setelah berada di sebuah toyota avanza keluaran 2008 selama 2 jam, dengan posisi badan yang sedikit membungkuk, dan barang bawaan yang menindih paha, saya pun tiba di dermaga penyeberangan tanjung batu. moyo, sang motoris speed boat menyambut saya dengan sebuah keheranan di wajahnya, seraya bertanya, “hanya sendiri saja, pak?”. saya hanya mengangguk dan tersenyum. tadinya saya hendak mengatakan, memang kenapa kalau sendiri?, tapi mengurungkannya dan langsung berjalan menuju speedboat biru putih yang menanti di air.
tanpa banyak basa-basi, kami meluncur perlahan menuju pulau derawan. terpaan angin yang berhembus, bau air laut biru yang khas, serta kacamata hitam yang menempel di wajah, membuat saya seperti james bond yang bertualang di perairan berau, minus senjata dan wanita-wanita cantik tentunya.

previously on BERAU season 2 

setelah semua pepes ikan patin dan ikan kakap bakar di atas meja ludes, kami bergegas menuju mobil dan meluncur menembus hutan di kecamatan kelay, lokasi kedua penelitian saya. kondisi jalan yang mulus dan beraspal ternyata hanya penghibur di awal perjalanan. sisanya adalah jalanan tanah yang diperkeras, termasuk di antaranya kubangan-kubangan hasil hujan semalam. mobil kami pun harus menebak-nebak, mana kubangan yang masih memiliki tanah untuk berpijak dan mana yang benar-benar tempat mandi kerbau.