Archive for April, 2007

Post

when love meets science

In Fiction on April 26, 2007 by aaqq™

ketika kita menyayangi seseorang, ternyata tidak semua hal berjalan sesuai yang diinginkan dan malah seringkali merusak. jika rasa sayang itu dianalogikan dengan populasi manusia di bumi dan saya adalah buminya, mungkin teori malthus adalah benar adanya. malthus (1798) mengatakan bahwa pertambahan populasi di dunia akan memberikan tekanan yang semakin tinggi pada sumber daya alam dan juga menyebabkan supply makanan semakin tidak mencukupi sehingga membuat kondisi bumi semakin mengkhawatirkan. terbukti, ketika rasa sayang itu bertambah, ternyata malah membuat diri ini menjadi semakin sakit.

tapi mungkin itu juga terlalu berlebihan, karena malthus memang tidak memperhitungkan bahwa manusia akan menggunakan teknologi modern untuk meningkatkan produktivitas dan mengelola sumberdaya alamnya. ini seperti yang boserup (1965) katakan, bahwa jika dalam jumlah populasi yang optimum ataupun proses pertumbuhan populasi yang stabil/sustain maka, pertumbuhan populasi justru malah akan meningkatkan produktifitas, terutama di bidang pertanian. karena manusia akan melakukan intensifikasi pertanian dan memberikan input-input beserta teknologi baru pada aktivitas pertanian. terbukti, hidup saya jauh lebih produktif ketika rasa sayang saya ke kamu ada dalam jumlah yang wajar.

Read More »

Post

sepak bola dan atmospher itu

In Holland on April 22, 2007 by aaqq™

saya bukan penyuka sepak bola, apalagi penggila sepak bola. namun, saat tawaran untuk menonton sepak bola secara langsung oleh seorang sahabat penggila bola, tanpa ragu saya menjawab.... yes. menonton sepak bola liga belanda musim 2006-2007 yang hampir saja berakhir, antara dua tim belanda yaitu PSV EINDHOVEN dan FC UTRECHT, dengan embel-embel live, tentu sangat sayang untuk dilewatkan. galgenwaard stadium, utrecht pun akhirnya menjadi stadion pertama yang saya datangi untuk menonton sebuah pertandingan secara langsung.

tak mudah untuk menonton sebuah pertandingan di belanda. apalagi jika untuk liga reguler seperti ini. kita bisa membeli kartu terusan per musim tanding atau memiliki sebuah kartu fans club tertentu dan membeli tiket pada saat sang klub bertanding. saya dan sang sahabat kebetulan memilih option kedua. berbekal kartu fans club FC UTRECHT yang kami miliki, kami membeli tiket pertandingan. cepat dan tanpa calo. kami pun terdata dalam database penonton, mungkin untuk memudahkan pengontrolan jika ada kerusuhan dan sejenisnya.

Read More »

Post

carpe diem..

In Reflection on April 16, 2007 by aaqq™

saya percaya bahwa hari adalah sebuah variable dinamis dalam kehidupan [naooon coba maksudna??]. tidak ada hari yang sama dalam perjalanan hidup setiap manusia. untuk itu, saya berusaha menikmati sekaligus mensyukuri hari ini karena hari esok mungkin tidak akan sama. apapun yang terjadi dengan hari ini akan menjadi sebuah pengalaman unik dalam deretan hari-hari hidup kita (saya).

[carpe diem] : a phrase from a Latin poem by Horace (Odes 1.11). It is commonly translated “seize the day”, or a more accurate translation might be “pluck the day”. but sometimes, it does not concern (or does not put trust) on the future.

Post

coffee facts..

In Coffee on April 7, 2007 by aaqq™

menarik sekali membaca berbagai tulisan yang membahas mengenai kopi, baik sejarah maupun pernak-pernik di dalamnya. saya menyarikan beberapa fakta menarik mengenai kopi, mengambil dari beberapa literatur, buku dan majalah yang kebetulan saya lahap di dalam perjalanan menuju tempat kerja. mengenali kopi ternyata menjadikan kita mengerti tentang beberapa hal yang berkaitan dengan sejarah ataupun prilaku manusia di belahan dunia ini.

Read More »

Post

pulang..

In Reflection on April 4, 2007 by aaqq™

aku [hanya] merasa letih dan ingin sendiri.

[ketika] ku tanya pada siapa.
tak ada yang [mampu] menjawab.
sebab semua peristiwa hanya [tersimpan] di rongga dada.
[ini pun hanya menjadi sebuah] pergulatan yang panjang dalam kesunyian.

aku [mencoba] mencari jawaban di laut.
kuseret langkah menyusuri pantai.
[tiba-tiba] aku merasa mendengar suara.
menutupi jalan [yang selama ini aku buat].
menghentikan petualangan.

aku ingin pulang

kenapa ebiet? entah.. tapi mendengarkan lagunya selalu membawa saya akan masa-masa kecil, harumnya mentari pagi, kesibukan menuju sekolah, tape deck hitam rakitan ayah dan sebuah keluguan dalam melihat kehidupan. saat ini, saya ingin pulang pada momen-momen itu.. walaupun saya tidak tahu apa makna dan letak ‘pulang’ pada kehidupan sekarang.

garing abis mode on..