<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>aaqq&#124;dot&#124;net &#187; Annual article</title>
	<atom:link href="http://www.aaqq.net/category/annual-article/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.aaqq.net</link>
	<description>a life in a blog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 12 Mar 2012 16:49:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>kehidupan dalam sebuah roller-coaster (2010)</title>
		<link>http://www.aaqq.net/2011/01/01/kehidupan-dalam-sebuah-roller-coaster-2010/</link>
		<comments>http://www.aaqq.net/2011/01/01/kehidupan-dalam-sebuah-roller-coaster-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Jan 2011 20:39:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aaqq™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Annual article]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aaqq.net/?p=1190</guid>
		<description><![CDATA[hidup memang seperti naik roller-coaster: menyenangkan tapi bisa membuat kita di atas atau di bawah dalam sekejap, dan bahkan memutarbalikkan atau menghentikan kita di tengah jalan. setiap orang bisa memilih naik roller-coaster yang ia inginkan. tidak ada yang sama. ada yang berjalan cepat, ada yang berjalan lambat, ada yang dinamis, ada yang statis. you decide. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>hidup memang seperti naik roller-coaster: menyenangkan tapi bisa membuat kita di atas atau di bawah dalam sekejap, dan bahkan memutarbalikkan atau menghentikan kita di tengah jalan.</p>
<p>setiap orang bisa memilih naik roller-coaster yang ia inginkan. tidak ada yang sama. ada yang berjalan cepat, ada yang berjalan lambat, ada yang dinamis, ada yang statis. <em>you decide</em>.</p>
<p>roller-coaster saya tahun 2010 begitu cepat dan dinamis. yang membuat saya bersyukur bahwa saya bisa melewatinya. kadang masih tidak percaya mengingat apa yang saya lakukan dan alami tahun lalu. naik turun. bikin tertawa lepas, tapi kadang bikin mual.</p>
<p><span id="more-1190"></span>***</p>
<p>akhir 2009, saya memantapkan hati untuk menikahi mbil. dalam suasana yang menurut saya romantis, tapi mungkin tidak buat mbil, saya mengajaknya menikah. gayung bersambut. mbil mengangguk. saya kelojotan seneng.</p>
<p>sop buntut resto rumah nenek di cilaki, para pelayan yang bersliweran membawa pesanan, dan puluhan pengunjung yang bersaing untuk berbicara menjadi saksi janji kami berdua. romantis banget kan? <em>yeah</em>.</p>
<p>maka 2010 menjadi tahun yang sibuk dengan berbagai persiapan pernikahan. mulai dari yang remeh sampai yang temeh (<em>nyambung, eh?</em>). sebenarnya ini terbilang nekad karena uang tabungan kami tidak memadai. jangankan buat kendurian kawin, buat arisan rt aja mungkin gak cukup.</p>
<p>namun berbekal keyakinan bahwa seluruh dunia akan berkonspirasi mendukung sebuah niat baik, maka saya memantapkan hati. walaupun sempat terpikir akan mengikat paulo coelho dan menceburkannya ke lautan atlantik jika ini ternyata salah total.</p>
<p>dukungan mengalir mulai dari keluarga, teman, kolega, sampe tukang nasi uduk gondangdia (<em>percayalah, ini karena malam ini saya lagi pengen nasi uduk banget</em>). beberapa orang bahkan sujud syukur karena (<em>akhirnya</em>) ada yang mau nikah dengan saya.</p>
<p>lamaran pun dilakukan di bandung. seperti biasa, saya membawa rombongan &#8216;lenong&#8217; yang heboh. saking hebohnya, kamera ketinggalan di hotel. maka dokumentasi lamaran dilakukan dengan kamera seadanya. si papah bahkan sempat-sempatnya mengambil foto dari kamera hape saat proses lamaran berlangsung.</p>
<p>tak hanya mau ikut lamaran, rombongan lenong juga ingin jalan-jalan di bandung. lamaran hanya dua jam dan dua hari sisa adalah untuk factory outlet, lomie, dan restoran seafood.</p>
<p>dalam waktu beberapa bulan, secara perlahan <em>load</em> pekerjaan (<em>sampingan</em>) saya (<em>dan mbil</em>) meningkat. penghasilan bertambah dan kucuran dana turun lebih cepat. saya jadi curiga, jangan-jangan #menyumbang #kendurian #aaqq menjadi trending topic saat itu? (<em>iya.. iya.. saya #twitterOD</em>).</p>
<p>karena itu, saya harus-wajib-kudu mengucapkan banyak terima kasih pada mereka semua yang mendukung kendurian nasional itu. terutama untuk orang-orang yang telah memberikan kepercayaan pekerjaan sampingan itu. tanpa kalian, paulo coelho tentu sudah mengambang di laut.</p>
<p>***</p>
<p><img class="alignnone" src="http://farm6.static.flickr.com/5089/5226327465_94b8685f3e.jpg" alt="" width="500" height="332" /></p>
<p><a href="http://www.02102010.net/" target="_blank">tanggal 02102010</a> saya pun merasakan deg-degannya ijab kabul. tak sia-sia saya menghapal kalimat itu selama beberapa hari, karena dalam satu tarikan nafas saya pun resmi menjadi suami orang.</p>
<p>kehadiran anggota keluarga, termasuk para sahabat-sahabat terbaik yang rela jauh-jauh datang ke pesta pernikahan kami membuat saya terharu. itulah salah satu momen terbaik dalam hidup saya.</p>
<p>kebahagiaan masih belum cukup. beberapa minggu setelah menikah, si mbil hamil. saya lagi-lagi menangis terharu melihat dua garis pada alat testpack yang ia perlihatkan melalui skype. <em>cengeng ih? biar aja weeek</em>.</p>
<p>saya? jadi bapak? owhmaigat. keajaiban kecil telah hadir untuk kami berdua. kami menamainya bubi. semua rencana pun berubah. kami mulai merancang rencana baru dan menyesuaikan dengan rencana sebelumnya. <em>we&#8217;re excited!</em></p>
<p>tapi rupanya DIA menentukan lain. bubi tidak mampu bertahan. kami kehilangan bubi setelah beberapa minggu dalam kandungan. kami merasa kehilangan dan inilah titik rendah kami di tahun 2010. ditambah dengan kami yang berjauhan, membuat saya semakin merasa bersalah.</p>
<p>saat itu, memulihkan kesehatan mbil menjadi hal yang jauh lebih penting. tapi saya beruntung bahwa mbil adalah salah satu wanita kuat yang pernah saya temui (<em>setelah xena dan wonder woman</em>). saya tahu ia begitu terpukul dengan kehilangan ini, namun ia berusaha untuk sabar dan tetap <em>move on</em>. dia memang wanita hebat.</p>
<p>***</p>
<p><img class="alignnone" src="http://farm2.static.flickr.com/1343/5101685429_3ab3ae39a5.jpg" alt="" width="500" height="333" /></p>
<p>seperti tahun-tahun sebelumnya, 2010 juga tahun yang penuh perjalanan. perjalanan terbaik, tentu saja honeydays bersama si mbil ke beberapa tempat di thailand, mulai dari phuket, phi-phi island, chiang mai, hingga bangkok. selain itu, walaupun dengan dalih presentasi riset di konferensi, saya mengunjungi hongkong dan macau pada bulan mei 2010. menyenangkan dan mengenyangkan.</p>
<p>pekerjaan saya pun membuat saya mengunjungi beberapa tempat di indonesia, mulai dari banda aceh, palembang, lubuk linggau, padang, danau singkarak, jambi, sumedang dan garut. puas rasanya bermandi matahari indonesia. kulit saya memang jadi hitam, tapi hati saya menjadi lebih bersih. <em>eaaa</em>&#8230;</p>
<p>***</p>
<p>untuk pertama kalinya saya merasakan bekerja di jakarta. mendapat pekerjaan konsultansi di sebuah lembaga international, tentu sebuah pilihan yang sulit untuk ditolak.</p>
<p>bertahun-tahun saya suka mencela teman-teman di bogor yang bekerja di jakarta, yang harus pergi pagi pulang malam. akhirnya saya menelan kata-kata sendiri. <em>karma! </em></p>
<p>selama satu setengah bulan pertama, saya pun menjadi anak kereta bogor-jakarta-pp dengan semua kisah-kisahnya. mulai dari bangun pagi-pagi, pulang malam-malam, berdiri dempet2an, kereta mogok, buka puasa massal, misuh-misuh dan lain sebagainya.</p>
<p>tidak tahan dengan rutinitas itu, saya pun memutuskan untuk mencari kontrakan di jakarta. ini juga menjadi sejarah dalam hidup, karena untuk pertama kalinya saya tinggal di jakarta.</p>
<p>kami menempati sebuah tempat indah di lantai 39 di bilangan jakarta pusat. cukup 15 menit untuk tiba di kantor, saya pun punya banyak waktu untuk bisa berduaan dengan si mbil. nonton bioskop tengah malam. belanja mingguan di tengah kemacetan karena obama datang. jalan kaki dari bundaran hi hingga semanggi. beberapa kali kami juga mengundang sahabat2 untuk makan malam bersama. momen-momen yang sangat kami nikmati.</p>
<p>***</p>
<p>sayang,  hidup di jakarta hanyalah sebuah kenikmatan sesaat (<em>eh?</em>). saya harus kembali ke belanda dan kami harus ldr lagi seperti masa pacaran dulu. hutang saya menanti: disertasi. <em>jeng jeng jeng</em>.</p>
<p>tahun 2010 (<em>seharusnya</em>) menjadi tahun terakhir program phd saya di universitas utrecht. walaupun hingga akhir 2010, saya sudah menyelesaikan 6 chapter dari 7 chapter yang ditargetkan, namun masih banyak revisi sana sini  yang perlu dilakukan.</p>
<p>beruntung (<em>again?</em>) saya masih bisa mendapatkan perpanjangan hingga april 2011. ini bakal menjadi masa-masa terperih sebagai mahasiswa. butuh usaha dan doa yang lebih kencang supaya lancar (<em>termasuk membuktikan kembali teori konspirasinya paulo coelho</em>).</p>
<p>***</p>
<p><img class="alignnone" src="http://farm6.static.flickr.com/5205/5312839175_6d098a75f2.jpg" alt="" width="443" height="500" /></p>
<p>namun, di luar disertasi, saya juga berhasil membuat beberapa tulisan: satu paper ilmiah yang insya allah akan terbit tahun 2011 dan satu working paper untuk lembaga saya bekerja.</p>
<p>selain itu, bersama 7 orang penulis hebat, saya mengeluarkan sebuah novel (kumpulan cerpen) bertemakan cinta, berjudul <a href="http://www.goodreads.com/book/show/9756741-empat-musim-cinta" target="_blank">empat musim cinta</a>. saya menyumbang 2 cerita di sana. saat ini tersedia di toko-toko buku terkemuka di indonesia. silahkan dicari dengan harga 33 ribu saja. #promositerselubung.</p>
<p>***</p>
<p>melihat <a href="http://www.aaqq.net/2009/12/30/sebuah-rintisan-untuk-jalan-yang-lebih-besar-2009/" target="_blank">resolusi tahun lalu</a>, beberapa poin memang dapat saya laksanakan walaupun tidak sesuai dengan yang direncanakan. mengatakan tidak puas tentu tidaklah tepat, karena apa yang saya dapat di luar itu justru jauh lebih banyak. DIA masih sayang sama saya dan bersyukur adalah hal yang harus dilakukan.</p>
<p>tidak kapok untuk bikin resolusi? kenapa tidak? untuk 2011 saya punya beberapa hal yang ingin dicapai, yaitu:</p>
<p>1. submit disertasi dan ujian dengan sukses. <em>amin</em>.<br />
2. mendapat pekerjaan yang diinginkan. <em>amin</em>.<br />
3. mempunyai sebuah hal bernama: &#8216;<em>home</em>&#8216;. <em>amin</em>.<br />
4. menambah tabungan dan mengurangi hutang. <em>amin</em>.<br />
5. menulis novel baru. <em>amin</em>.</p>
<p>saya tidak akan berganti roller-coaster di 2011, karena masih bersambung dengan 2010 <em>(kalo turun entar harus bayar lagi</em>). yang pasti, roller-coaster 2011 akan lebih dinamis dengan kecepatan yang jaaaauh lebih tinggi dibanding sebelumnya.</p>
<p>tapi saya merasa lebih siap untuk petualangan baru ini, karena saya tidak sendirian. saya punya pasangan tandem yang hebat dan dapat saya andalkan. bersama mbil, saya pasti akan mendapat episode-episode hidup yang jauh lebih berbeda dan berwarna. hidup mbil! <em>(berasa slogan caleg ya?).</em></p>
<p><em><strong><img class="alignnone" src="http://multiply.com/mu/aaqq/image/11/photos/40/500x500/3/01012008-11.JPG?et=z0Mkntc2HPpqFrvPvUykng&amp;nmid=75424832" alt="" width="500" height="347" /></strong></em></p>
<p><em><strong>hidup tidak akan menjadi lebih mudah, namun kita bisa membuatnya menjadi lebih berwarna dan menyenangkan untuk dihadapi. SELAMAT TAHUN BARU 2011, teman-teman!</strong></em></p>
<p><em><strong></strong></em><em>note: roller-coaster pic by <a href="http://www.flickr.com/photos/flipmovie/" target="_blank">karl151k</a> and 4musimcinta pic by andy f yahya</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aaqq.net/2011/01/01/kehidupan-dalam-sebuah-roller-coaster-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>sebuah rintisan untuk jalan yang lebih besar (2009)</title>
		<link>http://www.aaqq.net/2009/12/30/sebuah-rintisan-untuk-jalan-yang-lebih-besar-2009/</link>
		<comments>http://www.aaqq.net/2009/12/30/sebuah-rintisan-untuk-jalan-yang-lebih-besar-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Dec 2009 01:23:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aaqq™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Annual article]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aaqq.net/?p=884</guid>
		<description><![CDATA[akhirnya salju mulai mencair setelah selama beberapa hari belanda dan sebagian besar eropa menjadi putih. dari jendela kamar saya melihat pemandangan di luar yang berubah menjadi  cokelat, hitam dan berair. jelek dan tidak menyisakan sama sekali keindahan yang hadir beberapa hari lalu. sekilas sebuah pertanyaan melintas, &#8220;apa yang sedang saya lakukan di sini?&#8221;. ya.. apa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" src="http://farm3.static.flickr.com/2619/4173001448_e166d42e29_b.jpg" alt="" width="200" />akhirnya salju mulai mencair setelah selama beberapa hari  belanda dan sebagian besar eropa menjadi putih. dari jendela kamar saya melihat pemandangan di luar yang berubah menjadi  cokelat, hitam dan berair. jelek dan tidak menyisakan sama sekali keindahan yang hadir beberapa hari lalu. sekilas sebuah pertanyaan melintas, &#8220;apa yang sedang saya lakukan di sini?&#8221;.</p>
<p>ya.. apa yang membawa saya kembali ke kota ini? ruangan ini tiba-tiba menjadi dingin. saya merindukan sebuah kehangatan.</p>
<p>secara perlahan, saya membawa pikiran pada sebuah pemandangan pantai putih di pulau derawan sana. satu tahun yang lalu, saya berada di pulau derawan, sendiri, dan berusaha mencari sebuah ketenangan di antara sibuknya kegiatan penelitian saya di berau. saya berharap banyak pada <a href="http://www.aaqq.net/2008/12/28/be-creative/" target="_blank"><strong>berbagai rencana</strong></a> yang akan saya jalankan di tahun 2009. tidak banyak resolusi yang dibuat pada saat itu, namun beberapa hal besar yang terjadi di tahun 2009, sepertinya akan menjadi rintisan untuk hal-hal lain yang (jauuuh) lebih besar di tahun-tahun mendatang. saya percaya itu.</p>
<p><span id="more-884"></span>***</p>
<p>saya punya pacar. itulah salah satu hal besar (yang tidak menjadi resolusi saya) di tahun 2009. setelah bertahun-tahun merasa nyaman dengan kesendirian, saya pun berusaha keluar dari <em>comfortable zone</em> itu. panggil dia si mbil, wanita cantik yang mungkin dihujat teman-temannya karena bersedia menjadi pacar saya yang&#8230; [tidak] ganteng tapi baik hati ini (atta 2009). toch, kehidupan membutuhkan dua kutub yang berbeda untuk bisa berjalan dengan sempurna (<em>yeaaaah!!</em>). ketika pertama kali mengenalnya di tahun 2008, saya langsung merasa <em>that she&#8217;s the one</em>. maka doakan saja,  semoga niat baik ini berujung pada hal yang baik pula.</p>
<p><img class="alignleft" src="http://www.negerivanoranje.nl/wp-content/uploads/2009/03/nvo_books-300x225.jpg" alt="" hspace="5" width="300" height="225" />hal besar lain adalah <a href="http://www.negerivanoranje.nl/" target="_blank"><strong>novel negeri van oranje</strong></a>. saya amat sangat tidak menyangka jika ternyata novel yang kami kerjakan selama kurang lebih satu tahun membuat tahun 2009 menjadi berwarna. dimulai dari launching perdana di bulan april, cetakan kedua sebulan setelahnya, ketiga keempat dan hingga akhirnya kelima di akhir tahun 2009 ini. lalu, talk show di beberapa kota  oleh kedua sahabat, adept dan wahyu (juga saya walaupun hanya kebagian sekali di bulan oktober) yang membuat haru-biru, cerah-ceria, melow-selow dan suka-cita. belum lagi respon dari pembaca, kritikus, sahabat2, media, blogger, alumni2 belanda hingga neso indonesia yang membuat tahun ini semakin berbeda. tak lupa para sahabat-sahabat baru di facebook, twitter, dan lain-lain yang datang dengan pujian, motivasi, harapan hingga kritik terhadap novel itu. terakhir, ditampilkan secara nasional di acara kick andy-nya metro tv yang membuat saya merinding disko ketika menontonnya.</p>
<p>memang masih belum sempurna. masih banyak yang harus diperbaiki. namun, seiring dengan itu, saya masih tak menyangka betapa novel ini membuat banyak orang termotivasi untuk bisa melanjutkan sekolah ke luar negeri, mengejar beasiswa, berani bermimpi, hingga mengembalikan semangatnya untuk menyelesaikan thesis yang terbengkalai. siapapun kalian, percayalah, saya sangat bahagia jika novel itu ternyata berdampak jauuuuuh dari apa yang dicita-citakan pada awalnya, yaitu berbagi cerita pengalaman kami di belanda.</p>
<p>novel ini pula yang membuat mimpi saya menjadi penulis semakin nyata. inilah salah satu mimpi yang saya pasang beberapa tahun lalu, dan saya baru bisa memulainya menjadi nyata di tahun 2009. walaupun, menerbitkan novel ini tidak serta merta membuat keinginan &#8216;menjadi-penulis&#8217; menjadi lebih mudah. saya malah terbebani dengan ini. apakah saya bisa membuat novel lain selain ini? apakah saya memang pantas menjadi penulis? apakah? dan ratusan pertanyaan apakah lainnya. tapi ini pasti bukan menjadi novel pertama dan terakhir. saya berjanji akan membuat karya yang lain.</p>
<p><img class="alignright" src="http://i70.photobucket.com/albums/i105/aaqqnet/ESQTravel0-APR09.jpg" alt="" hspace="5" width="300" />resolusi lain juga berjalan dengan baik. saya menulis satu artikel perjalanan yang diterbitkan majalah <strong>esquire indonesia</strong> di bulan april. menjadi sangat menarik karena itu adalah artikel kedua saya yang diterbitkan oleh majalah dan saya menulis tentang kota yang sangat saya cintai, utrecht. sayang, target untuk menulis satu artikel perjalanan lain di tahun 2009 tidak kesampaian. namun, di akhir desember, <strong>national geographic indonesia</strong> tiba-tiba meminta saya untuk memasukan beberapa hasil penelitian saya ke dalam artikel lokal mereka edisi januari 2010. tanpa menunggu lama, saya menyanggupi permintaan mereka. hingga sekarang, saya masih belum percaya bisa men-support NGI untuk artikel mereka yang bercerita tentang penyu dan kondisi sumber daya alam di kabupaten berau itu. <em>i&#8217;m </em><em>glad to help, guys. let&#8217;s do that again some other times</em>.</p>
<p>ngomong-ngomong penelitian, saya sebenarnya tidak sepenuhnya bisa menyelesaikan target dari resolusi yang berkaitan dengan studi. malah, saya bisa katakan bahwa tahun 2009 merupakan titik bawah dalam hal semangat menyelesaikan phd ini. dari 5 chapter yang saya targetkan, hanya 4 chapter yang saya bisa selesaikan. selain itu, dari target 2 artikel yang harus saya selesaikan, saya hanya bisa selesaikan setengah-nya saja. bahkan, presentasi di seminar dan konferensi yang saya ikuti di tahun 2009, menjadi hal yang tidak mau saya ingat-ingat lagi. <em>it turns me off</em>.</p>
<p>saya tahu, ini berarti mengabaikan prioritas utama dari hidup saya. hal yang seharusnya menjadi fokus utama saya saat ini ternyata menjadi hal yang justru paling saya kesampingkan saat itu. menyesal? tidak ada gunanya. saya hanya berharap bahwa satu tahun waktu tersisa ini bisa saya gunakan seoptimal mungkin untuk bisa menyelesaikan semua hal yang berkaitan dengan studi phd ini. tidak ada opsi lain, berjibaku atau kalah, bekerja rodi atau pulang dengan tangan hampa.</p>
<p>saya tidak mau menyalahkannya pada kepulangan ke indonesia bulan september lalu. tidak bijak rasanya menyalahkan itu sebagai biang keterlambatan penulisan thesis saya. selama dua setengah bulan itu saya justru mendapat banyak hal yang mudah-mudahan berguna untuk masa depan saya kelak. saya menambah data lapangan di berau, mengerjakan sebuah pekerjaan lain bersama bapak boss, menganalisa lebih mendalam chapter lima bersama kolega2 yang memang ahlinya, berlebaran bersama keluarga dan teman-teman (<em>priceless</em>), hingga membuat sebuah keputusan masa depan untuk hidup saya (dan dia) kelak. saya tidak menyesal mengambil keputusan untuk pulang saat itu. gratis pula.</p>
<p>selain itu, yang membuat saya tidak menyesal adalah kesempatan untuk melakukan traveling ke beberapa tempat di indonesia, mulai dari berau, salatiga, jambi hingga padang. benar-benar dua setengah bulan yang sangat padat namun bermakna. itulah lanjutan traveling yang saya lakukan setelah trip ke italia yang sangat menyenangkan di bulan juli. trip yang mengambil rute roma-venice-milan ini tadinya akan dilakukan bersama 3 orang sahabat, namun sebuah kecelakaan membuat salah satu sahabat berhalangan. tapi itu tidak mengurangi kemeriahan dan sensasi trip itu sendiri. saya malah jatuh cinta pada italia. pada makanannya, pada alamnya, pada orang-orangnya, pada bangunannya, pada budayanya. <em>one of the best places for traveling</em>.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://farm4.static.flickr.com/3468/3805003955_e8a57ff7f8_b.jpg" alt="" width="500" /></p>
<p>seperti tahun-tahun sebelumnya, hal terbaik juga datang dari para sahabat. banyak sahabat baru yang datang selama 2009. housemates saya, si jerman dan istrinya serta sahabat mereka menjadi orang-orang penting dalam hidup saya saat ini. mereka banyak memberikan saya makna lain sebuah hubungan pertemanan. sebuah hal yang berbeda dengan apa yang saya punya selama ini. teman2 si mbil di bandung pun menjadi teman-teman baru yang menyenangkan. apalagi jika dilengkapi dengan foto-foto dan makan-makan di seputaran bandung yang memang sejatinya menyenangkan.</p>
<p>kehadiran beberapa sahabat lama dan baru yang mengunjungi saya di utrecht membuat kota ini menjadi lebih meriah. mereka menginap di rumah dan saya memperlihatkan mereka keindahan kota utrecht. itu ternyata menjadi sebuah ritual yang ingin saya lakukan lagi. *<em>ada yang mau datang ke utrecht lagi? jangan lupa berkunjung ke rumah*</em> hubungan dengan sahabat-sahabat lama di utrecht pun<em> </em>memperlihatkan dinamika yang turun naik. beberapa perbedaan pendapat membuka mata saya dan menjadikannya sebagai pelajaran berharga dalam sebuah hubungan pertemanan.</p>
<p>selain itu, dalam perjalanan ke indonesia, saya merasakan sebuah perubahan positif pada hubungan dengan sahabat-sahabat semasa sma dulu. dengan berbagai permasalahan yang kami temui pada kehidupan masing-masing, membuat kami semakin dekat dan mengerti satu sama lain. tidak menyangka jika persahabatan yang dimulai sejak tahun 1991 ini masih bisa bertahan hingga saat ini, dan bahkan semakin berkembang dengan bentuk yang tidak kami sadari sama sekali. <em>it&#8217;s not about the quantity.. but the quality</em>.</p>
<p>***</p>
<p>pikiran saya perlahan mulai kembali ke utrecht. hanya tinggal beberapa hari lagi menuju 2010. buat saya, inilah tahun yang akan menjadi penentu arah kehidupan kelak. saya teringat di tahun 2005 ketika saya membuat sebuah keputusan untuk menjadikan tahun 2006 sebagai tahun penentu sebuah jalan di persimpangan yang akan saya temui.</p>
<p>seperti seorang sahabat bilang, hidup memang terdiri dari banyak simpangan-simpangan, kita hanya perlu menentukan salah satu jalan dan berjalan di dalamnya. tidak perlu disesali karena kita akan menemukan lagi persimpangan di dalamnya.</p>
<p>tahun 2010, saya akan menemukan persimpangan dari hasil pilihan saya di tahun 2006.  itulah waktu saya untuk kembali menentukan jalan hidup saya. saya tidak terbayang apakah persimpangan di tahun 2010 akan memiliki lebih banyak jalan yang harus saya pilih atau justru malah memiliki sedikit jalan namun tidak terlihat ujungnya. memilih jalan memang tidak pernah mudah. namun yang pasti, tidak satupun dari jalan itu yang mulus dan tanpa hambatan.</p>
<p>resolusi 2010? ada beberapa, doakan saya bisa menjalankannya.</p>
<p>1. menyelesaikan draft final disertasi di bulan agustus/september.<br />
2. memperoleh pekerjaan di luar indonesia dengan pendapatan lebih layak dari sekarang.<br />
3. menulis 2 artikel ilmiah.<br />
4. menulis 2 artikel perjalanan/populer untuk majalah/koran.<br />
5. membuat satu web photography untuk semua foto jepretan saya.<br />
6. traveling ke salah satu negara di eropa.</p>
<p>satu lagi.. walaupun ini bukan resolusi.. yaitu membawa hubungan saya dengan si mbil satu tingkat lebih tinggi. mohon doa-nya juga ya.</p>
<p><strong>SELAMAT MENYAMBUT TAHUN 2010 DENGAN SEMANGAT YANG LEBIH TINGGI DARI TAHUN SEBELUMNYA. SEMOGA KALIAN MEMPUNYAI MIMPI YANG AKAN KALIAN WUJUDKAN DI TAHUN MENDATANG.</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aaqq.net/2009/12/30/sebuah-rintisan-untuk-jalan-yang-lebih-besar-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>be creative and you&#8217;ll become more productive (2008)</title>
		<link>http://www.aaqq.net/2008/12/28/be-creative/</link>
		<comments>http://www.aaqq.net/2008/12/28/be-creative/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Dec 2008 07:59:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aaqq™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Annual article]]></category>
		<category><![CDATA[feature]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aaqq.net/?p=347</guid>
		<description><![CDATA[setelah berada di sebuah toyota avanza keluaran 2008 selama 2 jam, dengan posisi badan yang sedikit membungkuk, dan barang bawaan yang menindih paha, saya pun tiba di dermaga penyeberangan tanjung batu. moyo, sang motoris speed boat menyambut saya dengan sebuah keheranan di wajahnya, seraya bertanya, “hanya sendiri saja, pak?”. saya hanya mengangguk dan tersenyum. tadinya saya hendak mengatakan, memang kenapa kalau sendiri?, tapi mengurungkannya dan langsung berjalan menuju speedboat biru putih yang menanti di air.

tanpa banyak basa-basi, kami meluncur perlahan menuju pulau derawan. terpaan angin yang berhembus, bau air laut biru yang khas, serta kacamata hitam yang menempel di wajah, membuat saya seperti james bond yang bertualang di perairan berau, minus senjata dan wanita-wanita cantik tentunya.

inilah kali kedua saya ke derawan di tahun 2008, dan kali kelima saya dalam hidup. tidak banyak yang berubah, karena derawan tetaplah indah seperti pertama kali saya menginjaknya di tahun 2006. kecuali sebuah fakta bahwa inilah pertama kali saya pergi sendirian. target perjalanan saya hanya satu, bisa menenangkan pikiran setelah lebih dari dua bulan berjalan kesana kemari melaksanakan penelitian. memang belum rampung semua, karena masih ada satu tempat lagi yang harus saya kunjungi.

traveling sendirian memang sering saya lakukan, namun lebih banyak untuk bekerja. liburan sendirian, sepertinya baru kali ini saya lakukan. ternyata itu menyenangkan. saya malah merencanakan untuk melakukannya lebih sering. sendirian bukan berarti kesepian, karena dua buah novel, sebuah ipod 8 gb, serta beberapa dvd bajakan ikut menemani saya.

puluhan orang pun saya temui dalam liburan singkat ini. entah berapa kali saya harus menjelaskan kepada mereka mengapa saya ada di berau, mengapa saya berlibur, dan apa status pernikahan saya (untungnya tidak pernah ditanya agama ataupun pilihan politik saya). sebagai balasan mereka mengoceh mengenai kehidupan mereka. tak hanya seorang manager media, kontraktor, pejabat bank negeri ini, pegawai negeri, pengelola penginapan, namun juga seorang petugas militer yang dengan cueknya menunjukkan bekas peluru di perutnya akibat pertempuran dengan perampok sarang burung walet. “peluru ini tembus loh mas, sampe ke punggung dan untungnya hanya menyerempet usus saya.” saya pun hanya bisa meringis membayangkan rasanya.

and… here i am, di antara birunya air laut, hamparan pasir putih, deburan ombak, di tengah heningnya malam, menuliskan sebuah artikel tahunan. momen yang selalu saya tunggu setiap tahunnya, seraya me-recall kembali semua mozaik-mozaik kehidupan saya selama 2008 kemarin.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="float: left; margin: 5px;" src="http://farm3.static.flickr.com/2264/2118265005_85507a64d7_b.jpg" alt="" width="200" />setelah berada di sebuah toyota avanza keluaran 2008 selama 2 jam, dengan posisi badan yang sedikit membungkuk, dan barang bawaan yang menindih paha, saya pun tiba di dermaga penyeberangan tanjung batu. moyo, sang motoris speed boat menyambut saya dengan sebuah keheranan di wajahnya, seraya bertanya, “hanya sendiri saja, pak?”. saya hanya mengangguk dan tersenyum. tadinya saya hendak mengatakan, <em>memang kenapa kalau sendiri?</em>, tapi mengurungkannya dan langsung berjalan menuju speedboat biru putih yang menanti di air.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm;">tanpa banyak basa-basi, kami meluncur perlahan menuju pulau derawan. terpaan angin yang berhembus, bau air laut biru yang khas, serta kacamata hitam yang menempel di wajah, membuat saya seperti james bond yang bertualang di perairan berau, minus senjata dan wanita-wanita cantik tentunya.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm;"><span id="more-347"></span>inilah kali kedua saya ke derawan di tahun 2008, dan kali kelima saya dalam hidup. tidak banyak yang berubah, karena derawan tetaplah indah seperti pertama kali saya menginjaknya di tahun 2006. kecuali sebuah fakta bahwa inilah pertama kali saya pergi sendirian.<span> </span>target perjalanan saya hanya satu, bisa menenangkan pikiran setelah lebih dari dua bulan berjalan kesana kemari melaksanakan penelitian. memang belum rampung semua, karena masih ada satu tempat lagi yang harus saya kunjungi.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm;">traveling sendirian memang sering saya lakukan, namun lebih banyak untuk bekerja. liburan sendirian, sepertinya baru kali ini saya lakukan. ternyata itu menyenangkan. saya malah merencanakan untuk melakukannya lebih sering. sendirian bukan berarti kesepian, karena dua buah novel, sebuah ipod 8 gb, serta beberapa dvd bajakan ikut menemani saya.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm;">puluhan orang pun saya temui dalam liburan singkat ini. entah berapa kali saya harus menjelaskan kepada mereka mengapa saya ada di berau, mengapa saya berlibur, dan apa status pernikahan saya (untungnya tidak pernah ditanya agama ataupun pilihan politik saya). sebagai balasan mereka mengoceh mengenai kehidupan mereka. tak hanya seorang manager media, kontraktor, pejabat bank negeri ini, pegawai negeri, pengelola penginapan, namun juga seorang petugas militer yang dengan cueknya menunjukkan bekas peluru di perutnya akibat pertempuran dengan perampok sarang burung walet. “<em>peluru ini tembus loh mas, sampe ke punggung dan untungnya hanya menyerempet usus saya.</em>” saya pun hanya bisa meringis membayangkan rasanya.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm;"><em>and… here i am</em>, di antara birunya air laut, hamparan pasir putih, deburan ombak, di tengah heningnya malam, menuliskan sebuah artikel tahunan. momen yang selalu saya tunggu setiap tahunnya, seraya me-<em>recall</em> kembali semua mozaik-mozaik kehidupan saya selama 2008 kemarin.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm;"><strong><em>spoiler: ini bakalan panjang, so.. don’t waste your time to read this trash. </em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm;">***</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm;">dua ribu delapan bagi saya merupakan sebuah tahun produktifitas. saya tidak pernah menyangka bahwa saya bisa bagitu produktif menghasilkan beberapa buah karya yang sangat-sangat saya nikmati proses pembuatannya.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm;">sebut saja dua buah chapter yang menjadi salah satu resolusi awal tahun 2008. walaupun tidak sepenuhnya final, namun sudah cukup memberikan gambaran seperti apa dua buah bab dari buku disertasi saya nantinya. belum sempurna, apalagi perjalanan saya ke berau di akhir tahun 2008 ini sepertinya akan membawa banyak perubahan pada isi dua chapter tersebut.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm;">tapi saya sangat menikmati proses penulisan dua buah chapter itu. bagaikan pekerja kantoran 9 to 5, saya menyelesaikan pekerjaan itu di <em>cubicle</em> kampus. tidak sedikitpun saya membawanya ke rumah. saya bergeming untuk hanya menyelesaikan pekerjaan kampus di tempatnya. rumah menjadi tempat untuk bersantai dan menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan sampingan lainnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm;"><img class="alignleft" style="float: left; margin: 5px;" src="http://i70.photobucket.com/albums/i105/aaqqnet/MEI2ndd.jpg" alt="" width="350" />salah satu pekerjaan sampingan yang membuat saya bangga adalah ketika saya ‘dipaksa’ menulis artikel untuk sebuah majalah oleh seorang sahabat *<em>hi mbok!!</em>*. berbekal pada perjalanan saya ke berau dan derawan, juga <em>bunch of photos that i made there</em>, saya pun membuat tulisan perdana itu.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm;">bangga rasanya melihat tulisan, foto, nama, dan potret diri terpampang di sebuah majalah. narsisme tingkat atas menjangkiti saya. tak heran, jika para selebriti seringkali menggunting artikel mereka di majalah atau tabloid dan menggantungnya di pigura. itulah hal yang saya ingin lakukan pada saat itu juga. janji untuk menulis artikel kedua dan selajutnya ternyata terhambat oleh kesibukan hal lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm;">*<em>jangan khawatir mbok.. menulis ternyata menyenangkan.. and i will do that more.. and more!!</em>*</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm;">sebenarnya, <em>kesibukan hal lain</em> tidak hanya masalah konsentrasi akademis saja. pekerjaan sampingan lain yang menguras banyak tenaga, pikiran dan emosi adalah project besar bersama tim tolol. inilah resolusi kedua saya di awal tahun 2008. project yang dimulai dari akhir tahun 2007 itu ternyata berkembang semakin serius dan dinamis.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm;">dimulai dengan sebuah optimisme dan semangat yang menggebu-gebu, dalam perjalanannya ternyata sangatlah fluktuatif. tak jarang emosipun harus turun naik menyikapi perbedaan pendapat dan kesibukan antara kami yang beberapa kali tidak bisa bertemu. keinginan saya bahkan sempat beberapa kali berhenti di tengah jalan. saya merasa tidak sanggup untuk bekerja dalam tim ini. tapi project ternyata dapat berjalan terus.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm;">di akhir 2008, dengan semangat yang kembali menanjak, akhirnya project itu selesai. darah dan air mata, jika saya boleh menggunaka hiperbola itu, membuat semua ini menjadi sebuah pelajaran berharga bagi kami semua. yang pasti, persahabatan sangatlah berharga dibandingkan dengan materi, ketenaran, ataupun narsisme semata. saat ini, project memasuki tahap finalisasi dan kami semua berharap bisa memperlihatkannya di quarter 2 tahun 2009. amin.