sebuah kedinamisan hidup (2006)

…2006 harus menjadi tahun pencapaian semua hal yang saya inginkan, untuk menjadi tonggak perjalanan hidup saya yang baru. tahun dimana saya bisa memilih arah hidup ke depan di antara banyak jalan pada persimpangan hidup. tiga puluh tahun berjalan, membawa saya pada persimpangan ini. pengalaman, cinta, pengkhianatan, persahabatan dan pengetahuan selama ini, harus dapat membantu saya untuk bisa memilih jalan hidup masa depan. tiga puluh tahun bukan waktu yang sebentar untuk hidup. belum banyak yang bisa dihasilkan oleh saya. buku ini akan menjadi saksi atas pilihan yang saya tentukan. sebuah pilihan yang menentukan nasib seorang manusia.. sebuah keluarga.. dan bahkan sebuah bangsa.
now is the time to put all the puzzles into a frame…

dahsyat yah? sebuah bangsa? hahahaha. ah u know me lah.. suka exaggerate. paragraph di atas ditulis pada halaman depan jurnal harian unicef 2006 milik saya pada awal januari 2006. saat itu, dengan berbagai peristiwa yang lewat di tahun 2005 dan umur hidup saya yang telah mencapai tiga puluh, membuat saya memutuskan sebuah resolusi tahun baru seperti itu. saya ibaratkan tahun 2006 sebagai tahun yang dinamis. semua hal datang silih berganti.. up and down.. bahkan dengan cara yang cepat. seringkali, disaat saya sedang berada di titik terbawah, hanya dalam hitungan hari.. saya terdorong menuju titik atas. begitu juga sebaliknya. melelahkan namun menyenangkan.

awal tahun diawali dengan perjalanan seorang sahabat menuju kehidupan barunya. ia berpindah ke sebuah tempat yang asing namun menjanjikan bagi kehidupannya. kepergiannya justru membuat saya melakukan refleksi pada diri ini. hasilnya? saya ternyata telah menjadi seorang statis dan tidak memiliki keberanian untuk bermimpi seperti halnya dahulu kala. semua impian dan cita-cita yang dulu begitu menggebu ternyata telah padam. saya terlalu lelah dengan semua hal yang terjadi sebelum ini.

alhasil, kepergiannya melecut saya untuk berani bermimpi. jujur.. saat itu saya tidak tahu apa yang saya inginkan buat masa depan saya *sebenarnya.. saat ini pun masih belum jelas*. sekolah lagi? menikah? mencari pekerjaan baru yang lebih gede gajinya? pekerjaan baru di tempat yang sama sekali baru? menjadi volunteer untuk sebuah misi kemanusiaan pbb? atau tetap menjadi seorang staf ngo di bogor? semua pemikiran itu akhirnya membuat saya ‘menggampar’diri ini dan mengajaknya untuk menentukan dan membuat keputusan di tahun 2006. keputusan yang akan menjadikan titik tolak hidup saya kelak. beranikah saya? harus BERANI!!

semua pertanyaan itu saya jawab dengan mengirimkan lamaran aplikasi kemana-mana. sekolah a, sekolah b, kantor c, kantor d dan masih banyak lagi. sayangnya.. bukan lamaran menikah pada seseorang yang saya cintai… sigh. mengapa? padahal saat itu saya sedang mencintai seseorang dengan tulus. menikah ternyata bukan jawaban yang tepat untuk kondisi saya, dan juga dia saat itu. terbukti, di pertengahan maret ia pun semakin menjauh dari saya. saya cuma bisa diam dan merasa hancur.

namun, roda berputar dengan kencang. di saat saya merasa berada di titik terbawah tiba-tiba sepucuk surat elektronik tertanggal 22 maret membawa saya ke titik atas. saya diterima di utrecht university untuk program phd selama kurang lebih 4 tahun!! huaaaaaa. saya cuma bisa mengucap rasa syukur padaNya *juga terima kasih pada beberapa orang tertentu yang membuat ini menjadi nyata.. nuhun neng.. mas.. dan meneer*. tiba-tiba dunia menjadi lebih cerah dan ringan. saya merasa jalan di persimpangan ini menjadi semakin jelas. saya merasa pilihan harus dibuat.

