how i served my daily coffee

sebagai penikmat kopi, hampir setiap hari gue menyiapkan dan atau membeli kopi dimanapun gue berada. setiap pagi, kalau tidak telat bangun untuk pergi beraktivitas, gue pasti menyiapkan kopi sendiri. kalau telat? mesin kopi di kampus adalah sasaran gue. mesin kopi gratisan itu cukup berjasa untuk memenuhi kebutuhan kopi harian gue. satu mug besar, biasanya gue isi dengan tingkatan: lima bar espresso dan satu bar gula, serta ditambah lima bar kopi biasa. hmm.

tapi, kopi harian terenak gue adalah jika gue buat dengan moka express. sudah beberapa tahun yang lalu sebenarnya gue kenal moka express ini, tapi baru tiga bulan yang lalu alat ini secara reguler gue pake. moka express ini ditemukan oleh bialetti pada tahun 1933 dan melesat menjadi salah satu alat pembuat kopi yang terkenal di seluruh dunia. sebagaimana dikatakan oleh bialetti, bahwa dengan alat ini: “without requiring any ability whatsoever” yet one could enjoy “in casa un espresso come al bar” (“An espresso in the home just like one in the bar”)... dan itu benar sekali. gue bisa menemukan kenikmatan mengopi dengan alat ini. namun, pengaturan kuantitas dan (pastinya) kualitas kopi juga menentukan kesuksesan kita mendapatkan kopi enak dengan alat ini.

saat ini, sudah banyak alat sejenis yang dibuat oleh produsen lain, entah dengan bentuk yang sama ataupun berbeda, namun tetap dengan sistem kerja yang sama *i will explain about the system in other post*. o ya, bialetti juga membuat alat serupa untuk cappuccino. inovasi di dunia kopi memang tidak pernah ada habisnya. jadi, bagaimana cara kalian menyiapkan kopi?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *