
In Indonesia, Traveling on November 26, 2007 by aaqq™
sedikit terlambat memang. sudah dua minggu lebih saya meninggalkan tempat itu. terlalu banyak.. hal yang saya dapat di sana, mulai dari pengalaman, persahabatan, nutrisi jiwa dan hal-hal tidak enak pun sempat hadir. perjalanan belum selesai, masih akan ada lagi seri perjalanan ke berau dalam masa-masa mendatang.
banyak hal yang perlu diselesaikan.. masih banyak titik yang perlu dijelajahi.. dan masih banyak pertanggungan yang harus di jawab.. *naon seeeh*. sampai bertemu lagi.. kawan-kawan. terima kasih untuk sebuah penyambutan yang hangat dari timur laut kalimantan.
berikut ini beberapa jepretan yang sempat saya ambil di kota tanjung redep dan sekitarnya. enjoy kan lah!!

In Indonesia, Traveling on November 1, 2007 by aaqq™
senang rasanya dikunjungi sahabat-sahabat di tempat di mana kita bekerja.. dan mereka menjadikan perjalanan, pekerjaan, dan liburan ini menjadi seperti surga. derawan, maratua, sangalaki dan kakaban pun menjadi surga bagi kami semua, lima anak muda yang haus petualangan. huekekekek.. thanks to ija, atta, alaya dan degi untuk menjadi teman perjalanan yang menyenangkan.
foto-foto selama perjalanan, hanya bisa dilihat di sini.. ok? ENJOY..

In Indonesia, Traveling on October 12, 2007 by aaqq™
ramadhan di tanah berau..
adalah berpuasa dengan hawa yang sangat panas, di mana matahari bersinar dengan kencangnya, tepat di atas ubun-ubun pada saat siang menjelang. lokasinya yang berada tak jauh dari garis ekuator, begitu menguji keimanan untuk terus berpuasa. panas.. panas.. panas..
ramadhan di tanah berau..
adalah bersahur bersama ‘keluarga baru’ di kost-an tanjung redep, yang dengan setia me-miss call-kan saya pada jam 3 subuh, kadangkala dengan gedoran di pintu akibat malas bangun. juga pengalaman sahur dengan sahabat-sahabat baru, yang dengan baiknya memasak serta membangunkan saya ketika berada di kampung. thanks, tri!!
ramadhan di tanah berau..
adalah rasa bangga melihat sang bapak pemilik rumah memasak untuk sahur di hadapan istri, ketiga anak lelakinya, keponakannya, serta satu orang asing dari tanah jawa. ikan kakap asam manis, tempe kecap, ataupun capcay menjadi menu sahur yang sangat sayang untuk dilewatkan. sebuah kebiasaan yang membuat saya berjanji untuk belajar memasak lebih baik lagi, juga keinginan untuk memiliki anak (heh, naon hubungan nana?).
Read More »

perjalanan saya kali ini menuju sisi sebelah timur kabupaten berau. ke arah laut tepatnya. ada dua desa yang menjadi tujuan utama saya, yaitu tanjung batu di pesisir dan derawan di tengah gugusan pulau-pulau cantik itu.
empat jam
niat baik memang tak selamanya akan berjalan dengan baik pula. dengan semangat enam sembilan dan keinginan untuk bisa buru-buru melakukan penelitian di desa, saya bangun pagi-pagi sekali dan membawa barang ke sebuah pengkolan di tepian sungai segah. beberapa mobil kijang angkutan ke desa tanjung batu sudah berjejer di sana. jam 9 pagi saya pun bersiap di mobil. belum ada siapa-siapa. ah.. menunggu muatan mungkin. sejam..dua jam.. saya mulai curiga. si supir juga mulai terlihat gelisah. beberapa kali mengatakan ke saya untuk menunggu sebentar lagi. alhasil.. setelah tiga jam menunggu, kesabaran saya memuncak dan siap meluapkan kemarahan. namun, si supir dengan santainya mengatakan, “nanti jam 1 kita berangkat ya mas”. whaaaaaaaaaaat??
akhirnya.. dengan nafas yang tersisa saya sabarkan hati ini, menunggu beberapa penumpang yang ternyata sudah ada sejak tadi pagi. mereka dengan santainya sedang berbelanja di pasar, mengambil gaji bulanan mereka sebagai guru, dan beberapa bahkan sedang makan di warung terdekat. yang lain, bahkan di jemput di rumahnya. sialaaaaaan!!!
Read More »
on September 11, 2007 by aaqq™

perjalanan
perjalanan ke hulu sungai segah ternyata memerlukan ketahanan mental dan fisik yang luar biasa. perjalanan hampir 5 jam, termasuk bercengkerama dengan sekretaris camat dan makan siang di rumah makan kecil di tepian buah, terasa begitu panjangnya. melewati areal perusahaan HPH dan beberapa desa transmigrasi, saya dibawa pada kenangan beberapa tahun silam ketika masih menggunakan baju korps rimbawan ala mahasiswa fahutan ipb. jalan tanah yang diperkeras, hutan di kanan-kiri jalan, serta beberapa kali berpapasan dengan truk-truk pengangkut kayu gelondongan yang besarnya tak terkira, menjadi penghias perjalanan menuju kampung-kampung di hulu sungai segah. saya sebenarnya bisa saja menggunakan perahu ketinting bermotor di tepian buah untuk meluncur ke kampung-kampung tersebut, namun perjalanan yang dapat memakan waktu lebih kurang 5 jam serta ganasnya jeram-jeram yang harus dilalui, membuat saya memutuskan untuk ikut kendaraan 4 roda-berkendara (wheel-drive.. he he), milik salah satu lembaga konservasi internasional di kabupaten berau ini.
tiba di ujung jalan, kami terhenti oleh sungai besar yang menjadi pembatas long laai, kampung tujuan saya. setelah menunggu selama satu setengah jam, akhirnya dua orang gadis perempuan menjemput kami di tepian dan membawa kami beserta barang-barang dengan susah payah. kampung dayak yang satu ini memang berbeda dengan kampung terakhir yang saya datangi. jarak yang jauh dari kota membuat kehidupan dan roda ekonomi berjalan cukup lambat. namun seperti kampung yang kemarin, genset kampung yang tersedia membuat mereka memiliki televisi dan antene parabola di setiap rumah. rumah panggung dengan tiang yang cukup tinggi menjadi pemandangan yang umum di sini. untuk memasuki rumah pun, kami harus mendaki tangga-tangga ramping yang dibuat cukup menukik dan, tentunya, sakit jika terjatuh.
Read More »
on August 29, 2007 by aaqq™

In Indonesia, Traveling on August 15, 2007 by aaqq™
SPOILER: sumpah ini PANJANG banget.. kalo males baca mending tinggalin ajah.. hueheheh
…dahulu kala, para lelaki dayak gaai yang berniat menikah, harus melakukan tradisi mengayau terlebih dahulu. pengayauan adalah sebuah tradisi memenggal kepala orang lain, biasanya dari suku dayak yang lain, yang menandakan lelaki yang bersangkutan telah siap untuk menikah. bagi wanitanya, ia harus bersedia untuk ditato pada bagian tangan dan kakinya, yang menandakan ia sudah siap untuk dinikahkan…
sepenggal cerita seorang ketua adat suku dayak gaai (dibaca: ga-ay, jangan dibaca gay apalagi dianggap gey.. jauh banget) mengiringi kedatangan saya pada dua desa di bagian tengah kabupaten berau ini. memasuki desa yang hanya berjarak dua jam perjalanan saja dari ibukota kabupaten, mata ini sudah disuguhi debu jalanan yang bisa membuat putih wajah akibat deru motor dan mobil yang sesekali lewat. musim kering yang masih berlanjut, membuat jalanan tanah yang hanya diberi pasir dan batu ini semakin terlihat kering.
Read More »

In Indonesia, Traveling on August 3, 2007 by aaqq™
akhirnya.. setelah perjalanan gelap gulita dari bogor pada jam 3 subuh.. saya menginjakan kaki juga di tanah berau ini. walaupun perjalanan dari balikpapan menuju berau lebih banyak di isi dengan doa, komat-kamit gak jelas, dan usaha menutup mata demi menghindari rasa takut akan pesawat berbaling-baling dobel ini. turbulence yang timbul juga kadang membuat semua dosa dan perbuatan di masa silam mencuat ke permukaan pikiran. ampun.. emaaaak, gue minta maap.
berau menyambut saya dengan hujan. segar rasanya. tiba di penginapan saya langsung merasa menemukan keindahan. penginapan di lantai atas dan cafe di lantai bawah. cafe yang langsung berbatasan dengan sungai kelay. jika sore hari tiba, duduk di samping cafe menikmati secangkir coffee dengan sebatang sampoerna mild terasa sangat nikmat sekali. bekerja ditemani semilir angin dan juga riuh rendah perahu bermotor yang sesekali melintas mengantarkan orang-orang yang hendak pulang ke tempat tujuannya, membuat waktu cepat sekali berlalu.
tapi saya tidak akan tertanam di sini saja. minggu depan saya harus mulai berkelana ke daerah pedalaman hutan dan pesisir laut sana. 10 desa sudah menanti untuk disambangi. semoga perjalanan berlangsung dengan lancar, data dapat terkumpul dengan baik, dan saya bisa menikmati perjalanan dengan enaknya. tak lupa, foto2 yang banyak tentunya.
saya merasa beruntung, hingga hari ke empat ini banyak orang yang telah menolong saya untuk mempermudah perencanaan perjalanan ini. teman-teman dari en-g-o bahkan dengan baik hatinya memberikan banyak informasi yang berguna untuk saya. ah.. saya merasa dipermudah. nuhun teh.. nuhun kang..
o ya.. berau juga terkenal dengan wisata lautnya. snorkeling dan diving menjadi andalan mereka. tertarik untuk join? datang yah setelah lebaran. insya allah.. saya bersama beberapa teman akan menikmati pulau derawan yang indah itu. kalau tidak percaya, silahkan googling saja.

In Indonesia, Reflection on July 16, 2007 by aaqq™
saya mengenal komunitas 80an ini sejak tahun lalu dan bahkan saya pernah menuliskannya di blog ini. berkenalan dengan mereka di dunia maya, membuat pagi hari saya semakin ceria (halaah) dan tentunya membuat saya senantiasa terlambat ke kampus. karena pada saat warung lapanpuluhan dibuka melalu confrence YM di sore hari, saya yang berada ribuan kilometer jauhnya dari jakarta, justru baru saja terbangun dan menyiapkan diri menuju kampus. tapi entahlah.. daya tarik warung seringkali membuat saya meng-ignored supervisor (maap pak.. maap.. gak sering-sering kok..
) dan men-terlambatkan diri saya. kurang ajyaar!
kepulangan saya ke indonesia pun digunakan sebagai salah satu ajang uji nyali untuk bertemu orang-orang nista ini. ternyata.. mereka memang nista dan banci foto. takjub juga rasanya melihat sosok-sosok yang selama ini hanya ada dalam bentuk YM ID.. tiba-tiba berubah menjadi sosok-sosok nyata. tidak ada penjagaan image yang dilakukan seperti halnya kita bertemu orang baru. ini hanya seperti memindahkan warung maya ke tempat makan di semanggi dan kemang. selanjutnya.. adalah celaan-celaan dan pertanyaan-pertanyaan ala chatting.
saya hanya bertemu sebagian dari anggota komunitas nista 80-an (foto-foto bisa dilihat di sini). milis dan warung YM memiliki jumlah anggota yang jauh lebih banyak. mereka merupakan sosok-sosok doyan kelayapan, haus publikasi, narsis foto, haus suvenir (yang kata dhani bisa didapat dengan mudah di pasar kramat jati).. serta kumpulan orang-orang dengan keramahan dan keunikan tersendiri. tidak banyak yang bisa di upload karena keterbatasan jaringan di rumah. bahkan foto-foto mereka pun tidak sempat (sanggup) di touch-up lagi. apapun hasilnya.. namun semoga cukup representatif menujukan wajah-wajah mereka. baidewei.. beberapa masih mencari pendamping dengan beberapa kriteria khusus: orang baik.. taat beribadah.. sayang keluarga.. penghasilan stabil.. tidak suka memukul juga dipukul.. dan bertanggung jawab. kode anggota M53456-M53899. silahkan kontak moderator untuk keterangan lebih lanjut.
akhir kata.. saya hanya bisa berucap.. astagfirullah..
senang berkenalan dan mengenal sebuah komunitas baru.. dan tentunya teman-teman yang baru. piss ah..
ingin mengetahui apa itu komunitas 80an? kunjungi saja blog mereka di sana.