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm;">tak hanya menulis, fotografi juga menjadi <em>passion</em> saya terbesar di tahun 2008. semua berawal dari sebuah hal bernama penghargaan. rasa dihargai memang bisa hadir dari mana saja, walaupun hanya sebuah komentar “<em>bagus!</em>”di <a href="http://www.flickr.com/photos/rpermana/" target="_blank">web fotografi</a> saya. namun, itu membuat saya semangat untuk terus membuat banyak foto. hingga akhirnya di tahun ini, dua orang sahabat, cukup pede meminta saya membantu project fotografinya.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm;">yang satu, meminta saya memotret keluarga besarnya. berbagai penolakan yang saya lakukan tidak membuatnya mundur. akhirnya dengan rasa tidak percaya diri, saya mengambil foto-foto keluarganya. saya harus akui, saya tidak tahu apakah hasil foto itu memuaskan atau tidak. namun mereka membayar saya dengan nilai yang jauh lebih banyak dari yang saya bayangkan. inilah pertama kalinya saya dibayar untuk sebuah hobi.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm;">*<em>terima kasih banyak, bu. mohon maaf jika hasilnya tidak memuaskan. tapi percayalah, it means a lot to me. it’s a history in my photography life. so someday, i will give you lots of good and free shots for you. i promise</em>*</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm;"><img class="alignleft" style="float: left; margin: 5px;" src="http://i70.photobucket.com/albums/i105/aaqqnet/agenda04.jpg" alt="" width="300" />yang kedua, lebih gila lagi. sahabat yang satu ini malah meminta saya memberikan puluhan foto saya *<em>hasil foto saya.. bukan foto diri saya.. but trust me.. i‘ve tried</em>* untuk diabadikan dalam sebuah agenda indonesia 2009. sebuah hal besar yang awalnya saya anggap main-main.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm;">*<em>iya.. iya.. gue percaya sekarang kalo lo itu serius… dan juga gila</em>*</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm;">perasaan saya? tentu lebih dari biasa saja. walaupun, ketika saya mempublikasinya di blog ini, saya bahkan belum melihat sosok aslinya. saya hanya bisa melihatnya di foto dan dengan semangat saya menyebarkannya. ketika satu bulan setelah penampilan perdananya, saya menerima agenda itu melalui pos. <em>i was speechless</em>. emosi saya tersentuh melihat <em>masterpiece</em> itu *<em>tsaaah</em>*. <em>i can’t believe.. i did this. gossh</em>.<span> </span>masih belum terlihat professional, tapi inilah awal yang membuat saya menjadi yakin untuk mau (dan bisa) menekuni dunia fotografi ini. doakan dan bantu saya ya.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm;">*<em> thank you guys for believing… and also for purchasing. :p.</em>*</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm;">o yah.. jika kalian beruntung mendapatkan kalender mungil dari netherland education support office, ada satu hasil foto saya (dan cuma satu-satunya foto) juga yang digunakan oleh mereka. bangga? ya iya laaaah… *<em>hahaha.. narsis-nya ternyata masih akut</em>*</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm;">ngomong-ngomong soal beruntung, saya percaya jika itu memang ada beberapa persennya adalah sebuah keberuntungan. namun, sisa yang lebih banyak adalah sebuah keinginan dan kerja keras untuk mewujudkan berbagai mimpi. kepuasannya pun terasa berbeda, ketika kita menerima hasil yang persentasi kerja kerasnya jauh lebih besar dari keberuntungannya.  nah.. kecuali ketika saya mendapatkan <em>ipod touch </em>8gb di sebuah penarikan hadiah. <em>that&#8217;s what i call.. </em>100% beruntung! dan rasanya.. sama puasnya!! hehehe.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm;">***</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm;">persahabatan bagai kepompong…</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm;">ada benarnya juga, walaupun pada saat mendengarkan lagunya sindetosca itu saya sempat protes. karena buat saya kepompong hanyalah sebuah benda yang mem-fasilitasi (dan tidak merubah) ulat menjadi kupu-kupu. proses di dalam ulat yang merubahnya menjadi kupu-kupu. ah tapi sudahlah.. ambil makna terdalamnya saja. saya percaya persahabatan dan pertemanan akan membawa kita pada jenjang yang lebih tinggi dalam hidup.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm;">itu yang membuat saya bersyukur karena mengenal banyak teman baru dari manapun juga di tahun 2008 ini. mulai dari yang berusia lanjut *<em>bukan elu.. suwer.!!.</em>*, kelompok u-30 *<em>hi guys, kapan nongkrong lagi di toque-toque??!!</em>*, dan bahkan yang satu shio dengan saya namun tahun lahir yang jauh berbeda *<em>12 tahun, bow!</em>*. mulai dari belanda, jakarta, bogor, bandung, hingga berau. mereka, dengan karakter dan latar belakang berbeda membuat saya menyadari betapa masih banyak hal yang saya tidak ketahui dalam hidup ini. semua orang mampu memperkaya saya dengan berbagai cara. <em>amazing!</em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm;">di luar itu juga, keluarga semakin solid dan saya semakin mencintai mereka semua. keponakan saya yang lucu bahkan membuat saya ingin menjadi ayah. saya ikut khawatir ketika ia masuk ke rumah sakit karena kena demam berdarah, yang ternyata malah dilanjutkan oleh ibunya beberapa minggu kemudian. untunglah mereka semua telah sembuh sekarang.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm;">mereka semua menambah manisnya tahun 2008 buat seorang saya.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm;">***</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm;"><em>Travel is more than the seeing of sights; it is a change that goes on, deep and permanent, in the ideas of living &#8211; Miriam Beard</em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm;"><img class="alignleft" style="float: left; margin: 5px;" src="http://farm4.static.flickr.com/3053/2848102500_7b0317ea76_b.jpg" alt="" width="350" />perjalanan membuat saya bersyukur pada apa yang saya telah peroleh. membaca banyak buku-buku perjalanan orang-orang luar biasa juga membuat saya semakin percaya bahwa perjalanan bisa merubah kita.<span> </span>tanyakan saja pada franz wisner (<em>honeymoon with my brother</em>) akan hasil perjalanannya keliling dunia selama 2 tahun… <em>and you will find the similar answer</em>.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm;">tahun ini perjalanan saya memang tidak begitu banyak dilakukan. rutenya masih bogor-belanda-berau dan ditambah bangkok *<em>eh kok b semua?</em>*. perjalanan ke belanda tentu untuk melanjutkan pekerjaan dan kuliah saya. tidak banyak yang berubah dalam rutinitas itu, kecuali dua kali pindah rumah dalam satu tahun. yang tentu bukan kerepotan yang sedikit. saya sudah merasa belanda sebagai rumah kedua.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm;">perjalanan ke bangkok, sesaat sebelum saya mendarat ke jakarta sangatlah berkesan. kunjungan pada kolega dan sahabat-sahabat lama yang sekarang berdiam di bangkok, mengembalikan pada memori lama yang menyenangkan. bersama dengan seorang sahabat yang mengaku <em>ansos</em>, saya mengexplore bangkok *<em>that was fun, al!! thank you!</em>*, kota yang hidup karena turisme (dan juga sex) serta berbagai makanan yang membuat air liur tak juga kunjung berhenti, terutama durian!!. <em>i promise, there will be another bangkok trip in the future</em>.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm;">perjalanan kedua kalinya ke berau masih sama dengan tahun yang lalu. saya masih tetap rajin meng-update jurnal perjalanan saya selama di berau. tahun ini, tanggung jawabnya memang jauh lebih berat, tak hanya wawancara dengan ratusan responden, namun juga melengkapi data-data yang tahun lalu tak sempat saya kumpulkan.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm;">alhamdulillah, walaupun ada beberapa kesulitan, namun saya masih merasa dimudahkan hingga saat ini. mulai dari asisten yang sangat membantu, para pegawai di pemerintahan daerah yang sangat terbuka, juga rekan-rekan ngo yang masih bersemangat membuka tangannya. tak lupa, para penduduk desa yang dengan sukarela direpoti dengan pertanyaan-pertanyaan panjang saya. inilah rumah saya yang ketiga.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm;">semuanya.. membuat saya menjadi lebih kaya.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm;">***</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm;">namun, tidak semua hal di tahun ini manis. resolusi tahun 2008 sebenarnya adalah mengikuti lomba-lomba dan (kalau bisa) memenangkannya. sebuah upaya untuk bisa melengkapi dan menambah <em>prentilan</em> alat fotografi saya. sayang, dari dua lomba yang saya ikuti, berakhir dengan (jujur..) kekecewaaan. kesalahan tema menjadi kambing hitam saya dalam hal ini, walaupun saya cukup bangga untuk lomba yang terakhir saya bisa menjadi finalis dari ratusan peserta *<em>aaaaah.. menghibuuuur dirii</em>*. yang pasti, saya memang masih perlu banyak belajar.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm;">ditambah lagi ketika seorang <strong>patricia hartono, pemilik restoran surabaya di pasar malam tong-tong denhaag</strong> dengan teganya tidak membayar hasil kerja keras kami semua selama berhari-hari. <em>gimme my 350 euro back!!!</em> kepercayaan dan sebuah hubungan pertemanan ternyata hancur karenanya. walaupun itu tidak mempengaruhi penilaian saya terhadap manisnya tahun 2008 ini, namun bagi teman saya yang lain, mungkin itulah satu-satunya harapan mereka untuk mendapatkan sumber pendapatan. kurang ajar memang. semoga namanya ter-google dan hatinya terketuk. hehehe.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm;">***</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm;"><img class="alignleft" style="float: left; margin: 5px;" src="http://i70.photobucket.com/albums/i105/aaqqnet/IMG_2754.jpg" alt="" width="350" />untuk tahun 2009, saya melihat sebuah optimisme di sana. saya optimis juga karena ada target dan capaian-capaian yang ingin saya dapatkan dalam perjalanannya. kesalahan di masa lalu tentu ada. <em>we&#8217;re just human</em>. namun belajar untuk tidak mengulangi kesalahan, tentu jauh lebih baik.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm;">karena itu, resolusi di tahun 2009 tentunya harus ada. beberapa hal yang ingin saya lakukan, dan mungkin terlalu banyak, namun saya percaya bisa melakukannya.</p>
<ol>
<li>menyelesaikan 90% tulisan disertasi (<em>5 chapters should be done</em>), sehingga saya bisa submit di quarter pertama tahun 2010.</li>
<li>membuat 2 buah artikel ilmiah.</li>
<li><span style="text-decoration: line-through;">mengikuti <em>at least</em> satu konferensi international berkaitan dengan topik penelitian saya.</span></li>
<li><span style="text-decoration: line-through;">menulis dua artikel untuk majalah</span>/koran.</li>
<li><span style="text-decoration: line-through;">menyelesaikan sebuah “project rahasia” lain.</span></li>
<li><span style="text-decoration: line-through;">(masih keukeuh) mengikuti lomba foto *<em>dan</em> <em>syukur-syukur bisa menghasilkan satu-dua buah lensa, hahaha</em>*.</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm;"><em>baydewei</em>, mengapa tidak membuat resolusi tentang calon pendamping hidup? tidak. karena buat saya itu bukan resolusi. itu adalah sebuah pilihan dalam sebuah jalan hidup yang harus kita usahakan/buat.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm;">dan tahun 2009… saya berusaha memasukannya ke dalam jalan itu. doakan saya ya. :p</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm;">***</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm;"><strong>SELAMAT MENYAMBUT TAHUN BARU 2009. ISI HATI DAN KEPALA DENGAN KREATIVITAS UNTUK MENCAPAI KESUKSESAN VERSI KITA.</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm;">
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm;"><em>for previous annual articles you may find <a href="http://www.aaqq.net/annual-article/" target="_blank">here</a>.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aaqq.net/2008/12/28/be-creative/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>perjalanan untuk sebuah perubahan (2007)</title>
		<link>http://www.aaqq.net/2007/12/30/perjalanan-untuk-sebuah-perubahan-2007/</link>
		<comments>http://www.aaqq.net/2007/12/30/perjalanan-untuk-sebuah-perubahan-2007/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Dec 2007 23:49:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aaqq™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Annual article]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aaqq.net/?p=172</guid>
		<description><![CDATA[tinggal satu hari lagi menuju 2008 dan gue masih berkutat di depan komputer untuk bisa menuntaskan artikel tahunan ini. artikel tahunan ini emang janji gue pada diri sendiri untuk bisa secara konsisten menulis. sebuah refleksi buat diri sendiri di setiap pergantian tahun (dan syukur-syukur kalian semua masih mau pada baca.. ). apa makna 2007 buat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://images.aaqq.multiply.com/image/8/photos/33/500x500/3/aaqq03.JPG?et=4EiLelB85NMA9Jdj3FVK5w&amp;nmid=72605987" alt="" hspace="10" width="250" align="left" />tinggal satu hari lagi menuju 2008 dan gue masih berkutat di depan komputer untuk bisa menuntaskan artikel tahunan ini. artikel tahunan ini emang janji gue pada diri sendiri untuk bisa secara konsisten menulis. sebuah refleksi buat diri sendiri di setiap pergantian tahun (dan syukur-syukur kalian semua masih mau pada baca.. <img src='http://www.aaqq.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ).</p>
<p>apa makna 2007 buat gue? salah satunya adalah kebodohan, karena tahun 2007 kemarin, gue masih melakukan kesalahan seperti 10 tahun yang lalu. bodoh? iya banget. tahun 2007 juga berarti komunitas baru. gue mendapatkan banyak komunitas pertemanan yang baru, mulai dari kehidupan gue di belanda hingga di bogor, jakarta dan berau. selain itu, pada tahun 2007 gue melakukan banyak perjalanan yang cukup menyenangkan, mulai dari belanda-berlin-jakarta-bogor-kalimantan-bali. perjalanan yang ternyata menjadi bekal buat soul nutrition gue. dahsyaaat.</p>
<p><span id="more-172"></span>ngomong-ngomong soal kebodohan masa muda (weits.. masa muda?). hal itu sebenarnya udah gue prediksi sejak <a href="http://www.aaqq.net/?page_id=115" target="_blank"><strong>akhir tahun 2006</strong></a>. waktu itu gue bilang, kalo gue begitu menikmati pusaran yang gue ciptakan sendiri, yang sebenarnya akan membuat gue terhempas kelak. akhirnya? <strong>betul, sodara-sodara.. akhirnya gue pun terhempas dengan kencangnya!</strong> ah bodoh. saat itu, gue cuma bisa tersenyum kecut, plus mengutuk, mengutuk.. dan mengutuk. bukan pelajaran yang baik memang. gak perlu lagi bikin excuse ataupun mencari pembenaran atas semua yang gue lakukan. kesimpulannya cuma satu.. i started the ignition and i am the only one who will get burned! gampang kan?</p>
<p>moral story&#8230; as <strong><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Johann_Wolfgang_von_Goethe" target="_blank">goethe </a></strong>pernah bilang &#8220;<em>error is acceptable as long as we are young; but one must not drag it along into old age</em>&#8220;. gue pun mengamini itu karena kita jangan pernah menjadi keledai yang terantuk batu dua kali. apalagi setelah sekian lama batu kesalahan itu kita kubur dalam-dalam. buat gue, cuma orang tolol yang melakukan itu, apalagi dilakukan dengan kesadaran sendiri. tapi gue, konyolnya, masuk ke dalam golongan orang-orang itu&#8230; <em>pathetic</em>.</p>
<p>pencarian obat secara cepat dan terburu-buru pun bukan penawar yang baik. hal itu mungkin bisa menjadi <em>antidote </em>sesaat, namun pada akhirnya itu cuma membuat rasa sakit bagi pihak lain. obat instan memang tidak pernah bisa menjadi penawar yang baik untuk urusan yang satu itu.</p>
<p>jangan pernah juga pake obat-obatan palsu. <strong><a href="http://profiles.friendster.com/51121923" target="_blank">cinta laura</a></strong> aja gak mau (pernah) pake, seperti yang gue baca di salah satu <strong><a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?t=711126" target="_blank">forum kaskus</a>.</strong></p>
<p><em>wartawan : bagaimana pendapat anda mengenai obat-obatan palsu?<br />
cinta laura : chintah engga tauh ya&#8217; soalnya sama mamah engga boleh bli obathh waroengh gethu seh &#8230;. i prefer bli di aphoteg&#8230;<br />
wartawan: weddew???</em></p>
<p>perjalanan ke indonesia mungkin adalah satu hal yang paling menonjol di tahun ini. inilah perjalanan yang penuh misi, mulai dari penelitian, pulang kampung, kopi darat, melepas rindu *<em>hayaaaaaaaaaah</em>*, beranjang-sana-beranjang-sini, bersapa-ria, beresin rumah, sampai pencarian sebuah kebenaran. walaupun pada akhirnya, kebenaran itu ternyata pahit!! huahahahahaha.. *<em>ketawa ala roy martin</em>*</p>
<p>penelitian memang merupakan target utama, namun ternyata gue gak cuma mendapatkan itu. perjalanan ke berau membuat gue memiliki saudara-saudara baru. orang-orang yang tidak pernah gue kenal sebelumnya, ternyata menjadi orang-orang yang memiliki peran penting dalam 3 bulan kehidupan gue di tanah orang. lalu, pertemuan dengan milis 80an, membuka cakrawala (dan definisi) baru dalam pertemanan. orang-orang yang tadinya gue kenal lewat dunia maya, ternyata menjadi penambah panjang daftar phonebook hape, yahoo messenger dan friendster gue. aksi nekat seminar di bali pun, membuat gue mengenal sedikit banyak &#8216;medan-pertempuran-dunia-riset&#8217; ini.</p>
<p>again, moral story.. <strong><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Forrest_Gump" target="_blank">forrest gump</a></strong> sangat bener pada saat bilang &#8220;<em>life was like a box of chocolates. you never know what you&#8217;re gonna get</em>&#8220;. gue setuju banget dengan itu. ditambah dengan sikap jujur pada diri sendiri, terbuka, berani mencoba yang baru, positif thinking dan menjadi diri sendiri, ternyata membuat hidup berpindah pada sebuah proses lain yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. tidak semuanya enak memang. tapi itu hakikat hidup kan? kalo semua hidup itu enak.. gak ada orang bunuh diri dong? gue pikir, menikmati hidup itu tidak hanya pada saat kita mendapat kesenangan tapi juga pada saat kita mendapat kesusahan. bisa menikmati sebuah kesusahan adalah kepuasan tertinggi seorang manusia.</p>
<p>kita juga gak perlu jaga image.. apalagi sampe merubah gaya bicara seperti cinta laura *<em>halah.. kok dia lagi?</em>* tapi dia emang beda kok, akui saja lah. susah payah mengatur dialek kita ataupun bentuk bibir kita, tetep gak bisa nyamain dia. <em>so, be your self saja lah</em>. sejujurnya, gue salut kok sama beliau. menjadi berbeda seperti yang cinta lakukan, membuatnya sangat terkenal hingga ke pelosok indonesia. gue pikir, itulah ciri khasnya. suka atau tidak suka ia sudah menampilkan ciri khasnya. ditambah kesukaannya pada <strong><a href="http://www.youtube.com/watch?v=YXLx4msrES8" target="_blank">tchuna syushii dan stroowbewrry puddding karena vaitemin dan prowtein yang chukhup</a></strong>, membuatnya sangat populer di dunia maya dan dunia pertelevisian indonesia.<em> </em></p>
<p><em>enough with cinta laura! plak!</em></p>
<p>bogor (dan komunitas lama gue) pun ternyata berubah. gue merasakan perubahan itu. berbeda dengan beberapa tahun yang lalu, kepulangan gue tahun ini ternyata banyak yang berubah. both positive and negative. semua orang sibuk dengan hidupnya masing-masing, begitu juga gue. tapi session curhat tetep jalan. a bit too much kadang, namun banyak hal yang gue ambil dari cerita mereka semua. mulai dari kelahiran anak baru, berantem antar suami dan istri, dapet pacar baru, jomblo terus-terusan *<em>hmm.. sounds familiar</em>*, pengen keluar kerja akibat kerjaan gak jelas, dapet kerjaan baru dan ternyata dapet masalah baru, dapet promosi, dapet mobil baru, dapet kenaikan gaji, pindah kerja, menikah-dinikahi-wajib menikah-ditinggal menikah *<em>ups.. hahaha</em>*, dan masih banyak lagi. ada juga kontak baru dengan orang-orang yang lamaaaa gak pernah ketemu. walaupun diawali dengan sebuah hal berbau bisnis.. tapi ternyata re-open our relationship itu menyenangkan lo.</p>
<p>moral story lagi ya? *<em>janji.. gak akan ada cinta laura lagi</em>* seorang author tidak dikenal mengatakan &#8220;<em>the best kind of friend is the one you could sit on a porch with, never saying a word, and walk away feeling like that was the best conversation you&#8217;ve had</em>&#8220;. gue menterjemahkannya itu dengan menjadi-pendengar-yang-baik. mungkin bukan penterjemahan yang benar <img src='http://www.aaqq.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . tapi buat gue, mendengarkan adalah salah satu modal dalam sebuah persahabatan.</p>
<p>tapi.. bagaimanapun, sahabat juga manusia kan? jadi jika kita ada di sisi yang lain, mungkin ada baiknya kita juga melihat seberapa panasnya kah kuping sahabat kita akibat cerita kita. menjadi pendengar yang baik tidak berarti sahabat kita harus diem terus dong? kasih dia kesempatan untuk bercerita, karena inti dari persahabatan adalah keseimbangan bukan?</p>
<p>seperti halnya cinta laura yang mem&#8230; <em>stoooooop!!!<br />
</em>oke.. oke.. tapi.. <em>stoooooop!!! no more cinta laura!</em></p>
<p>tapi mereka memang tetap sahabat-sahabat gue. dengan segala kelebihan dan kekurangannya, mereka yang membuat gue jadi seperti ini. mereka yang membuat gue merasa perlu keluar rumah dan bergegas menuju suatu tempat untuk mendengarkan celotehan, tertawaan dan kemeriahan sebuah persahabatan, juga merasakan salah satu kenikmatan hidup. karena.. <em>a good friend is a connection to life &#8211; a tie to the past, a road to the future, the key to sanity in a totally insane world&#8230;</em> seperti yang lois wyse katakan pada gue melalui sms tadi malem.</p>
<p>o yah.. keluarga gue tetep yang nomor satu. kami baik-baik saja. ada sedikit friksi dalam perjalanan di tahun 2007 ini, tapi itu biasa. dengan sedikit pendekatan ala keluarga kami, semua bisa diselesaikan. senang rasanya melihat semua anggota keluarga berada pada satu titik yang sama, berjalan beriringan, menuju satu tujuan yang kami sepakati bersama. adek gue makin enjoy dengan keluarga kecilnya, ponakan gue makin pinter aja, adek gue yang laen makin mantep dengan kerjaannya *<em>jalan-jalan mulu</em>*, bapak dan ibu? mereka menjadi pengantin baru lagi karena sering ditinggal berdua di rumah. hehehe.</p>
<p>tahun 2008 gimana? bikin perubahan? ah, gak perlu direncanain. sambil jalan aja. salah satunya adalah perubahan pada bentuk tulisan di artikel ini. noticed gak? nggak. ya udah.</p>
<p>resolusi? ada kok, tapi gak banyak. gue takut malah gak akan tercapai. cukup dengan beberapa hal di bawah ini. bagaimana dengan istri? ah jangan jadi resolusi.. kita lihat saja nanti itu sih.</p>
<p>1. menyelesaikan dua chapter dari penelitian gue *<em>hopefully bisa jadi 2 artikel</em>*<br />
2. menyelesaikan mega-project bersama tim tolol *<em>hayoo semangaaat!!!</em>*<br />
3. meningkatkan keahlian fotografi dan ikut kompetisi *<em>biar balik modaaaal</em>*</p>
<p>dengan segala macam kekurangan dan kelebihan gue, gue bakal tuntaskan tahun 2007 ini dengan lapang dada. memang, gak ada yang mudah dalam hidup. semua pasti ada limitasi-nya. tapi seperti yang <span style="text-decoration: line-through;">cinta laura</span> goethe katakan..<em> the man with insight enough to admit his limitations comes nearest to perfection</em>&#8230; so? kenali diri kita sendiri dan jadikan itu sesuatu yang bisa mengguncang dunia. ok?</p>
<p>beberapa orang mungkin terlihat sebagai lucky bastard bagi orang lain.. sukses, kaya, pinter, gaji gede, ganteng/cantik, harum, bersih *<em>heh?</em>*, bodi bagus, jalan-jalan mulu dan lain sebagainya. tapi percayalah, semua itu pasti pake tetesan keringat dan air mata. bisa jadi&#8230; itu juga hanya penampakan luar mereka saja. namun, kalau ada yang masih jadi lucky bastard tanpa itu semua? ah.. emang udah genetis kali? terima aja yaa.</p>
<p>CINTA LAURA MENANG BALAPAN&#8230; SELAMAT TAHUN BARU DUA RIBU LAPAN..</p>
<p>itu aja.. tidak ada ucapan apapun, karena udah banyak di mana-mana&#8230; <img src='http://www.aaqq.net/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em>gansstraat 157a, utrecht &#8211; 30 desember 2007<br />
</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aaqq.net/2007/12/30/perjalanan-untuk-sebuah-perubahan-2007/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>sebuah kedinamisan hidup (2006)</title>
		<link>http://www.aaqq.net/2007/01/04/sebuah-kedinamisan-hidup-2006/</link>
		<comments>http://www.aaqq.net/2007/01/04/sebuah-kedinamisan-hidup-2006/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Jan 2007 19:13:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aaqq™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Annual article]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aaqq.net/?p=116</guid>
		<description><![CDATA[&#8230;2006 harus menjadi tahun pencapaian semua hal yang saya inginkan, untuk menjadi tonggak perjalanan hidup saya yang baru. tahun dimana saya bisa memilih arah hidup ke depan di antara banyak jalan pada persimpangan hidup. tiga puluh tahun berjalan, membawa saya pada persimpangan ini. pengalaman, cinta, pengkhianatan, persahabatan dan pengetahuan selama ini, harus dapat membantu saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><img src="http://www.aaqq.net/images/annual.jpg" alt="" hspace="10" align="left" />&#8230;2006 harus menjadi tahun pencapaian semua hal yang saya inginkan, untuk menjadi tonggak perjalanan hidup saya yang baru. tahun dimana saya bisa memilih arah hidup ke depan di antara banyak jalan pada persimpangan hidup. tiga puluh tahun berjalan, membawa saya pada persimpangan ini. pengalaman, cinta, pengkhianatan, persahabatan dan pengetahuan selama ini, harus dapat membantu saya untuk bisa memilih jalan hidup masa depan. tiga puluh tahun bukan waktu yang sebentar untuk hidup. belum banyak yang bisa dihasilkan oleh saya. buku ini akan menjadi saksi atas pilihan yang saya tentukan. sebuah pilihan yang menentukan nasib seorang manusia.. sebuah keluarga.. dan bahkan sebuah bangsa.<br />
now is the time to put all the puzzles into a frame&#8230;</em></p>
