
In Annual article on December 28, 2008 by aaqq™ Tagged: feature
setelah berada di sebuah toyota avanza keluaran 2008 selama 2 jam, dengan posisi badan yang sedikit membungkuk, dan barang bawaan yang menindih paha, saya pun tiba di dermaga penyeberangan tanjung batu. moyo, sang motoris speed boat menyambut saya dengan sebuah keheranan di wajahnya, seraya bertanya, “hanya sendiri saja, pak?”. saya hanya mengangguk dan tersenyum. tadinya saya hendak mengatakan, memang kenapa kalau sendiri?, tapi mengurungkannya dan langsung berjalan menuju speedboat biru putih yang menanti di air.
tanpa banyak basa-basi, kami meluncur perlahan menuju pulau derawan. terpaan angin yang berhembus, bau air laut biru yang khas, serta kacamata hitam yang menempel di wajah, membuat saya seperti james bond yang bertualang di perairan berau, minus senjata dan wanita-wanita cantik tentunya.
Read More »

In Indonesia, Traveling on December 23, 2008 by aaqq™ Tagged: feature
previously on BERAU season 2 episode 4:
banjir yang melanda kampung tumbit dayak dan tumbit melayu membuat saya tidak bisa melanjutkan penelitian. akhirnya saya pulang kembali ke tanjung redep dan menunggu hingga banjir mereda. sebelum pulang, saya masih sempat melakukan hal yang saya hanya bisa lihat di televisi: bermain dengan banjir. menyenangkan ternyata.
BERAU season 2 episode 5
siang hari yang terik.
“halo pak oji!! samlekuum!!” teriak saya dengan nada yang super akrab.
pak oji, salah satu responden yang belum selesai saya wawancarai minggu lalu tampak duduk santai di teras rumahnya. kesibukannya di minggu lalu membuat pertanyaan sisa di lembar pertanyaan dialihkan kepada istrinya. namun, keterbatasan bahasa berau saya justru membuat wawancara dengan istrinya pun tak bisa saya lanjutkan.
“eh mas, mau kemana?” tanya pak oji tak kalah ramah.
“ke rumah pak udin pak, nanti setelah selesai, saya lanjutkan wawancara kemarin ya pak?” jawab saya dengan yakinnya.
“waduh maaaaas… saya tidak mau lagi. pusing saya jawab pertanyaan sampeyan. sampeyan jawab sendiri aja lah,” jawabnya dengan spontan. wajah ramahnya tiba-tiba berubah menjadi lemas.
Read More »

In Indonesia on December 16, 2008 by aaqq™ Tagged: feature

selama tinggal di kota tanjung redep, saya tinggal di sebuah rumah milik bapak dan ibu haji, begitu saya mereka biasa dipanggil. mereka memiliki usaha restoran dan catering yang cukup terkenal di sini. tak jarang, sayapun merasakan masakan hasil karya pak haji yang begitu terampilnya meracik semua bumbu masakan. kemarin contohnya, saya merasakan kedahsyatan sambel setan yang digabung dengan gorengan udang lobster dan kakap merah. rasanya? jangan ditanya lagi.
rumah yang berdiri sejak puluhan tahun yang lalu ini berada di sisi sungai kelay. sore hari menjadikan tempat ini cukup nyaman untuk digunakan sebagai tempat bersantai, sembari menikmati kopi dan gorengan ataupun hanya melihat aktivitas lalu lintas perahu dan anak-anak yang berenang kian kemari.
Read More »

In Indonesia, Traveling on December 9, 2008 by aaqq™ Tagged: feature
previously on BERAU season 2 episode 3:
walaupun sinyal yang cukup sulit serta usaha-usaha mendapatkan sinyal dengan ngos-ngosan naik ke gunung ataupun naik ke atap, kelay ternyata membuat saya kembali menyukai perjalanan ini. belum lagi masyarakat dayak kenyah yang memiliki kebudayaan yang menarik..
season 2 episode 4 
suara takbir yang bersahut-sahutan membangunkan si mantri (bukan saya.. :p) di subuh yang gelap itu. ia membangunkan saya sambil mengucapkan ‘magic words’ yang sejak tadi malam membuat saya tidak bisa tidur, “mas.. air udah naik.. sebentar lagi sampai lantai”. saya pun bergegas bangun dan melihat ke luar jendela. air yang tadi malam hanya 50 cm, kini sudah hampir 75 cm. untunglah, rumah seorang sahabat ini cukup tinggi dengan kaki-kaki yang lebih dari 1 meter.
listrik sudah mati sejak tadi malam, sehingga hanya lilin yang menemani kami beraktivitas di pagi itu. kami semua di rumah itu bergantian mandi sambil harap-harap cemas dan berpikir bagaimana caranya bisa mencapai mesjid dengan kondisi air yang seperti itu. untuk menuju mesjid kami harus melewati sebuah jembatan yang air sungainya meluap. jika di rumah ini saja air sudah tinggi, tentu di jembatan air lebih tinggi lagi. tapi tak ada jalan lain, kami harus menerobos jembatan itu.
Read More »

In Indonesia, Traveling on December 2, 2008 by aaqq™ Tagged: feature
previously on BERAU episode 2:
penghuni pohon di rumah sebelah rupanya marah, dan masuk ke dalam tubuh si anu. saya tak bisa berbuat apa-apa selain merinding. hari-hari pertama pun diwarnai dengan kesenewenan saya. untunglah tiga diva dan abgan menyelamatkan hari-hari saya di tanah pesisir berau..
season 2 episode 3:
setelah semua pepes ikan patin dan ikan kakap bakar di atas meja ludes, kami bergegas menuju mobil dan meluncur menembus hutan di kecamatan kelay, lokasi kedua penelitian saya. kondisi jalan yang mulus dan beraspal ternyata hanya penghibur di awal perjalanan. sisanya adalah jalanan tanah yang diperkeras, termasuk di antaranya kubangan-kubangan hasil hujan semalam. mobil kami pun harus menebak-nebak, mana kubangan yang masih memiliki tanah untuk berpijak dan mana yang benar-benar tempat mandi kerbau.
Read More »