<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>aaqq&#124;dot&#124;net &#187; Scholar</title>
	<atom:link href="http://www.aaqq.net/category/aargh-why-phd/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.aaqq.net</link>
	<description>a life in a blog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 12 Mar 2012 16:49:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>the process: what is home?</title>
		<link>http://www.aaqq.net/2011/01/31/the-process-what-is-home/</link>
		<comments>http://www.aaqq.net/2011/01/31/the-process-what-is-home/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Jan 2011 13:15:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aaqq™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reflection]]></category>
		<category><![CDATA[Scholar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aaqq.net/?p=1250</guid>
		<description><![CDATA[yes&#8230; what is home? hehe. source: phdcomics.com]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>yes&#8230; what is home? hehe.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://www.phdcomics.com/comics/archive/phd062308s.gif" alt="" width="500" /></p>
<p><em>source: phdcomics.com</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aaqq.net/2011/01/31/the-process-what-is-home/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>post it, guys! (ceteran untuk disertasi)</title>
		<link>http://www.aaqq.net/2009/08/11/post-it-guys-ceteran-untuk-disertasi/</link>
		<comments>http://www.aaqq.net/2009/08/11/post-it-guys-ceteran-untuk-disertasi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2009 12:24:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aaqq™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Holland]]></category>
		<category><![CDATA[Scholar]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aaqq.net/?p=562</guid>
		<description><![CDATA[ini adalah postingan lama banget.. waktu saya membuat thesis untuk master program di wageningen tahun 2004-2005. senang rasanya mendapat ceteran, semangat dari teman dan sahabat yang kadang memang bikin semangat dan kadang.. gak masuk akal. however, they had supported me to finish the what-so-called thesis. and now.. saya punya &#8216;tukang ceter special&#8217;.. dan juga teman2 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" src="http://thumbs.dreamstime.com/thumb_288/121578572334Babi.jpg" alt="" width="200" align="left" />ini adalah postingan lama banget.. waktu saya membuat thesis untuk master program di wageningen tahun 2004-2005. senang rasanya mendapat ceteran, semangat dari teman dan sahabat yang kadang memang bikin semangat dan kadang.. gak masuk akal. <em>however, they had supported me to finish the what-so-called thesis. </em></p>
<p><em>and now</em>.. saya punya &#8216;tukang ceter special&#8217;.. dan juga teman2 dan keluarga yang senantiasa mendorong dan menyemangati saya buat menyelesaikan disertasi ini. semangat, q!!! walau tanpa post it, kamu pasti bisa menyelesaikannya *<em>self supporting mode on</em>*</p>
<p><span id="more-562"></span>***</p>
<p>wageningen, 15 desember 2004</p>
<p>membuat thesis kadang bikin stress yang gak jelas. faktor supervisor, bahan yang terlalu banyak, analisis yang dangkal *<em>itu mah faktor otak, q!</em>*, kurang bisa mengatur waktu, waktu tidur yang kurang, dan jam tidur yang tidak teratur bisa menyebabkan stress tersebut.</p>
<p>salah satu hal yang membuat saya bisa tersenyum selama menulis thesis ini adalah beberapa kertas &#8216;post it&#8217; dari sahabat-sahabat yang bertuliskan kata-kata untuk saya supaya terus bersemangat di dalam pembuatan thesis ini. tak jarang isi &#8216;post it-nya&#8217; itu sendiri tidak nyambung dengan &#8216;rasa semangat&#8217; yang saya harapkan, namun keinginan para sahabat untuk menulis di post it berwarna kuning itu, membuat saya merasakan dorongan semangat itu. dan inilah mereka&#8230;</p>
<p><strong>qq, tetab semangad</strong> &#8211; <em>sena, penyiar radio perdana enschede. badannya gede banget dan (sekarang udah ) PhD loh.<br />
</em></p>
<p><strong>qq, thesis itu tidak mudah, tetapi juga tidak susah. menikah itu jauh lebih mudah. maka selesaikan thesismu loh</strong> &#8211; <em>arief, big guy with a big heart from enschede. ketawanya khas banget dan paling cocok menyanyikan lagu cucak rowo</em></p>
<p><strong>q, anytime you are horny, please do your thesis</strong> &#8211; <em>hakim on behalf of andre blum.. supervisor saya yang superduper cerdas *supervisornya.. bukan hakim* dan kalo kata hexy.. spv saya itu too smart to handle.. and it&#8217;s true!!!</em></p>
<p><strong>q, bikin thesis itu harus &#8216;fall in love&#8217;. jadi kudu usahain dulu jatuh cinta ama dia. nah.. setelah itu pasti nggak bakal bosan-bosan, akhirnya kelar juga kok </strong>- <em>yurdi, ketua ppi belanda, sang senior yang sangat bijaksana. guru di berbagai hal</em></p>
<p><strong>rizki pandu permana, if your sex is good, then your thesis is the best</strong> &#8211; <em>anna, anak baru yang keliatan lama. teman ngocol gak jelas</em></p>
<p><strong>dear aa qq-san, ganbatte buanget buat thesis jouw yah.. smoga lancar dan berhasil dengan baik.. doaku bersamamu</strong> &#8211; <em>sipirili, my sister.. one of my angels.. dengan kemampuan bahasa yang macam2.. dan keluguan yang tidak dibuat2<br />
</em></p>
<p><strong>aa, tetap semangat. jangan nangis lagi yah! *look who&#8217;s talking?</strong> &#8211; <em>joice, my sister.. one of my angels.. sedikit manja namun cerdas dan sexy</em></p>
<p><strong>qq, sex is good but thesis is better..!</strong> &#8211; <em>satya, seorang sahabat, pemuda beranak dua.. inspirator untuk segera menikah.. pikirannya jorok terus dan slank bahasa inggris yang sangad amerika banged.<br />
</em></p>
<p><strong>qq, maju terus pantang mundur.. hidup thesis</strong> &#8211;  <em>eka, wanita cerdas dengan kemauan keras.</em></p>
<p><strong>qq, aku dukung lo! lu pasti bisa.. </strong>- <em>hakim, seorang sahabat.. kelakuan kadang aneh2.. kaya tiba2 bikin rekaman lagu pada saat stress ngapalin buat ujian dan maksa-maksa saya untuk mendengarkan di tengah malam.<br />
</em></p>
<p><strong>qq, ayo semangat dengan thesis!!! kamu pasti bisa!!! </strong>- <em>tintin, my sister.. one of my angels.. pandai memasak dan sangat perhatian dengan semua orang. kadang manja dan merupakan teman berbagi tembakau satu2nya di wageningen ini</em></p>
<p><strong>q.. if you get stuck just call my name 13 kali</strong> &#8211; <em>nana, ibu ini sangat pandai memasak buat semua adik2nya di wageningen.<br />
</em></p>
<p><strong>q, semanga.. semanga.. jangan banyak merenung ajah. cepa bikin beres ini thesis yah!! </strong>- <em>indra, seorang sahabat dari enschede. sangat gaul sekaleee.. list YM-nya aja 300 orang dan isinya cewek semua.<br />
</em></p>
<p><strong>q, orang tuh punya kemampuan yang berbeda-beda! kalo kamu merasa gak sanggup lagi kerjain THESIS, sudahlah give up aja, jangan dipaksa. balik aja ke indo, tanpa gelar!! disana set-up bisnis </strong>- <em>muhy, seorang sahabat, ketua ppi enschede tergila dalam sejarah dan banyak membuat orang tergila-gila. komennya emang gak mutu tapi supportnya&#8230; lumayan lah.<br />
</em></p>
<p><strong>hayo q.. semangat beresin thesis</strong> &#8211; <em>qq, emang ini saya yang nulis..<br />
</em></p>
<p>pokoknya.. <em>thank you guys</em>..  mau nambahin? <em>you are welcome</em>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aaqq.net/2009/08/11/post-it-guys-ceteran-untuk-disertasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>nilai yang berbeda</title>
		<link>http://www.aaqq.net/2008/07/02/nilai-yang-berbeda/</link>
		<comments>http://www.aaqq.net/2008/07/02/nilai-yang-berbeda/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Jul 2008 20:06:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aaqq™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Scholar]]></category>
		<category><![CDATA[Bom dan potas]]></category>
		<category><![CDATA[features]]></category>
		<category><![CDATA[Nelayan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aaqq.net/?p=308</guid>
		<description><![CDATA["Kalau di sini, nangkap ikan gak cuma pake jaring dan pancing, tapi juga bom dan potas." Pak Thamrin memulai diskusi sore itu dengan sebuah kalimat yang tidak saya harapkan akan muncul di awal diskusi. Ternyata ia tidak sesulit yang saya bayangkan. Padahal, ketika pertama kali saya tiba di depan rumahnya yang asri, wajahnya memandang saya dengan tidak bersahabat dan membuat ragu untuk beramah tamah dengannya. Namun, lelaki paruh baya dengan kumis baplang berwarna hitam dan perut gendutnya yang ia biarkan terbuka itu ternyata mempersilahkan saya masuk.

Diselingi dengan hembusan rokok lintingan, yang dibuat dalam waktu beberapa detik saja, ia ternyata orang yang sangat suka bercerita. Tak lama, semua cerita mengenai kehidupan nelayan di pulau itu pun meluncur dari mulutnya. Mulai dari nenek moyang orang-orang di kampung ini yang berasal dari negara tetangga, perompak yang menghancurleburkan kampung ini di tahun 50an, hingga asal muasal dirinya yang kabur dari kampung halamannya di Timur sana.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="float: left; margin: 5px;" src="http://farm3.static.flickr.com/2186/2118292579_f5afa2833c.jpg" alt="" width="300" />&#8220;<em>Kalau di sini, nangkap ikan gak cuma pake jaring dan pancing, tapi juga bom dan potas.</em>&#8221; Pak Thamrin memulai diskusi sore itu dengan sebuah kalimat yang tidak saya harapkan akan muncul di awal diskusi. Ternyata ia tidak sesulit yang saya bayangkan. Padahal, ketika pertama kali saya tiba di depan rumahnya yang asri, wajahnya memandang saya dengan tidak bersahabat dan membuat ragu untuk beramah tamah dengannya. Namun, lelaki paruh baya dengan kumis baplang berwarna hitam dan perut gendutnya yang ia biarkan terbuka itu ternyata mempersilahkan saya masuk.</p>
<p>Diselingi dengan hembusan rokok lintingan, yang dibuat dalam waktu beberapa detik saja, ia ternyata orang yang sangat suka bercerita. Tak lama, semua cerita mengenai kehidupan nelayan di pulau itu pun meluncur dari mulutnya. Mulai dari nenek moyang orang-orang di kampung ini yang berasal dari negara tetangga, perompak yang menghancurleburkan kampung ini di tahun 50an, hingga asal muasal dirinya yang kabur dari kampung halamannya di Timur sana.</p>
<p><span id="more-308"></span>Bom dan potas sudah menjadi teman dari banyak nelayan di kampungnya. Ia bahkan mengaku pernah menggunakan bahan-bahan berbahaya itu untuk memperoleh hasil ikan yang maksimal.Tak kurang dari 20 kilo ikan bisa ia dapat dengan usaha yang tidak seberapa. <em>Mudah kok jualnya, apalagi di sini para pembeli tidak pernah peduli dengan kualitas ikan. Mau pake jaring, pake pancing, pake bom atau potas, asalkan murah, pasti laku dibeli</em>, begitu kilahnya menjelaskan kenapa selama ini bisa bebas menjual ikan-ikan bom tersebut. Memang, dari penampakan luar. ikan yang didapat menggunakan bom memang tidak berbeda dengan ikan biasa. Tapi coba sentuh bagian dalam, maka akan terlihat bahwa tulang-tulang ikan tersebut dapat dipastikan hancur berantakan.</p>
<p>Jangan tanya soal peraturan yang dibuat oleh pemerintah. Kapal patroli dan kebijakan sudah dibuat untuk melarang praktek-praktek <em>yang katanya </em>ilegal tersebut. Tapi seringkali para nelayan memang jauh lebih pintar untuk bisa tetap menggunakan bahan-bahan itu. Kebutuhan hidup yang semakin banyak, harga-harga yang merangkak naik, modernitas dalam bentuk kebutuhan barang-barang, kapitalisme di berbagai bidang, termasuk kebutuhan untuk memiliki hape dan televisi seperti tetangganya yang sukses, membuat mereka berjuang untuk bisa memenuhi itu semua. Jangan salahkan pendidikan yang membuat mereka masih bergelut dengan kehidupan nelayan hingga saat ini. Cuma itu yang mereka bisa andalkan, walaupun dengan cara-cara yang terlihat berbahaya dan berbeda dengan nilai-nilai yang ada di luar sana.</p>
<p>Peraturan yang semakin ketat juga berdampak pada konflik antara orang-orang di kampungnya dengan LSM yang mereka tuduh sebagai biang keladi dibuatnya pelarangan itu. Belum lagi pembuatan zonasi larangan mengambil ikan yang menurut mereka tidak masuk akal. Dengan dalih bahwa masyarakat telah ada sejak ratusan tahun yang lalu dan selama ini jumlah ikan yang ada tidak pernah berkurang drastis, mereka menganggap aturan itu sebagai akal-akalan saja. Alhasil, mereka mencurigai semua orang yang mereka anggap sebagai orang LSM, melarang mereka masuk, termasuk mencurigai semua program apapun yang mereka buat. Itu juga yang membuat dia nampak tidak bersahabat ketika saya tiba di depan rumahnya. Rupanya ia menyangka saya adalah anggota LSM yang ia maksud tadi.</p>
<p>Inilah salah satu perjuangan untuk sebuah tujuan yang bernama konservasi sumber daya alam. Sebuah konsep sebaik apapun, memang seringkali memiliki &#8216;nilai&#8217; yang berbeda ketika dihadapkan pada kepentingan yang berbeda. Konservasi memang tidak bisa dipisahkan dari bidang-bidang lain, termasuk ekonomi dan sosial. Apalagi jika berhubungan dengan hajat hidup masyarakat yang sudah ratusan tahun bergantung pada sumber daya alam itu.</p>
<p>Jangan pula sebutkan <em>sustainability</em>, <em>konservasi</em>, <em>development goals</em>, atau kata-kata bombastis lainnya pada mereka. Bahkan, menuliskan kata TIDAK BOLEH kepada mereka pun tidak akan berpengaruh nyata jika tidak dengan memberikan alternatif yang senilai dengan apa yang mereka lepaskan. Nilai untuk hal yang mereka lepaskan itu seringkali tidak hanya bisa diukur dengan perhitungan ekonomi namun juga harus mempertimbangkan nilai sosial dan budaya yang ada. Ketika semua itu tidak bisa dipertemukan, maka konflik berkepanjangan yang justru akan mencuat.</p>
<p>Di akhir pembicaraan, ia mengakui bahwa kelumpuhan yang dialami oleh tetangganya akibat terlalu sering menyelam (tanpa alat pula!) untuk menyemprotkan potas di antara terumbu karang membuatnya berpikir ratusan kali untuk menggunakan bahan itu. &#8220;<em>Si Japra itu kalau menyelam, nyemprot potas, dan dapet ikan banyak, pasti langsung minum-minum tuak malamnya. Akhirnya, lama-lama kaki dan tangannya lumpuh, mas. Takut saya kalau jadi kaya gitu juga.</em>&#8221; Ia mengatakan itu sambil berbisik, seakan tak mau seorangpun yang mendengar. Ditambah dengan kehilangan jari di tangan kiri anak lelakinya akibat bom ikan yang meledak terlalu cepat, membuat ia berhenti untuk menggunakan cara-cara itu. Saat ini ia memang tidak ngoyo lagi mencari ikan. Ia lebih memilih untuk berkonsentrasi membuat pesanan perahu bagi teman-temannya, yang hingga saat ini masih tetap bertahan menggunakan bahan-bahan tersebut. Entah sampai kapan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aaqq.net/2008/07/02/nilai-yang-berbeda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>food or fuel?</title>
		<link>http://www.aaqq.net/2008/04/22/food-or-fuel/</link>
		<comments>http://www.aaqq.net/2008/04/22/food-or-fuel/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Apr 2008 09:50:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aaqq™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Scholar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aaqq.net/?p=276</guid>
		<description><![CDATA[source: http://content.cartoonbox.slate.com]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="vertical-align: top;" src="http://content.cartoonbox.slate.com/?feature=de384c30e0fa826e9343f8012efb0218" alt="" width="370" /></p>
<p>source: http://content.cartoonbox.slate.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aaqq.net/2008/04/22/food-or-fuel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>(research) poster</title>
		<link>http://www.aaqq.net/2008/03/29/research-poster/</link>
		<comments>http://www.aaqq.net/2008/03/29/research-poster/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Mar 2008 15:46:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aaqq™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Scholar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aaqq.net/?p=274</guid>
		<description><![CDATA[my first research poster. i presented it in URU day, last week. well.. this is a general-preliminary-findings of my first-stage-research. still, lots of things should be done in the future&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>my first research poster. i presented it in URU day, last week. well.. this is a general-preliminary-findings of my first-stage-research. still, lots of things should be done in the future&#8230; <img src='http://www.aaqq.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a href="http://i70.photobucket.com/albums/i105/aaqqnet/rpermana_poster.jpg" target="_blank"><img src="http://i70.photobucket.com/albums/i105/aaqqnet/rpermana_poster.jpg" alt="" width="370" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aaqq.net/2008/03/29/research-poster/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

