terima kasih
May 4, 2009 Reflection
menulis postingan di antara riweuh-nya deadline serta janji pekerjaan yang tidak beres-beres memang bukan hal menyenangkan. namun harus diakui, saya tidak bisa menahan diri untuk menulis ini. *harus.. musti.. kudu… must*
satu bulan berlalu setelah novel pertama kami, Negeri van Oranje, terbit. berbagai macam respon yang timbul, mulai dari yang positif, negatif, histeris, senang, bangga, terinspirasi, berguna, bikin pengen ke belanda, kasihan, hingga cuek bebek, membuat kami merasa senang. kerja keras selama berbulan-bulan kemarin seperti tidak terasa. bahkan ibu saya, tak hanya rebutan membaca dengan adik namun dengan lempeng-nya berkomentar: “a.. hidup kamu di belanda ternyata susah yah? huahahaha…” *gak kok mah.. tenang aja*
membuat sebuah novel atau karya apapun, memang bagaikan melempar sebuah koin dengan dua sisi. dalam tingkatan tertentu, sebuah karya akan selalu memiliki kubu suka dan tidak suka; kubu bagus dan jelek; dan kubu-kubu lainnya. saya pun tidak mengingkari bahwa respon yang baik, positif dan sejenisnya adalah hal yang lebih-ingin-didengar, baik karena jujur ataupun karena merasa tidak enak. tapi, kritik membangun tentu lebih dibutuhkan. apalagi saya tidak ingin ini menjadi karya pertama dan sekaligus terakhir.
di luar itu semua, ternyata, ada hal jauh lebih membuat sebuah karya menjadi lebih berharga. yaitu ketika kita bisa menginspirasi sebuah mimpi, memicu sebuah usaha yang pernah terhenti, dan membantu orang-orang yang membutuhkannya melalui karya yang dihasilkan. bagi saya.. priceless… and beyond words. itulah makna sesungguhnya penciptaan kreatif semua karya. menjadikannya berguna bagi orang yang menikmatinya. in any ways…
TERIMA KASIH.. mungkin hanya itu yang bisa saya berikan untuk semua sahabat dan teman-teman (lama dan baru) yang telah membeli-membaca-meminjam-menengok novel kami. membaca reviews yang bertebaran di dunia maya, bahkan membuat saya kecanduan untuk menulis dan terus menulis. dan tentunya.. untuk terus membuat karya yang lebih baik dari sebelumnya.
tapi.. saat ini.. saya menyelesaikan disertasi ini dulu…
doakan..
[ps: sssthh... denger-denger mau cetak ulang.. doakan lagi yah.. *berbisik lirih*]


May 5th, 2009 at 12:15 am
terima kasih kembali.. *lho ?*
May 5th, 2009 at 4:31 am
veel geluk en veel success met uw dissertation!
and speaking of your novel, setelah baca itu gue makin yakin gue harus ngelanjutin sekolah gue ke sana (amiiin). semoga novel loe sukses terus dan bisa jadi film yaaaaaaaaaa!
fijne dag nog!
May 5th, 2009 at 9:58 am
@imgar: sama sama..
@teppy: semoga jadi sekolah di belanda ya.. amin amin amin..
May 5th, 2009 at 11:57 am
ceteeeeeeeeeeeerrr!!
atmosfer dapur memang cocok untuk anda yaaa :p
May 5th, 2009 at 12:39 pm
*udah baca, tapi belom sempet nulis review* :p
May 6th, 2009 at 3:47 am
kasih selamat dulu buat elo! selamat selamat!
May 6th, 2009 at 6:33 am
wah, ga ikut ngebedah2 buku donk a?
May 6th, 2009 at 10:11 pm
@antie: iya bu.. iya.. hueheh
@q: hmm.. ditunggu ya bah..
@bowo: dank je..!!
@qq: hehehe.. nggak euy.. tugas masih banyak.. *tiket mahal hahah*
May 7th, 2009 at 6:16 am
Makasih juga buat mas qq dan temen2 yg sudah menulis novel bagus.
Jadi semangat lagi nyari2 beasiswa ke Belanda.
May 8th, 2009 at 12:08 am
q..yang agenda indonesia itu jilidannya jelek. baru mei udah amburadul tuh.. *kritik membangun*
May 8th, 2009 at 12:38 am
@widy: sama sama widi.. tetap semangat yah..
mudah2an tahun depan (ada lagi gak yah?) akan lebih baik lagi..
@imgar: thanks broer.. nanti gue sampaikan ya..
May 8th, 2009 at 3:13 am
Kalau begitu saya mau menyatakan…
Novel yang hebat, luar biasa, menginspirasi luar dalam, bukan untuk ke negri belanda, tapi untuk menjadikan Indonesia lebih baik. Semoga orang-orang beridealisme tinggi dan nasionalis serta religius akan makin banyak lahir di bumi persada Indonesia..
Salam hangat!
keep writing!
Btw, kapan bedah buku or launching di Palembang?
kami tunggu… ^_^’
May 9th, 2009 at 12:09 am
thanks banget indah..
semoga inspirasinya bisa diwujudkan
untuk di palembang.. nanti kita tanya ke bentang ya..
August 26th, 2009 at 7:35 am
hi mas.
aku udah beli dan baca novelnya. cool. suka banget. cara bertutur, informasi yg terkandung di dalamnya, jg endingnya. namun satu hal yg ganjel banget : saya mendapati ada sekian banyak halaman kosong disana. kali gak salah nyaris 10 halaman kosong di novel yg saya miliki. dan itu ganggu banget. pertanyaan saya: apakah hanya saya yg mengalaminya?bisakah novel yg saya miliki itu ditukar dgn yg halamannya komplit?
terimakasih sebelumnya.
saleum dari aceh!
August 26th, 2009 at 2:16 pm
hi moeldjanie.. makasih ya udah baca buku kita..
untuk kasus halaman kosong.. coba kontak ke toko buku di mana kamu beli..
mudah2an bisa ditukar yah..
kalo gak bisa.. coba hubungi bentang pustaka untuk penukaran. mudah2an membantu ya? thanks.
January 9th, 2010 at 3:00 pm
Waahhhh, gara2 jarang eksis di kota besar & gramed, akhirnya baru akhir tahun kmrn sempet baca. Baguuuss & bikin ngakak. Sebenernya tokoh yg mewakili mas QQ itu siapa? Q tebak yaa? Heeemmm … Wicak?