empat prinsip dasar kopi nikmat
Feb 28, 2008 Coffee
Bosan dengan rasa kopi yang itu-itu juga? Pernah nyoba untuk brewing kopi sendiri? Starbuck bilang, ada empat prinsip dasar yang harus diperhatikan untuk mendapatkan kopi yang nikmat, yaitu: proporsi, tingkat gilingan, air, dan tingkat kesegaran. *cuekin gambarnya, please.. hahahaha.. illy for sure has the best coffee kok..*
Proporsi air dan kopi yang baik menentukan tingkat kenikmatan sebuah minuman kopi. Starbucks menggunakan 2 sendok makan bubuk kopi untuk 180 mm air. Saya? More or less juga dalam ukuran yang sama. Jika ternyata masih terlalu kental juga, kita bisa menambahkan sedikit air panas pada kopi yang sudah di-brewed.
Cara menyeduh (brewing) menentukan kebutuhan tingkat dan kualitas gilingan kopi. Semakin sedikit waktu menyeduhnya, contohnya dengan menggunakan espreso machine, maka dibutuhkan kopi dengan tingkat gilingan yang baik (semakin halus). Berbeda halnya jika kita menggunakan coffee press, dimana waktu penyeduhan bisa mencapai 4 menit, maka gilingan kopi yang kasar sudah cukup.
Gunakan air yang segar, dingin, bersih dan murni jika kita akan menyeduhnya. Suhu yang dibutuhkan untuk mendidihkan air secara sempurna dan mendapatkan aroma serta rasa kopi yang baik adalah 195° -205° F atau 90° -96° C. Karena itu, pastikan alat penyeduh air anda ataupun mesin kopi anda dalam kondisi yang baik.
Bubuk kopi yang segar juga menentukan. Musuh kopi yang baik adalah oksigen, cahaya, suhu yang terlalu panas dan udara yang terlalu lembab. Masukan kopi ke dalam tempat yang rapat, bebas dari udara, dan letakan pada suhu kamar. Cara terbaik memang menggiling kopi sebelum diseduh, tapi tidak semua orang punya waktu untuk itu bukan? Namun untuk beberapa penikmat kopi ritual itu bisa jadi sangat menyenangkan, terutama pada saat mencium aroma yang keluar ketika biji kopi itu digiling. Hmmmm.. harum.
Source: Starbukcs
how i served my daily coffee
Feb 26, 2008 Coffee
sebagai penikmat kopi, hampir setiap hari gue menyiapkan dan atau membeli kopi dimanapun gue berada. setiap pagi, kalau tidak telat bangun untuk pergi beraktivitas, gue pasti menyiapkan kopi sendiri. kalau telat? mesin kopi di kampus adalah sasaran gue. mesin kopi gratisan itu cukup berjasa untuk memenuhi kebutuhan kopi harian gue. satu mug besar, biasanya gue isi dengan tingkatan: lima bar espresso dan satu bar gula, serta ditambah lima bar kopi biasa. hmm.
tapi, kopi harian terenak gue adalah jika gue buat dengan moka express. sudah beberapa tahun yang lalu sebenarnya gue kenal moka express ini, tapi baru tiga bulan yang lalu alat ini secara reguler gue pake. moka express ini ditemukan oleh bialetti pada tahun 1933 dan melesat menjadi salah satu alat pembuat kopi yang terkenal di seluruh dunia. sebagaimana dikatakan oleh bialetti, bahwa dengan alat ini: “without requiring any ability whatsoever” yet one could enjoy “in casa un espresso come al bar” (“An espresso in the home just like one in the bar”)... dan itu benar sekali. gue bisa menemukan kenikmatan mengopi dengan alat ini. namun, pengaturan kuantitas dan (pastinya) kualitas kopi juga menentukan kesuksesan kita mendapatkan kopi enak dengan alat ini.
saat ini, sudah banyak alat sejenis yang dibuat oleh produsen lain, entah dengan bentuk yang sama ataupun berbeda, namun tetap dengan sistem kerja yang sama *i will explain about the system in other post*. o ya, bialetti juga membuat alat serupa untuk cappuccino. inovasi di dunia kopi memang tidak pernah ada habisnya. jadi, bagaimana cara kalian menyiapkan kopi?

