Archive for the ‘Reflection’ Category

Post

emang enak jadi peneliti?

In Reflection,Scholar on January 11, 2008 by aaqq™

spoiler: panjang abis.. beneran deh… mending nonton, bikin pe er atau hang-out di cafe sonoh..

bekerja sebagai peneliti sebenarnya gak pernah kepikiran di dalam otak gue pada saat lulus sma. dengan kapasitas otak yang segitu-gitu aja, ditambah penampilan yang jauh dari sosok seorang peneliti *maksudnya???*, maka gue gak pernah mem-plotkan diri gue untuk menjadi peneliti. apapun, dan bukan peneliti. pemain film ataupun pegawai negeri malah pernah masuk ke dalam list mau-jadi-apa-nanti, ketika gue berpikir serius soal masa depan.

but, it was in 2000 ketika gue pertama kalinya menerima pekerjaan sebagai asisten peneliti di sebuah lembaga penelitian yang keren abis, baik dari segi kualitas maupun fasilitas (olahraga dan internet). *kayanya boss lo dulu udah desprate banget nyari asisten, hehehe*. sejak awal pun mungkin gak banyak yang percaya kalau gue kerja di tempat yang butuh banyak ngejalanin otak. *otak lo di setting otomatis aja susah q.. apalagi dipaksa manual*. sekarang, di mana gue kudu menyandang status sebagai seorang pelajar strata tiga, lebih banyak lagi yang gak percaya (dan makin gak rela.. hahaha). sebuah posisi yang dulu gak pernah berani gue impikan.

tapi hidup memang tidak pernah bisa ditebak. seperti yang selalu gue bilang, one dream leads to another, ternyata memang benar adanya. setelah jungkir-balik turun-naik kanan-kiri depan-belakang, ternyata gue malah sibuk di dunia ini. hingga akhirnya sekarang gue terbiasa untuk menjawab, gue peneliti, ketika seseorang bertanya mengenai pekerjaan gue. ya iya lah.. masa gue mo menjawab: gue model dari the janice dickinson modelling agency? gak banget deh..

Read More »

Post

ketika lima bulan berlalu

In Reflection on December 14, 2007 by aaqq™

akhirnya.. perjalanan lima bulan kemarin pun berakhir. lima bulan di indonesia benar-benar menjadi satu chapter dalam hidup (as i predicted before) yang tidak bisa di-ignored begitu saja. perkenalan dengan banyak orang baru di jakarta, bogor, bali, berau dan bahkan di internet (hai-hai *dadah-dadah*.. kalian memang menyenangkan, helpful, baik hati, gila, heboh, lucu… pokoknya top!!), bertemu dengan sahabat-sahabat lama (you guys showed me what’s the meaning of true friendship….), bertemu keluarga tercinta yang ternyata tetap berada di atas segala hal di dunia ini (love you guys..), merasakan kupu-kupu di perut selama beberapa kali (walaupun akhirnya ia terbang entah kemana), merasakan banyak kepahitan hidup (reality bites.. meneer!!), muncul di koran nasional (lihat di sini kalau tidak percaya.. hahahaha), jungkir balik keluar masuk desa di berau sana, kerja sekaligus liburan di tempat terindah di indonesia, snorkeling bersama empat sahabat hebat, menjadi guide untuk sahabat-sahabat pirang yang belum pernah tahu indonesia, pindahan rumah, presentasi hasil riset berau untuk pertama kalinya (di bali pula!!), kehilangan layar pada notebook tercinta, hunting foto dan berdebat bersama 3 sahabat hingga jam 2 pagi di sarinah untuk sebuah hal yang bernama benang merah, adalah sebagian hal yang saya dapat selama lima bulan kemarin. dahsyat bukan?

Read More »

Post

survey kiss (kecil-kecilan, iseng dan sakumaha aing wae)

In Reflection on October 1, 2007 by aaqq™

sebagai salah satu upaya untuk mengurangi jumlah sms gratis (promo simpati yang ternyata hanya bisa digunakan setelah jam 22.00.. bendungan!!.. syarat dan ketentuan berlaku..) maka saya menggelar survey kiss (kecil-kecilan, iseng dan sakumaha aing wae) kepada beberapa kontak saya. alhasil, dalam dua hari, jumlah sms gratisan saya berkurang secara signifikan.

Read More »

Post

konfirmasi tanpa makna..

In Reflection on July 27, 2007 by aaqq™

ketika sebuah relationship kehilangan makna, akibat ketiadaan penghargaan terhadap konsep: kebebasan-menjadi-diri-sendiri, semua -orang-tiada-yang-sama, dan penerimaan-sebuah-individu-pribadi, maka yang tersisa hanyalah sebuah ketidakpercayaan dan jurang yang semakin terbuka lebar. sudah hilangkah makna dan kata ketulusan dari kosakata bahasa indonesia? sayang sekali memang..

untuk sebuah konfirmasi… yang membuka mata..

ps: ah ternyata.. posting kemarin bukan posting terakhir.. :)

Post

six days to go..

In Reflection on July 23, 2007 by aaqq™

tiga minggu sudah saya berada di indonesia. tiga minggu yang sangat dinamis dengan kecepatan yang amat sangat tinggi. tiba-tiba saya merasa, betapa kehidupan di belanda sangatlah pelan untuk beberapa hal. banyak hal baru saya temui dalam perjalanan tiga minggu saya di indonesia, termasuk teman-teman dan pengalaman yang baru di dalamnya.

lingkungan lama? masih ada. tapi jangan salah, banyak hal baru di sana, termasuk gosip-gosip baru tentunya. banyak cerita baru yang saya terima dari kanan-kiri. kuping ini sepertinya semakin penuh dengan cerita-cerita dari sahabat-sahabat saya. beberapa membuat saya menggeleng-gelengkan kepala, beberapa membuat saya terdiam plus terhenyak, dan beberapa membuat saya terbahak. menyenangkan juga. selain itu, internet dan chatting masih menjadi andalan untuk meng-update informasi-informasi dari kampung belanda sana. komplit sekali bukan?

banyak yang bilang saya berubah. contohnya, lebih kurus *huaaaaaa…. percayalah*. walaupun setelah dua minggu di sini, ternyata bobot saya bertambah dengan cepat. indonesia memang surga makanan enak. ada juga yang bilang saya lebih pendiam *huaaa.. lagi*. padahal, itu lebih karena penyesuaian dan pembacaan kondisi medan yang sedang saya lakukan. namun, beberapa pun tidak merasakan perubahan yang berarti, karena toh saya meninggalkan indonesia hanya 10 bulan yang lalu. saya tetaplah montok, bijaksana, sedikit bawel dan banyak makan *piss aaaaah…*.

Read More »

Post

ketika dunia maya menjadi nyata

In Indonesia,Reflection on July 16, 2007 by aaqq™

saya mengenal komunitas 80an ini sejak tahun lalu dan bahkan saya pernah menuliskannya di blog ini. berkenalan dengan mereka di dunia maya, membuat pagi hari saya semakin ceria (halaah) dan tentunya membuat saya senantiasa terlambat ke kampus. karena pada saat warung lapanpuluhan dibuka melalu confrence YM di sore hari, saya yang berada ribuan kilometer jauhnya dari jakarta, justru baru saja terbangun dan menyiapkan diri menuju kampus. tapi entahlah.. daya tarik warung seringkali membuat saya meng-ignored supervisor (maap pak.. maap.. gak sering-sering kok.. :P ) dan men-terlambatkan diri saya. kurang ajyaar!

kepulangan saya ke indonesia pun digunakan sebagai salah satu ajang uji nyali untuk bertemu orang-orang nista ini. ternyata.. mereka memang nista dan banci foto. takjub juga rasanya melihat sosok-sosok yang selama ini hanya ada dalam bentuk YM ID.. tiba-tiba berubah menjadi sosok-sosok nyata. tidak ada penjagaan image yang dilakukan seperti halnya kita bertemu orang baru. ini hanya seperti memindahkan warung maya ke tempat makan di semanggi dan kemang. selanjutnya.. adalah celaan-celaan dan pertanyaan-pertanyaan ala chatting.

saya hanya bertemu sebagian dari anggota komunitas nista 80-an (foto-foto bisa dilihat di sini). milis dan warung YM memiliki jumlah anggota yang jauh lebih banyak. mereka merupakan sosok-sosok doyan kelayapan, haus publikasi, narsis foto, haus suvenir (yang kata dhani bisa didapat dengan mudah di pasar kramat jati).. serta kumpulan orang-orang dengan keramahan dan keunikan tersendiri. tidak banyak yang bisa di upload karena keterbatasan jaringan di rumah. bahkan foto-foto mereka pun tidak sempat (sanggup) di touch-up lagi. apapun hasilnya.. namun semoga cukup representatif menujukan wajah-wajah mereka. baidewei.. beberapa masih mencari pendamping dengan beberapa kriteria khusus: orang baik.. taat beribadah.. sayang keluarga.. penghasilan stabil.. tidak suka memukul juga dipukul.. dan bertanggung jawab. kode anggota M53456-M53899. silahkan kontak moderator untuk keterangan lebih lanjut.

akhir kata.. saya hanya bisa berucap.. astagfirullah..
senang berkenalan dan mengenal sebuah komunitas baru.. dan tentunya teman-teman yang baru. piss ah..

ingin mengetahui apa itu komunitas 80an? kunjungi saja blog mereka di sana.

Post

chapter kesekian..

In Reflection on May 22, 2007 by aaqq™

mungkin sudah waktunya saya menutup chapter ini. chapter yang terhitung pendek untuk sebuah buku kehidupan. ternyata, panjang pendeknya chapter tidak menentukan bobot dari isi chapter tersebut. chapter yang singkat ini telah menciptakan banyak cerita, mulai dari kebahagiaan, kesedihan, kekecewaan, persahabatan, persaudaraan, kebodohan dan bahkan pencapaian sebuah prestasi.

bukan chapter yang bagus memang. bahkan saya melihat lebih banyak kebodohan di dalamnya, yang seharusnya bisa dihindari. kebodohan yang sudah dijanjikan tidak akan ada pada saat chapter ini baru saja akan dibuat.

mudah-mudahan belum terlambat untuk menutup chapter ini dengan manis. masih ada waktu, walaupun singkat, untuk bisa membuat chapter ini tetap enak terbaca pada saat ada di tangan anda, mereka dan juga saya.

namun, saya juga tak sabar untuk membuka chapter baru. chapter yang sepertinya akan lebih singkat, dengan berbagai karakter lama (dan juga baru) di dalamnya. saya ingin chapter baru ini akan menjadi sebuah titik awal perubahan, dan juga pembuktian janji-janji. janji untuk menjadi jauh lebih baik lagi, janji untuk tidak mengacaukan sebuah mimpi (dengan berbagai kebodohan-kebodohan genetis) dan janji untuk bisa membahagiakan dua orang hebat nun jauh di sana.

Chapter is one of the main divisions of a piece of writing of relative length, such as a book, being comprised of multiple pages. Chapters can be numbered in the case of such writings as law code (see Chapter 7 or Chapter 11) or they can be titled. (wiki knows everything)

Post

who am i?

In Reflection on May 6, 2007 by aaqq™

a: emang lo tuh siapa?

b: maneh teh nya.. emang maneh teh saha?

c: say.. kamu kudu ngerti dong.. memang kamu itu siapa?

hmm.. jadi saya ini siapa? bangkeeeeeeeeeeee!@#Â