saya, kereta dan sunyi

saya mengambil kursi yang berada di tengah, membaca novel sambil menikmati alunan lagu dari sebuah kotak pemutar lagu-lagu bajakan mp3. sesekali mata ini melihat keluar, melewati jendela besar yang ada di sebelah kiri. hamparan padang rumput, sesekali berganti dengan deretan pepohonan yang daunnya sudah hampir bermunculan, diselingi beberapa deret rumah ataupun areal perkotaan menjadi santapan dua bola mata hitam ini. di hadapan, tampak seorang wanita paruh baya yang sesekali menguap menahan rasa kantuknya. di seberang kanan, dua orang lelaki yang tidak saling mengenal, sibuk dengan khayalan dan kesibukannya masing-masing.

ini lah sebuah bentuk aktivitas di dalam kereta belanda, yang sangat saya nikmati kemanapun tujuannya. sendiri, membaca, mendengarkan musik, ditemani secangkir kopi ataupun minuman lain memiliki ritual dan kenikmatan tersendiri. kadang, dari situ ide-ide bermunculan, mimpi-mimpi baru tumbuh, refleksi diri terjadi dan tak jarang kenangan lama pun terkuak kembali. kesunyian yang sangat produktif. itulah salah satu hal yang membuat saya begitu menyenangi kereta, kesunyian di dalamnya, dan negara ini.

denhaag-utrecht, march 2008

5 Responses to “saya, kereta dan sunyi”

  1. berteman dengan kesunyian ? sepertinya menyenangkan..

    kapan ya..kereta api di indonesia bisa nyaman ?

  2. rute Groningen-Maastricht udah pernah? sekali masih asyik…beberapa kali?? menjadi sangat menyebalkan:P

  3. “kesunyian yang sangat produktif”

    tinggal aja di kereta terus q…pasti ga akan ada lagi kata “buntu”

  4. kok jadi inget cerpen di kereta ya q?

    yaelaaaaaaaaaaa
    lu sempet2nya senyum gitu di pic…

  5. @imgar: naek ke surabaya aja nggar.. hehehe
    @yunia: pernah yung.. sare..
    @anonim: makanya gue naek kereta.. kalo buntu..
    @cyn: iya.. emang inspired by cerpen itu..

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <blockquote cite=""> <code> <em> <strong>