e-NGO and coffee
Apr 18, 2008 Coffee
how’s the relation of coffee companies and environmental NGOs?
few years ago, WWF, through their research in lampung warned the coffee lovers that some of their drinking coffee were illegally grown inside one of the world’s most important national parks for tigers, elephants and rhinos. their research findings showed that the encroachment in the national park for agriculture purpose (in this case mostly dominated by coffee) was the most serious thread for the biodiversity of the park. however, still they asked the international roasters and traders to continue to buy robusta coffee from lampung, sumatra, but develop and implement rigorous chain of custody controls that will exclude all illegal, and unsustainably grown coffee, from the supply chain.
while, since 1998, another big international NGO, conservation international also has been working closely with starbucks, as the company sources its premium coffee from the very regions CI work to preserve, including the small coffee farms in chiapas, mexico. together they launched a three-year program encouraging coffee growers in chiapas to continue their sustainable farming practices. in return, they received technical assistance from CI’s field staff and Starbucks became a dependable buyer of the farmers’ beans. recently, they renewed their cooperation with more hot issue facing today, which is global warming and deforestation.
in the next earth day (22 of april), every cup of coffee you purchase from starbucks will be donated 5 dollar cent to CI and will be used for reforestation in chiapas, mexico.
yup.. another “smart” point of marketing from starbucks.
image source: http://www.conservation.org/
cupping coffee ala anomali cafe
Apr 9, 2008 Coffee
Meng-cupping menjadi salah satu kegiatan per-kopi-an yang ingin sekali saya datangi. Selain ingin belajar banyak dengan para pakarnya, saya juga ingin mengetahui bagaimana membedakan berbagai rasa kopi dengan teknik meng-cuppingnya. Sayang, kesempatan yang diberikan oleh Anomali Cafe tidak bisa saya ambil begitu saja. Ugh.. mungkin belum jodohnya. Mudah-mudahan mereka akan melakukannya lagi, suatu saat kelak. Untung sekali, seorang sahabat, Wiwin, berkesempatan untuk datang dan menceritakannya buat saya. Juga buat kalian semua, tentunya.
Enjoy!
***
Anomali, 9 pagi. Acara dibuka oleh Mbak Odilia dari Detikfood yang menjelaskan dengan fakta yang sangat menarik berdasarkan artikel yang ia baca. “Kopi Indonesia diperkirakan akan merajai perkopian dunia pada tahun 2025!” begitu katanya.
Gila! Edan! Dan itu juga alasan kenapa coffee cupping yang akan dilakukan hari ini akan bercerita lebih banyak mengenai kopi Indonesia. Sip! Setuju! Bahkan di undangan, seluruh peserta diminta untuk mengenakan busana bernuansa batik untuk mengentalkan suasana Indonesia pagi itu. Seru! Gue sendiri? Gue pake rok batik ungu ngejreng.
Acara langsung diserahkan Mbak Odi ke Agam, salah satu dari 2 pemilik Anomali. My goodness! Gue bisa ngerasain passion dari dua orang muda ini (iya sumpe masih muda!) waktu mereka bergantian bicara soal kopi. Agam mengamini pernyataan Mbak Odi di awal acara. Yup, kopi Indonesia merupakan salah satu kopi dengan kualitas terbaik dunia karena kandungan tanah vulkanik Indonesia yang subur. Masing-masing tanah di kepulauan Indonesia mempunyai karakter masing-masing. Ah, itu lah sebabnya kenapa kopi Sumatera lain dengan Jawa, Bali atau Toraja.