alhasil, 5 bulan berikutnya adalah sebuah kesibukan untuk mempersiapkan semua hal. menyelesaikan tugas-tugas dan hutang-hutang di kantor, membuat aplikasi visa dan dokumen-dukumen universitas, menabung, persiapan keberangkatan dan juga mempersiapkan semua keluarga yang ada di bogor. o ya… percayalah pada kekuatan doa seorang ibu. ibu saya awalnya agak berat untuk menyetujui pilihan saya melamar sekolah ke belanda ini. ia merasa bahwa saya harusnya berkerja dahulu di indonesia.. dan melakukan ‘hal-hal’ yang seharusnya dilakukan oleh orang seusia saya. suatu malam, saya meminta keikhlasannya untuk menyetujui pilihan saya dan ia mengiyakan. seminggu kemudian.. surat elektronik itu pun tiba. percaya? saya sangat percaya itu.

jujur, agak berat meninggalkan keluarga saya di bogor saat itu. kondisi keluarga yang sedang banyak masalah membuat saya merasa bahwa saya harus berada di dekat mereka. sehingga kapanpun mereka membutuhkan, saya akan selalu dekat. seringkali saya cuma bisa berteriak dalam hati (bahkan memaki) atas ‘ketidakadilan’ yang Ia berikan pada kami. tapi semua hal yang terjadi pada keluarga kami ternyata menimbulkan banyak hikmah yang tidak pernah terduga sebelumnya. tekanan bertubi-tubi justru membuat kami lebih dekat, terbuka satu sama lain dan menjadikan kami, anak-anaknya, lebih dewasa dalam menghadapi sesuatu. saya hanya bisa mensyukurinya. perubahan besar pada keluarga saya itu juga yang membuat saya memberanikan diri untuk meninggalkan mereka. saat ini, ayah dan ibu saya hanya berdua saja di rumah, sedangkan adik-adik saya sudah memiliki kehidupannya masing-masing di tempat baru mereka.

saya pun meninggalkan pekerjaan saya di sebuah ngo di bogor. bukan tempat kerja yang nyaman memang. tapi toh tidak ada tempat kerja yang enak juga bukan? 1.5 tahun berada di sana membuat saya mengenal banyak orang baru, jaringan kerja baru dan juga kehidupan yang baru. banyak hal yang saya temui di sana antara lain sahabat-sahabat baru, terutama hasil perjalanan ke beberapa tempat indah di indonesia, seperti sumba, sangihe-talaud, dan manado. jaringan baru ini juga membawa saya menjelajah philippine di bulan maret dan kalimantan di bulan juli. benar-benar tahun yang penuh dengan perjalanan.

namun, sahabat baru pun tidak hanya saya temui melalui hasil perjalanan. beberapa malah saya temui dari blog. dua orang sahabat di dunia maya telah bertemu di suatu kesempatan. perjalanan ke bandung membuat kami semakin dekat hingga saat ini. walau kadang saya suka menghilang di rimba belantara ym, tidak seperti keduanya yang masih intens berkomunikasi. beberapa sahabat lama di sma pun menjadi semakin dekat. saya kadang begitu bersyukurnya melihat kami berlima yang masih bisa dekat sejak sma dan seringkali membuat beberapa teman berdecak kagum. denok menjadi salah satu sahabat yang tahu semua kebusukan-kebusukan saya saat ini. hahaha *say hi.. to denok*. sahabat-sahabat lama pun ternyata masih menjadi bagian cerita di tahun 2006. baik sahabat sejak kuliah, kerja, belanda bahkan dunia maya. yang membahagiakan.. saya bisa menghubungkan beberapa diantara mereka dan menjadikan mereka sebagai sahabat juga. atta bilang.. kalau saya seperti nokia.. karena bisa connecting people. ah.. jadi malu. huakakaka *give a hug to atta..*. gosipnya.. beberapa malah..ssshht.. hehehe.. *liat atta dan cyntha.. dan say haaaaiii*. saat ini pun saya menemukan sahabat-sahabat baru yang membuat hidup saya di belanda semakin berwarna, seperti tujuh mahasiswa alstublieft, si botak, nike yurdi family, sahabat-sahabat di wageningen, si item, si akang, si bule, si arab dan masih banyak lagi. i feel blessed.

namun 2006 bukan tahun yang baik untuk hal-hal bernama cinta. perpisahan yang terjadi membuat saya sering berkata bahwa saya tidak tahu (dan tidak mau percaya) dengan definisi cinta. bukan hanya karena apa yang telah seseorang lakukan pada saya namun juga pada apa yang telah saya lakukan padanya dan orang lain. ketidakjelasan saya bahkan telah membuat orang lain terluka di sana *maafkan saya*. alhasil, saat ini saya seperti terlempar pada 10 tahun yang lalu. dimana saya menerjunkan diri pada sebuah pusaran tak berujung dan menunggu sebuah tekanan untuk melemparkan saya. sama seperti halnya dahulu. atau mungkin saya menunggu seseorang menarik lengan ini? entahlah. sepertinya.. saya begitu menikmati hidup di dalam pusaran ini, walau kadang batang-batang kayu dan sapi-sapi *kok sapi ?* yang tersedot di dalamnya menabrak saya dan membuat sakit. namun pusaran ini memang begitu melenakan.

satu tahun hampir berlalu.. dan saya hanya bisa mensyukurinya. kehidupan di belanda ternyata tidak sama dengan satu setengah tahun yang lalu. banyak hal yang berubah.. dari saya.. dan sudut pandang terhadap sesuatu.. komunitasnya dan dari belandanya juga. saya tidak tahu apakah resolusi awal tahun saya tercapai atau bahkan telah gagal. namun sepertinya saya tengah menuju ke sana. keputusan telah saya buat dan itu harus saya jalankan sebagaimana janji yang dahulu telah terucap. bahkan, saya merasa bahwa resolusi itu telah berkembang dengan munculnya cabang-cabang kecil di jalan yang telah saya pilih.

kita memang tidak akan pernah tahu, apakah jalan yang kita pilih adalah jalan yang terbaik untuk hidup kita. namun, memilih lebih baik daripada hanya berdiam di persimpangan bukan? saya pun akan memasuki angka pertama dalam deret tiga puluh kehidupan (amiin). mudah-mudahan bukan menjadi masa yang menakutkan bagi seseorang seperti saya. saya cukup optimis kok menghadapinya *asal tidak ditanya.. kapan menikah q? hmm.. arrghh !!@.#$@ hehehe… *.

resolusi tahun depan? hmmm.. belum terpikir secara matang. yang pasti.. selamat tahun baru!!! dulu untuk kalian semua. semoga tahun depan menjadi tahun yang lebih baik dari tahun kemarin. ok ?

the future depends on what we do in the present- mahatma gandhi

utrecht, 26 december 2006

16 thoughts on “sebuah kedinamisan hidup (2006)

  1. ada baiknya,
    tak mencatat hidup dalam lembar-lembar
    buku harian

    suatu masa,
    jika membacanya lagi
    manis, membuat kita ingin kembali
    pahit, membuat duka tak bisa lupa

    ada baiknya,
    merenung hidup dalam kloset yang sepi

    tak perlu malu
    mengenang,tersenyum atau menangis

    setelah itu,
    siram semua
    bersiap menerima makanan baru
    yang lebih baik dari kemarin.

  2. di tengah-tengah situasi darurat koneksi internet yang menimpa bangsa ini *halah, bangsa lagi* saya tekadkan untuk melongok situsmu

    dan

    ouch

    kenapa foto itu lagi? *geli-geligimanagitu* hahahhaha

    selamat tahun baru 2007 ya
    sukses selalu 😉
    mwahmwah

  3. Ini teh foto Annual Article kayak layout design Album CD ajah – sugan teh udah merilis lagu2 [dangdut] tahunan 😛 —-> Kabur!

    Mudah2an 2007 ini sang juwagan bisa senantiasa diberkahi kemudahan usaha, mampu mengatasi tantangan kedepan dan sukses membentuk karkter diri menjadi pribadi yang tangguh – all weather round dan kelak menjadi “a compassionate leaders and an effective communicator”.

    Salam kangen dari negeri si bau kelek!

  4. ime: birain.. kata temen gue malah mirip cover video “kafir tidak diterima di bumi” ekekeke
    mello: ini semacam toilet juga kan?
    atta: hmm.. kemaren bilang itu foto sexy.. sekarang di depan umum.. bilangnya beda lagi.. u uuh..
    cyn: semoga kamu baik2 aja say..
    nien: salam kenal juga ya. big year? hmm.. gak tau.. hehehe
    luigi: nuhun atas doa nya kang..

  5. aretha: thanks tha.. sorry belum sempat utak atik ibu cemerlang mu itu..
    femi:.. ah apapun itu.. toh intinya sama.. untuk sebuah kepuasan pribadi *bener gak yah?* hueheh.. met tahun baru juga..

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *