Mindworks


laskar pelangi dan mie kocok

laskar pelangi dan mie kocok

menonton laskar pelangi ternyata seperti makan mie kocok di pasar mawar bogor. adik saya bilang, jika makan mie kocok di tempat ini, selalu diawali dengan keinginan yang menggebu-gebu. apalagi ditambah provokasi dari orang-orang yang sudah pernah mencobanya membuat kita semakin ingin mencoba mie kocok tersebut.

tapi apa yang terjadi pada saat ketika memakannya? kita pasti akan cuma bilang: ah kok gini aja? mana istimewanya? tak lama, kita akan berpikir bahwa mie kocok pasar mawar memang tidak ada istimewanya.

tapi tunggulah beberapa saat, pikirkan isi yang terkandung di dalamnya dan temukan aftertaste-nya, maka percayalah kita akan ketagihan. maka ketika kita melewati kedai itu, jangan heran jika secara tak sadar kita akan berusaha kembali ke sana.

pake pelet? mungkin juga *huahahaha.. nyang bener aja!!*.

i’m going home

i'm going home

“saya hamil ..”

ucapan itu membuat gempar sebuah rumah mungil di sabtu pagi yang cukup terang untuk ukuran bulan desember. bukan sebuah kabar baik juga karena si pemilik suara adalah seorang perempuan remaja umur 25 tahun yang belum pernah terdengar berpacaran. hidupnya selama ini terfokus pada belajar.. belajar.. dan memberikan prestasi yang terbaik untuk kedua orangnya. wajahnya semakin terlihat memerah, menahan tangis dan ketakutan. ibunya berteriak histeris mendengar kabar dari si anak semata wayangnya itu. sang ayah, dengan wajah yang gusar namun berusaha terlihat tenang, menanyakan ayah si jabang bayi itu.

suatu hari minggu, dengan persiapan seadanya, pernikahan dadakan pun diadakan. cukup di sebuah kamar hotel mungil, dengan dihadiri oleh beberapa orang kerabat mereka, maka sang penghulu pun memandu upacara sederhana ijab kabul tersebut. tak ada tangis haru, tak ada lagi amarah, semua berjalan dengan sunyi dan sesuai prosedur.

15 tahun berlalu, dan si jabang bayi telah menjadi lelaki dewasa. si perempuan tetap menyendiri hingga saat ini dan menjadi orang tua tunggal untuk si anak. ia bangkit dan mencapai semua hal yang pernah ia tinggalkan: kuliahnya, karirnya, mimpinya. ayah sang jabang bayi tetap bersama dengan keluarganya yang pertama. perempuan itu tetap pasrah menjadi bayangan tanpa mau menuntut ataupun membuka aib sang ayah.

what a choice…

atmosfer

atmosfer

pengen tau atmosfer-nya. itu kata-kata andalan yang selalu dibilang ketika gue mau melakukan sesuatu yang belum pernah gue lakukan ataupun penasaran dengan sebuah hal baru tapi gak yakin ataupun emang gak sengaja terjerumus di dalam sebuah hal yang ternyata-gak -enak tapi malu-buat-ngakuin-nya ataupun emang narsis belaka *alasan yang mengada-ngada*. tapi gue rasa, itu juga bisa karena faktor adventurous *ada kan istilah itu?* atau emang penasaran untuk mencoba hal-hal yang baru. walaupun untuk beberapa orang, itu juga lebih kepada keberuntungan semata ataupun emang pengen keren aja *halah*.

mencoba masakan hasil uji coba seseorang yang baru tau cara motong bawang, memasuki ladang ranjau di vietnam, nyemplung di kolam taman monas, melakukan hormat ala nazi di jerman dan sejenisnya mungkin bisa menjadi contoh. ah, tapi gue gak se-extrim itu lah, beberapa hal sebenarnya buat orang lain mungkin gak terlalu baru atau bahkan biasa-biasa aja. tapi teuteup buat gue kalau ada orang nanya kenapa gue melakukan itu, ya…. gue kan pengen tau atmosfer-nya aja. halah..

parfum

parfum

parfum, deodoran dan sejenisnya memang dibuat untuk membuat seseorang tercium jauh lebih wangi ataupun menghindari bau badan yang berlebihan. seringkali wangi parfum juga menunjukkan karakter dan tingkat sosial seseorang. buat beberapa orang, parfum adalah sebuah keharusan. mereka seringkali merasa kurang percaya diri jika keluar rumah tanpa semprotan parfum di sekujur tubuhnya. namun, untuk banyak orang, parfum juga dilihat sebagai benda secondary atau bahkan tersier yang dipakai sesekali atau bahkan tidak memakainya sama sekali.

walaupun parfum adalah sebuah benda yang personal, yang bau enak dan tidaknya tergantung dari orang yang menggunakannya, tapi kita adalah orang yang mau tidak mau mencium bau parfum yang dipake oleh orang lain. betul kan? sebalnya, beberapa orang seringkali memakai bau wewangian yang aneh-aneh dan kadang bikin gue pusing delapan puluh tiga keliling. gak peduli mahal ataupun dibeli di ujung paris sana, jika parfum tidak enak, buat gue adalah tetap tidak enak. parfum murah sekalipun, jika wanginya memang enak, pastilah enak. beberapa kali gue mengalami peristiwa dodol dan kadang menyebalkan gara-gara parfum yang menurut gue bikin mabok.

agamaku dan agamamu

agamaku dan agamamu

indonesia adalah salah satu inisiator untuk asia-europe meeting interfaith dialogue 4 tahun yang lalu. ketika bertemu dengan para delegasinya di denhaag, sesaat setelah mereka bertemu para delegasi negara lain di amsterdam, membuat saya bertanya-tanya dalam hati: seberapa efektifnya kah forum ini?

walaupun, pada kesempatan itu mereka bisa menjelaskan peranan indonesia di dunia internasional, bagaimana pandangan negara lain terhadap keberagaman agama di indonesia, dan pujian-pujian selangit lainnya. tapi, saya merasa ada “ketidakrukunan” yang cukup fundamental antar delegasi agama. juga saya merasa ragu bahwa forum ini bisa merukunkan antar agama yang ada di indonesia. apalagi melihat di dalam agamanya masing-masing saja masih belum bisa satu suara *alias tidak rukun*?

sekarang gue percaya.. kalau

secapek apapun kondisi fisik dan otak lo saat bekerja.. apalagi kalau jadi waiter.. maka ngitung duit kudu bener. alasan apapun yang lo kasih, kalau itungan lo salah dan berlebih, lo akan tetep dianggap sebagai pelayan - jahat - yang - pengen - ambil - duit - pelanggan. *niet good jongen!!*

pelanggan boleh seenaknya komplen ataupun marah-marah. namun, menghitung ulang total bon kudu pelan-pelan. kalau enggak, maka lo akan rugi karena ternyata lo malah ngitungnya kurang banget.

20 euro lebih untuk nombokin uang pelanggan karena kesalahan gue adalah tolol.

menerima tip besar sampe 12 euro dari seorang pelanggan belum tentu dapat dianggap beruntung. karena at the end, dengan semua hal di atas maka tip sebesar apapun akan sia-sia.

blah.. blah.. blah..

i know.. it will take me into a difficult and nasty situation later on. but i have to do that now. instead of looking all these creepy things, then i preferred to finish it a-s-a-p because some tasks are waiting to be done… this chapter, that presentation, these long-list questions, this check-list, that holiday plan […]

Shouts!! (part 5)

pada saat kita merasa buntu, kehilangan arah, dan bahkan down hingga ke titik terendah, berbicara pada orang-orang yang kita cintai memang salah satu solusi mujarab untuk bisa kembali ke titik semula. (a thought when i called home)
saya kok pengen kecanduan lagi seperti dulu ya? (a thought when i missed my candu and all those conversations)
it’s […]