<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: bencana.. antara manajemen mulut dan tangan..</title>
	<atom:link href="http://www.aaqq.net/2007/02/07/bencana-antara-manajemen-mulut-dan-tangan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.aaqq.net/2007/02/07/bencana-antara-manajemen-mulut-dan-tangan/</link>
	<description>a life in a blog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Sep 2010 04:25:36 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=abc</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: scribble</title>
		<link>http://www.aaqq.net/2007/02/07/bencana-antara-manajemen-mulut-dan-tangan/comment-page-1/#comment-2486</link>
		<dc:creator>scribble</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Feb 2007 11:31:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.aaqq.net/?p=133#comment-2486</guid>
		<description>yah...semoga aja temen-temen yang punya kesempatan sekolah di luar,yang pernah mengalami perbandingan penanganan bencana di luar RI, semoga bisa kembali ke tanah air dgn membawa kontribusi positif dan tidak hanya sebagai &quot;spectator&quot;...coz if you all become one, apa yang membedakan kalian dgn para menteri yang kalian tuduh acuh...???
so...lets act upon...and not just watch form the sidelines...shall we =)

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;tentunya.. darimanapun harus membawa kontribusi positif pada negara toh? walaupun kembali pada kebijakan dan keinginan pemerintah untuk bisa mengapllikasikannya. sebenarnya banyak lembaga di indonesia baik lokal maupun international yang sudah memberikan input terhadap penangan bencana, namun setelah bencana datang bertubi-tubi.. apa yang terjadi? yah masih sama kan? tanpa ada keinginan untuk memberi perhatian pada hal bernama &quot;tindakan preventif&quot;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>yah&#8230;semoga aja temen-temen yang punya kesempatan sekolah di luar,yang pernah mengalami perbandingan penanganan bencana di luar RI, semoga bisa kembali ke tanah air dgn membawa kontribusi positif dan tidak hanya sebagai &#8220;spectator&#8221;&#8230;coz if you all become one, apa yang membedakan kalian dgn para menteri yang kalian tuduh acuh&#8230;???<br />
so&#8230;lets act upon&#8230;and not just watch form the sidelines&#8230;shall we =)</p>
<p><em><strong>tentunya.. darimanapun harus membawa kontribusi positif pada negara toh? walaupun kembali pada kebijakan dan keinginan pemerintah untuk bisa mengapllikasikannya. sebenarnya banyak lembaga di indonesia baik lokal maupun international yang sudah memberikan input terhadap penangan bencana, namun setelah bencana datang bertubi-tubi.. apa yang terjadi? yah masih sama kan? tanpa ada keinginan untuk memberi perhatian pada hal bernama &#8220;tindakan preventif&#8221;</strong></em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: nien</title>
		<link>http://www.aaqq.net/2007/02/07/bencana-antara-manajemen-mulut-dan-tangan/comment-page-1/#comment-2482</link>
		<dc:creator>nien</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Feb 2007 06:42:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.aaqq.net/?p=133#comment-2482</guid>
		<description>in a way, public awareness mengenai hal2 yang berbau bencana emang kurang banget di negara kita. Dari pihak yang berwenang pun kayaknya mungkin jg gak tau gimana juga kudu menggerakkan masyarakat buat lebih aware terhadap hal-hal yang bisa terjadi kapan aja.

Di gedung saya, occassionally ada sih fire drill, latihan kebakaran dll (which is good) ... but well ... kadang karena tau bakal ada acara begitu, saya mending jalan ke client or kebeneran lagi gak di tempat (heheheh ... alesan!)

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;saya yakin mereka tau.. cuma ada willingness gak dari kedua belah pihak?&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>in a way, public awareness mengenai hal2 yang berbau bencana emang kurang banget di negara kita. Dari pihak yang berwenang pun kayaknya mungkin jg gak tau gimana juga kudu menggerakkan masyarakat buat lebih aware terhadap hal-hal yang bisa terjadi kapan aja.</p>
<p>Di gedung saya, occassionally ada sih fire drill, latihan kebakaran dll (which is good) &#8230; but well &#8230; kadang karena tau bakal ada acara begitu, saya mending jalan ke client or kebeneran lagi gak di tempat (heheheh &#8230; alesan!)</p>
<p><em><strong>saya yakin mereka tau.. cuma ada willingness gak dari kedua belah pihak?</strong></em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: qq</title>
		<link>http://www.aaqq.net/2007/02/07/bencana-antara-manajemen-mulut-dan-tangan/comment-page-1/#comment-2474</link>
		<dc:creator>qq</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Feb 2007 04:49:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.aaqq.net/?p=133#comment-2474</guid>
		<description>Miris emang ngeliat penanganan banjir di Jkt. Apalagi skrg Qq juga udah bermukim di Jkt, jadinya ngerasain banget ga enaknya banjir bgini. Emergency response paling cepat justru dateng dari lembaga-lembaga asing. Yang pusing mikirin makanan sehari-harinya pengungsi juga mereka. Well, at least masi ada yang peduli ...

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;mudah2an bukan uang yang jadi masalah..sehingga response dari pemerintah sendiri kalah cepet&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Miris emang ngeliat penanganan banjir di Jkt. Apalagi skrg Qq juga udah bermukim di Jkt, jadinya ngerasain banget ga enaknya banjir bgini. Emergency response paling cepat justru dateng dari lembaga-lembaga asing. Yang pusing mikirin makanan sehari-harinya pengungsi juga mereka. Well, at least masi ada yang peduli &#8230;</p>
<p><em><strong>mudah2an bukan uang yang jadi masalah..sehingga response dari pemerintah sendiri kalah cepet</strong></em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Luigi</title>
		<link>http://www.aaqq.net/2007/02/07/bencana-antara-manajemen-mulut-dan-tangan/comment-page-1/#comment-2450</link>
		<dc:creator>Luigi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Feb 2007 18:53:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.aaqq.net/?p=133#comment-2450</guid>
		<description>Om,

Memang penanganan Emergency Response Management,itu adalah dalam garis komando pemerintah yang biasanya dikaitken dengan instrumen kepolisian dan/atau militer - dimana seperti di US, sudah di lembagakan dan diberdayakan dengan system juklak yang pasti dan konsisten... nah, perihal bencana khan bukan kejadian sekali - seyogyanya sudah harus jadi pelajaran dari kapan tauk!

Saya yakin banget kok [kalau pemerintah niat beneran] bisa minta bantuan asistensi badan PBB yang notabene adalah makanan kesehariannya ngurus bencana seperti UN-OCHA, UNHCR dan lain sebaginya untuk bisa menerapkan system penanganan bencana, dari pre-alert sampai ke post-trauma..

Kalau nggak dimuali dari sekarang, kapanlagi...? biar nggak adalagi asbun dan variasi nyasar antara manajemen mulut dan tangan :D

Salam prihatin dari negeri si bau kelek! :p

&lt;strong&gt;&lt;em&gt;setuju om.. dapet pelajaran kan mahal.. masa selalu di ignore terus?&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Om,</p>
<p>Memang penanganan Emergency Response Management,itu adalah dalam garis komando pemerintah yang biasanya dikaitken dengan instrumen kepolisian dan/atau militer &#8211; dimana seperti di US, sudah di lembagakan dan diberdayakan dengan system juklak yang pasti dan konsisten&#8230; nah, perihal bencana khan bukan kejadian sekali &#8211; seyogyanya sudah harus jadi pelajaran dari kapan tauk!</p>
<p>Saya yakin banget kok [kalau pemerintah niat beneran] bisa minta bantuan asistensi badan PBB yang notabene adalah makanan kesehariannya ngurus bencana seperti UN-OCHA, UNHCR dan lain sebaginya untuk bisa menerapkan system penanganan bencana, dari pre-alert sampai ke post-trauma..</p>
<p>Kalau nggak dimuali dari sekarang, kapanlagi&#8230;? biar nggak adalagi asbun dan variasi nyasar antara manajemen mulut dan tangan <img src='http://www.aaqq.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Salam prihatin dari negeri si bau kelek! :p</p>
<p><strong><em>setuju om.. dapet pelajaran kan mahal.. masa selalu di ignore terus?</em></strong></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Iman Brotoseno</title>
		<link>http://www.aaqq.net/2007/02/07/bencana-antara-manajemen-mulut-dan-tangan/comment-page-1/#comment-2447</link>
		<dc:creator>Iman Brotoseno</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Feb 2007 17:25:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.aaqq.net/?p=133#comment-2447</guid>
		<description>Bencana identik dengan &#039; uang proyek &#039; di Indonesia..Lihat saja dokter Cuba yang bertugas mestinya 6 bulan di Jogja, hanya diijinkan cuma 3 bulan. Karena desakan rumah sakit dan dokter di sana yang kehilangan pasien ( mendingan milih ke rumah sakit tenda dokter Cuba yang gratis khan )

&lt;strong&gt;&lt;em&gt;ikut prihatin mas.. kalau emang begitu yang terjadi&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bencana identik dengan &#8216; uang proyek &#8216; di Indonesia..Lihat saja dokter Cuba yang bertugas mestinya 6 bulan di Jogja, hanya diijinkan cuma 3 bulan. Karena desakan rumah sakit dan dokter di sana yang kehilangan pasien ( mendingan milih ke rumah sakit tenda dokter Cuba yang gratis khan )</p>
<p><strong><em>ikut prihatin mas.. kalau emang begitu yang terjadi</em></strong></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
