ketika kita menyayangi seseorang, ternyata tidak semua hal berjalan sesuai yang diinginkan dan malah seringkali merusak. jika rasa sayang itu dianalogikan dengan populasi manusia di bumi dan saya adalah buminya, mungkin teori malthus adalah benar adanya. malthus (1798) mengatakan bahwa pertambahan populasi di dunia akan memberikan tekanan yang semakin tinggi pada sumber daya alam dan juga menyebabkan supply makanan semakin tidak mencukupi sehingga membuat kondisi bumi semakin mengkhawatirkan. terbukti, ketika rasa sayang itu bertambah, ternyata malah membuat diri ini menjadi semakin sakit.
tapi mungkin itu juga terlalu berlebihan, karena malthus memang tidak memperhitungkan bahwa manusia akan menggunakan teknologi modern untuk meningkatkan produktivitas dan mengelola sumberdaya alamnya. ini seperti yang boserup (1965) katakan, bahwa jika dalam jumlah populasi yang optimum ataupun proses pertumbuhan populasi yang stabil/sustain maka, pertumbuhan populasi justru malah akan meningkatkan produktifitas, terutama di bidang pertanian. karena manusia akan melakukan intensifikasi pertanian dan memberikan input-input beserta teknologi baru pada aktivitas pertanian. terbukti, hidup saya jauh lebih produktif ketika rasa sayang saya ke kamu ada dalam jumlah yang wajar.

saya bukan penyuka sepak bola, apalagi penggila sepak bola. namun, saat tawaran untuk menonton sepak bola secara langsung oleh seorang sahabat penggila bola, tanpa ragu saya menjawab.... yes. menonton sepak bola liga belanda musim 2006-2007 yang hampir saja berakhir, antara dua tim belanda yaitu 
