Indonesia


berau 6.0 - surga lain di hilir berau (derawan, maratua, sangalaki dan kakaban)

senang rasanya dikunjungi sahabat-sahabat di tempat di mana kita bekerja.. dan mereka menjadikan perjalanan, pekerjaan, dan liburan ini menjadi seperti surga. derawan, maratua, sangalaki dan kakaban pun menjadi surga bagi kami semua, lima anak muda yang haus petualangan. huekekekek.. thanks to ija, atta, alaya dan degi untuk menjadi teman perjalanan yang menyenangkan.
foto-foto selama perjalanan, hanya […]

berau 5.0: ramadhan di tanah berau

ramadhan di tanah berau..
adalah berpuasa dengan hawa yang sangat panas, di mana matahari bersinar dengan kencangnya, tepat di atas ubun-ubun pada saat siang menjelang. lokasinya yang berada tak jauh dari garis ekuator, begitu menguji keimanan untuk terus berpuasa. panas.. panas.. panas..
ramadhan di tanah berau..
adalah bersahur bersama ‘keluarga baru’ di kost-an tanjung redep, yang dengan setia […]

berau 4.0 - di tengah birunya laut berau

perjalanan saya kali ini menuju sisi sebelah timur kabupaten berau. ke arah laut tepatnya. ada dua desa yang menjadi tujuan utama saya, yaitu tanjung batu di pesisir dan derawan di tengah gugusan pulau-pulau cantik itu.
empat jam
niat baik memang tak selamanya akan berjalan dengan baik pula. dengan semangat enam sembilan dan keinginan untuk bisa buru-buru melakukan […]

berau 3.0 - surga kecil di hulu sungai segah

perjalanan
perjalanan ke hulu sungai segah ternyata memerlukan ketahanan mental dan fisik yang luar biasa. perjalanan hampir 5 jam, termasuk bercengkerama dengan sekretaris camat dan makan siang di rumah makan kecil di tepian buah, terasa begitu panjangnya. melewati areal perusahaan HPH dan beberapa desa transmigrasi, saya dibawa pada kenangan beberapa tahun silam ketika masih menggunakan baju […]

berau 2.0

SPOILER: sumpah ini PANJANG banget.. kalo males baca mending tinggalin ajah.. hueheheh
…dahulu kala, para lelaki dayak gaai yang berniat menikah, harus melakukan tradisi mengayau terlebih dahulu. pengayauan adalah sebuah tradisi memenggal kepala orang lain, biasanya dari suku dayak yang lain, yang menandakan lelaki yang bersangkutan telah siap untuk menikah. bagi wanitanya, ia harus bersedia untuk […]

berau 1.0 (arrival)

akhirnya.. setelah perjalanan gelap gulita dari bogor pada jam 3 subuh.. saya menginjakan kaki juga di tanah berau ini. walaupun perjalanan dari balikpapan menuju berau lebih banyak di isi dengan doa, komat-kamit gak jelas, dan usaha menutup mata demi menghindari rasa takut akan pesawat berbaling-baling dobel ini. turbulence yang timbul juga kadang membuat semua dosa […]

ketika dunia maya menjadi nyata

saya mengenal komunitas 80an ini sejak tahun lalu dan bahkan saya pernah menuliskannya di blog ini. berkenalan dengan mereka di dunia maya, membuat pagi hari saya semakin ceria (halaah) dan tentunya membuat saya senantiasa terlambat ke kampus. karena pada saat warung lapanpuluhan dibuka melalu confrence YM di sore hari, saya yang berada ribuan kilometer jauhnya […]

what do you see?