jarak
Apr 28, 2008 Reflection
jarak ternyata memang bisa menghilangkan pengetahuan akan masalah pribadi kita masing-masing. namun, jika itu membuat kita bisa menghargai satu sama lain, melihat sisi positif masing-masing, dan bahkan membuat kita merasakan apa yang namanya rindu.. mungkin lebih baik jika kita berjarak saja.
untuk.. yang tidak mau kehilangan namun sulit untuk bisa berdamai.



April 28th, 2008 at 3:06 pm
*gak ngerti*
April 28th, 2008 at 3:07 pm
gak semua hal harus dimengerti..
April 29th, 2008 at 12:08 am
cieeee….meuni jero:P…lagi kangen seseorang ni ye:P
April 29th, 2008 at 5:32 am
yaaaa…mellow lagi (why goodbye post series nih ?)
April 29th, 2008 at 7:30 am
tidak semua orang siap berhadapan dengan jarak, yang pasti jarak membuat saya kehilangan dia..
April 29th, 2008 at 7:59 am
@yunia: huakakaka… ngarang.. itu kan bisa buat siapa aja.
@anonim: bukan melow.. tapi lagi merenung.. *hayah*
@ira: betul.. jrak bisa memisahkan. tapi jarak juga bisa membuat sebuah hubungan menjadi lebih erat… tergantung bagaimana menyikapinya.
April 29th, 2008 at 2:07 pm
eh..elu bener..kadang menjadi yang gak ngerti itu memang lebih menyenangkan..
April 29th, 2008 at 5:26 pm
duh dalem amat yak
April 30th, 2008 at 2:20 pm
@imgar: yup.. hidup lebih sederhanan jadinya.. hahaha
)
@cyn: dalem? kagak lah..
May 3rd, 2008 at 12:04 am
Jarak itu mesti ada, sebuah ruang untuk bergerak, bertumbuh-besar, manuver dan bernafas… sampai posting blog berikutnya pasti ada jaraknya
Saya masih inget hampir sebulan jaraknya dari kita terakhir ngobrol di tengah malam itu?
May 3rd, 2008 at 12:47 pm
@luigi: hussh.. not for public ituh..