
kupikir sudah saatnya om, untuk….
yah om tahu untuk apa
keep smiling, keep shining
knowing you can (not always) count on me (or dia, dia dia n diaaaa)
slamat ya, dah bisa bermain-main dengan point of view (faktor umur juga kah?) hihihi
take care ya kamu,
cyn
mmm… lagi kampanye better air quality?
proses pendewasaan diri……?
*liat comment Ime’*
=))
atta: everything’s fine.. it was just a process
bss: duh.. pasti nuduh deh.. hehehe
cyn: thanks.. i am fine
ime: siigh.. kamu pikir saya gubernur dki jakarta?
nila: yup.. hehehe..
fitri: siigh lagi..
perlu emang ya pak??? lam knal