Archive for January, 2007

Post

asal usul kata-kata

In Reflection on January 27, 2007 by aaqq™

dari forward email seorang sahabat, saya mengetahui bahwa setiap kata-kata ternyata mempunyai sejarah dan cerita dalam pembentukannya. begitu juga kata teman saya yang mengambil ilmu studi linguistik di sini. etymology namanya. *bukan.. bukan.. etymology bukan nama teman saya itu.. ataupun ilmu yang mempelajari tentang si ety.. duh kangen temen saya si ety*. etymology merupakan ilmu yang mempelajari asal usul kata. kita bisa menemukannya di google, antara lain website ini, seperti asal usul kata OK, gossip, news dan masih banyak lagi. berikut adalah beberapa contohnya:

“good night, sleep tight”
zaman dahulu, sebelum tidur orang-orang inggris mengikatkan ujung-ujung matrasnya dengan tali yang dikaitkan kerangka tempat tidur. ketika seseorang hendak berangkat tidur, maka tali-tali tersebut ditarik sehingga matras menjadi lebih kencang, agar bisa lebih “firm” untuk tidur. dari sinilah maka lahirlah ekspresi “good night, sleep tight”

“honeymoon”
dimasa babylon 4000 tahun lalu, selama sebulan setelah acara pernikahan,ayah dari mempelai putri biasanya akan menyediakan sejenis minuman yang terbuat dari madu lebah. dan karena mereka menggunakan kalender lunar sebagai sistem penanggalan, maka tenggang masa selama sebulan itu mereka sebut sebagai “honeymoon”

Read More »

Post

danu dan jari tengah..

In Reflection on January 23, 2007 by aaqq™

dulu kala ketika danu masih kecil, ia pergi berjalan- jalan bersama ayahnya. ketika capek, mereka beristirahat, duduk di sebuah bangku. lalu ayah danu menceritakan tentang fungsi tiap jari.

“jari telunjuk ini berfungsi untuk menunjuk sesuatu, jari jempol bisa kamu gunakan untuk membuka buku, jari kelingking untuk ngupil, jari manis untuk tempat cincin, dan fungsi jari tengah nanti ayah beritahukan kalau kamu sudah menikah,” kata si ayah.

di hari pernikahan danu, malam hari sebelum ia masuk ke kamar pengantin, ia menemui ayahnya.”dulu ayah pernah berkata akan memberitahu fungsi jari tengah pada saat aku menikah. kini aku sudah menikah, jadi sekarang tiba saatnya ayah memberitahukannya.”

ayah danu merangkulnya lalu berkata di telinganya, “malam ini kamu pasti akan melakukan hubungan seksual dengan penuh gairah. kemungkinan besar kamu akan melakukannya beberapa kali sehingga kamu capek. nah pada ketika kamu capek dan istrimu minta lagi, pada saat itulah kau gunakan jari tengahmu. tempelkan pada jidatnya lalu bilang, ‘ayo tidur sana!’

huehehe.. got this garing-story years ago.. and just found it (again) in my hard disk.. with other funny-and-garing stories.. goosh.. funny-and-garing never die.. hekekekek..

Post

another weather forecast..(early warning)

In Holland on January 17, 2007 by aaqq™

dear all..
tomorrow, thursday 18 january 2007, a storm front will move eastwards across the north sea in the course of the day. accordingly, wind speeds will increase rapidly. a force 9, southwesterly storm will hit the coast. in the coastal provinces, there will be EXTREMELY POWERFUL GUSTS OF WIND, with wind speeds ranging from 110 to 120 km per hour. this rough weather will strike the southwest of the Netherlands at about noon, from where it will spread to western, central and northern regions. inland, there will be STRONG TO EXTREMELY STRONG GUSTS OF WIND, with wind speeds ranging from 100 to 110 km per hour.

i hope it will not happen (or less than it’s forecasted).. i hope it’s just a hoax..
yet, it was forwarded from a trustworthy source..
siiigh… bakal masuk angin lagi nih besok..

Read More »

Post

dunia tiga satu..

In Reflection on January 15, 2007 by aaqq™

saya adalah manusia yang hidup dengan masa kini, sebagian (kecil) masa lalu, dan (sepertinya) sebagian masa depan. bukan waktunya melihat ke belakang, namun menjadikan masa kini sebagai prioritas dalam menjalani kehidupan dengan sebuah keberanian untuk melihat (mengintip?) masa depan.

