be creative and you’ll become more productive (2008)

setelah berada di sebuah toyota avanza keluaran 2008 selama 2 jam, dengan posisi badan yang sedikit membungkuk, dan barang bawaan yang menindih paha, saya pun tiba di dermaga penyeberangan tanjung batu. moyo, sang motoris speed boat menyambut saya dengan sebuah keheranan di wajahnya, seraya bertanya, “hanya sendiri saja, pak?”. saya hanya mengangguk dan tersenyum. tadinya saya hendak mengatakan, memang kenapa kalau sendiri?, tapi mengurungkannya dan langsung berjalan menuju speedboat biru putih yang menanti di air.

tanpa banyak basa-basi, kami meluncur perlahan menuju pulau derawan. terpaan angin yang berhembus, bau air laut biru yang khas, serta kacamata hitam yang menempel di wajah, membuat saya seperti james bond yang bertualang di perairan berau, minus senjata dan wanita-wanita cantik tentunya.

inilah kali kedua saya ke derawan di tahun 2008, dan kali kelima saya dalam hidup. tidak banyak yang berubah, karena derawan tetaplah indah seperti pertama kali saya menginjaknya di tahun 2006. kecuali sebuah fakta bahwa inilah pertama kali saya pergi sendirian. target perjalanan saya hanya satu, bisa menenangkan pikiran setelah lebih dari dua bulan berjalan kesana kemari melaksanakan penelitian. memang belum rampung semua, karena masih ada satu tempat lagi yang harus saya kunjungi.

traveling sendirian memang sering saya lakukan, namun lebih banyak untuk bekerja. liburan sendirian, sepertinya baru kali ini saya lakukan. ternyata itu menyenangkan. saya malah merencanakan untuk melakukannya lebih sering. sendirian bukan berarti kesepian, karena dua buah novel, sebuah ipod 8 gb, serta beberapa dvd bajakan ikut menemani saya.

puluhan orang pun saya temui dalam liburan singkat ini. entah berapa kali saya harus menjelaskan kepada mereka mengapa saya ada di berau, mengapa saya berlibur, dan apa status pernikahan saya (untungnya tidak pernah ditanya agama ataupun pilihan politik saya). sebagai balasan mereka mengoceh mengenai kehidupan mereka. tak hanya seorang manager media, kontraktor, pejabat bank negeri ini, pegawai negeri, pengelola penginapan, namun juga seorang petugas militer yang dengan cueknya menunjukkan bekas peluru di perutnya akibat pertempuran dengan perampok sarang burung walet. “peluru ini tembus loh mas, sampe ke punggung dan untungnya hanya menyerempet usus saya.” saya pun hanya bisa meringis membayangkan rasanya.

and… here i am, di antara birunya air laut, hamparan pasir putih, deburan ombak, di tengah heningnya malam, menuliskan sebuah artikel tahunan. momen yang selalu saya tunggu setiap tahunnya, seraya me-recall kembali semua mozaik-mozaik kehidupan saya selama 2008 kemarin.

spoiler: ini bakalan panjang, so.. don’t waste your time to read this trash.

***

dua ribu delapan bagi saya merupakan sebuah tahun produktifitas. saya tidak pernah menyangka bahwa saya bisa bagitu produktif menghasilkan beberapa buah karya yang sangat-sangat saya nikmati proses pembuatannya.

sebut saja dua buah chapter yang menjadi salah satu resolusi awal tahun 2008. walaupun tidak sepenuhnya final, namun sudah cukup memberikan gambaran seperti apa dua buah bab dari buku disertasi saya nantinya. belum sempurna, apalagi perjalanan saya ke berau di akhir tahun 2008 ini sepertinya akan membawa banyak perubahan pada isi dua chapter tersebut.

tapi saya sangat menikmati proses penulisan dua buah chapter itu. bagaikan pekerja kantoran 9 to 5, saya menyelesaikan pekerjaan itu di cubicle kampus. tidak sedikitpun saya membawanya ke rumah. saya bergeming untuk hanya menyelesaikan pekerjaan kampus di tempatnya. rumah menjadi tempat untuk bersantai dan menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan sampingan lainnya.

salah satu pekerjaan sampingan yang membuat saya bangga adalah ketika saya ‘dipaksa’ menulis artikel untuk sebuah majalah oleh seorang sahabat *hi mbok!!*. berbekal pada perjalanan saya ke berau dan derawan, juga bunch of photos that i made there, saya pun membuat tulisan perdana itu.

bangga rasanya melihat tulisan, foto, nama, dan potret diri terpampang di sebuah majalah. narsisme tingkat atas menjangkiti saya. tak heran, jika para selebriti seringkali menggunting artikel mereka di majalah atau tabloid dan menggantungnya di pigura. itulah hal yang saya ingin lakukan pada saat itu juga. janji untuk menulis artikel kedua dan selajutnya ternyata terhambat oleh kesibukan hal lain.

*jangan khawatir mbok.. menulis ternyata menyenangkan.. and i will do that more.. and more!!*

sebenarnya, kesibukan hal lain tidak hanya masalah konsentrasi akademis saja. pekerjaan sampingan lain yang menguras banyak tenaga, pikiran dan emosi adalah project besar bersama tim tolol. inilah resolusi kedua saya di awal tahun 2008. project yang dimulai dari akhir tahun 2007 itu ternyata berkembang semakin serius dan dinamis.

dimulai dengan sebuah optimisme dan semangat yang menggebu-gebu, dalam perjalanannya ternyata sangatlah fluktuatif. tak jarang emosipun harus turun naik menyikapi perbedaan pendapat dan kesibukan antara kami yang beberapa kali tidak bisa bertemu. keinginan saya bahkan sempat beberapa kali berhenti di tengah jalan. saya merasa tidak sanggup untuk bekerja dalam tim ini. tapi project ternyata dapat berjalan terus.

di akhir 2008, dengan semangat yang kembali menanjak, akhirnya project itu selesai. darah dan air mata, jika saya boleh menggunaka hiperbola itu, membuat semua ini menjadi sebuah pelajaran berharga bagi kami semua. yang pasti, persahabatan sangatlah berharga dibandingkan dengan materi, ketenaran, ataupun narsisme semata. saat ini, project memasuki tahap finalisasi dan kami semua berharap bisa memperlihatkannya di quarter 2 tahun 2009. amin.

tak hanya menulis, fotografi juga menjadi passion saya terbesar di tahun 2008. semua berawal dari sebuah hal bernama penghargaan. rasa dihargai memang bisa hadir dari mana saja, walaupun hanya sebuah komentar “bagus!”di web fotografi saya. namun, itu membuat saya semangat untuk terus membuat banyak foto. hingga akhirnya di tahun ini, dua orang sahabat, cukup pede meminta saya membantu project fotografinya.

yang satu, meminta saya memotret keluarga besarnya. berbagai penolakan yang saya lakukan tidak membuatnya mundur. akhirnya dengan rasa tidak percaya diri, saya mengambil foto-foto keluarganya. saya harus akui, saya tidak tahu apakah hasil foto itu memuaskan atau tidak. namun mereka membayar saya dengan nilai yang jauh lebih banyak dari yang saya bayangkan. inilah pertama kalinya saya dibayar untuk sebuah hobi.

*terima kasih banyak, bu. mohon maaf jika hasilnya tidak memuaskan. tapi percayalah, it means a lot to me. it’s a history in my photography life. so someday, i will give you lots of good and free shots for you. i promise*

yang kedua, lebih gila lagi. sahabat yang satu ini malah meminta saya memberikan puluhan foto saya *hasil foto saya.. bukan foto diri saya.. but trust me.. i‘ve tried* untuk diabadikan dalam sebuah agenda indonesia 2009. sebuah hal besar yang awalnya saya anggap main-main.

*iya.. iya.. gue percaya sekarang kalo lo itu serius… dan juga gila*

perasaan saya? tentu lebih dari biasa saja. walaupun, ketika saya mempublikasinya di blog ini, saya bahkan belum melihat sosok aslinya. saya hanya bisa melihatnya di foto dan dengan semangat saya menyebarkannya. ketika satu bulan setelah penampilan perdananya, saya menerima agenda itu melalui pos. i was speechless. emosi saya tersentuh melihat masterpiece itu *tsaaah*. i can’t believe.. i did this. gossh. masih belum terlihat professional, tapi inilah awal yang membuat saya menjadi yakin untuk mau (dan bisa) menekuni dunia fotografi ini. doakan dan bantu saya ya.

* thank you guys for believing… and also for purchasing. :p.*

o yah.. jika kalian beruntung mendapatkan kalender mungil dari netherland education support office, ada satu hasil foto saya (dan cuma satu-satunya foto) juga yang digunakan oleh mereka. bangga? ya iya laaaah… *hahaha.. narsis-nya ternyata masih akut*

ngomong-ngomong soal beruntung, saya percaya jika itu memang ada beberapa persennya adalah sebuah keberuntungan. namun, sisa yang lebih banyak adalah sebuah keinginan dan kerja keras untuk mewujudkan berbagai mimpi. kepuasannya pun terasa berbeda, ketika kita menerima hasil yang persentasi kerja kerasnya jauh lebih besar dari keberuntungannya. nah.. kecuali ketika saya mendapatkan ipod touch 8gb di sebuah penarikan hadiah. that’s what i call.. 100% beruntung! dan rasanya.. sama puasnya!! hehehe.

***

persahabatan bagai kepompong…

ada benarnya juga, walaupun pada saat mendengarkan lagunya sindetosca itu saya sempat protes. karena buat saya kepompong hanyalah sebuah benda yang mem-fasilitasi (dan tidak merubah) ulat menjadi kupu-kupu. proses di dalam ulat yang merubahnya menjadi kupu-kupu. ah tapi sudahlah.. ambil makna terdalamnya saja. saya percaya persahabatan dan pertemanan akan membawa kita pada jenjang yang lebih tinggi dalam hidup.

itu yang membuat saya bersyukur karena mengenal banyak teman baru dari manapun juga di tahun 2008 ini. mulai dari yang berusia lanjut *bukan elu.. suwer.!!.*, kelompok u-30 *hi guys, kapan nongkrong lagi di toque-toque??!!*, dan bahkan yang satu shio dengan saya namun tahun lahir yang jauh berbeda *12 tahun, bow!*. mulai dari belanda, jakarta, bogor, bandung, hingga berau. mereka, dengan karakter dan latar belakang berbeda membuat saya menyadari betapa masih banyak hal yang saya tidak ketahui dalam hidup ini. semua orang mampu memperkaya saya dengan berbagai cara. amazing!

di luar itu juga, keluarga semakin solid dan saya semakin mencintai mereka semua. keponakan saya yang lucu bahkan membuat saya ingin menjadi ayah. saya ikut khawatir ketika ia masuk ke rumah sakit karena kena demam berdarah, yang ternyata malah dilanjutkan oleh ibunya beberapa minggu kemudian. untunglah mereka semua telah sembuh sekarang.

mereka semua menambah manisnya tahun 2008 buat seorang saya.

***

Travel is more than the seeing of sights; it is a change that goes on, deep and permanent, in the ideas of living – Miriam Beard

perjalanan membuat saya bersyukur pada apa yang saya telah peroleh. membaca banyak buku-buku perjalanan orang-orang luar biasa juga membuat saya semakin percaya bahwa perjalanan bisa merubah kita. tanyakan saja pada franz wisner (honeymoon with my brother) akan hasil perjalanannya keliling dunia selama 2 tahun… and you will find the similar answer.

tahun ini perjalanan saya memang tidak begitu banyak dilakukan. rutenya masih bogor-belanda-berau dan ditambah bangkok *eh kok b semua?*. perjalanan ke belanda tentu untuk melanjutkan pekerjaan dan kuliah saya. tidak banyak yang berubah dalam rutinitas itu, kecuali dua kali pindah rumah dalam satu tahun. yang tentu bukan kerepotan yang sedikit. saya sudah merasa belanda sebagai rumah kedua.

perjalanan ke bangkok, sesaat sebelum saya mendarat ke jakarta sangatlah berkesan. kunjungan pada kolega dan sahabat-sahabat lama yang sekarang berdiam di bangkok, mengembalikan pada memori lama yang menyenangkan. bersama dengan seorang sahabat yang mengaku ansos, saya mengexplore bangkok *that was fun, al!! thank you!*, kota yang hidup karena turisme (dan juga sex) serta berbagai makanan yang membuat air liur tak juga kunjung berhenti, terutama durian!!. i promise, there will be another bangkok trip in the future.

perjalanan kedua kalinya ke berau masih sama dengan tahun yang lalu. saya masih tetap rajin meng-update jurnal perjalanan saya selama di berau. tahun ini, tanggung jawabnya memang jauh lebih berat, tak hanya wawancara dengan ratusan responden, namun juga melengkapi data-data yang tahun lalu tak sempat saya kumpulkan.

alhamdulillah, walaupun ada beberapa kesulitan, namun saya masih merasa dimudahkan hingga saat ini. mulai dari asisten yang sangat membantu, para pegawai di pemerintahan daerah yang sangat terbuka, juga rekan-rekan ngo yang masih bersemangat membuka tangannya. tak lupa, para penduduk desa yang dengan sukarela direpoti dengan pertanyaan-pertanyaan panjang saya. inilah rumah saya yang ketiga.

semuanya.. membuat saya menjadi lebih kaya.

***

namun, tidak semua hal di tahun ini manis. resolusi tahun 2008 sebenarnya adalah mengikuti lomba-lomba dan (kalau bisa) memenangkannya. sebuah upaya untuk bisa melengkapi dan menambah prentilan alat fotografi saya. sayang, dari dua lomba yang saya ikuti, berakhir dengan (jujur..) kekecewaaan. kesalahan tema menjadi kambing hitam saya dalam hal ini, walaupun saya cukup bangga untuk lomba yang terakhir saya bisa menjadi finalis dari ratusan peserta *aaaaah.. menghibuuuur dirii*. yang pasti, saya memang masih perlu banyak belajar.

ditambah lagi ketika seorang patricia hartono, pemilik restoran surabaya di pasar malam tong-tong denhaag dengan teganya tidak membayar hasil kerja keras kami semua selama berhari-hari. gimme my 350 euro back!!! kepercayaan dan sebuah hubungan pertemanan ternyata hancur karenanya. walaupun itu tidak mempengaruhi penilaian saya terhadap manisnya tahun 2008 ini, namun bagi teman saya yang lain, mungkin itulah satu-satunya harapan mereka untuk mendapatkan sumber pendapatan. kurang ajar memang. semoga namanya ter-google dan hatinya terketuk. hehehe.

***

untuk tahun 2009, saya melihat sebuah optimisme di sana. saya optimis juga karena ada target dan capaian-capaian yang ingin saya dapatkan dalam perjalanannya. kesalahan di masa lalu tentu ada. we’re just human. namun belajar untuk tidak mengulangi kesalahan, tentu jauh lebih baik.

karena itu, resolusi di tahun 2009 tentunya harus ada. beberapa hal yang ingin saya lakukan, dan mungkin terlalu banyak, namun saya percaya bisa melakukannya.

  1. menyelesaikan 90% tulisan disertasi (5 chapters should be done), sehingga saya bisa submit di quarter pertama tahun 2010.
  2. membuat 2 buah artikel ilmiah.
  3. mengikuti at least satu konferensi international berkaitan dengan topik penelitian saya.
  4. menulis dua artikel untuk majalah/koran.
  5. menyelesaikan sebuah “project rahasia” lain.
  6. (masih keukeuh) mengikuti lomba foto *dan syukur-syukur bisa menghasilkan satu-dua buah lensa, hahaha*.

baydewei, mengapa tidak membuat resolusi tentang calon pendamping hidup? tidak. karena buat saya itu bukan resolusi. itu adalah sebuah pilihan dalam sebuah jalan hidup yang harus kita usahakan/buat.

dan tahun 2009… saya berusaha memasukannya ke dalam jalan itu. doakan saya ya. :p

***

SELAMAT MENYAMBUT TAHUN BARU 2009. ISI HATI DAN KEPALA DENGAN KREATIVITAS UNTUK MENCAPAI KESUKSESAN VERSI KITA.

for previous annual articles you may find here.

19 thoughts on “be creative and you’ll become more productive (2008)

  1. @ardho: iya lah. Kalo ke amsterdam kan gw ada bahan celaan. Haha. Peace ah.
    @guni: iya.. Iya… Ntar masuk biografi gw jg kok.
    @ivo: thanx. U2!

  2. Met taon baru, Aki… Hidup emang berharga untuk diperjuangkan bersama Tuhan dan orang-orang kesayangan. Tjieeeehhh…

  3. Seperti yang dulu sekali pernah kita ngobrol tahun 2005 ditelepon itu: Creating legacy.. a fond ones in the eyes of the people we meet. :-). Menjadi individu dengan kreativitas, adalah memang salah satu ciri-khasmu.. – and I see that coming brighter now.. 🙂

    Tetep semangat yah, Qi.. pencapaian berikutnya coba liat dilist-nya, masih panjang, bukan? tapi teteplah melangkah..

    Seneng banget udah ketemuan di JKT, October 2008 kemaren, sebelumnya di Amsterdam, August 2006, selanjutnya kita meeting dimana nih? 😀

  4. Wah,panjang banget.sampe pedih mataku bacanya.tp bagus banged. Inspiring. Jd g sbr nunggu thn 2010, biar bs baca annualnya

  5. Pingback: belajar menulis

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *