aaqq

week 26|2008 (cold play - violet hill)


atmosfer

atmosfer

pengen tau atmosfer-nya. itu kata-kata andalan yang selalu dibilang ketika gue mau melakukan sesuatu yang belum pernah gue lakukan ataupun penasaran dengan sebuah hal baru tapi gak yakin ataupun emang gak sengaja terjerumus di dalam sebuah hal yang ternyata-gak -enak tapi malu-buat-ngakuin-nya ataupun emang narsis belaka *alasan yang mengada-ngada*. tapi gue rasa, itu juga bisa karena faktor adventurous *ada kan istilah itu?* atau emang penasaran untuk mencoba hal-hal yang baru. walaupun untuk beberapa orang, itu juga lebih kepada keberuntungan semata ataupun emang pengen keren aja *halah*.

mencoba masakan hasil uji coba seseorang yang baru tau cara motong bawang, memasuki ladang ranjau di vietnam, nyemplung di kolam taman monas, melakukan hormat ala nazi di jerman dan sejenisnya mungkin bisa menjadi contoh. ah, tapi gue gak se-extrim itu lah, beberapa hal sebenarnya buat orang lain mungkin gak terlalu baru atau bahkan biasa-biasa aja. tapi teuteup buat gue kalau ada orang nanya kenapa gue melakukan itu, ya…. gue kan pengen tau atmosfer-nya aja. halah..

parfum

parfum

parfum, deodoran dan sejenisnya memang dibuat untuk membuat seseorang tercium jauh lebih wangi ataupun menghindari bau badan yang berlebihan. seringkali wangi parfum juga menunjukkan karakter dan tingkat sosial seseorang. buat beberapa orang, parfum adalah sebuah keharusan. mereka seringkali merasa kurang percaya diri jika keluar rumah tanpa semprotan parfum di sekujur tubuhnya. namun, untuk banyak orang, parfum juga dilihat sebagai benda secondary atau bahkan tersier yang dipakai sesekali atau bahkan tidak memakainya sama sekali.

walaupun parfum adalah sebuah benda yang personal, yang bau enak dan tidaknya tergantung dari orang yang menggunakannya, tapi kita adalah orang yang mau tidak mau mencium bau parfum yang dipake oleh orang lain. betul kan? sebalnya, beberapa orang seringkali memakai bau wewangian yang aneh-aneh dan kadang bikin gue pusing delapan puluh tiga keliling. gak peduli mahal ataupun dibeli di ujung paris sana, jika parfum tidak enak, buat gue adalah tetap tidak enak. parfum murah sekalipun, jika wanginya memang enak, pastilah enak. beberapa kali gue mengalami peristiwa dodol dan kadang menyebalkan gara-gara parfum yang menurut gue bikin mabok.

week 25|2008 (juanes - que pasa?)

one of amazing songs from juanes

hup holland hup!!

hup holland hup!!

sebagai bukan penggila bola, gue ternyata gak bisa menghindari demam bola yang terjadi di belanda dan eropa, bahkan di dunia ini. euro 2008 yang berlangsung sejak sabtu kemarin membuat semua belanda berwarna orange sejak minggu-minggu lalu. semua jalan, rumah, toko, cafe hingga kampus pun berubah warna.

di kampus gue, sekretaris fakultas bahkan mengirim email ke semua staff untuk ikut serta dalam taruhan euro 2008, dengan 5 euro saja. ckckckckc… emang hebat nih negara… tarohan bola aja bisa masuk lewat kampus. ekekeke. belum lagi pembicaraan yang semuanya menyangkut ke masalah pertandingan bola, mau menonton di mana, mendukung tim mana, bahkan hingga pertanyaan menyangkut bagaimana per-sepakbola-an indonesia. deuuh, capek deeeey.

nadal memang handal

nadal memang handal

tak salah jika dia memang dikatakan sebagai raja lapangan tanah liat. federer pun terpaksa harus (kembali) mengakui kehandalan nadal yang menaklukan roland garros dengan tiga set, 6-1, 6-3, 6-0.
puas rasanya menonton dua goliath bertarung, serasa membeli tiket termahal prancis terbuka dan duduk di kursi paling depan lapangan.
ngomong-ngomong.. walaupun dia main dengan tangan kiri, tapi sebenarnya […]

week 24|2008 (earth wind and fire - september)

ba de ya - say do you remember
ba de ya - dancing in September
da de ya - never was a cloudy day
..damn.. what a song!!..

agamaku dan agamamu

agamaku dan agamamu

indonesia adalah salah satu inisiator untuk asia-europe meeting interfaith dialogue 4 tahun yang lalu. ketika bertemu dengan para delegasinya di denhaag, sesaat setelah mereka bertemu para delegasi negara lain di amsterdam, membuat saya bertanya-tanya dalam hati: seberapa efektifnya kah forum ini?

walaupun, pada kesempatan itu mereka bisa menjelaskan peranan indonesia di dunia internasional, bagaimana pandangan negara lain terhadap keberagaman agama di indonesia, dan pujian-pujian selangit lainnya. tapi, saya merasa ada “ketidakrukunan” yang cukup fundamental antar delegasi agama. juga saya merasa ragu bahwa forum ini bisa merukunkan antar agama yang ada di indonesia. apalagi melihat di dalam agamanya masing-masing saja masih belum bisa satu suara *alias tidak rukun*?