(untuk orang-orang dari masa lalu, masa depan dan masa kini…)

Post

status ym dan tipe penggunanya

In Reflection on January 14, 2007 by aaqq™

mesin pembawa-pesan (messenger) telah menjadi salah satu perangkat wajib pada saat kita berselancar di dunia maya. tak jarang, pembawa-pesan itu bahkan menjadi salah satu alat komunikasi yang paling murah dan efektif dalam melakukan aktifitas, baik mulai dari silaturahmi, ngobrol, diskusi bahan kuliah, bekerja, berbisnis, pacaran, bahkan nembak atau putus dengan seseorang *dih.. gak modal banged* .

salah satu fitur menarik yang paling sering digunakan oleh penggunanya adalah status yang terletak di sebelah kanan nama si pemilik account. selain, status default yang memang sudah ada, beberapa mesin pembawa-pesan juga memberikan ruang untuk menuliskan status yang lebih personal bagi si penggunanya. mungkin pada tahap awalnya, mereka tidak pernah berpikir bahwa personal-status ini akan menjadi sedemikian dinamis dan bergunanya bagi sebuah proses ngobrol di dunia maya.

saya mengenal dan menggunakan salah satu pembawa-pesan (yaitu ym) sejak tahun 2000, dan melihat sekali banyak hal menarik berkaitan dengan penulisan status oleh rekan-rekan maya saya. saking seringnya, saya bahkan bisa membuat penggunanya menjadi beberapa kategori, yang tak jarang bisa menunjukkan sifat seseorang. saya hanya memberikan contoh kasus pada yahoo, secara ini satu-satunya pembawa-pesan yang paling sering saya gunakan.

Read More »

Post

new year.. new banner.. new spirit..

In Reflection on January 11, 2007 by aaqq™

new year.. new banner.. new spirit..
new banner.. new spirit.. new year..
new spirit.. new year.. new banner..

Post

sebuah kedinamisan hidup (2006)

In Annual article on January 4, 2007 by aaqq™

…2006 harus menjadi tahun pencapaian semua hal yang saya inginkan, untuk menjadi tonggak perjalanan hidup saya yang baru. tahun dimana saya bisa memilih arah hidup ke depan di antara banyak jalan pada persimpangan hidup. tiga puluh tahun berjalan, membawa saya pada persimpangan ini. pengalaman, cinta, pengkhianatan, persahabatan dan pengetahuan selama ini, harus dapat membantu saya untuk bisa memilih jalan hidup masa depan. tiga puluh tahun bukan waktu yang sebentar untuk hidup. belum banyak yang bisa dihasilkan oleh saya. buku ini akan menjadi saksi atas pilihan yang saya tentukan. sebuah pilihan yang menentukan nasib seorang manusia.. sebuah keluarga.. dan bahkan sebuah bangsa.
now is the time to put all the puzzles into a frame…

dahsyat yah? sebuah bangsa? hahahaha. ah u know me lah.. suka exaggerate. paragraph di atas ditulis pada halaman depan jurnal harian unicef 2006 milik saya pada awal januari 2006. saat itu, dengan berbagai peristiwa yang lewat di tahun 2005 dan umur hidup saya yang telah mencapai tiga puluh, membuat saya memutuskan sebuah resolusi tahun baru seperti itu. saya ibaratkan tahun 2006 sebagai tahun yang dinamis. semua hal datang silih berganti.. up and down.. bahkan dengan cara yang cepat. seringkali, disaat saya sedang berada di titik terbawah, hanya dalam hitungan hari.. saya terdorong menuju titik atas. begitu juga sebaliknya. melelahkan namun menyenangkan.

awal tahun diawali dengan perjalanan seorang sahabat menuju kehidupan barunya. ia berpindah ke sebuah tempat yang asing namun menjanjikan bagi kehidupannya. kepergiannya justru membuat saya melakukan refleksi pada diri ini. hasilnya? saya ternyata telah menjadi seorang statis dan tidak memiliki keberanian untuk bermimpi seperti halnya dahulu kala. semua impian dan cita-cita yang dulu begitu menggebu ternyata telah padam. saya terlalu lelah dengan semua hal yang terjadi sebelum ini.