<p>dahsyat yah? sebuah bangsa? hahahaha. ah<em> u know me</em> lah.. suka <em>exaggerate</em>.  paragraph di atas ditulis pada halaman depan jurnal harian <a href="http://www.unicef.org/index2.php" target="_blank">unicef </a>2006 milik saya pada awal januari 2006. saat itu, dengan berbagai peristiwa yang lewat di tahun 2005 dan umur hidup saya yang telah mencapai tiga puluh, membuat saya memutuskan sebuah resolusi tahun baru seperti itu. saya ibaratkan tahun 2006 sebagai tahun yang dinamis. semua hal datang silih berganti.. <em>up and down</em>.. bahkan dengan cara yang cepat. seringkali, disaat saya sedang berada di titik terbawah, hanya dalam hitungan hari.. saya terdorong menuju titik atas. begitu juga sebaliknya. melelahkan namun menyenangkan.</p>
<p>awal tahun diawali dengan perjalanan seorang sahabat menuju kehidupan barunya. ia berpindah ke sebuah tempat yang asing namun menjanjikan bagi kehidupannya. kepergiannya justru membuat saya melakukan refleksi pada diri ini. hasilnya? saya ternyata telah menjadi seorang statis dan tidak memiliki keberanian untuk bermimpi seperti halnya dahulu kala. semua impian dan cita-cita yang dulu begitu menggebu ternyata telah padam. saya terlalu lelah dengan semua hal yang terjadi sebelum ini.</p>
<p>alhasil, kepergiannya melecut saya untuk berani bermimpi. jujur.. saat itu saya tidak tahu apa yang saya inginkan buat masa depan saya *<em>sebenarnya.. saat ini pun masih belum jelas</em>*. sekolah lagi? menikah? mencari pekerjaan baru yang lebih gede gajinya? pekerjaan baru di tempat yang sama sekali baru? menjadi volunteer untuk sebuah misi kemanusiaan pbb? atau tetap menjadi seorang staf ngo di bogor? semua pemikiran itu akhirnya membuat saya &#8216;menggampar&#8217;diri ini dan mengajaknya untuk menentukan dan membuat keputusan di tahun 2006. keputusan yang akan menjadikan titik tolak hidup saya kelak. beranikah saya? harus BERANI!!</p>
<p>semua pertanyaan itu saya jawab dengan mengirimkan lamaran aplikasi kemana-mana. sekolah a, sekolah b, kantor c, kantor d dan masih banyak lagi. sayangnya.. bukan lamaran menikah pada seseorang yang saya cintaiâ€¦ <em>sigh</em>. mengapa? padahal saat itu saya sedang mencintai seseorang dengan tulus. menikah ternyata bukan jawaban yang tepat untuk kondisi saya, dan juga dia saat itu. terbukti, di pertengahan maret ia pun semakin menjauh dari saya. saya cuma bisa diam dan merasa hancur.</p>
<p>namun, roda berputar dengan kencang. di saat saya merasa berada di titik terbawah tiba-tiba sepucuk surat elektronik tertanggal 22 maret membawa saya ke titik atas. saya diterima di utrecht university untuk program phd selama kurang lebih 4 tahun!! huaaaaaa. saya cuma bisa mengucap rasa syukur padaNya *<em>juga terima kasih pada beberapa orang tertentu yang membuat ini menjadi nyata.. nuhun neng.. mas.. dan meneer</em>*. tiba-tiba dunia menjadi lebih cerah dan ringan. saya merasa jalan di persimpangan ini menjadi semakin jelas. saya merasa pilihan harus dibuat.</p>
<p>alhasil, 5 bulan berikutnya adalah sebuah kesibukan untuk mempersiapkan semua hal. menyelesaikan tugas-tugas dan hutang-hutang di kantor, membuat aplikasi visa dan dokumen-dukumen universitas, menabung, persiapan keberangkatan dan juga mempersiapkan semua keluarga yang ada di bogor. o yaâ€¦ percayalah pada kekuatan doa seorang ibu. ibu saya awalnya agak berat untuk menyetujui pilihan saya melamar sekolah ke belanda ini. ia merasa bahwa saya harusnya berkerja dahulu di indonesia.. dan melakukan â€˜hal-halâ€™ yang seharusnya dilakukan oleh orang seusia saya. suatu malam, saya meminta keikhlasannya untuk menyetujui pilihan saya dan ia mengiyakan. seminggu kemudian.. surat elektronik itu pun tiba. percaya? saya sangat percaya itu.</p>
<p>jujur, agak berat meninggalkan keluarga saya di bogor saat itu. kondisi keluarga yang sedang banyak masalah membuat saya merasa bahwa saya harus berada di dekat mereka. sehingga kapanpun mereka membutuhkan, saya akan selalu dekat. seringkali saya cuma bisa berteriak dalam hati (bahkan memaki) atas â€˜ketidakadilanâ€™ yang Ia berikan pada kami. tapi semua hal yang terjadi pada keluarga kami ternyata menimbulkan banyak hikmah yang tidak pernah terduga sebelumnya. tekanan bertubi-tubi justru membuat kami lebih dekat, terbuka satu sama lain dan menjadikan kami, anak-anaknya, lebih dewasa dalam menghadapi sesuatu. saya hanya bisa mensyukurinya. perubahan besar pada keluarga saya itu juga yang membuat saya memberanikan diri untuk meninggalkan mereka. saat ini, ayah dan ibu saya hanya berdua saja di rumah, sedangkan adik-adik saya sudah memiliki kehidupannya masing-masing di tempat baru mereka.</p>
<p>saya pun meninggalkan pekerjaan saya di sebuah ngo di bogor. bukan tempat kerja yang nyaman memang. tapi toh tidak ada tempat kerja yang enak juga bukan? 1.5 tahun berada di sana membuat saya mengenal banyak orang baru, jaringan kerja baru dan juga kehidupan yang baru. banyak hal yang saya temui di sana antara lain sahabat-sahabat baru, terutama hasil perjalanan ke beberapa tempat indah di indonesia, seperti sumba, sangihe-talaud, dan manado. jaringan baru ini juga membawa saya menjelajah philippine di bulan maret dan kalimantan di bulan juli. benar-benar tahun yang penuh dengan perjalanan.</p>
<p>namun, sahabat baru pun tidak hanya saya temui melalui hasil perjalanan. beberapa malah saya temui dari blog. dua orang sahabat di dunia maya telah bertemu di suatu kesempatan. perjalanan ke bandung membuat kami semakin dekat hingga saat ini. walau kadang saya suka menghilang di rimba belantara ym, tidak seperti keduanya yang masih intens berkomunikasi. beberapa sahabat lama di sma pun menjadi semakin dekat. saya kadang begitu bersyukurnya melihat kami berlima yang masih bisa dekat sejak sma dan seringkali membuat beberapa teman berdecak kagum. denok menjadi salah satu sahabat yang tahu semua kebusukan-kebusukan saya saat ini. hahaha *<em>say hi.. to denok</em>*. sahabat-sahabat lama pun ternyata masih menjadi bagian cerita di tahun 2006. baik sahabat sejak kuliah, kerja, belanda bahkan dunia maya. yang membahagiakan.. saya bisa menghubungkan beberapa diantara mereka dan menjadikan mereka sebagai sahabat juga. atta bilang.. kalau saya seperti nokia.. karena bisa connecting people. ah.. jadi malu. huakakaka *<em>give a hug to atta..</em>*. gosipnya.. beberapa malah..ssshht.. hehehe.. *<em>liat atta dan cyntha.. dan say haaaaiii</em>*. saat ini pun saya menemukan sahabat-sahabat baru yang membuat hidup saya di belanda semakin berwarna, seperti tujuh mahasiswa alstublieft, si botak, nike yurdi family, sahabat-sahabat di wageningen, si item, si akang, si bule, si arab dan masih banyak lagi. <em>i feel blessed</em>.</p>
<p>namun 2006 bukan tahun yang baik untuk hal-hal bernama cinta. perpisahan yang terjadi membuat saya sering berkata bahwa saya tidak tahu (dan tidak mau percaya) dengan definisi cinta. bukan hanya karena apa yang telah seseorang lakukan pada saya namun juga pada apa yang telah saya lakukan padanya dan orang lain. ketidakjelasan saya bahkan telah membuat orang lain terluka di sana *<em>maafkan saya</em>*. alhasil, saat ini saya seperti terlempar pada 10 tahun yang lalu. dimana saya menerjunkan diri pada sebuah pusaran tak berujung dan menunggu sebuah tekanan untuk melemparkan saya. sama seperti halnya dahulu. atau mungkin saya menunggu seseorang menarik lengan ini? entahlah. sepertinya.. saya begitu menikmati hidup di dalam pusaran ini, walau kadang batang-batang kayu dan sapi-sapi *<em>kok sapi ?</em>* yang tersedot di dalamnya menabrak saya dan membuat sakit. namun pusaran ini memang begitu melenakan.</p>
<p>satu tahun hampir berlalu.. dan saya hanya bisa mensyukurinya. kehidupan di belanda ternyata tidak sama dengan satu setengah tahun yang lalu. banyak hal yang berubah.. dari saya.. dan sudut pandang terhadap sesuatu.. komunitasnya dan dari belandanya juga. saya tidak tahu apakah resolusi awal tahun saya tercapai atau bahkan telah gagal. namun sepertinya saya tengah menuju ke sana. keputusan telah saya buat dan itu harus saya jalankan sebagaimana janji yang dahulu telah terucap. bahkan, saya merasa bahwa resolusi itu telah berkembang dengan munculnya cabang-cabang kecil di jalan yang telah saya pilih.</p>
<p>kita memang tidak akan pernah tahu, apakah jalan yang kita pilih adalah jalan yang terbaik untuk hidup kita. namun, memilih lebih baik daripada hanya berdiam di persimpangan bukan? saya pun akan memasuki angka pertama dalam deret tiga puluh kehidupan (amiin). mudah-mudahan bukan menjadi masa yang menakutkan bagi seseorang seperti saya. saya cukup optimis kok menghadapinya *<em>asal tidak ditanya.. kapan menikah q? hmm.. arrghh !!@.#$@  heheheâ€¦ </em>*.</p>
<p>resolusi tahun depan? hmmm.. belum terpikir secara matang. yang pasti.. <strong>selamat tahun baru!!!</strong> dulu untuk kalian semua. semoga tahun depan menjadi tahun yang lebih baik dari tahun kemarin. ok ?</p>
<p><em>the future depends on what we do in the present- mahatma gandhi</em></p>
<p>utrecht, 26 december 2006</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aaqq.net/2007/01/04/sebuah-kedinamisan-hidup-2006/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

