<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>aaqq&#124;dot&#124;net™</title>
	<atom:link href="http://www.aaqq.net/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.aaqq.net</link>
	<description>a life in a blog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 26 Jan 2010 21:43:57 +0000</lastBuildDate>
	
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>apakah kita menghargai diri sendiri?</title>
		<link>http://www.aaqq.net/2010/01/26/menghargai-diri-sendiri/</link>
		<comments>http://www.aaqq.net/2010/01/26/menghargai-diri-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jan 2010 21:12:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aaqq™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reflection]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aaqq.net/?p=959</guid>
		<description><![CDATA[salah satu hal &#8216;tidak-baik-untuk-diikuti&#8217; yang sering dilakukan selama saya tinggal di belanda adalah &#8216;tidak bangun pagi&#8217;. jam 8-9 adalah bangun pagi saya. ditambah lagi dengan ritual pagi saya yang amat sangat susah untuk dihilangkan, mulai dari membuka internet, buang air, mandi, ngopi (plus sarapan roti) dan sesekali merokok. dengan segala hal itu, tak heran jika [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://farm3.static.flickr.com/2002/2118210229_afaf87d066_m.jpg" alt="" width="180" height="240" />salah satu hal &#8216;tidak-baik-untuk-diikuti&#8217; yang sering dilakukan selama saya tinggal di belanda adalah &#8216;tidak bangun pagi&#8217;. jam 8-9 adalah bangun pagi saya. ditambah lagi dengan ritual pagi saya yang amat sangat susah untuk dihilangkan, mulai dari membuka internet, buang air, mandi, ngopi (plus sarapan roti) dan sesekali merokok. dengan segala hal itu, tak heran jika jam kerja saya baru dimulai setidaknya jam 10 pagi. jika saya bangun lebih siang, dan saya tidak menghilangkan ritual pagi itu, maka jam datang saya ke kampus menjadi lebih siang.</p>
<p>saya memang mengompensasikannya dengan pulang telat, namun itu tidak membuat semua pekerjaan menjadi lebih sempurna. baru saja datang,  dalam dua jam tiba-tiba sudah ada rekan kerja di pintu yang mengajak makan siang. pada akhirnya datang siang malah membuat saya tidak bisa efektif bekerja. saya memang tidak punya kewajiban untuk datang 9-5 seperti halnya pekerja kantoran. target menulis disertasi membuat saya bisa bekerja kapan saja dan di mana saja. namun, saya sendiri membatasi untuk mengerjakan disertasi hanya di kampus dan bukan di rumah. menyenangkan? untuk beberapa hal, iya.</p>
<p><span id="more-959"></span>tapi jangan salah duga, dalam beberapa tahun hidup di belanda, saya (untungnya) jarang terlambat jika ada janji pertemuan/rapat/seminar dengan supervisor, rekan kerja, ataupun kolega lain. saya bisa lebih bangun pagi ataupun tidak melakukan ritual pagi saya agar tidak terlambat. apalagi tinggal di belanda ini, ketika jam-tidak-karet begitu banyak, saya pun harus berupaya untuk tepat waktu. janji dengan supervisor ataupun rekan-rekan kerja lainnya sejauh ini masih lebih banyak tepatnya dibanding <em>ngaret</em>nya. semua bermuara pada satu hal, karena tidak ingin mengecewakan orang lain.</p>
<p>walaupun, beberapa kali juga saya terlambat ketika berjanji dengan beberapa teman, namun saya selalu berusaha untuk tidak melakukannya lagi *<em>maafkan.. maafkan saya</em>*. juga ketika pulang ke indonesia, saya beberapa kali terlambat datang dengan berbagai alasan, seperti macet, hujan, dan masih banyak lagi. beruntung jika orang yang saya &#8216;telati&#8217; ternyata terlambat juga, namun jika tidak maka saya yang akhirnya merasa malu melakukan itu. belum lagi jika mereka marah ataupun merasa membuat saya tidak menghargainya. maka, hargai-orang-lain-jika-ingin-dihargai, adalah pernyataan yang tidak perlu dikomentari panjang lebar lagi. harus itu.</p>
<p>hari ini, ketika saya berpikir tentang bagaimana cara kita menghargai orang lain, kebiasaan bangun siang ini membuat saya terhenyak. saya dengan IRONIS-nya ternyata <strong>TIDAK MENGHARGAI DIRI SENDIRI</strong>. saya punya (dan membuat) banyak target untuk diri saya sendiri, untuk bisa menyelesaikan disertasi, untuk tetap ke kampus walaupun saya bisa mengerjakannya di rumah, untuk bisa memanfaatkan waktu seoptimal mungkin, untuk bisa tetap dekat dengan Beliau, dan masih banyak lagi. tapi apa yang saya lakukan? saya tidak menghargai semua janji yang saya buat pada diri saya sendiri. saya dengan semena-menanya bangun siang dan mengacaukan semua janji yang sudah saya buat. saya tidak menghargai diri saya sendiri. bagaimana mungkin saya bisa menghargai orang lain tapi tidak pada diri sendiri? paradoks? atau kebodohan?</p>
<p>sebagian besar kita memang sangat bisa menghargai orang lain. namun seringkali juga kita lupa untuk bisa menghargai diri kita sendiri. kita seringkali hanya berusaha membuat orang lain tidak kecewa. kita bersusah payah untuk bisa menjaga kredibilitas kita di depan orang lain. kita menjaga perasaan orang lain agar <em>image</em> kita tidak menjadi negatif dan posisi kita tidak hilang. tapi apakah kita menghargai diri kita sendiri dengan menepati janji yang sudah kita buat pada diri sendiri?</p>
<p>semua pemikiran ini malah membuat saya malu. saya ternyata tidak sepenuhnya bisa dikatakan menghargai orang lain. bagaimana mungkin semua hal itu karena saya menghargai orang lain, sedangkan saya masih semena-mena pada diri sendiri. jangan-jangan itu karena saya hanya tidak ingin mengecewakan orang lain, atau lebih parahnya menjaga <em>image</em> baik di hadapan orang. masih jauh rupanya bagi saya untuk mengatakan bahwa saya bisa menghargai orang lain, karena saya masih perlu belajar tentang sebuah keseimbangan. tidak hanya pada orang lain, namun juga pada diri sendiri.</p>
<p>nah, bagaimana dengan anda? apakah anda sudah menghargai diri sendiri? apakah anda sudah menepati janji yang anda buat untuk diri sendiri? untuk makan teratur, untuk tidur teratur, untuk hidup lebih sehat, dan janji-janji lainnya. kalau belum, mungkin anda perlu memikirkan cara menghargai diri sendiri tanpa melupakan penghargaan pada orang lain. kalau saya akan memulainya dengan bangun lebih pagi. doakan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aaqq.net/2010/01/26/menghargai-diri-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>manusia tiga empat tahun</title>
		<link>http://www.aaqq.net/2010/01/15/manusia-tiga-empat-tahun/</link>
		<comments>http://www.aaqq.net/2010/01/15/manusia-tiga-empat-tahun/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jan 2010 23:28:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aaqq™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reflection]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aaqq.net/?p=933</guid>
		<description><![CDATA[
tambah lagi umur saya! alhamdulilaaah! masih bisa menikmati hidup dari BELIAU yang amat sangat terlalu baik pada saya selama 34 tahun hidup. tiga empat??? ya ampun.. tua amat?
tiga empat itu kaya nama sekolahan di jakarta selatan. kaya nomor bus jurusan tangerang. kaya nomor punggungnya hakeem olajuwon. kaya judul lagunya dave matthews band. dan kalau di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" src="http://nli.esprit-club.com/newsletter/common-newsletters/2009_12_23_INFO_Birthday/header.gif" alt="" width="550" /></p>
<p>tambah lagi umur saya! alhamdulilaaah! masih bisa menikmati hidup dari BELIAU yang amat sangat terlalu baik pada saya selama 34 tahun hidup. tiga empat??? ya ampun.. tua amat?</p>
<p>tiga empat itu kaya nama sekolahan di jakarta selatan. kaya nomor bus jurusan tangerang. kaya nomor punggungnya hakeem olajuwon. kaya judul lagunya dave matthews band. dan kalau di UUD 1945, pasal 34 itu berisi: fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara (plus ayat-ayat lanjutan lainnya).</p>
<p>waktu kecil, saya merasa bahwa orang berumur 34 itu.. tua. maka ketika saat ini saya mencapai angka itu, saya malah bertanya-tanya, apakah diri ini seperti bayangan masa kecil saya dulu? ternyata tidak sepenuhnya benar. karena itu, buat kalian-kalian yang masih kecil, abg, ataupun masih berpikiran bahwa orang 34 itu tua, silahkan diubah paradigma yang salah itu. kecuali, fakta bahwa orang umur 34 sudah tidak mampu lagi menulis sms gaya alay dengan cepat. yang pasti, umur 34 banyak yang sudah jadi &#8216;orang&#8217;, mulai dari ketua rt, dekan, politisi, doktor, hingga profesor. dan biasanya..  mereka selalu diembel-embeli dengan kata muda. jadi umur 34 itu memang masih muda, bukan?</p>
<p><span id="more-933"></span>tapi pernah gak sih kita berpikir apa aja yang pernah kita lakukan selama hidup ini? apalagi kalau kita hidup 34 tahun dan masih bingung bedain antara julia perez dan dewi persik. malam ini, saya iseng-iseng mengingat-ingat jalur hidup selama ini. beberapa mungkin sengaja saya lupakan atau disamarkan demi keamanan negara.</p>
<p>umur 1 tahun: bisa jalan<br />
2: bisa lari<br />
3: jatoh ke got, gegar otak dan dijahit di kepala.<br />
4: lupa, mungkin gara-gara gegar otak itu.<br />
5: nangis selama setahun di TK. nyokap wajib ada di ruangan.<br />
6: udah bisa baca. gambarnya masuk tipi di pak tino sidin.<br />
7: ranking satu dong di kelas. pelajarannya masih cemen lah. baca ama nulis.<br />
8: puasa satu bulan penuh. dapat 5000 perak dari bokap.<br />
9: masuk tipi, acara kuis gitu.<br />
10: disunat. lega rasanya.<br />
11: pertama kali berantem. udah itu, kayanya gak pernah lagi.<br />
12: lulus sd dong, nemnya 43. *<em>masih ada nem gak sekarang yah?</em>*<br />
13: angka sial. *<em>yee.. nenek-nenek begadang juga tau</em>*. rambut jadi belah tengah.<br />
14: ranking 50an di sekolah. mampus deh.<br />
15: ketagihan enny arrow dan nonton bokep. anak baek baru puber umur segini.<br />
16: masuk sekolah favorit di bogor. bedol desa. satu kelas isinya temen smp semua.<br />
17: ketemu sahabat-sahabat yang masih kontak sampe sekarang.<br />
18: lulus sma dan dapet pmdk ke ipb. yah, cinta bogor banget emang.<br />
19: jadi mahasiswa dan naek gunung untuk pertama kali (gede pangrango)<br />
20: menjadi anak kost dan tidak tinggal di rumah. i was free.<br />
21: pertama kali ke jawa tengah dan jawa timur. kayanya dulu tuh, jauuh banget.<br />
22: kelayapan keluar masuk hutan, sampe ke aceh.<br />
23: jadi sarjana kehutanan. kerja di riau. jadi orang kayu.<br />
24: kerja di icraf bogor. jalan-jalan keliling sumatera. naek pesawat untuk pertama kali.<br />
25: pertama kali dalam hidup mengunjungi bali *<em>akhirnya kaya turis-turis bule itu</em>*<br />
26: artikel ilmiah pertama terbit. bukan penulis utama tapi membuat bangga.<br />
27: dapet sekolah di belanda. keluar negeri pertama kali. huhuy!<br />
28: keliling eropa. sakit cacar. jadi uwak untuk keponakan tercinta.<br />
29: kerja di birdlife. jalan-jalan ke indonesia timur.<br />
30: balik belanda lagi. phd coi.<br />
31: punya kamera dslr pertama dan ketagihan.<br />
32: nulis artikel traveling pertama di majalah. dan.. ketemu si mbil. <img src='http://www.aaqq.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /><br />
33: bikin novel negeri van oranje bareng 3 orang hebat.<br />
34: masih banyak yang harus saya lakukan&#8230; antara lain beresin disertasi dan&#8230; rahasia ah.</p>
<p>ternyata hidup gak sesederhana yang saya bayangkan, walaupun gak rumit juga. <em>however, i&#8217;m just an average guy</em>. terbukti kan kalau 34 itu masih belum cukup tua, karena masih banyak hal  yang belum saya lakukan. besok, saya akan bangun dan memulai hari dengan semangat karena jalan saya masih panjang.</p>
<p>michael buble bilang: <em>you are nobody till somebody loves you</em>. lagu ini membuat saya bersyukur, bahwa saya adalah seseorang. bukan karena diri sendiri, namun karena orang -orang hebat yang ada di sekeliling saya, termasuk kamu. iya kamu. <img src='http://www.aaqq.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>jadi.. semangat!! jangan pernah bilang terlambat untuk mengambil mimpi-mimpi kalian.</p>
<p>***</p>
<p>o iya.. ini ada bonus film pendek yang menarik tentang pencarian seorang pahlawan. a must see film. enjoy <img src='http://www.aaqq.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  <a href="http://en.tackfilm.se/?id=1263505855900RA81" target="_blank"><strong> LINK TO THE MOVIE</strong></a></p>
<p>image source: http://esprit-club.com/</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aaqq.net/2010/01/15/manusia-tiga-empat-tahun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>pembuat (dan bagian dari) sejarah</title>
		<link>http://www.aaqq.net/2010/01/11/pembuat-dan-bagian-dari-sejarah/</link>
		<comments>http://www.aaqq.net/2010/01/11/pembuat-dan-bagian-dari-sejarah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Jan 2010 23:41:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aaqq™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Holland]]></category>
		<category><![CDATA[Reflection]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aaqq.net/?p=902</guid>
		<description><![CDATA[
saya bukan penyuka museum. selama saya tinggal di indonesia kunjungan ke museum bisa dihitung dengan jari. saat itu, untuk saya museum bukan tempat yang menarik untuk dikunjungi. saya tidak bisa menyalahkan pengelolaan museum yang mungkin tidak membuat orang awam seperti saya tidak tertarik untuk mengunjunginya.  saya (dan banyak teman-teman) memang tidak menyukai kunjungan ke museum [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" style="margin: 5px;" src="http://www.onlyinholland.com/images/hermitage_amsterdam_panorama.jpg" alt="" width="550" /></p>
<p>saya bukan penyuka museum. selama saya tinggal di indonesia kunjungan ke museum bisa dihitung dengan jari. saat itu, untuk saya museum bukan tempat yang menarik untuk dikunjungi. saya tidak bisa menyalahkan pengelolaan museum yang mungkin tidak membuat orang awam seperti saya tidak tertarik untuk mengunjunginya.  saya (dan banyak teman-teman) memang tidak menyukai kunjungan ke museum (1).</p>
<p>pandangan itu agak berubah ketika saya di belanda. walau masih jarang, tapi saya mulai memasuki beberapa museum yang ternyata memang sangat menarik untuk dijelajahi. mulai dari rijk museum, van gogh museum, hingga ke museum maluku pernah saya masuki. akhir tahun kemarin, bersama si jerman dan teman-temannya kami mengunjungi <a href="http://www.hermitage.nl/en/" target="_blank">hermitage amsterdam</a> yang terhitung masih &#8216;baru&#8217;. cukup kaget juga ketika menyadari bahwa kami menghabiskan 4 jam di dalam sana.</p>
<p><span id="more-902"></span>hermitage sebenarnya bukan museum yang baru. <a href="http://www.hermitage.nl/en/" target="_blank">hermitage amsterdam</a> ini merupakan museum satelit dari <a href="http://www.hermitagemuseum.org/html_En/index.html" target="_blank">museum hermitage</a> yang asli di saint petersburg (rusia) sana. hermitage menjadi salah satu museum terbesar dan tertua di dunia dengan koleksi lukisan yang terbanyak, yaitu sekitar 3 juta buah. sebagian koleksinya yang dipajang di amsterdam saja mampu membuat kami bertahan selama 4 jam, apalagi jika kita benar-benar mengunjungi st petersburg? saya malah penasaran untuk melihat kota itu lebih dekat.</p>
<p>kunjungan empat jam itu membuat saya sedikit mengetahui sejarah rusia, hubungan-hubungannya dengan bangsa lain di eropa, bagaimana mereka beranak pinak dan membuat sejarah di daratan eropa. belum lagi decak kagum melihat koleksi-koleksi yang dikumpulkan oleh <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Catherine_the_Great" target="_blank">catherine the great</a> dan keturunannya. <em>not to mention</em>, koleksi baju-baju dan gaun kerajaan yang membuat saya geleng-geleng membayangkan kekayaan dan kekuasaan mereka.</p>
<p>saat itu beberapa pikiran berkelebat di dalam kepala saya: &#8220;apakah mereka pernah berpikir bahwa apa yang mereka lakukan itu menorehkan sebuah sejarah di dunia ini? apakah mereka tahu bahwa keputusan yang mereka lakukan (yang mungkin sambil iseng? ah tapi tidak mungkin ya) ternyata berdampak pada kondisi politik dunia? apakah <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Peter_The_Great" target="_blank">peter the great</a>, ketika memutuskan kebijakan modernisasi rusia, pernah membayangkan bahwa rusia akan menjadi super power eropa saat itu? bagaimana juga dengan pemimpin-pemimpin dunia lainnya?&#8221;</p>
<p>lebih lanjut saya malah berpikir, &#8220;apa rasanya menjadi bagian dari sejarah? apa rasanya menjadi penentu sejarah dunia? bagaimana rasanya menjadi orang yang mengubah sejarah dunia?&#8221;. sudah banyak orang-orang seperti itu. mulai dari hitler, wright brothers, adam smith, alan turing, momofuku ando, sukarno dan jutaan orang lainnya. mereka muncul dengan berbagai pikiran, ide, kebijakan hingga keputusan &#8217;sepihak&#8217; yang mampu mengubah sejarah dunia. mereka mampu menuliskan nama mereka di berbagai media mengenai sepak terjang dan hasilnya pada dunia. sebagian besar malah dibuatkan museum yang kita kunjungi hingga saat ini.</p>
<p>sebagian dari kita juga menjadi bagian sejarah indonesia. di tahun 1998, walaupun tidak semuanya berada di tempat kejadian, kita menjadi saksi sejarah perubahan besar yang ada di negara kita. riuh rendah, haru biru dan riang gembira kita menyambut momen itu. sama halnya ketika kakek nenek kita melihat sukarno dan hatta membacakan proklamasi di tahun 1945. sejarah telah ditorehkan dan sejarah memang bisa dibuat, entah dengan cara baik ataupun buruk.</p>
<p>pertanyaannya, apakah kita akan menjadi orang-orang yang membuat sejarah atau hanya orang-orang yang kebetulan hidup dan menyaksikan sejarah itu dibuat? atau lebih sialnya hanya menjadi orang yang menikmati sejarah orang lain tanpa pernah sedikitpun menjadi bagian dari sebuah sejarah?</p>
<p>kita memang tidak pernah tahu apakah yang kita lakukan sekarang ternyata mengubah wajah dunia di masa mendatang. bisa saja, 5 atau 10 tahun lagi facebook menjadi penentu perubahan kebijakan politik dunia dan kita pemilik akunnya menjadi pembuat sejarah itu. atau mungkin, pilihan kita saat ini untuk masuk ke fakultas biologi malah membawa kita menjadi penemu pil pembuat badan menjadi lebih langsing hanya dalam 5 menit saja. atau lebih extrim lagi, rengekan anak anda masuk klub sepakbola saat ini, bisa membawa indonesia menjadi juara dunia sepakbola di masa mendatang. <em>we&#8217;ll never know</em>.</p>
<p>jadi, bersiaplah untuk membuat sejarah, atau setidaknya menjadi bagian dari sejarah itu sendiri. berani?</p>
<p>notes:</p>
<p>(1) <em>namun saat ini, seperti halnya si adep dan teman-teman di sahabat museum, saya percaya bahwa makin banyak generasi muda indonesia yang mulai menggemari kunjungan ke museum</em></p>
<p><em>image source: http://www.onlyinholland.com/</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aaqq.net/2010/01/11/pembuat-dan-bagian-dari-sejarah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>sebuah rintisan untuk jalan yang lebih besar (2009)</title>
		<link>http://www.aaqq.net/2009/12/30/sebuah-rintisan-untuk-jalan-yang-lebih-besar-2009/</link>
		<comments>http://www.aaqq.net/2009/12/30/sebuah-rintisan-untuk-jalan-yang-lebih-besar-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Dec 2009 01:23:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aaqq™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Annual article]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aaqq.net/?p=884</guid>
		<description><![CDATA[akhirnya salju mulai mencair setelah selama beberapa hari  belanda dan sebagian besar eropa menjadi putih. dari jendela kamar saya melihat pemandangan di luar yang berubah menjadi  cokelat, hitam dan berair. jelek dan tidak menyisakan sama sekali keindahan yang hadir beberapa hari lalu. sekilas sebuah pertanyaan melintas, &#8220;apa yang sedang saya lakukan di sini?&#8221;.
ya.. apa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" src="http://farm3.static.flickr.com/2619/4173001448_e166d42e29_b.jpg" alt="" width="200" />akhirnya salju mulai mencair setelah selama beberapa hari  belanda dan sebagian besar eropa menjadi putih. dari jendela kamar saya melihat pemandangan di luar yang berubah menjadi  cokelat, hitam dan berair. jelek dan tidak menyisakan sama sekali keindahan yang hadir beberapa hari lalu. sekilas sebuah pertanyaan melintas, &#8220;apa yang sedang saya lakukan di sini?&#8221;.</p>
<p>ya.. apa yang membawa saya kembali ke kota ini? ruangan ini tiba-tiba menjadi dingin. saya merindukan sebuah kehangatan.</p>
<p>secara perlahan, saya membawa pikiran pada sebuah pemandangan pantai putih di pulau derawan sana. satu tahun yang lalu, saya berada di pulau derawan, sendiri, dan berusaha mencari sebuah ketenangan di antara sibuknya kegiatan penelitian saya di berau. saya berharap banyak pada <a href="http://www.aaqq.net/2008/12/28/be-creative/" target="_blank"><strong>berbagai rencana</strong></a> yang akan saya jalankan di tahun 2009. tidak banyak resolusi yang dibuat pada saat itu, namun beberapa hal besar yang terjadi di tahun 2009, sepertinya akan menjadi rintisan untuk hal-hal lain yang (jauuuh) lebih besar di tahun-tahun mendatang. saya percaya itu.</p>
<p><span id="more-884"></span>***</p>
<p>saya punya pacar. itulah salah satu hal besar (yang tidak menjadi resolusi saya) di tahun 2009. setelah bertahun-tahun merasa nyaman dengan kesendirian, saya pun berusaha keluar dari <em>comfortable zone</em> itu. panggil dia si mbil, wanita cantik yang mungkin dihujat teman-temannya karena bersedia menjadi pacar saya yang&#8230; [tidak] ganteng tapi baik hati ini (atta 2009). toch, kehidupan membutuhkan dua kutub yang berbeda untuk bisa berjalan dengan sempurna (<em>yeaaaah!!</em>). ketika pertama kali mengenalnya di tahun 2008, saya langsung merasa <em>that she&#8217;s the one</em>. maka doakan saja,  semoga niat baik ini berujung pada hal yang baik pula.</p>
<p><img class="alignleft" src="http://www.negerivanoranje.nl/wp-content/uploads/2009/03/nvo_books-300x225.jpg" alt="" hspace="5" width="300" height="225" />hal besar lain adalah <a href="http://www.negerivanoranje.nl/" target="_blank"><strong>novel negeri van oranje</strong></a>. saya amat sangat tidak menyangka jika ternyata novel yang kami kerjakan selama kurang lebih satu tahun membuat tahun 2009 menjadi berwarna. dimulai dari launching perdana di bulan april, cetakan kedua sebulan setelahnya, ketiga keempat dan hingga akhirnya kelima di akhir tahun 2009 ini. lalu, talk show di beberapa kota  oleh kedua sahabat, adept dan wahyu (juga saya walaupun hanya kebagian sekali di bulan oktober) yang membuat haru-biru, cerah-ceria, melow-selow dan suka-cita. belum lagi respon dari pembaca, kritikus, sahabat2, media, blogger, alumni2 belanda hingga neso indonesia yang membuat tahun ini semakin berbeda. tak lupa para sahabat-sahabat baru di facebook, twitter, dan lain-lain yang datang dengan pujian, motivasi, harapan hingga kritik terhadap novel itu. terakhir, ditampilkan secara nasional di acara kick andy-nya metro tv yang membuat saya merinding disko ketika menontonnya.</p>
<p>memang masih belum sempurna. masih banyak yang harus diperbaiki. namun, seiring dengan itu, saya masih tak menyangka betapa novel ini membuat banyak orang termotivasi untuk bisa melanjutkan sekolah ke luar negeri, mengejar beasiswa, berani bermimpi, hingga mengembalikan semangatnya untuk menyelesaikan thesis yang terbengkalai. siapapun kalian, percayalah, saya sangat bahagia jika novel itu ternyata berdampak jauuuuuh dari apa yang dicita-citakan pada awalnya, yaitu berbagi cerita pengalaman kami di belanda.</p>
<p>novel ini pula yang membuat mimpi saya menjadi penulis semakin nyata. inilah salah satu mimpi yang saya pasang beberapa tahun lalu, dan saya baru bisa memulainya menjadi nyata di tahun 2009. walaupun, menerbitkan novel ini tidak serta merta membuat keinginan &#8216;menjadi-penulis&#8217; menjadi lebih mudah. saya malah terbebani dengan ini. apakah saya bisa membuat novel lain selain ini? apakah saya memang pantas menjadi penulis? apakah? dan ratusan pertanyaan apakah lainnya. tapi ini pasti bukan menjadi novel pertama dan terakhir. saya berjanji akan membuat karya yang lain.</p>
<p><img class="alignright" src="http://i70.photobucket.com/albums/i105/aaqqnet/ESQTravel0-APR09.jpg" alt="" hspace="5" width="300" />resolusi lain juga berjalan dengan baik. saya menulis satu artikel perjalanan yang diterbitkan majalah <strong>esquire indonesia</strong> di bulan april. menjadi sangat menarik karena itu adalah artikel kedua saya yang diterbitkan oleh majalah dan saya menulis tentang kota yang sangat saya cintai, utrecht. sayang, target untuk menulis satu artikel perjalanan lain di tahun 2009 tidak kesampaian. namun, di akhir desember, <strong>national geographic indonesia</strong> tiba-tiba meminta saya untuk memasukan beberapa hasil penelitian saya ke dalam artikel lokal mereka edisi januari 2010. tanpa menunggu lama, saya menyanggupi permintaan mereka. hingga sekarang, saya masih belum percaya bisa men-support NGI untuk artikel mereka yang bercerita tentang penyu dan kondisi sumber daya alam di kabupaten berau itu. <em>i&#8217;m </em><em>glad to help, guys. let&#8217;s do that again some other times</em>.</p>
<p>ngomong-ngomong penelitian, saya sebenarnya tidak sepenuhnya bisa menyelesaikan target dari resolusi yang berkaitan dengan studi. malah, saya bisa katakan bahwa tahun 2009 merupakan titik bawah dalam hal semangat menyelesaikan phd ini. dari 5 chapter yang saya targetkan, hanya 4 chapter yang saya bisa selesaikan. selain itu, dari target 2 artikel yang harus saya selesaikan, saya hanya bisa selesaikan setengah-nya saja. bahkan, presentasi di seminar dan konferensi yang saya ikuti di tahun 2009, menjadi hal yang tidak mau saya ingat-ingat lagi. <em>it turns me off</em>.</p>
<p>saya tahu, ini berarti mengabaikan prioritas utama dari hidup saya. hal yang seharusnya menjadi fokus utama saya saat ini ternyata menjadi hal yang justru paling saya kesampingkan saat itu. menyesal? tidak ada gunanya. saya hanya berharap bahwa satu tahun waktu tersisa ini bisa saya gunakan seoptimal mungkin untuk bisa menyelesaikan semua hal yang berkaitan dengan studi phd ini. tidak ada opsi lain, berjibaku atau kalah, bekerja rodi atau pulang dengan tangan hampa.</p>
<p>saya tidak mau menyalahkannya pada kepulangan ke indonesia bulan september lalu. tidak bijak rasanya menyalahkan itu sebagai biang keterlambatan penulisan thesis saya. selama dua setengah bulan itu saya justru mendapat banyak hal yang mudah-mudahan berguna untuk masa depan saya kelak. saya menambah data lapangan di berau, mengerjakan sebuah pekerjaan lain bersama bapak boss, menganalisa lebih mendalam chapter lima bersama kolega2 yang memang ahlinya, berlebaran bersama keluarga dan teman-teman (<em>priceless</em>), hingga membuat sebuah keputusan masa depan untuk hidup saya (dan dia) kelak. saya tidak menyesal mengambil keputusan untuk pulang saat itu. gratis pula.</p>
<p>selain itu, yang membuat saya tidak menyesal adalah kesempatan untuk melakukan traveling ke beberapa tempat di indonesia, mulai dari berau, salatiga, jambi hingga padang. benar-benar dua setengah bulan yang sangat padat namun bermakna. itulah lanjutan traveling yang saya lakukan setelah trip ke italia yang sangat menyenangkan di bulan juli. trip yang mengambil rute roma-venice-milan ini tadinya akan dilakukan bersama 3 orang sahabat, namun sebuah kecelakaan membuat salah satu sahabat berhalangan. tapi itu tidak mengurangi kemeriahan dan sensasi trip itu sendiri. saya malah jatuh cinta pada italia. pada makanannya, pada alamnya, pada orang-orangnya, pada bangunannya, pada budayanya. <em>one of the best places for traveling</em>.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://farm4.static.flickr.com/3468/3805003955_e8a57ff7f8_b.jpg" alt="" width="500" /></p>
<p>seperti tahun-tahun sebelumnya, hal terbaik juga datang dari para sahabat. banyak sahabat baru yang datang selama 2009. housemates saya, si jerman dan istrinya serta sahabat mereka menjadi orang-orang penting dalam hidup saya saat ini. mereka banyak memberikan saya makna lain sebuah hubungan pertemanan. sebuah hal yang berbeda dengan apa yang saya punya selama ini. teman2 si mbil di bandung pun menjadi teman-teman baru yang menyenangkan. apalagi jika dilengkapi dengan foto-foto dan makan-makan di seputaran bandung yang memang sejatinya menyenangkan.</p>
<p>kehadiran beberapa sahabat lama dan baru yang mengunjungi saya di utrecht membuat kota ini menjadi lebih meriah. mereka menginap di rumah dan saya memperlihatkan mereka keindahan kota utrecht. itu ternyata menjadi sebuah ritual yang ingin saya lakukan lagi. *<em>ada yang mau datang ke utrecht lagi? jangan lupa berkunjung ke rumah*</em> hubungan dengan sahabat-sahabat lama di utrecht pun<em> </em>memperlihatkan dinamika yang turun naik. beberapa perbedaan pendapat membuka mata saya dan menjadikannya sebagai pelajaran berharga dalam sebuah hubungan pertemanan.</p>
<p>selain itu, dalam perjalanan ke indonesia, saya merasakan sebuah perubahan positif pada hubungan dengan sahabat-sahabat semasa sma dulu. dengan berbagai permasalahan yang kami temui pada kehidupan masing-masing, membuat kami semakin dekat dan mengerti satu sama lain. tidak menyangka jika persahabatan yang dimulai sejak tahun 1991 ini masih bisa bertahan hingga saat ini, dan bahkan semakin berkembang dengan bentuk yang tidak kami sadari sama sekali. <em>it&#8217;s not about the quantity.. but the quality</em>.</p>
<p>***</p>
<p>pikiran saya perlahan mulai kembali ke utrecht. hanya tinggal beberapa hari lagi menuju 2010. buat saya, inilah tahun yang akan menjadi penentu arah kehidupan kelak. saya teringat di tahun 2005 ketika saya membuat sebuah keputusan untuk menjadikan tahun 2006 sebagai tahun penentu sebuah jalan di persimpangan yang akan saya temui.</p>
<p>seperti seorang sahabat bilang, hidup memang terdiri dari banyak simpangan-simpangan, kita hanya perlu menentukan salah satu jalan dan berjalan di dalamnya. tidak perlu disesali karena kita akan menemukan lagi persimpangan di dalamnya.</p>
<p>tahun 2010, saya akan menemukan persimpangan dari hasil pilihan saya di tahun 2006.  itulah waktu saya untuk kembali menentukan jalan hidup saya. saya tidak terbayang apakah persimpangan di tahun 2010 akan memiliki lebih banyak jalan yang harus saya pilih atau justru malah memiliki sedikit jalan namun tidak terlihat ujungnya. memilih jalan memang tidak pernah mudah. namun yang pasti, tidak satupun dari jalan itu yang mulus dan tanpa hambatan.</p>
<p>resolusi 2010? ada beberapa, doakan saya bisa menjalankannya.</p>
<p>1. menyelesaikan draft final disertasi di bulan agustus/september.<br />
2. memperoleh pekerjaan di luar indonesia dengan pendapatan lebih layak dari sekarang.<br />
3. menulis 2 artikel ilmiah.<br />
4. menulis 2 artikel perjalanan/populer untuk majalah/koran.<br />
5. membuat satu web photography untuk semua foto jepretan saya.<br />
6. traveling ke salah satu negara di eropa.</p>
<p>satu lagi.. walaupun ini bukan resolusi.. yaitu membawa hubungan saya dengan si mbil satu tingkat lebih tinggi. mohon doa-nya juga ya.</p>
<p><strong>SELAMAT MENYAMBUT TAHUN 2010 DENGAN SEMANGAT YANG LEBIH TINGGI DARI TAHUN SEBELUMNYA. SEMOGA KALIAN MEMPUNYAI MIMPI YANG AKAN KALIAN WUJUDKAN DI TAHUN MENDATANG.</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aaqq.net/2009/12/30/sebuah-rintisan-untuk-jalan-yang-lebih-besar-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>winter wonderland</title>
		<link>http://www.aaqq.net/2009/12/22/winter-wonderland/</link>
		<comments>http://www.aaqq.net/2009/12/22/winter-wonderland/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Dec 2009 17:48:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aaqq™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Holland]]></category>
		<category><![CDATA[Photoblog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aaqq.net/?p=869</guid>
		<description><![CDATA[ winter kali ini begitu mengesankan. sudah dua tahun saya tidak benar-benar merasakan winter yang sesungguhnya. di bulan desember ini, salju pun turun dengan cantiknya. hari pertama, semua orang berteriak kegirangan ketika salju turun. di bus, di jalan, di kampus, di kantor dan di mana pun semua berbincang gembira mengenai turunnya salju pertama. semua berharap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="winter wonderland by aaqq, on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/rpermana/4206654182/"><img class="alignleft" style="margin-left: 5px; margin-right: 5px;" src="http://farm3.static.flickr.com/2485/4206654182_2ecf5ce43f_b.jpg" alt="winter wonderland" hspace="5" width="200" align="left" /></a> winter kali ini begitu mengesankan. sudah dua tahun saya tidak benar-benar merasakan winter yang sesungguhnya. di bulan desember ini, salju pun turun dengan cantiknya. hari pertama, semua orang berteriak kegirangan ketika salju turun. di bus, di jalan, di kampus, di kantor dan di mana pun semua berbincang gembira mengenai turunnya salju pertama. semua berharap ini akan berlangsung hingga natal kelak. <em>white christmas</em> ceritanya.</p>
<p>namun tidak semuanya menyenangkan. akhir pekan, salju turun dengan lebatnya. suhu pun drop hingga ke -10 C. alhasil, tidak hanya belanda namun juga seluruh eropa, mengalami situasi yang kacau. hampir semua transportasi publik terhenti. kemacetan di mana-mana. orang-orang terlantar di setiap terminal dan bandara. di beberapa tempat, <a href="http://www.guardian.co.uk/world/2009/dec/22/cold-weather-europe-death-toll" target="_blank">bahkan menyebabkan kematian</a>.<em> it&#8217;s a bit too much</em>. saya pun merindukan indonesia yang hangat.</p>
<p>namun, winter memang selalu punya dua sisi. selebihnya adalah sebuah keindahan. <em>winter wonderland</em> saya menyebutnya. tidak percaya? lihat saja.<br />
<span id="more-869"></span></p>
<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="550" height="420" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="data" value="http://www.flickr.com/apps/slideshow/show.swf?v=71649" /><param name="flashvars" value="offsite=true&amp;lang=en-us&amp;page_show_url=%2Fphotos%2Frpermana%2Fsets%2F72157622926353509%2Fshow%2F&amp;page_show_back_url=%2Fphotos%2Frpermana%2Fsets%2F72157622926353509%2F&amp;set_id=72157622926353509&amp;jump_to=" /><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="src" value="http://www.flickr.com/apps/slideshow/show.swf?v=71649" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="550" height="420" src="http://www.flickr.com/apps/slideshow/show.swf?v=71649" allowfullscreen="true" flashvars="offsite=true&amp;lang=en-us&amp;page_show_url=%2Fphotos%2Frpermana%2Fsets%2F72157622926353509%2Fshow%2F&amp;page_show_back_url=%2Fphotos%2Frpermana%2Fsets%2F72157622926353509%2F&amp;set_id=72157622926353509&amp;jump_to=" data="http://www.flickr.com/apps/slideshow/show.swf?v=71649"></embed></object></p>
<p>location: utrecht &#8211; netherlands</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aaqq.net/2009/12/22/winter-wonderland/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