alhasil, kepergiannya melecut saya untuk berani bermimpi. jujur.. saat itu saya tidak tahu apa yang saya inginkan buat masa depan saya *sebenarnya.. saat ini pun masih belum jelas*. sekolah lagi? menikah? mencari pekerjaan baru yang lebih gede gajinya? pekerjaan baru di tempat yang sama sekali baru? menjadi volunteer untuk sebuah misi kemanusiaan pbb? atau tetap menjadi seorang staf ngo di bogor? semua pemikiran itu akhirnya membuat saya ‘menggampar’diri ini dan mengajaknya untuk menentukan dan membuat keputusan di tahun 2006. keputusan yang akan menjadikan titik tolak hidup saya kelak. beranikah saya? harus BERANI!!

semua pertanyaan itu saya jawab dengan mengirimkan lamaran aplikasi kemana-mana. sekolah a, sekolah b, kantor c, kantor d dan masih banyak lagi. sayangnya.. bukan lamaran menikah pada seseorang yang saya cintai… sigh. mengapa? padahal saat itu saya sedang mencintai seseorang dengan tulus. menikah ternyata bukan jawaban yang tepat untuk kondisi saya, dan juga dia saat itu. terbukti, di pertengahan maret ia pun semakin menjauh dari saya. saya cuma bisa diam dan merasa hancur.

namun, roda berputar dengan kencang. di saat saya merasa berada di titik terbawah tiba-tiba sepucuk surat elektronik tertanggal 22 maret membawa saya ke titik atas. saya diterima di utrecht university untuk program phd selama kurang lebih 4 tahun!! huaaaaaa. saya cuma bisa mengucap rasa syukur padaNya *juga terima kasih pada beberapa orang tertentu yang membuat ini menjadi nyata.. nuhun neng.. mas.. dan meneer*. tiba-tiba dunia menjadi lebih cerah dan ringan. saya merasa jalan di persimpangan ini menjadi semakin jelas. saya merasa pilihan harus dibuat.

alhasil, 5 bulan berikutnya adalah sebuah kesibukan untuk mempersiapkan semua hal. menyelesaikan tugas-tugas dan hutang-hutang di kantor, membuat aplikasi visa dan dokumen-dukumen universitas, menabung, persiapan keberangkatan dan juga mempersiapkan semua keluarga yang ada di bogor. o ya… percayalah pada kekuatan doa seorang ibu. ibu saya awalnya agak berat untuk menyetujui pilihan saya melamar sekolah ke belanda ini. ia merasa bahwa saya harusnya berkerja dahulu di indonesia.. dan melakukan ‘hal-hal’ yang seharusnya dilakukan oleh orang seusia saya. suatu malam, saya meminta keikhlasannya untuk menyetujui pilihan saya dan ia mengiyakan. seminggu kemudian.. surat elektronik itu pun tiba. percaya? saya sangat percaya itu.

jujur, agak berat meninggalkan keluarga saya di bogor saat itu. kondisi keluarga yang sedang banyak masalah membuat saya merasa bahwa saya harus berada di dekat mereka. sehingga kapanpun mereka membutuhkan, saya akan selalu dekat. seringkali saya cuma bisa berteriak dalam hati (bahkan memaki) atas ‘ketidakadilan’ yang Ia berikan pada kami. tapi semua hal yang terjadi pada keluarga kami ternyata menimbulkan banyak hikmah yang tidak pernah terduga sebelumnya. tekanan bertubi-tubi justru membuat kami lebih dekat, terbuka satu sama lain dan menjadikan kami, anak-anaknya, lebih dewasa dalam menghadapi sesuatu. saya hanya bisa mensyukurinya. perubahan besar pada keluarga saya itu juga yang membuat saya memberanikan diri untuk meninggalkan mereka. saat ini, ayah dan ibu saya hanya berdua saja di rumah, sedangkan adik-adik saya sudah memiliki kehidupannya masing-masing di tempat baru mereka.

saya pun meninggalkan pekerjaan saya di sebuah ngo di bogor. bukan tempat kerja yang nyaman memang. tapi toh tidak ada tempat kerja yang enak juga bukan? 1.5 tahun berada di sana membuat saya mengenal banyak orang baru, jaringan kerja baru dan juga kehidupan yang baru. banyak hal yang saya temui di sana antara lain sahabat-sahabat baru, terutama hasil perjalanan ke beberapa tempat indah di indonesia, seperti sumba, sangihe-talaud, dan manado. jaringan baru ini juga membawa saya menjelajah philippine di bulan maret dan kalimantan di bulan juli. benar-benar tahun yang penuh dengan perjalanan.

