berau 5.0: ramadhan di tanah berau

ramadhan di tanah berau..
adalah berpuasa dengan hawa yang sangat panas, di mana matahari bersinar dengan kencangnya, tepat di atas ubun-ubun pada saat siang menjelang. lokasinya yang berada tak jauh dari garis ekuator, begitu menguji keimanan untuk terus berpuasa. panas.. panas.. panas..

ramadhan di tanah berau..
adalah bersahur bersama ‘keluarga baru’ di kost-an tanjung redep, yang dengan setia me-miss call-kan saya pada jam 3 subuh, kadangkala dengan gedoran di pintu akibat malas bangun. juga pengalaman sahur dengan sahabat-sahabat baru, yang dengan baiknya memasak serta membangunkan saya ketika berada di kampung. thanks, tri!!

ramadhan di tanah berau..
adalah rasa bangga melihat sang bapak pemilik rumah memasak untuk sahur di hadapan istri, ketiga anak lelakinya, keponakannya, serta satu orang asing dari tanah jawa. ikan kakap asam manis, tempe kecap, ataupun capcay menjadi menu sahur yang sangat sayang untuk dilewatkan. sebuah kebiasaan yang membuat saya berjanji untuk belajar memasak lebih baik lagi, juga keinginan untuk memiliki anak (heh, naon hubungan nana?).

ramadhan di tanah berau..
adalah sebuah gelak tawa riang hingga menggelegar ketika menonton adul, olga dan komeng di trans tv. sebuah ketololan yang menjadi teman penanti subuh selama sebulan penuh. u guys rock!!

ramadhan di tanah berau..
adalah sebuah sebuah kucing-kucingan untuk bisa tidur cepat. karena, jika tidak, maka kita akan terdahului oleh rombongan pembangun sahur yang menggunakan satu buah mobil pick-up, dilengkapi sound system segede-gede bagong, suara menggelegar hingga kaca bergetar, plus lagu-lagu dangdut terbaru yang akan melintas di depan rumah hingga mayat pun dapat terbangun. sepanjang puasa, sudah beberapa kali mereka sukses membangunkan ataupun membuat saya begadang hingga sahur. dahsyat.

ramadhan di tanah berau..
adalah sebuah ketakjuban ketika menjelajahi sebuah desa dayak yang sebagian besar beragama nasrani. sebuah penghargaan atas puasa saya dapatkan dari seorang sahabat baru, yang juga local guide saya. ia dengan rajinnya membangunkan dan ikut sahur selama tiga hari berturut-turut di tengah gelap gulitanya kampung yang memang belum ada listrik. walaupun, pada pukul 9 pagi, secara diam-diam ia pun kembali menyantap sarapan bersama keluarganya. thanks a lot, tor!

ramadhan di tanah berau..
adalah penjelajajahan kuliner berbuka puasa khas berau. dengan makanan pembuka yang sangat beragam. mereka menjualnya dimana-mana, mulai dari pelataran mesjid agung, pasar, hingga di depan rumah. sebuah kemeriahan puasa yang tidak saya dapatkan selama beberapa tahun terakhir ini.

ramadhan di tanah berau..
adalah berbuka puasa bersama sahabat-sahabat baru dengan berbagai tipe dan latar belakang. juga sebuah cara baru berbuka yang baru, dimana nasi langsung disantap tanpa basa-basi sesaat setelah beduk berbunyi. kan kudunya berbuka dengan yang manis dulu yaaa…

ramadhan di tanah berau..
adalah rasa haru ketika melihat kegembiraan para adik-adik yang melihat kakaknya pulang dari rantau. sebuah rasa gembira atas rindu yang terlepas setelah setahun tak bertemu. sebuah ekspresi yang membuat saya menyesal karena tidak pulang pada lebaran kali ini. saya rindu bogor dan mereka…

foto foto bisa dilihat di sini ya..

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1428 H
MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN
SEMOGA KITA BISA MENEMUKAN SEBUAH MAKNA KEMENANGAN DALAM PERJALANAN RAMADHAN KALI INI.
AMIN.

3 Responses to “berau 5.0: ramadhan di tanah berau”

  1. Ramadhan di Berau kayanya seru banget yaaa … Setidaknya kan jadi ada trade off krn ga bisa mudik ;)

    Selamat Idul Fitri A, maaf lahir dan bathin :)

  2. salut deh kalo puasanya lancar…sampe kapan loe disaba bro..

  3. mmm… romantis beneur puasanya :D heheheheh…

    met lebaran ya, a :D

    *jangan lupa kasi komen papernya :P*

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <blockquote cite=""> <code> <em> <strong>