tahun wajib bersyukur (2012)

sebelum memasuki tahun 2012, tahun 2011 ditutup dengan dua berita besar: berita kelahiran dan kematian. semua datang dalam waktu yang sangat singkat. hanya dalam satu…

be creative and you’ll become more productive (2008)

setelah berada di sebuah toyota avanza keluaran 2008 selama 2 jam, dengan posisi badan yang sedikit membungkuk, dan barang bawaan yang menindih paha, saya pun tiba di dermaga penyeberangan tanjung batu. moyo, sang motoris speed boat menyambut saya dengan sebuah keheranan di wajahnya, seraya bertanya, “hanya sendiri saja, pak?”. saya hanya mengangguk dan tersenyum. tadinya saya hendak mengatakan, memang kenapa kalau sendiri?, tapi mengurungkannya dan langsung berjalan menuju speedboat biru putih yang menanti di air.

tanpa banyak basa-basi, kami meluncur perlahan menuju pulau derawan. terpaan angin yang berhembus, bau air laut biru yang khas, serta kacamata hitam yang menempel di wajah, membuat saya seperti james bond yang bertualang di perairan berau, minus senjata dan wanita-wanita cantik tentunya.

inilah kali kedua saya ke derawan di tahun 2008, dan kali kelima saya dalam hidup. tidak banyak yang berubah, karena derawan tetaplah indah seperti pertama kali saya menginjaknya di tahun 2006. kecuali sebuah fakta bahwa inilah pertama kali saya pergi sendirian. target perjalanan saya hanya satu, bisa menenangkan pikiran setelah lebih dari dua bulan berjalan kesana kemari melaksanakan penelitian. memang belum rampung semua, karena masih ada satu tempat lagi yang harus saya kunjungi.

traveling sendirian memang sering saya lakukan, namun lebih banyak untuk bekerja. liburan sendirian, sepertinya baru kali ini saya lakukan. ternyata itu menyenangkan. saya malah merencanakan untuk melakukannya lebih sering. sendirian bukan berarti kesepian, karena dua buah novel, sebuah ipod 8 gb, serta beberapa dvd bajakan ikut menemani saya.

puluhan orang pun saya temui dalam liburan singkat ini. entah berapa kali saya harus menjelaskan kepada mereka mengapa saya ada di berau, mengapa saya berlibur, dan apa status pernikahan saya (untungnya tidak pernah ditanya agama ataupun pilihan politik saya). sebagai balasan mereka mengoceh mengenai kehidupan mereka. tak hanya seorang manager media, kontraktor, pejabat bank negeri ini, pegawai negeri, pengelola penginapan, namun juga seorang petugas militer yang dengan cueknya menunjukkan bekas peluru di perutnya akibat pertempuran dengan perampok sarang burung walet. “peluru ini tembus loh mas, sampe ke punggung dan untungnya hanya menyerempet usus saya.” saya pun hanya bisa meringis membayangkan rasanya.

and… here i am, di antara birunya air laut, hamparan pasir putih, deburan ombak, di tengah heningnya malam, menuliskan sebuah artikel tahunan. momen yang selalu saya tunggu setiap tahunnya, seraya me-recall kembali semua mozaik-mozaik kehidupan saya selama 2008 kemarin.