namun, sahabat baru pun tidak hanya saya temui melalui hasil perjalanan. beberapa malah saya temui dari blog. dua orang sahabat di dunia maya telah bertemu di suatu kesempatan. perjalanan ke bandung membuat kami semakin dekat hingga saat ini. walau kadang saya suka menghilang di rimba belantara ym, tidak seperti keduanya yang masih intens berkomunikasi. beberapa sahabat lama di sma pun menjadi semakin dekat. saya kadang begitu bersyukurnya melihat kami berlima yang masih bisa dekat sejak sma dan seringkali membuat beberapa teman berdecak kagum. denok menjadi salah satu sahabat yang tahu semua kebusukan-kebusukan saya saat ini. hahaha *say hi.. to denok*. sahabat-sahabat lama pun ternyata masih menjadi bagian cerita di tahun 2006. baik sahabat sejak kuliah, kerja, belanda bahkan dunia maya. yang membahagiakan.. saya bisa menghubungkan beberapa diantara mereka dan menjadikan mereka sebagai sahabat juga. atta bilang.. kalau saya seperti nokia.. karena bisa connecting people. ah.. jadi malu. huakakaka *give a hug to atta..*. gosipnya.. beberapa malah..ssshht.. hehehe.. *liat atta dan cyntha.. dan say haaaaiii*. saat ini pun saya menemukan sahabat-sahabat baru yang membuat hidup saya di belanda semakin berwarna, seperti tujuh mahasiswa alstublieft, si botak, nike yurdi family, sahabat-sahabat di wageningen, si item, si akang, si bule, si arab dan masih banyak lagi. i feel blessed.

namun 2006 bukan tahun yang baik untuk hal-hal bernama cinta. perpisahan yang terjadi membuat saya sering berkata bahwa saya tidak tahu (dan tidak mau percaya) dengan definisi cinta. bukan hanya karena apa yang telah seseorang lakukan pada saya namun juga pada apa yang telah saya lakukan padanya dan orang lain. ketidakjelasan saya bahkan telah membuat orang lain terluka di sana *maafkan saya*. alhasil, saat ini saya seperti terlempar pada 10 tahun yang lalu. dimana saya menerjunkan diri pada sebuah pusaran tak berujung dan menunggu sebuah tekanan untuk melemparkan saya. sama seperti halnya dahulu. atau mungkin saya menunggu seseorang menarik lengan ini? entahlah. sepertinya.. saya begitu menikmati hidup di dalam pusaran ini, walau kadang batang-batang kayu dan sapi-sapi *kok sapi ?* yang tersedot di dalamnya menabrak saya dan membuat sakit. namun pusaran ini memang begitu melenakan.

satu tahun hampir berlalu.. dan saya hanya bisa mensyukurinya. kehidupan di belanda ternyata tidak sama dengan satu setengah tahun yang lalu. banyak hal yang berubah.. dari saya.. dan sudut pandang terhadap sesuatu.. komunitasnya dan dari belandanya juga. saya tidak tahu apakah resolusi awal tahun saya tercapai atau bahkan telah gagal. namun sepertinya saya tengah menuju ke sana. keputusan telah saya buat dan itu harus saya jalankan sebagaimana janji yang dahulu telah terucap. bahkan, saya merasa bahwa resolusi itu telah berkembang dengan munculnya cabang-cabang kecil di jalan yang telah saya pilih.

kita memang tidak akan pernah tahu, apakah jalan yang kita pilih adalah jalan yang terbaik untuk hidup kita. namun, memilih lebih baik daripada hanya berdiam di persimpangan bukan? saya pun akan memasuki angka pertama dalam deret tiga puluh kehidupan (amiin). mudah-mudahan bukan menjadi masa yang menakutkan bagi seseorang seperti saya. saya cukup optimis kok menghadapinya *asal tidak ditanya.. kapan menikah q? hmm.. arrghh !!@.#$@ hehehe… *.

resolusi tahun depan? hmmm.. belum terpikir secara matang. yang pasti.. selamat tahun baru!!! dulu untuk kalian semua. semoga tahun depan menjadi tahun yang lebih baik dari tahun kemarin. ok ?

the future depends on what we do in the present- mahatma gandhi

utrecht, 26 december 2006