Menjadi minoritas kadangkala membuat saya menjadi sangat “emosional”. Mendengar suara adzan di suatu malam, di tengah Pulau Sumba dimana sebagian besar penduduknya adalah non muslim tiba-tiba membuat hati saya tertunduk. Rasa haru menyeruak. Suara yang tidak pernah saya pedulikan ketika saya berada di Bogor karena begitu seringnya. Melakukan sholat Jumat, di kota yang mesjidnya ada dalam hitungan jari, pun menimbulkan rasa haru. Begitu menyenangkan melihat sesama pemeluk muslim di sebuah mesjid di kota ini.
Lucu memang, kenapa saya menjadi emosional seperti ini, bahkan menjadi lebih khusyuk untuk sholat di tempat ini. Ha ha ha.. saya memang bukan muslim yang baik.. walaupun saya tidak juga mau menjadi orang jahat. Tapi rasa itu memang hadir.
Dahulu, ketika berada di Belanda selama kurang lebih 1.5 tahun, sebagai seorang muslim, saya tahu bahwa saya adalah minoritas di sana. Hanya satu kali saya menemukan mesjid, dan itupun di Delft. Perasaan yang sama menyeruak ketika saya memasukinya. Ah, saya memang terlalu melankolis untuk hal-hal seperti ini.
Satu hal yang saya pelajari, dihargai sebagai seorang minoritas adalah sebuah apresiasi yang sangat tinggi. Kadang penghargaan teman-teman non muslim terhadap pelaksanaan ibadah saya sangatlah tinggi, kadang malah jauh lebih tinggi dibandingkan sesama muslim (he he he..). Di beberapa desa di Sumba ini bahkan, mereka meminta kita untuk memotong sendiri ayam untuk makan, karena mereka tahu bahwa muslim punya aturan tersendiri terhadap penyembelihan ayam. Sungguh suatu penghargaan yang tidak dibuat-buat.
Jadi, sampai saat inipun saya menjadi orang yang tidak mengerti mengapa beberapa dari kita masih bersikap rasialis terhadap minoritas, baik agama maupun suku. Jujur, menjadi seorang minoritas sudah merupakan hal yang tidak mengenakan, dimanapun juga, apalagi di negeri sendiri. Tidak perlulah menambah panjang permasalahan kehidupan seseorang karena permasalahan kecil itu. Saling menghargai sesama tanpa melihat latar belakang agama dan suku, seringkali membuat hidup ini jauh lebih mudah, indah dan pasti… berharga untuk dijalani.

