sinar matahari
saya tidak pernah membayangkan akan bisa menyenangi matahari sedemikan rupa. hampir tujuh bulan berada di sini ternyata membuat saya merindukan hangatnya sinar matahari. entah mengapa, tapi saya tidak begitu menyukai musim gugur dan musim dingin kali ini. selain cuaca yang semakin tidak jelas, kadang angin, kadang hujan, selalu mendung, dan anti matahari, juga suhu udara yang begitu menusuk tulang ternyata seringkali membuat saya depresi ringan (??). mungkin karena faktor pekerjaan bertumpuk juga *alesaaaan*.
sebut saya berlebihan. namun saat ini, saya mengerti mengapa para bule-bule itu begitu menyenangi matahari. sedikit matahari bersinar saja, mereka sudah langsung keluar dan menyambutnya. entah untuk mengopi, mengobrol atau hanya duduk-duduk saja. awalnya, saya terkekeh-kekeh melihat kelakuan mereka. namun sekarang, tidak lagi. saya menjadi bagian dari mereka. malu juga sih.. seseorang berkulit sawo-manis-hampir-matang ini ikut-ikutan menyambut sinar matahari *kurang tan apa lagi om?*. tapi, bodo amat lah.. saya butuh kehangatan *dalam arti yang sebenarnya*.
dua hari ini cuaca begitu mengejutkannya. matahari bersinar dengan teriknya. saya pun tidak tahan untuk meninggalkan meja dan ruangan hanya untuk bergabung dengan bule-bule itu di halaman. berbekalkan sebungkus rokok, secangkir capuccino dan setangkup roti tuna, saya tempatkan pantat ini di teras depan perpustakaan. ditemani seorang kawan botak dan gila, saya habiskan satu jam setengah waktu istirahat di sana. hmm.. hangatnya sinar matahari mengenai seluruh tubuh ini, mengembalikan semua energi yang tertahan selama beberapa bulan terakhir ini dan membuat saya mencintai sinar matahari.
kadang kita memang baru bisa menghargai sesuatu pada saat kita sulit mendapatkannya. siigh.. lagi.
photo by Alex Bramwell (stockxpert.com)
Mar 13th, 2007 at 1:08 am
Pernah merasakan hehehe… Jadi sangat menghargai matahari. Begitu ada matahari dikit aja seneng banget jalan2, turut bergabung dengan natives menikmati eskrim di bawah payung2 matahari di teras2 kedai makanan. Slurp slurp… jadi kangen summer di eropa
Mar 13th, 2007 at 1:54 am
kirain butuh kehangatan yang itu
Mar 13th, 2007 at 4:09 am
he euh.. emang kalo lagi gak ada jadi pengen… lagi gerah, pengen ngadem di wageningen ^_’
however, am so grateful that i’m reside in this city, where hot and cool fairly exist ;). Nggak perlu AC di siang hari, nggak perlu selimut di malam hari. Just so-so.
Mar 13th, 2007 at 4:42 pm
Butuh kehangatan?
Kan ada kehangatan sesaat, ndak mau?
Hehehe
Mar 14th, 2007 at 12:46 am
yup…..kayak pasangan hidup…kalo deket dcuekin (ga berasa butuh)…kalo dah jauh baru deh di cariin….hehe
Mar 14th, 2007 at 1:44 am
gue pikir, itu teh poto pribadi a. meuni kaget, kok aa jadi… gondrong, pirang, bertubuh indah (heheheh), pake’ tengtop (??? hahahahahhha)
hehehehe… jakarta lagi menyenangkan nih
nggak terlalu panas, nggak terlalu dingin juga 
Mar 14th, 2007 at 3:09 pm
hawa dingin, ujug2 ada matahari …. plonggggg rasanya!
Mar 17th, 2007 at 8:38 am
@vidya: pernah dimana vid?
@biho: hmm.. butuh juga sih..
@fitri: bandung emang top
@arif: mau mau mau.. situ sediain?
@nila: huahahaha.. daleeeem..
@ime: hmm.. itu temen berjemur mey..
@nien: iya.. kebayang kan rasanya..
Apr 2nd, 2007 at 8:11 am
makanya cari pacar.
memanaskan lahir bathin.
Jun 7th, 2007 at 12:51 pm
matahari.
di bandung untungnya selalu ada tiap hari.
dan matahari pagi emang yang paling saya suka.