tahun wajib bersyukur (2012)

tahun wajib bersyukur (2012)

sebelum memasuki tahun 2012, tahun 2011 ditutup dengan dua berita besar: berita kelahiran dan kematian. semua datang dalam waktu yang sangat singkat. hanya dalam satu bulan, emosi saya dibuat turun naik.

antie hamil! alhamdulillah. kehilangan di tahun sebelumnya, membuat saya sujud syukur mendengar berita baik ini.

tak lama, kegembiraan ini harus sedikit ditahan. supervisor terbaik saya, pak milan j titus, meninggal dunia.

saya beruntung masih bisa bertemu dengan beliau seminggu sebelum wafat. vonis sudah dibuat sang dokter. tidak ada lagi yang bisa diperbuat. kami berdua menangis setelah mengucapkan salam perpisahan yang sebenar-benarnya. saya janjikan bahwa thesis ini akan  dibawa hingga ke garis finish. ia menarik nafas lega. tugasnya di dunia sudah selesai. tangisan saya pun semakin kencang.

tak hanya itu, uang beasiswa habis, ujian s3 saya harus ditunda dan posisi post doc di sebuah universitas belanda pun melayang. semua hal itu membuat saya menutup 2011 dengan agak emosional.

tidak ada keinginan untuk membuat resolusi 2012. yang ada dalam pikiran saya saat itu adalah: menjadi suami siaga bagi kehamilan antie dan menuntaskan janji pada pak milan. titik.

tapi siapa yang menyangka, dengan semua emosi turun naik itu, 2012 ternyata tidak lantas menjadi kacau balau.

kehamilan mengubah hidup kami. saat itu, kami tidak lagi berpikir untuk hidup ‘nomaden’ (antar negara) sebagaimana yang pernah kami cita-citakan ketika awal menikah. kehamilan membuat kami berpikir satu tempat yang ‘pantas’ untuk membesarkan anak kami. yah.. kami berpikir untuk ‘menetap’. dengan semua yang terjadi, indonesia adalah pilihan paling rasional.

atas bantuan seorang sahabat, ariono, kami bisa mendapatkan sebuah rumah indah di daerah bumi serpong damai. sebuah rumah yang sejuk, terletak di pojok cluster, lokasi yang sangat strategis: hanya lima menit dari stasiun kereta, dan tempat makan yang bertebaran di mana mana. saya tidak bisa meminta lebih dari itu.

tak butuh waktu lama bagi kami berdua untuk merasakan sesuatu yang bernama: home. sedikit demi sedikit kami mulai mengisi dan merapikan rumah ini. menjadikannya sebagai ‘home’ bagi kami berdua.

juni 2012, antie disarankan melahirkan caesar. kami menyetujui keputusan ini. keselamatan antie dan sang bayi jauh lebih penting dari apapun. syukur alhamdulillah, semua berjalan lancar. seorang bayi cantik telah lahir ke dunia ini dan menjadikan kami sebagai orang tua. sebuah kontrak hidup pun telah kami tandatangani dengan-Nya. kami namakan ia deandra.

deandra mengubah saya lebih banyak lagi. rasa sayang dan keinginan menjadi ayah yang baik membuat saya terlibat penuh dalam proses mengasuh deandra. mulai dari mengganti popok, menggendong, menidurkan (ini .. semakin sulit), mendukung antie memberikan asi, mengatur mp-asi, hingga memilihkan baju. kami memutuskan untuk tidak menggunakan baby sitter, ataupun bantuan orang tua. saya menjadi sebelah tangan bagi antie dan sangat menikmatinya.

melihat deandra tumbuh selama enam bulan terakhir ini menjadikan 2012 sangat menyenangkan. kejutan-kejutan terus ia hadirkan setiap hari. mulai dari memeletkan lidah, tertawa, bergumam, bicara bahasa bayi, berguling, duduk, hingga tersipu malu ketika saya sebut ia cantik. ia menjadikan saya bapak yang paling bahagia di dunia. ternyata.. begini rasanya.

dalam kesibukan saya bekerja, akhirnya thesis bisa saya selesaikan. pembimbing-pembimbing terbaik saya, annelies zoomers dan paul burgers membuat ini menjadi semakin mudah. jarak jauh indonesia belanda menjadi semakin dekat oleh internet dan telepon. segala macam cara digunakan untuk mengoreksi pekerjaan saya, mulai dari track changes hingga scanning hasil koreksian tangan di halaman yang sudah mereka print. kesabaran mereka patut saya acungkan empat jempol.

hidup di indonesia sembari menyelesaikan thesis pun sebenarnya tidak akan mudah tanpa bantuan dua orang hebat ini: rahajeng pratiwi dan haris iskandar. dua orang kolega kantor yang sangat mengerti kesulitan menyelesaikan thesis dan menyelesaikan semua deadline kantor. tak jarang saya off hanya untuk berkonsentrasi menulis thesis. entah bagaimana harus membayar hutang budi mereka itu kelak.

557763_4536276520203_1829628465_n9 november 2012, setelah 6 tahun berjuang sebagai mahasiswa phd di belanda, dalam sebuah jalur hidup yang turun naik bagaikan roller coaster, saya pun lulus s3. saya berhak menulis gelar phd dalam deretan nama (walaupun itu masih jarang saya lakukan). aneh rasanya.

ujian yang selama ini menjadi momok dalam hidup seorang mahasiswa s3, ternyata tidak menakutkan sebagaimana yang dibayangkan. ujian saya bayangkan sebagai diskusi di kelas. hal itu ternyata bisa membuat saya mengalahkan rasa takut. entah apa yang saya katakan saat itu, tapi yang pasti saya sangat menikmati proses 45 menit tersebut.

belum lagi pesta setelahnya. saya terharu oleh besarnya perhatian para sahabat dan kolega (thanks for the new ipad and great gifts, guys!!). semua ini  tidak mungkin berjalan dengan baik tanpa bantuan dinu abdella dan ari susanti. dua orang kolega hebat di kampus yang saat ini masih berjuang dengan thesis mereka masing-masing.

perjalanan selama 6 tahun kemarin adalah perjalanan memperkuat pengetahuan, keterampilan dan jejaring. banyak perubahan yang terjadi pada diri saya, secara personal ataupun profesional. enam tahun yang panjang dan berisi banyak hal.

seperti belum cukup, 2012 ditutup dengan pekerjaan baru. sebuah organisasi belanda yang memiliki kantor di indonesia memilih saya untuk mengisi posisi chief technical officer. seorang sahabat baik, putri, menjadi pembuka jalan untuk melamar posisi itu.

pekerjaan yang hingga saat ini sangat saya nikmati. bertemu banyak orang-orang baru, bertemu alumni-alumni ipb kehutanan, menambah jejaring baru, hingga kembali pada ilmu-ilmu kehutanan yang hampir saja terlupakan.

dengan semua hal yang saya alami di tahun 2012 ini, tidak ada alasan untuk mengeluh apalagi komplain hal-hal yang buruk yang terjadi.

inilah tahun terbaik bagi saya dan keluarga.. so far.

saya percaya, hidup seperti roda, kita bisa berpindah tempat dalam waktu yang tidak kita ketahui. karena itu, saya harus tetap bersyukur atas semua yang telah didapat, sambil terus berusaha untuk menjadi lebih baik di hari-hari berikutnya.

resolusi 2013 tidak lagi saya list panjang seperti tahun-tahun sebelumnya. saya hanya ingin melihat deandra sehat dan tumbuh, memberikan kami kejutan-kejutan baik, dan menjadikan kami orang yang lebih baik lagi. saya juga ingin memberikan ‘home’ bagi antie dan deandra, entah di sini atau di tempat lain. tak lupa, menjadikan pekerjaan yang saya lakukan saat ini bermanfaat bagi semua orang. selain itu? tetap berbuat baik.

SELAMAT TAHUN BARU 2013. semoga tahun baik ini akan terus berlanjut… amin.

7 Replies to “tahun wajib bersyukur (2012)”

  1. Selamat tahun baru AaQQ. Berharap agar semangat yang sama bisa saya pelihara di tahun ini :). Cheers from my Deandra 😉

  2. kiii, itu yang foto mba indah yahhh *komen ga penting* hahaha….gue baru nemu blog elo nih telat banget ye…hehee..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *