Category Archives: Indonesiana


remahan surga berau di majalah eve

mei ternyata bulan yang indah buat gue.. at least awal-awal bulannya, huehehehe. selain gaji masuk, cuaca makin membaik dan gue sepedahan mulu *dan jadi sehat toh?*, kemaren gue dapet ipod-touch, dan…….. untuk pertama kalinya pula.. artikel gue masuk di majalah!!! majalah eve-indonesia pula!!! *guling-guling.. sambil nangis darah saking gak percaya*

artikel yang gue buat bercerita tentang traveling di berau.. one of my favorite places in indonesia. tempat gue penelitian.. tempat gue jalan-jalan-jalan.. tempat di mana gue menemukan banyak orang-orang baik dan hebat. i can’t wait to go there again, end of this year. mau ikut? hayu hayu hayu…

thanks buat guni yang maksa-maksa gue buat nulis *tapi worth banget kok*.. redaktur eve indonesia.. ija buat foto underwaternya.. wiwin buat editannya (juga imey dan guna yang baca duluan).. dan tentunya orang-orang di berau yang bikin ini semua jadi lebih mudah untuk ditulis. so? buruan beli majalahnya yah.. mulai terbit besok tuh!

Read More

icraf dan titik balik gue

salah satu titik balik dalam kehidupan gue adalah ketika gue bergabung dengan icraf (international centre for research in agroforestry dan bukan pabrik KEJU!!) di tahun 2000, yang sekarang bernama world agroforestry centre. dari pedalaman dan hutan di riau sana, gue balik ke bogor dan mengerjakan salah satu project mereka di palembang *thanks to pak suyanto dan yengki for the opportunity*. saat itu gue menjadi asisten peneliti di lapangan untuk project kebakaran hutan di indonesia.

banyak yang gue dapet, mulai dari naik pesawat terbang pertama kalinya dalam hidup, jalan-jalan ke banyak tempat di indonesia, gaji yang cukup lumayan, dan yang paling berkesan adalah bertemu banyak orang baru. mereka adalah orang-orang yang selalu menyambut ramah ketika kami datang ke tempat mereka. beberapa bahkan menjadi sahabat (bahkan saudara) baru gue hingga saat ini.

Read More

masih butuh infotainment?

.. dan secara serentak semua mata blogger pun beralih kepada seleb ini. bukan karena film-nya ataupun iklannya yang baru, tapi karena halaman blog yang dia miliki

seleb (ataupun politisi) ngeblog memang bukan barang baru. di indonesia ataupun di mana saja, internet menembus batas privacy. setiap orang pun bisa menjadi penulis, setiap orang dapat membaca hidup (yang ditulis) orang lain dan setiap orang pun bahkan dapat mencaci maki orang lain di internet.

fenomena dian sastro nge-blog pun akhirnya menambah marak dunia blog di indonesia. setelah maylaffayza, akhirnya muncul lagi ‘wajah segar’ dalam dunia blog indonesia. bukan berarti wajah blogger lain tidak atau kurang segar, namun kenyataan bahwa seorang seleb (dan cantik pula!) menulis di blog tetaplah menjadi magnet dalam dunia blog. komen di setiap postingannya pun tak jarang menembus angka psikologis 100. entah untuk mengomentari isi postingan ataupun hanya untuk menuliskan: hai salam kenal!

Read More

i’ll see you when i see you..


Suharto (1921-2008)

goodbye general..
words are not enough..
either to praise or to curse you..

i’ll see you when i see you

picture from: http://www.bbc.co.uk

..jiplak lagi dong..

membaca beberapa komentar dan tindakan mengenai apa yang terjadi dengan malaysia dan indonesia beberapa bulan terakhir ini, membuat gue tersenyum. penjiplakan beberapa unsur kebudayaan, mulai dari lagu, tarian, pakaian dan lain-lain oleh malaysia ternyata membakar semangat nasionalisme (sebagian besar) orang-orang indonesia. walaupun beberapa kritikan dilakukan dengan cara yang tidak elegan, namun gue tetap ngeliatnya sebagai salah satu upaya mempertahankan ‘martabat’ bangsa. hebat!

ngomong-ngomong soal nasionalisme dan penerapannya, jadi inget si joni, tetangga gue. anaknya sangar tapi baek *kebayang gak sih?*. walaupun dia gak pernah sholat apalagi puasa, tapi kalau ada orang yang jelek-jelekin agamanya, maka dia akan berdiri nomor satu di barisan *deuuuh.. marah aja kenceng, sholatnya gimana bang?*. intinya sih, marah akibat nasionalisme yang terbakar sih sah-sah (banget) aja. tapi kita juga tetep perlu tunjukin juga nasionalisme yang jauh lebih nyata dibanding hanya dengan marah-marah. memunculkan semua keahlian dan kepandaian indonesia lebih nyata pada dunia lain, akan membuat si penjiplak kehilangan muka untuk menampilkan karyanya.

kalo kita cuman bisa sebatas marah (dan bereaksi sesaat) pada saat disulut mah.. malah bikin gue jadi pengen malaysia jiplak terus hasil karya kita *kita?? lo kali ma tutup panci di dapur*. karena, mendadak semua orang indonesia akan berteriak hal yang sama: indonesia. karena, semua orang akan tiba-tiba sibuk menyelamatkan kebudayaan indonesia. karena, pada akhirnya semua orang akan memiliki punya musuh yang sama. menyenangkan sih dibanding melihat anak bangsa gontok-gontokan dan bunuh-bunuhan gak jelas di tanah sendiri. tapi bukan itu kan yang kita mau?

ayo.. indonesia!! tunjukan pada saudara tua itu, bahwa kita bisa jauh lebih baik dibanding siapapun.

emang enak jadi peneliti?

spoiler: panjang abis.. beneran deh… mending nonton, bikin pe er atau hang-out di cafe sonoh..

bekerja sebagai peneliti sebenarnya gak pernah kepikiran di dalam otak gue pada saat lulus sma. dengan kapasitas otak yang segitu-gitu aja, ditambah penampilan yang jauh dari sosok seorang peneliti *maksudnya???*, maka gue gak pernah mem-plotkan diri gue untuk menjadi peneliti. apapun, dan bukan peneliti. pemain film ataupun pegawai negeri malah pernah masuk ke dalam list mau-jadi-apa-nanti, ketika gue berpikir serius soal masa depan.

but, it was in 2000 ketika gue pertama kalinya menerima pekerjaan sebagai asisten peneliti di sebuah lembaga penelitian yang keren abis, baik dari segi kualitas maupun fasilitas (olahraga dan internet). *kayanya boss lo dulu udah desprate banget nyari asisten, hehehe*. sejak awal pun mungkin gak banyak yang percaya kalau gue kerja di tempat yang butuh banyak ngejalanin otak. *otak lo di setting otomatis aja susah q.. apalagi dipaksa manual*. sekarang, di mana gue kudu menyandang status sebagai seorang pelajar strata tiga, lebih banyak lagi yang gak percaya (dan makin gak rela.. hahaha). sebuah posisi yang dulu gak pernah berani gue impikan.

tapi hidup memang tidak pernah bisa ditebak. seperti yang selalu gue bilang, one dream leads to another, ternyata memang benar adanya. setelah jungkir-balik turun-naik kanan-kiri depan-belakang, ternyata gue malah sibuk di dunia ini. hingga akhirnya sekarang gue terbiasa untuk menjawab, gue peneliti, ketika seseorang bertanya mengenai pekerjaan gue. ya iya lah.. masa gue mo menjawab: gue model dari the janice dickinson modelling agency? gak banget deh..

Read More

jakarta - melintasi zaman menembus kemacetan

jakarta memang fenomenal. semua tempat.. semua peristiwa.. semua hal.. adalah sebuah objek yang menarik untuk fotografi. melintasi waktu.. era.. dan zaman, jakarta adalah sebuah saksi perubahan (pembangunan?) yang terjadi dalam kurun waktu ratusan tahun. sepeda, bajaj, angkot, busway hingga (nantinya) monorail, telah dan akan menjadi saksi bisu transformasi sosial yang terjadi di ibukota tercinta ini.

toch, dengan segala kelebihan dan kekurangannya, jakarta tetaplah cantik dan menarik. laksana wanita bohay dengan dada yang tak kempes-kempes, ia adalah magnet untuk semua orang yang ingin mengadu keberuntungan. termasuk kalian semua bukan?

so.. enjoy jakarta!!