perjalanan untuk sebuah perubahan (2007)

tinggal satu hari lagi menuju 2008 dan gue masih berkutat di depan komputer untuk bisa menuntaskan artikel tahunan ini. artikel tahunan ini emang janji gue pada diri sendiri untuk bisa secara konsisten menulis. sebuah refleksi buat diri sendiri di setiap pergantian tahun (dan syukur-syukur kalian semua masih mau pada baca.. :D).

apa makna 2007 buat gue? salah satunya adalah kebodohan, karena tahun 2007 kemarin, gue masih melakukan kesalahan seperti 10 tahun yang lalu. bodoh? iya banget. tahun 2007 juga berarti komunitas baru. gue mendapatkan banyak komunitas pertemanan yang baru, mulai dari kehidupan gue di belanda hingga di bogor, jakarta dan berau. selain itu, pada tahun 2007 gue melakukan banyak perjalanan yang cukup menyenangkan, mulai dari belanda-berlin-jakarta-bogor-kalimantan-bali. perjalanan yang ternyata menjadi bekal buat soul nutrition gue. dahsyaaat.

ngomong-ngomong soal kebodohan masa muda (weits.. masa muda?). hal itu sebenarnya udah gue prediksi sejak akhir tahun 2006. waktu itu gue bilang, kalo gue begitu menikmati pusaran yang gue ciptakan sendiri, yang sebenarnya akan membuat gue terhempas kelak. akhirnya? betul, sodara-sodara.. akhirnya gue pun terhempas dengan kencangnya! ah bodoh. saat itu, gue cuma bisa tersenyum kecut, plus mengutuk, mengutuk.. dan mengutuk. bukan pelajaran yang baik memang. gak perlu lagi bikin excuse ataupun mencari pembenaran atas semua yang gue lakukan. kesimpulannya cuma satu.. i started the ignition and i am the only one who will get burned! gampang kan?

moral story… as goethe pernah bilang “error is acceptable as long as we are young; but one must not drag it along into old age“. gue pun mengamini itu karena kita jangan pernah menjadi keledai yang terantuk batu dua kali. apalagi setelah sekian lama batu kesalahan itu kita kubur dalam-dalam. buat gue, cuma orang tolol yang melakukan itu, apalagi dilakukan dengan kesadaran sendiri. tapi gue, konyolnya, masuk ke dalam golongan orang-orang itu… pathetic.

pencarian obat secara cepat dan terburu-buru pun bukan penawar yang baik. hal itu mungkin bisa menjadi antidote sesaat, namun pada akhirnya itu cuma membuat rasa sakit bagi pihak lain. obat instan memang tidak pernah bisa menjadi penawar yang baik untuk urusan yang satu itu.

jangan pernah juga pake obat-obatan palsu. cinta laura aja gak mau (pernah) pake, seperti yang gue baca di salah satu forum kaskus.

wartawan : bagaimana pendapat anda mengenai obat-obatan palsu?
cinta laura : chintah engga tauh ya’ soalnya sama mamah engga boleh bli obathh waroengh gethu seh …. i prefer bli di aphoteg…
wartawan: weddew???

perjalanan ke indonesia mungkin adalah satu hal yang paling menonjol di tahun ini. inilah perjalanan yang penuh misi, mulai dari penelitian, pulang kampung, kopi darat, melepas rindu *hayaaaaaaaaaah*, beranjang-sana-beranjang-sini, bersapa-ria, beresin rumah, sampai pencarian sebuah kebenaran. walaupun pada akhirnya, kebenaran itu ternyata pahit!! huahahahahaha.. *ketawa ala roy martin*

penelitian memang merupakan target utama, namun ternyata gue gak cuma mendapatkan itu. perjalanan ke berau membuat gue memiliki saudara-saudara baru. orang-orang yang tidak pernah gue kenal sebelumnya, ternyata menjadi orang-orang yang memiliki peran penting dalam 3 bulan kehidupan gue di tanah orang. lalu, pertemuan dengan milis 80an, membuka cakrawala (dan definisi) baru dalam pertemanan. orang-orang yang tadinya gue kenal lewat dunia maya, ternyata menjadi penambah panjang daftar phonebook hape, yahoo messenger dan friendster gue. aksi nekat seminar di bali pun, membuat gue mengenal sedikit banyak ‘medan-pertempuran-dunia-riset’ ini.

again, moral story.. forrest gump sangat bener pada saat bilang “life was like a box of chocolates. you never know what you’re gonna get“. gue setuju banget dengan itu. ditambah dengan sikap jujur pada diri sendiri, terbuka, berani mencoba yang baru, positif thinking dan menjadi diri sendiri, ternyata membuat hidup berpindah pada sebuah proses lain yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. tidak semuanya enak memang. tapi itu hakikat hidup kan? kalo semua hidup itu enak.. gak ada orang bunuh diri dong? gue pikir, menikmati hidup itu tidak hanya pada saat kita mendapat kesenangan tapi juga pada saat kita mendapat kesusahan. bisa menikmati sebuah kesusahan adalah kepuasan tertinggi seorang manusia.

kita juga gak perlu jaga image.. apalagi sampe merubah gaya bicara seperti cinta laura *halah.. kok dia lagi?* tapi dia emang beda kok, akui saja lah. susah payah mengatur dialek kita ataupun bentuk bibir kita, tetep gak bisa nyamain dia. so, be your self saja lah. sejujurnya, gue salut kok sama beliau. menjadi berbeda seperti yang cinta lakukan, membuatnya sangat terkenal hingga ke pelosok indonesia. gue pikir, itulah ciri khasnya. suka atau tidak suka ia sudah menampilkan ciri khasnya. ditambah kesukaannya pada tchuna syushii dan stroowbewrry puddding karena vaitemin dan prowtein yang chukhup, membuatnya sangat populer di dunia maya dan dunia pertelevisian indonesia.

