Archive for the ‘Fiction’ Category

Post

Negeri van Oranje.. siap meluncur!!!

In Fiction,News on March 8, 2009 by aaqq™ Tagged:

Kata siapa kuliah di luar negeri itu gampang?

Perkenalkan Lintang, Banjar, Wicak, Daus, dan Geri. Lima anak manusia terlahir di Indonesia, terdampar bersekolah di tanah kompeni demi meraih gelar S2.

Mulai dari kurang tidur karena bergadang demi paper, kurang tenaga karena mesti genjot sepeda 5 km bolak balik ke kampus setiap hari, sampai kurang duit hingga terpaksa mencari pekerjaan paruh waktu; semua pernah mereka alami.

Selain menjalani kisah susah senangnya jadi mahasiswa rantau di Eropa, mereka juga menjalin persahabatan, berbagi survival tips hidup di Belanda, serta bergelut dalam upaya menjawab pertanyaan yang pasti sempat terlintas di benak semua mahasiswa yang pernah bersekolah di luar negeri : Untuk apa pulang ke Indonesia?

Dalam perjalanan menemukan jawaban masing-masing, takdir menuntut mereka memiliki keteguhan hati untuk melampaui rintangan, menggapai impian, serta melakukan hal yang paling sulit: the courage to love!

Read More »

Post

ingga, mimpi dan sosis

In Fiction on June 27, 2008 by aaqq™ Tagged: , , , ,

Ingga terbangun, mimpi itu kembali datang selama tiga malam berturut-turut dan membuatnya tak bisa tidur hingga fajar menyingsing. Sudah tiga hari ini ia selalu ke kampus dengan wajah yang pucat. Rambutnya yang keriting pun kadang lupa ia rapihkan. Gadis tomboy itu menjadi terlihat berbeda. Ingga yang sehari-harinya begitu ceria, tiba-tiba menjadi berbalik 180 derajat. Semua teman-teman di kampus termasuk para satpam yang menjaga gerbang menyadari perubahan ini, tapi tidak ada yang berani untuk bertanya. Ingga tidak pernah mau menjawab. Sang macan tiba-tiba seperti sakit gigi.

Galuh, sahabatnya, menjadi satu-satunya orang yang masih bertahan untuk bertanya meski tak terlalu berharap, karena sudah tiga hari ini tak ada satupun yang berhasil mendapatkan  jawaban. Not even a smile.

“Lo kenapa sih, Ngga ? Ingga cantiik… kenapa kamu jadi kaya gini ?”. Ia menggunakan kata cantik, sebuah hal yang Ingga suka jika Galuh menyertakan itu di belakang namanya. Tapi tidak untuk kali ini. Ingga tetap terdiam dan melihatnya dengan tatapan kosong.

Read More »

Post

when love meets science

In Fiction on April 26, 2007 by aaqq™

ketika kita menyayangi seseorang, ternyata tidak semua hal berjalan sesuai yang diinginkan dan malah seringkali merusak. jika rasa sayang itu dianalogikan dengan populasi manusia di bumi dan saya adalah buminya, mungkin teori malthus adalah benar adanya. malthus (1798) mengatakan bahwa pertambahan populasi di dunia akan memberikan tekanan yang semakin tinggi pada sumber daya alam dan juga menyebabkan supply makanan semakin tidak mencukupi sehingga membuat kondisi bumi semakin mengkhawatirkan. terbukti, ketika rasa sayang itu bertambah, ternyata malah membuat diri ini menjadi semakin sakit.

tapi mungkin itu juga terlalu berlebihan, karena malthus memang tidak memperhitungkan bahwa manusia akan menggunakan teknologi modern untuk meningkatkan produktivitas dan mengelola sumberdaya alamnya. ini seperti yang boserup (1965) katakan, bahwa jika dalam jumlah populasi yang optimum ataupun proses pertumbuhan populasi yang stabil/sustain maka, pertumbuhan populasi justru malah akan meningkatkan produktifitas, terutama di bidang pertanian. karena manusia akan melakukan intensifikasi pertanian dan memberikan input-input beserta teknologi baru pada aktivitas pertanian. terbukti, hidup saya jauh lebih produktif ketika rasa sayang saya ke kamu ada dalam jumlah yang wajar.

Read More »

Post

terima kasih..

In Fiction on November 20, 2006 by aaqq™

“terima kasih..”
“buat apa?”
“semuanya… ”
“gak perlu… “
“kenapa kamu selalu melarang aku mengatakan itu..”
“loh.. emang kenyataannya gak perlu bilang seperti itu.. buat apa juga kamu bilang itu..”
“jadi, aku gak perlu bilang itu….walaupun kamu pantas mendapatkannya?”
“gak usah.. itu bisa dirasakan.. tak perlu diucapkan”
“…..”

****
aku pandangi luar jendela kamar ini. gelap dan hanya sederetan lampu neon yang berpendar menjadi penghias hitam. hembusan asap sampoerna mild ditemani sekaleng grolsch-bier menjadi kombinasi lengkap saat ini. kamarku sendiri gelap dan hanya sebatang lilin aroma yang kunyalakan. “pakai lilin buat menghilangkan bau rokok kamu…”, begitu menurutnya suatu waktu. aku coba dan berhasil. bau rokok di kamarku secara berangsur menghilang dan tergantikan dengan wangi vanila yang cukup menenangkan. entah sudah berapa ratus lilin yang aku nyalakan hingga malam ini. namun lilin ternyata tidak bisa menghilangkan harum tubuhnya di ruangan ini. Read More »

Post

sebuah permintaan..

In Fiction on June 12, 2006 by aaqq™

hai. kamu lagi-lagi duduk sendiri di sudut cafe itu. wajah kamu terlihat sangat pucat sekali. masih terlihat sehat sih. pasti karena latihan beladiri itu kan? hampir setiap hari kamu lakukan itu. tentu membuat tubuh kamu semakin berisi dan terbentuk. tidak tertarik aerobik (pertanyaan basi ya)? seperti halnya para wanita lain seusiamu. tapi, ah.. kamu memang selalu berbeda. bahkan kamu sendiri yang mengatakan bahwa kamu selalu ingin tampil berbeda dari orang lain. hebat..

tapi.. yang pasti kamu itu memang baik. itu yang membuat saya betah di sisi kamu (namun itupun karena saya memang tidak bisa meninggalkan kamu hingga saatnya tiba). kamu selalu memikirkan orang lain atau makhluk lain yang tidak pernah kamu kenal sebelumnya. saya jadi ingat ketika kamu memberi makan anjing kecil yang ‘menangis’ di pojokan gang rumahmu. atau.. kamu yang membeli sekantung pisang dari seorang bapak penjual yang sangat tua sekali. kamu bahkan menitikkan air mata karenanya. ah.. ternyata kamu melankolis sekali yah. berbeda jauh dengan apa yang kamu perlihatkan pada orang lain. saya beruntung loh bisa melihat sosok lain dari kamu.

Read More »

Post

cinta tidak hadir di rumah hari ini…

In Fiction on May 18, 2006 by aaqq™

cinta tidak hadir di rumah hari ini… ia pergi meninggalkan semua yang mengharapkannya. seorang lelaki muda.. seorang wanita paruh baya.. seorang tentara.. seorang istri.. seorang suami.. seorang ayah.. seorang ibu.. seorang wanita yang sedang meniti karirnya.. seorang mahasiswa yang berjuang dengan risetnya.. dan beberapa orang yang tidak dipedulikannya lagi. ia pergi dengan angkuhnya. meninggalkan banyak tangis dan luka di hati banyak orang.

saat ini.. cinta sudah tak sanggup mengurusi orang-orang itu. terlalu sering mereka menyedot airnya. ia bukan sapi.. apalagi teteknya..

cinta merasa capek..

laki-laki itu bunuh diri.. wanita paruh baya itu menjadi gila.. tentara itu dipenjara.. sang istri akhirnya terlunta.. sang suami menjadi skeptis.. sang ayah menjadi pemarah.. sang ibu menjadi pemadat.. wanita karir itu kehilangan pekerjaannya.. dan mahasiwa itu kehilangan masa depannya. cinta semakin meninggikan kepalanya. ia hanya tertawa… sekencang-kencangnya. ia menjadi gila.

rasa lelah membuat cinta menjadi gila. gila dengan semua definisi yang dibuat orang-orang itu. dahulu.. ia diciptakan untuk menghiasi dunia. membuat dunia semakin semarak. membuat adam mencintai hawa (dan sebaliknya). membuat semua manusia saling mencintai. sesederhana itu. saat ini.. cinta merasa kehilangan bentuknya dan waktu telah membuat cinta menjadi terperangkap. semua orang semakin berubah. semua mendefinisikan dirinya. merasa bahwa definisi mereka yang paling benar. cinta harus seperti ini.. dan cinta harus seperti itu..

namun cinta tidak ingin memihak siapapun. cinta ingin kembali seperti dulu. pada definisinya yang sederhana.

cinta muak dengan semua ini… dan ia memutuskan pergi..

cinta tidak hadir di rumah hari ini..

Post

menunggu

In Fiction on October 24, 2005 by aaqq™

lelaki itu tidak pernah menghubunginya lagi. tiga hari terasa setahun. yahoo messenger.. email.. sms.. atau bahkan telepon pun tak pernah hadir darinya.

seperti beberapa hari sebelumnya, ia selalu masuk kamar lebih awal. kedua anaknyapun mengikuti jam tidur tersebut. di kamarlah ia bisa membebaskan imajinasinya. berpikir tentang sang lelaki dan semua harapan yang telah dijanjikan padanya.

dicobanya untuk senantiasa berpikir positif. ia paham kesibukan sang lelaki, seorang mahasiswa tahap akhir yang bergulat dengan thesis dan supervisor yang tak pernah mau kompromi. kesemuanya selalu membuat sang lelaki tertekan. namun, ketika malam tiba semua pikiran negatif itu tiba.

apakah ia bersama wanita lain? apakah ia menemukan pelabuhan hatinya yang jauh lebih baik darinya? apakah ia sedang berada di sebuah dunia gemerlap? apakah ia sudah tak mencintai dirinya lagi?

deru mobil membuatnya terbangun dari semua bayangan dan pertanyaan-pertanyaan itu. namun, secepat pula ia tutup kedua kelopak matanya. lebih baik ia hindari semua pembicaraan dengan sang suami. pembicaraan yang senantiasa berakhir dengan tangisan kesakitan dari mulutnya.

mesin mobil itu ternyata tidak berhenti, begitu juga pintu pagar masih tetap berada di tempatnya semula. bukan.. bukan sang suami yang berada di sana. tubuh indah itu beranjak menuju jendela dan memerintahkan kedua bulatan coklatnya melihat di balik tirai hijau tua. sepasang mata itu terpaku pada sebuah sosok di dalam mobil.

sang lelaki telah tiba…

Post

surat untuk anakku

In Fiction,Reflection on October 3, 2005 by aaqq™

nak…
besok pagi.. antar ibumu ke pasar untuk membelikan kamu semua perlengkapan sekolah yang sudah usang.. tas eiger hitam seperti punya si bambang, temanmu yang kaya itu.. sepatu carvil yang kamu idam-idamkan sejak dulu.. seragam sekolahmu yang baru dan berwarna putih (bukan coklat seperti yang kamu punya sekarang).. dan sepeda poligon biru yang sampai tadi siang bapak lihat masih ada di toko babah liong dekat pos kamling depan.

nak..
besok pagi.. antar ibumu ke pasar untuk membeli beras.. ayam (jangan takut terkena flu burung..asal ibu memasaknya dengan matang pasti tidak apa apa).. daging sapi.. dan bahan-bahan sembako lainnya. pastikan.. kalian akan cukup makan … esok dan hari-hari selanjutnya..

nak..
besok pagi.. bayarkan semua tunggakan uang kontrak rumah kita beserta hutan-hutang bapak ke warung mbak rina.. kemarin siang, bapak mengambil dua bungkus djie sam soe premium darinya… rasanya ternyata berbeda dengan rokok murahan yang biasa bapak hisap. nikmat sekali.

nak..
besok pagi.. antar ibumu ke sekolah untuk membayarkan tunggakan uang sekolahmu yang sudah 6 bulan belum dibayar. ajak juga ia untuk menyimpan uang sisanya di bank bri terdekat. pakailah namamu sebagai pemilik rekeningnya.. pergunakan semuanya untuk kebutuhan sekolahmu hingga tamat smu nanti.

nak..
besok pagi.. jangan biarkan ibumu menonton televisi di rumah bu ratna seperti biasa.. ataupun membaca koran di warung.. sibukkan dia dengan semua uang yang ia terima ini.. ini uang jerih payah bapak.. percayalah.. seratus juta jumlah yang cukup untuk kalian berdua.. tidak mudah mendapatkan uang sebanyak ini.. hanya ‘malaikat’ yang mau memberikannya pada kita

nak..
tolong jaga ibumu.. kamu adalah harta satu-satunya. jangan kecewakan ia hingga akhir hayatnya kelak.. karena ia tidak akan bisa memaafkan bapak.. hingga kapanpun untuk apa yang akan bapak lakukan.. semoga kau dan orang-orang pun akan memaafkan bapak..

..dan malam itu.. saat semua penghuni rumah tertidur pulas.. sebuah ledakan kembali terjadi di kota.. bom bunuh diri katanya.. dan bapak tidak pernah kembali