menulis postingan di antara riweuh-nya deadline serta janji pekerjaan yang tidak beres-beres memang bukan hal menyenangkan. namun harus diakui, saya tidak bisa menahan diri untuk menulis ini. *harus.. musti.. kudu… must*
satu bulan berlalu setelah novel pertama kami, Negeri van Oranje, terbit. berbagai macam respon yang timbul, mulai dari yang positif, negatif, histeris, senang, bangga, terinspirasi, berguna, bikin pengen ke belanda, kasihan, hingga cuek bebek, membuat kami merasa senang. kerja keras selama berbulan-bulan kemarin seperti tidak terasa. bahkan ibu saya, tak hanya rebutan membaca dengan adik namun dengan lempeng-nya berkomentar: “a.. hidup kamu di belanda ternyata susah yah? huahahaha…” *gak kok mah.. tenang aja*

hidup tidak pernah bisa ditebak, tapi bisa direncanakan (walaupun implementasi rencana juga kadang tidak selamanya sesuai dengan keinginan). membuat novel adalah salah satu dari 43 hal yang ingin saya lakukan dalam hidup. saya tulis itu 5 tahun yang lalu. and now.. i did it!! namun, ketika novel itu jadi dan terbit, saya malah tidak percaya jika salah satu wishlist dalam hidup telah tercoret (dan juga salah satu
i love taking photograph. recently, i always mention photography when someone asking about my interest, my activities or my hobbies. as a beginner (and amateur) photographer, never crossed in my mind to use my photos for commercial purposes *ok… to be honest.. sometimes.. hehe* .
fiuh..
menonton laskar pelangi ternyata seperti makan mie kocok di pasar mawar bogor. adik saya bilang, jika makan mie kocok di tempat ini, selalu diawali dengan keinginan yang menggebu-gebu. apalagi ditambah provokasi dari orang-orang yang sudah pernah mencobanya membuat kita semakin ingin mencoba mie kocok tersebut.
“saya hamil ..”