enough with cinta laura! plak!

bogor (dan komunitas lama gue) pun ternyata berubah. gue merasakan perubahan itu. berbeda dengan beberapa tahun yang lalu, kepulangan gue tahun ini ternyata banyak yang berubah. both positive and negative. semua orang sibuk dengan hidupnya masing-masing, begitu juga gue. tapi session curhat tetep jalan. a bit too much kadang, namun banyak hal yang gue ambil dari cerita mereka semua. mulai dari kelahiran anak baru, berantem antar suami dan istri, dapet pacar baru, jomblo terus-terusan *hmm.. sounds familiar*, pengen keluar kerja akibat kerjaan gak jelas, dapet kerjaan baru dan ternyata dapet masalah baru, dapet promosi, dapet mobil baru, dapet kenaikan gaji, pindah kerja, menikah-dinikahi-wajib menikah-ditinggal menikah *ups.. hahaha*, dan masih banyak lagi. ada juga kontak baru dengan orang-orang yang lamaaaa gak pernah ketemu. walaupun diawali dengan sebuah hal berbau bisnis.. tapi ternyata re-open our relationship itu menyenangkan lo.

moral story lagi ya? *janji.. gak akan ada cinta laura lagi* seorang author tidak dikenal mengatakan “the best kind of friend is the one you could sit on a porch with, never saying a word, and walk away feeling like that was the best conversation you’ve had“. gue menterjemahkannya itu dengan menjadi-pendengar-yang-baik. mungkin bukan penterjemahan yang benar :D. tapi buat gue, mendengarkan adalah salah satu modal dalam sebuah persahabatan.

tapi.. bagaimanapun, sahabat juga manusia kan? jadi jika kita ada di sisi yang lain, mungkin ada baiknya kita juga melihat seberapa panasnya kah kuping sahabat kita akibat cerita kita. menjadi pendengar yang baik tidak berarti sahabat kita harus diem terus dong? kasih dia kesempatan untuk bercerita, karena inti dari persahabatan adalah keseimbangan bukan?

seperti halnya cinta laura yang mem… stoooooop!!!
oke.. oke.. tapi.. stoooooop!!! no more cinta laura!

tapi mereka memang tetap sahabat-sahabat gue. dengan segala kelebihan dan kekurangannya, mereka yang membuat gue jadi seperti ini. mereka yang membuat gue merasa perlu keluar rumah dan bergegas menuju suatu tempat untuk mendengarkan celotehan, tertawaan dan kemeriahan sebuah persahabatan, juga merasakan salah satu kenikmatan hidup. karena.. a good friend is a connection to life – a tie to the past, a road to the future, the key to sanity in a totally insane world… seperti yang lois wyse katakan pada gue melalui sms tadi malem.

o yah.. keluarga gue tetep yang nomor satu. kami baik-baik saja. ada sedikit friksi dalam perjalanan di tahun 2007 ini, tapi itu biasa. dengan sedikit pendekatan ala keluarga kami, semua bisa diselesaikan. senang rasanya melihat semua anggota keluarga berada pada satu titik yang sama, berjalan beriringan, menuju satu tujuan yang kami sepakati bersama. adek gue makin enjoy dengan keluarga kecilnya, ponakan gue makin pinter aja, adek gue yang laen makin mantep dengan kerjaannya *jalan-jalan mulu*, bapak dan ibu? mereka menjadi pengantin baru lagi karena sering ditinggal berdua di rumah. hehehe.

tahun 2008 gimana? bikin perubahan? ah, gak perlu direncanain. sambil jalan aja. salah satunya adalah perubahan pada bentuk tulisan di artikel ini. noticed gak? nggak. ya udah.

resolusi? ada kok, tapi gak banyak. gue takut malah gak akan tercapai. cukup dengan beberapa hal di bawah ini. bagaimana dengan istri? ah jangan jadi resolusi.. kita lihat saja nanti itu sih.

1. menyelesaikan dua chapter dari penelitian gue *hopefully bisa jadi 2 artikel*
2. menyelesaikan mega-project bersama tim tolol *hayoo semangaaat!!!*
3. meningkatkan keahlian fotografi dan ikut kompetisi *biar balik modaaaal*

dengan segala macam kekurangan dan kelebihan gue, gue bakal tuntaskan tahun 2007 ini dengan lapang dada. memang, gak ada yang mudah dalam hidup. semua pasti ada limitasi-nya. tapi seperti yang cinta laura goethe katakan.. the man with insight enough to admit his limitations comes nearest to perfection… so? kenali diri kita sendiri dan jadikan itu sesuatu yang bisa mengguncang dunia. ok?

beberapa orang mungkin terlihat sebagai lucky bastard bagi orang lain.. sukses, kaya, pinter, gaji gede, ganteng/cantik, harum, bersih *heh?*, bodi bagus, jalan-jalan mulu dan lain sebagainya. tapi percayalah, semua itu pasti pake tetesan keringat dan air mata. bisa jadi… itu juga hanya penampakan luar mereka saja. namun, kalau ada yang masih jadi lucky bastard tanpa itu semua? ah.. emang udah genetis kali? terima aja yaa.

CINTA LAURA MENANG BALAPAN… SELAMAT TAHUN BARU DUA RIBU LAPAN..

itu aja.. tidak ada ucapan apapun, karena udah banyak di mana-mana… 😛

gansstraat 157a, utrecht – 30 desember 2007

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *