ayo bersepeda

sepeda * atau fiets dalam bahasa belandanya, jadi ngerti kan kalo beberapa orang tua suka bilang pit sebagai sepeda?* di belanda ini memang sebuah benda yang amat sangat berharga. anda boleh sembarangan tidak mengunci rumah anda ataupun mobil anda, tapi jangan sekali2 sepeda anda, karena itu akan hilang hanya dalam hitungan detik. sedikit berlebihan tapi itulah faktanya. sepeda menjadi sebuah kebutuhan wajib di sini. tanpa sepeda, kita hanya akan memboroskan uang dalam beraktivitas karena angkutan umum yang beroperasi adalah bus, yang cukup lumayan juga menggerogoti uang kita. saya tidak pernah merasa jealous, pada saat melihat orang ber-mobil dengan model yang sangat waah *paling banter..menggumam.. kapan yaa punya.. he he he*, tapi pada saat melihat orang dengan sepeda yang keren, model terbaru, dan mengkilat ada sedikit rasa iri dan keinginan yang meledak-ledak untuk memiliki benda tersebut. lucu memang.. benda yang di indonesia sama sekali tidak pernah saya perhatikan, di sini menjadi sebuah hal yang masuk dalam list wajib sehari-hari.

papan pengumuman di apartement maupun di website kampus pun, banyak menjadi ajang untuk transaksi jual beli sepeda. dengan model yang beraneka ragam, mulai dari sepeda jengki jaman dulu hingga yang dimodifikasi mengikuti perkembangan zaman, mulai dari yang normal hingga yang pengendaranya bisa sambil tiduran. sepeda juga bisa dimodifikasi untuk mengangkut anak dan bayi mereka. bahkan sepeda juga bisa dilipat dan ditenteng ke tempat kerja, terutama jika kita bekerja di kota lain. sepeda lipat biasanya menjadi pilihan untuk menuju stasiun dan tempat kerja. beberapa sepeda pun dilengkapi dengan tas seperti tukang pos/koran, yang berguna pada saat kita harus mengangkut barang belanjaan kita. sepeda-sepeda tersebut dijual dengan harga mulai 20 euro *biasanya karena jelek atau jual butuh* hingga berharga ratusan atau bahkan ribuan euro.

belanda pun menyediakan jalur khusus sepeda di jalan raya, terpisah dengan pejalan kaki. juga lampu lalu lintas dan rambu-rambu serta penunjuk arah yang khusus bagi pengendara sepeda. kita pun merasa aman untuk berkendara sepeda tanpa harus merasa akan diserempet oleh kendaraan yang lalu lalang di sekitar. bahkan selama kita di jalur sepeda yang berwarna merah, semua kendaraan seperti mobil dan motor harus mendahulukan para pengendara sepeda untuk lewat terlebih dahulu.

memiliki dan menggunakan sepeda dalam kehidupan sehari-hari juga membuat, sedikit banyak, perbendaharaan cerita mengenai kehidupan saya di belanda semakin berwarna. memiliki sepeda berarti harus siap dengan konsekuensi sepeda yang suatu saat akan rusak, seperti ban kempes, bocor, lampu sepeda mati, stang bengkok dan masih banyak lagi. mahalnya bengkel sepeda, membuat kita mau tidak mau belajar untuk menjadi montir sepeda kita sendiri.

saya menambal sepeda sendiri for the first time in my life.. di belanda. di indonesia, hanya dengan sedikit uang, kita bisa tinggal gotong sepeda kita ke bengkel terdekat dan beres. tapi di sini saya belajar bahwa, tambal ban sepeda itu tidak sesulit *semalas??* yang kita bayangkan. hanya membuka ban luar dan ban dalam. pompa ban dalamnya, masukan ke dalam ember berisi air dan temukan bagian yang bocornya. jika sudah ditemukan, tambal dengan peralatan yang tersedia dan beres.

umumnya sepeda sebagai alat transportasi di belanda, membuat peralatan tambal ban sepeda menjadi hal yang mudah dicari. kita tinggal menuju supermarket-supermarket terkemuka dan barang-barang tersebut beserta pernak pernik sepeda sudah berjejer di rak-rak khusus sepeda. tapi memang jika kerusakan sepeda sudah parah, kita ‘hanya’ perlu merogoh uang lebih banyak dan membawanya ke bengkel terdekat. mengganti jari-jari pernah saya lakukan di bengkel dan itu seharga 25 euro!!! bahkan untuk kerusakan yang lebih parah saya pernah membayar seharga 40 euro. memang itu bisa dipakai untuk membeli sepeda baru, tapi itu lah belanda, harga jasa memang sangat selangit!

sebagai alat transportasi wajib ke semua tempat, sepeda juga menjadi hal yang sulit untuk ditawar-tawar lagi pada saat bepergian, termasuk party. pernahkan terbayang, orang-orang dengan baju dan sepatu yang sudah ‘rapi jali’, rambut yang di’perkeras’ dengan jelly, serta semprotan parfum beraneka ragam di sekujur tubuh, masih harus menggejot sepeda untuk mencapai tempat party tersebut. memang ada satu keuntungannya yaitu kita tidak usah panik tidak kebagian taxi pada saat pulang di larut malam *pagi??*, walaupun beberapa teman sempat kerepotan menggejot sepedanya dengan kondisi kepala yang pusing akibat terlalu banyak minum. kebayang kan orang mabuk menggejot sepeda… wakakakak.

tapi itulah… dengan segala kelebihan dan kekurangannya, sepeda tetaplah menjadi sebuah barang wajib bagi mahasiswa dan itu menambah semaraknya hidup di belanda ini. bersepeda setiap hari berkilo-kilometer juga membuat tubuh kita sehat loh. olahraga yang memang ‘terpaksa’ harus kita lakukan. pertama kali melakukannya, semua badan saya terasa sakit sekali terutama di bagian kaki dan -maaf- selangkangan, mungkin karena jok sepeda yang terlalu keras. tapi semua itu tetaplah menjadi sesuatu hal yang akan saya ingat sampai kapanpun.

sebuah re-post dari masa lalu.

4 Responses to “ayo bersepeda”

  1. genjot terusss … pasti sehat! :D

  2. @nien: iya.. betis doangan tapi yang gede.. ama paha.. hiks..

  3. […] 1. sistem transportasi. bersepeda menjadi salah satu transportasi penting di sini, selain menyenangkan ternyata juga menyehatkan. percaya atau tidak, berat badan saya turun.. beberapa kilo *gak percayaaaaa*. mode transportasi ini pun sebelumnya pernah saya bahas di blog ini sehingga tanpa perlu komentar panjang-panjang lagi sepeda memang menjadi transportasi terbaik untuk jarak tidak terlalu jauh. […]

  4. mas tolong dong aku dicari in ban speda ukuran 27 X 1 3/8 luar dalam ya ban nya ; masalahnya di Jogjakarta aku cari tidak ada , bahkan sampai ke Cibinong juga gak ada

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <blockquote cite=""> <code> <em> <strong>