Archive for feature
You are browsing the archives of feature.
You are browsing the archives of feature.
traveling sudah menjadi bagian dari hidup saya and I LOVE IT so much. intensitas saya ber-traveling semakin meningkat sejak tahun 2000 ketika saya bergabung dengan ICRAF dan bekerja dengan mereka. di ICRAF membuat saya mendapat bonus berjalan-jalan gratis selama bertahun-tahun ke beberapa tempat indah, eksotis kadang malah mblusuk-mblusuk ke pedalaman Sumatera sana. selain kecintaan pada traveling, dari sana pula, kecintaan saya terhadap photography semakin membesar. hingga akhirnya kamera menjadi satu barang wajib ketika saya bepergian. saat ini sudah banyak foto yang saya kumpulkan *pleus foto-foto narsis saya tentunya!* dan kadang hanya ngejogrok di hardisk laptop.
suatu hari, seorang ‘pebisnis muda dan gila tapi baik hati’ mengeluarkan ide nekad untuk memakai foto-foto saya di salah satu projectnya. walau diawali dengan ketidakpercayaan diri *hingga akhirnya agak sedikit percaya diri dan dilanjutkan dengan rasa pede yang berlebihan dan diakhiri kembali dengan krisis pe-de* akhirnya project itu selesai sudah. limapuluhan foto saya *iya 50an!!*, selama saya berjalan-jalan di sebagian kecil negara kita tercinta ini pun nangkring di AGENDA INDONESIA 2009. beberapa tempat mulai dari sumatera, jawa, kalimantan hingga sulawesi ada di dalamnya. saya sendiri menyebutkan ini sebagai ANOTHER SIDE OF INDONESIA.
menonton laskar pelangi ternyata seperti makan mie kocok di pasar mawar bogor. adik saya bilang, jika makan mie kocok di tempat ini, selalu diawali dengan keinginan yang menggebu-gebu. apalagi ditambah provokasi dari orang-orang yang sudah pernah mencobanya membuat kita semakin ingin mencoba mie kocok tersebut.
tapi apa yang terjadi pada saat ketika memakannya? kita pasti akan cuma bilang: ah kok gini aja? mana istimewanya? tak lama, kita akan berpikir bahwa mie kocok pasar mawar memang tidak ada istimewanya.
tapi tunggulah beberapa saat, pikirkan isi yang terkandung di dalamnya dan temukan aftertaste-nya, maka percayalah kita akan ketagihan. maka ketika kita melewati kedai itu, jangan heran jika secara tak sadar kita akan berusaha kembali ke sana.
pake pelet? mungkin juga *huahahaha.. nyang bener aja!!*.
secapek apapun kondisi fisik dan otak lo saat bekerja.. apalagi kalau jadi waiter.. maka ngitung duit kudu bener. alasan apapun yang lo kasih, kalau itungan lo salah dan berlebih, lo akan tetep dianggap sebagai pelayan - jahat - yang - pengen - ambil - duit - pelanggan. *niet good jongen!!*
pelanggan boleh seenaknya komplen ataupun marah-marah. namun, menghitung ulang total bon kudu pelan-pelan. kalau enggak, maka lo akan rugi karena ternyata lo malah ngitungnya kurang banget.
20 euro lebih untuk nombokin uang pelanggan karena kesalahan gue adalah tolol.
menerima tip besar sampe 12 euro dari seorang pelanggan belum tentu dapat dianggap beruntung. karena at the end, dengan semua hal di atas maka tip sebesar apapun akan sia-sia.