pembuat (dan bagian dari) sejarah

saya bukan penyuka museum. selama saya tinggal di indonesia kunjungan ke museum bisa dihitung dengan jari. saat itu, untuk saya museum bukan tempat yang menarik untuk dikunjungi. saya tidak bisa menyalahkan pengelolaan museum yang mungkin tidak membuat orang awam seperti saya tidak tertarik untuk mengunjunginya.  saya (dan banyak teman-teman) memang tidak menyukai kunjungan ke museum (1).

pandangan itu agak berubah ketika saya di belanda. walau masih jarang, tapi saya mulai memasuki beberapa museum yang ternyata memang sangat menarik untuk dijelajahi. mulai dari rijk museum, van gogh museum, hingga ke museum maluku pernah saya masuki. akhir tahun kemarin, bersama si jerman dan teman-temannya kami mengunjungi hermitage amsterdam yang terhitung masih ‘baru’. cukup kaget juga ketika menyadari bahwa kami menghabiskan 4 jam di dalam sana.

hermitage sebenarnya bukan museum yang baru. hermitage amsterdam ini merupakan museum satelit dari museum hermitage yang asli di saint petersburg (rusia) sana. hermitage menjadi salah satu museum terbesar dan tertua di dunia dengan koleksi lukisan yang terbanyak, yaitu sekitar 3 juta buah. sebagian koleksinya yang dipajang di amsterdam saja mampu membuat kami bertahan selama 4 jam, apalagi jika kita benar-benar mengunjungi st petersburg? saya malah penasaran untuk melihat kota itu lebih dekat.

kunjungan empat jam itu membuat saya sedikit mengetahui sejarah rusia, hubungan-hubungannya dengan bangsa lain di eropa, bagaimana mereka beranak pinak dan membuat sejarah di daratan eropa. belum lagi decak kagum melihat koleksi-koleksi yang dikumpulkan oleh catherine the great dan keturunannya. not to mention, koleksi baju-baju dan gaun kerajaan yang membuat saya geleng-geleng membayangkan kekayaan dan kekuasaan mereka.

saat itu beberapa pikiran berkelebat di dalam kepala saya: “apakah mereka pernah berpikir bahwa apa yang mereka lakukan itu menorehkan sebuah sejarah di dunia ini? apakah mereka tahu bahwa keputusan yang mereka lakukan (yang mungkin sambil iseng? ah tapi tidak mungkin ya) ternyata berdampak pada kondisi politik dunia? apakah peter the great, ketika memutuskan kebijakan modernisasi rusia, pernah membayangkan bahwa rusia akan menjadi super power eropa saat itu? bagaimana juga dengan pemimpin-pemimpin dunia lainnya?”

lebih lanjut saya malah berpikir, “apa rasanya menjadi bagian dari sejarah? apa rasanya menjadi penentu sejarah dunia? bagaimana rasanya menjadi orang yang mengubah sejarah dunia?”. sudah banyak orang-orang seperti itu. mulai dari hitler, wright brothers, adam smith, alan turing, momofuku ando, sukarno dan jutaan orang lainnya. mereka muncul dengan berbagai pikiran, ide, kebijakan hingga keputusan ‘sepihak’ yang mampu mengubah sejarah dunia. mereka mampu menuliskan nama mereka di berbagai media mengenai sepak terjang dan hasilnya pada dunia. sebagian besar malah dibuatkan museum yang kita kunjungi hingga saat ini.

sebagian dari kita juga menjadi bagian sejarah indonesia. di tahun 1998, walaupun tidak semuanya berada di tempat kejadian, kita menjadi saksi sejarah perubahan besar yang ada di negara kita. riuh rendah, haru biru dan riang gembira kita menyambut momen itu. sama halnya ketika kakek nenek kita melihat sukarno dan hatta membacakan proklamasi di tahun 1945. sejarah telah ditorehkan dan sejarah memang bisa dibuat, entah dengan cara baik ataupun buruk.

pertanyaannya, apakah kita akan menjadi orang-orang yang membuat sejarah atau hanya orang-orang yang kebetulan hidup dan menyaksikan sejarah itu dibuat? atau lebih sialnya hanya menjadi orang yang menikmati sejarah orang lain tanpa pernah sedikitpun menjadi bagian dari sebuah sejarah?

kita memang tidak pernah tahu apakah yang kita lakukan sekarang ternyata mengubah wajah dunia di masa mendatang. bisa saja, 5 atau 10 tahun lagi facebook menjadi penentu perubahan kebijakan politik dunia dan kita pemilik akunnya menjadi pembuat sejarah itu. atau mungkin, pilihan kita saat ini untuk masuk ke fakultas biologi malah membawa kita menjadi penemu pil pembuat badan menjadi lebih langsing hanya dalam 5 menit saja. atau lebih extrim lagi, rengekan anak anda masuk klub sepakbola saat ini, bisa membawa indonesia menjadi juara dunia sepakbola di masa mendatang. we’ll never know.

jadi, bersiaplah untuk membuat sejarah, atau setidaknya menjadi bagian dari sejarah itu sendiri. berani?

notes:

(1) namun saat ini, seperti halnya si adep dan teman-teman di sahabat museum, saya percaya bahwa makin banyak generasi muda indonesia yang mulai menggemari kunjungan ke museum

image source: http://www.onlyinholland.com/

10 thoughts on “pembuat (dan bagian dari) sejarah

  1. Mau juga om jadi bagian warna sejarah.. Tentunya sejarah yang mendatangkan kebaikan.. Btw jadi pengen liat museumnya euy.. Ajakin kita dong om…

  2. Kemane aje bang… Kalo gak salah ada 300-an museum pemerintah di Blande. Puas2in yak kelilingan hehehehe

  3. @antie: hahaha.. efek narsis ampe pengen bikin sejarah LOL
    @idun: kayanya sih.. aku bisa merasakannya 😀
    @al: ih dudul.. ini udah gue bikin singkat dari biasanya
    @anis: iye nih bu.. gara2 di sini malah jadi ‘agak’ doyan ke museum. haha

  4. Oooooommm… aku kapan dong diajak muter2 museum di Belanda, tiketnya juga dibayarin skalian yaaaa… *dikeroyok orang banyak*

  5. gue belum pernah ke Hermitage Amsterdam… pas ke sana baru buka, tapi ngga sempat.
    tapi Hermitage St Petersburg… oh man, gede banget…. spektakular deh. ini kota gile banget deh…

    kalau soal para penguasa besar setara Peter the Great sih, banyak yang sadar dgn sejarah…. dan malah pingin bikin sejarah…
    bahkan ada yang memanipulasi sejarah untuk membuat sejarah supaya sejarah berpihak padanya… nah lho..

    anyway, pokoknya pergi sana deh ke St Petersburg, kalau sempet. ngga mungkin nyesel!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *