west yang romantis..
Feb 23, 2007 Holland, Reflection
kota utrecht seperti halnya kota-kota lain di eropa memiliki banyak sekali kafe dan restoran yang indah, unik dan juga romantis. salah satu yang senantiasa menarik perhatian saya adalah restoran west yang terletak tak jauh dari kediaman saya saat ini. restoran itu kecil saja dan berada di sebuah pojokan jalan menuju rumah saya. empat jendela kaca besar dan bening membuat saya dapat melihat jelas yang terjadi di dalamnya. tidak ada gorden yang menutupinya, paling hanya tulisan west di bagian tengah kacanya sebagai penanda nama restoran itu. hampir setiap malam, ketika saya melewatinya, restoran itu senantiasa ramai dikunjungi oleh para pelanggannya. terlihat dua meja kecil di sisi setiap jendela besarnya, dan beberapa meja lain di bagian dalamnya. terbuat dari kayu berkualitas baik, nampak lilin dan bunga menghiasinya.
malam tadi, di bagian ujung ruangan nampak seorang perempuan duduk termenung sendiri. makan malamnya hanya diaduk secara perlahan. ia terlihat iri memperhatikan beberapa pasangan yang ada di dalam sana. wajahnya yang cantik hampir terhapus oleh awan kelabu di sekelilingnya. entah.. siapa yang telah membuatnya kecewa seperti itu. di seberangnya, sepasang lelaki (dan lelaki) nampak begitu mesranya. pandangan dan genggaman mereka tak lepas satu sama lain. cinta memang tidak mengenal jenis kelamin. pandangan serupa juga bisa saya dapatkan pada pasangan di sebelah mereka. sang wanita, seraya memegang gelas anggurnya, nampak begitu antusias mendengarkan sang kekasih berbicara. beberapa kali ia mengusapkan jarinya pada telapak tangan sang lelaki. menyalurkan rasa sayangnya melalui sentuhan jemari. tampak tak terganggu dengan situasi tersebut, di bagian dalam ruangan, gelak tawa empat orang wanita pun terasa begitu menyenangkan. sembari mengangkat tangannya, seorang wanita besar bergaun hitam bercerita dengan begitu bersemangatnya. tak jarang dadanya yang besar itu berguncang karena tawa.
bangga jadi anak 80an..
Feb 20, 2007 Reflection
sebagai seseorang yang terlahir di pertengahan tahun 70an, maka tahun 80an-90an menjadi masa dimana saya merasakan dunia remaja tanggung dengan segala macam pernak-pernik delapanpuluhan yang ajaib-ajaib. tidak banyak memang yang saya ingat, karena memori saya pun (ternyata) lumayan pendek.
jangan tanya tentang internet, chatting ataupun dunia televisi swasta. saat itu dunia hiburan masih dikuasai oleh tvri dengan film unyil, film minggu siang, film akhir pekan, dunia dalam berita, cerdas cermat, siaran berita bahasa inggris (ah.. pak anton hilman!!), serial losmen, rumah masa depan dan masih banyak lagi. juga munculnya beberapa novel dan karakter imajiner seperti lupus, olga, roy, huma, mimin,lima sekawan, sapta siaga dan masih banyak lagi, diluar majalah seperti hai, bobo, mode, kuncung, nina dan lain-lain. tak lupa, video betamax yang dibelikan bapak saya dengan kaset-kaset pinjaman mulai dari goggle v, gaban, sharivan, lion man, megaloman, voltus dan candy-candy (hi hi hi). semuanya mengisi hari-hari saya di masa itu.

