sebuah rintisan untuk jalan yang lebih besar (2009)

akhirnya salju mulai mencair setelah selama beberapa hari belanda dan sebagian besar eropa menjadi putih. dari jendela kamar saya melihat pemandangan di luar yang berubah menjadi  cokelat, hitam dan berair. jelek dan tidak menyisakan sama sekali keindahan yang hadir beberapa hari lalu. sekilas sebuah pertanyaan melintas, “apa yang sedang saya lakukan di sini?”.

ya.. apa yang membawa saya kembali ke kota ini? ruangan ini tiba-tiba menjadi dingin. saya merindukan sebuah kehangatan.

secara perlahan, saya membawa pikiran pada sebuah pemandangan pantai putih di pulau derawan sana. satu tahun yang lalu, saya berada di pulau derawan, sendiri, dan berusaha mencari sebuah ketenangan di antara sibuknya kegiatan penelitian saya di berau. saya berharap banyak pada berbagai rencana yang akan saya jalankan di tahun 2009. tidak banyak resolusi yang dibuat pada saat itu, namun beberapa hal besar yang terjadi di tahun 2009, sepertinya akan menjadi rintisan untuk hal-hal lain yang (jauuuh) lebih besar di tahun-tahun mendatang. saya percaya itu.

***

saya punya pacar. itulah salah satu hal besar (yang tidak menjadi resolusi saya) di tahun 2009. setelah bertahun-tahun merasa nyaman dengan kesendirian, saya pun berusaha keluar dari comfortable zone itu. panggil dia si mbil, wanita cantik yang mungkin dihujat teman-temannya karena bersedia menjadi pacar saya yang… [tidak] ganteng tapi baik hati ini (atta 2009). toch, kehidupan membutuhkan dua kutub yang berbeda untuk bisa berjalan dengan sempurna (yeaaaah!!). ketika pertama kali mengenalnya di tahun 2008, saya langsung merasa that she’s the one. maka doakan saja,  semoga niat baik ini berujung pada hal yang baik pula.

hal besar lain adalah novel negeri van oranje. saya amat sangat tidak menyangka jika ternyata novel yang kami kerjakan selama kurang lebih satu tahun membuat tahun 2009 menjadi berwarna. dimulai dari launching perdana di bulan april, cetakan kedua sebulan setelahnya, ketiga keempat dan hingga akhirnya kelima di akhir tahun 2009 ini. lalu, talk show di beberapa kota oleh kedua sahabat, adept dan wahyu (juga saya walaupun hanya kebagian sekali di bulan oktober) yang membuat haru-biru, cerah-ceria, melow-selow dan suka-cita. belum lagi respon dari pembaca, kritikus, sahabat2, media, blogger, alumni2 belanda hingga neso indonesia yang membuat tahun ini semakin berbeda. tak lupa para sahabat-sahabat baru di facebook, twitter, dan lain-lain yang datang dengan pujian, motivasi, harapan hingga kritik terhadap novel itu. terakhir, ditampilkan secara nasional di acara kick andy-nya metro tv yang membuat saya merinding disko ketika menontonnya.

memang masih belum sempurna. masih banyak yang harus diperbaiki. namun, seiring dengan itu, saya masih tak menyangka betapa novel ini membuat banyak orang termotivasi untuk bisa melanjutkan sekolah ke luar negeri, mengejar beasiswa, berani bermimpi, hingga mengembalikan semangatnya untuk menyelesaikan thesis yang terbengkalai. siapapun kalian, percayalah, saya sangat bahagia jika novel itu ternyata berdampak jauuuuuh dari apa yang dicita-citakan pada awalnya, yaitu berbagi cerita pengalaman kami di belanda.

novel ini pula yang membuat mimpi saya menjadi penulis semakin nyata. inilah salah satu mimpi yang saya pasang beberapa tahun lalu, dan saya baru bisa memulainya menjadi nyata di tahun 2009. walaupun, menerbitkan novel ini tidak serta merta membuat keinginan ‘menjadi-penulis’ menjadi lebih mudah. saya malah terbebani dengan ini. apakah saya bisa membuat novel lain selain ini? apakah saya memang pantas menjadi penulis? apakah? dan ratusan pertanyaan apakah lainnya. tapi ini pasti bukan menjadi novel pertama dan terakhir. saya berjanji akan membuat karya yang lain.

resolusi lain juga berjalan dengan baik. saya menulis satu artikel perjalanan yang diterbitkan majalah esquire indonesia di bulan april. menjadi sangat menarik karena itu adalah artikel kedua saya yang diterbitkan oleh majalah dan saya menulis tentang kota yang sangat saya cintai, utrecht. sayang, target untuk menulis satu artikel perjalanan lain di tahun 2009 tidak kesampaian. namun, di akhir desember, national geographic indonesia tiba-tiba meminta saya untuk memasukan beberapa hasil penelitian saya ke dalam artikel lokal mereka edisi januari 2010. tanpa menunggu lama, saya menyanggupi permintaan mereka. hingga sekarang, saya masih belum percaya bisa men-support NGI untuk artikel mereka yang bercerita tentang penyu dan kondisi sumber daya alam di kabupaten berau itu. i’m glad to help, guys. let’s do that again some other times.

ngomong-ngomong penelitian, saya sebenarnya tidak sepenuhnya bisa menyelesaikan target dari resolusi yang berkaitan dengan studi. malah, saya bisa katakan bahwa tahun 2009 merupakan titik bawah dalam hal semangat menyelesaikan phd ini. dari 5 chapter yang saya targetkan, hanya 4 chapter yang saya bisa selesaikan. selain itu, dari target 2 artikel yang harus saya selesaikan, saya hanya bisa selesaikan setengah-nya saja. bahkan, presentasi di seminar dan konferensi yang saya ikuti di tahun 2009, menjadi hal yang tidak mau saya ingat-ingat lagi. it turns me off.

saya tahu, ini berarti mengabaikan prioritas utama dari hidup saya. hal yang seharusnya menjadi fokus utama saya saat ini ternyata menjadi hal yang justru paling saya kesampingkan saat itu. menyesal? tidak ada gunanya. saya hanya berharap bahwa satu tahun waktu tersisa ini bisa saya gunakan seoptimal mungkin untuk bisa menyelesaikan semua hal yang berkaitan dengan studi phd ini. tidak ada opsi lain, berjibaku atau kalah, bekerja rodi atau pulang dengan tangan hampa.

saya tidak mau menyalahkannya pada kepulangan ke indonesia bulan september lalu. tidak bijak rasanya menyalahkan itu sebagai biang keterlambatan penulisan thesis saya. selama dua setengah bulan itu saya justru mendapat banyak hal yang mudah-mudahan berguna untuk masa depan saya kelak. saya menambah data lapangan di berau, mengerjakan sebuah pekerjaan lain bersama bapak boss, menganalisa lebih mendalam chapter lima bersama kolega2 yang memang ahlinya, berlebaran bersama keluarga dan teman-teman (priceless), hingga membuat sebuah keputusan masa depan untuk hidup saya (dan dia) kelak. saya tidak menyesal mengambil keputusan untuk pulang saat itu. gratis pula.

selain itu, yang membuat saya tidak menyesal adalah kesempatan untuk melakukan traveling ke beberapa tempat di indonesia, mulai dari berau, salatiga, jambi hingga padang. benar-benar dua setengah bulan yang sangat padat namun bermakna. itulah lanjutan traveling yang saya lakukan setelah trip ke italia yang sangat menyenangkan di bulan juli. trip yang mengambil rute roma-venice-milan ini tadinya akan dilakukan bersama 3 orang sahabat, namun sebuah kecelakaan membuat salah satu sahabat berhalangan. tapi itu tidak mengurangi kemeriahan dan sensasi trip itu sendiri. saya malah jatuh cinta pada italia. pada makanannya, pada alamnya, pada orang-orangnya, pada bangunannya, pada budayanya. one of the best places for traveling.

seperti tahun-tahun sebelumnya, hal terbaik juga datang dari para sahabat. banyak sahabat baru yang datang selama 2009. housemates saya, si jerman dan istrinya serta sahabat mereka menjadi orang-orang penting dalam hidup saya saat ini. mereka banyak memberikan saya makna lain sebuah hubungan pertemanan. sebuah hal yang berbeda dengan apa yang saya punya selama ini. teman2 si mbil di bandung pun menjadi teman-teman baru yang menyenangkan. apalagi jika dilengkapi dengan foto-foto dan makan-makan di seputaran bandung yang memang sejatinya menyenangkan.

kehadiran beberapa sahabat lama dan baru yang mengunjungi saya di utrecht membuat kota ini menjadi lebih meriah. mereka menginap di rumah dan saya memperlihatkan mereka keindahan kota utrecht. itu ternyata menjadi sebuah ritual yang ingin saya lakukan lagi. *ada yang mau datang ke utrecht lagi? jangan lupa berkunjung ke rumah* hubungan dengan sahabat-sahabat lama di utrecht pun memperlihatkan dinamika yang turun naik. beberapa perbedaan pendapat membuka mata saya dan menjadikannya sebagai pelajaran berharga dalam sebuah hubungan pertemanan.

selain itu, dalam perjalanan ke indonesia, saya merasakan sebuah perubahan positif pada hubungan dengan sahabat-sahabat semasa sma dulu. dengan berbagai permasalahan yang kami temui pada kehidupan masing-masing, membuat kami semakin dekat dan mengerti satu sama lain. tidak menyangka jika persahabatan yang dimulai sejak tahun 1991 ini masih bisa bertahan hingga saat ini, dan bahkan semakin berkembang dengan bentuk yang tidak kami sadari sama sekali. it’s not about the quantity.. but the quality.

***

pikiran saya perlahan mulai kembali ke utrecht. hanya tinggal beberapa hari lagi menuju 2010. buat saya, inilah tahun yang akan menjadi penentu arah kehidupan kelak. saya teringat di tahun 2005 ketika saya membuat sebuah keputusan untuk menjadikan tahun 2006 sebagai tahun penentu sebuah jalan di persimpangan yang akan saya temui.

seperti seorang sahabat bilang, hidup memang terdiri dari banyak simpangan-simpangan, kita hanya perlu menentukan salah satu jalan dan berjalan di dalamnya. tidak perlu disesali karena kita akan menemukan lagi persimpangan di dalamnya.

tahun 2010, saya akan menemukan persimpangan dari hasil pilihan saya di tahun 2006.  itulah waktu saya untuk kembali menentukan jalan hidup saya. saya tidak terbayang apakah persimpangan di tahun 2010 akan memiliki lebih banyak jalan yang harus saya pilih atau justru malah memiliki sedikit jalan namun tidak terlihat ujungnya. memilih jalan memang tidak pernah mudah. namun yang pasti, tidak satupun dari jalan itu yang mulus dan tanpa hambatan.

resolusi 2010? ada beberapa, doakan saya bisa menjalankannya.

1. menyelesaikan draft final disertasi di bulan agustus/september.
2. memperoleh pekerjaan di luar indonesia dengan pendapatan lebih layak dari sekarang.
3. menulis 2 artikel ilmiah.
4. menulis 2 artikel perjalanan/populer untuk majalah/koran.
5. membuat satu web photography untuk semua foto jepretan saya.
6. traveling ke salah satu negara di eropa.

satu lagi.. walaupun ini bukan resolusi.. yaitu membawa hubungan saya dengan si mbil satu tingkat lebih tinggi. mohon doa-nya juga ya.

SELAMAT MENYAMBUT TAHUN 2010 DENGAN SEMANGAT YANG LEBIH TINGGI DARI TAHUN SEBELUMNYA. SEMOGA KALIAN MEMPUNYAI MIMPI YANG AKAN KALIAN WUJUDKAN DI TAHUN MENDATANG.

22 thoughts on “sebuah rintisan untuk jalan yang lebih besar (2009)

  1. i’m proud of you..always…one of my best friend dengan semua mimpi2nya yg always terwujud…semoga di tahun 2010, piala berpindah dengan manis… 🙂

  2. i cannot say anything except.. thank you, my “the one” 🙂

    thank you for this year and for many, many years ahead.. semoga sukses semua resolusinya ya (i know that one of them is already done, hahaha..)

    i love you….

  3. ah emang lu selalu menulis mello sumello, jadi ini ditulis bersama sekaleng maximator dan exterminator 18% juga? kekekekek

    happy new year sob, ingat selalu nasehat gw yah, trying is the first step toward failure!

  4. gw doain q… gw doain…
    terutama untuk niat yang terakhir :p
    kasian ama anak-anak loe ntar kalo’ bapaknya terlalu tua beneran 😀

    good luck, q.

  5. qq, kok aku yang terharu ya membacanya. hihihii. congrats untuk semua pencapaiannya. semoga tahun depan lebih baik lagi. amin.

  6. kadang kita tak pernah berpikir mengapa kita sampai di sini….
    keputusan yang kita ambil dalam memilih jalan hidup sering tak terduga ..
    Qiqi… Selamat ya
    target harus diusahakan untuk dicapai

  7. @adept: damn.. ini keliatan melow yah? huahaha. padahal udah gue bikin netral. efek winter. 😛
    @t.w: huahaha.. thanks.. thanks. gue belum tua kok. tahun depan gue 23
    @ida: aduh ida.. jadi terharu didoain. makasih.. makasih.
    @dodi: kudu euy. dana udah abis. hahahaha.
    @onez: makasih.. makasih. bikin target akan membuat kita lebih semangat menghadapi hidup. 🙂

  8. aaqq, kereen, dan ria membacanya berulang-ulang… selalu ingat dulu rajin berkunjung ke sini (dengan menginditp2)..dan tulisan2 akhir tahunnya selalu menginspirasi.. semoga sukses dengan mimpi 2010 dan selamat untuk semua pencapaiannya..

  9. A… pegimane sih caranye nongolin postingan lama per-pages kaya punya situ? postingan lama gwe kok ngilang ye… hehe, sori out of topic, tolong pencerahan ye, kalo kaga NVO-nye kaga gwe baca 3 kali nih… *ngancem*

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *