Archive for features

You are browsing the archives of features.

on sale now!!

on sale now!!

traveling sudah menjadi bagian dari hidup saya and I LOVE IT so much. intensitas saya ber-traveling semakin meningkat sejak tahun 2000 ketika saya bergabung dengan ICRAF dan bekerja dengan mereka. di ICRAF membuat saya mendapat bonus berjalan-jalan gratis selama bertahun-tahun ke beberapa tempat indah, eksotis kadang malah mblusuk-mblusuk ke pedalaman Sumatera sana. selain kecintaan pada traveling, dari sana pula, kecintaan saya terhadap photography semakin membesar. hingga akhirnya kamera menjadi satu barang wajib ketika saya bepergian. saat ini sudah banyak foto yang saya kumpulkan *pleus foto-foto narsis saya tentunya!* dan kadang hanya ngejogrok di hardisk laptop.

suatu hari, seorang ‘pebisnis muda dan gila tapi baik hati’ mengeluarkan ide nekad untuk memakai foto-foto saya di salah satu projectnya. walau diawali dengan ketidakpercayaan diri *hingga akhirnya agak sedikit percaya diri dan dilanjutkan dengan rasa pede yang berlebihan dan diakhiri kembali dengan krisis pe-de* akhirnya project itu selesai sudah. limapuluhan foto saya *iya 50an!!*, selama saya berjalan-jalan di sebagian kecil negara kita tercinta ini pun nangkring di AGENDA INDONESIA 2009. beberapa tempat mulai dari sumatera, jawa, kalimantan hingga sulawesi ada di dalamnya. saya sendiri menyebutkan ini sebagai ANOTHER SIDE OF INDONESIA.

berau|season 02 episode 01: pagi yang aneh

berau|season 02 episode 01: pagi yang aneh

pagi itu tiba-tiba saya dikejutkan oleh sesosok hitam besar yang berdiri di depan pintu kamar. dengan muka memelas ia langsung masuk dan bersimpuh di samping tempat tidur. tiba-tiba ia berbisik, “bang, doakan saya yah.. pagi ini saya akan digantung. semua orang sudah berkumpul semua di luar, siap menangkap saya.” tak lama ia langsung mencerocos soal ketakutannya, soal jaksa dan polisi akan menjemputnya karena ketahuan minum alkohol di bulan puasa, juga soal semua orang di tempat ini yang bersekongkol menghakimi akibat gosip yang ia sebarkan.

weits.. apa-apaan nih? saya cuma bisa melongo mendengar cerocosnya. belum juga kesadaran saya penuh, tiba-tiba dia menyuruh saya melongok ke jendela dan menunjukan sebuah tali di jembatan besi yang menurutnya adalah gantungan yang akan menjemput ajalnya. saya terhenyak, antara kasihan dan ingin tertawa, namun lebih memilih diam melihat keseriusan di wajahnya yang mirip panda. akhirnya saya hanya bisa berkata, “ya udah.. ati-ati aja ya.. nanti saya doakan… jangan lupa banyak-banyak berdoa sama allah.” dia mengangguk dan perlahan keluar kamar dengan wajah yang sendu. sigh… saya pun kembali tertidur.

laskar pelangi dan mie kocok

laskar pelangi dan mie kocok

menonton laskar pelangi ternyata seperti makan mie kocok di pasar mawar bogor. adik saya bilang, jika makan mie kocok di tempat ini, selalu diawali dengan keinginan yang menggebu-gebu. apalagi ditambah provokasi dari orang-orang yang sudah pernah mencobanya membuat kita semakin ingin mencoba mie kocok tersebut.

tapi apa yang terjadi pada saat ketika memakannya? kita pasti akan cuma bilang: ah kok gini aja? mana istimewanya? tak lama, kita akan berpikir bahwa mie kocok pasar mawar memang tidak ada istimewanya.

tapi tunggulah beberapa saat, pikirkan isi yang terkandung di dalamnya dan temukan aftertaste-nya, maka percayalah kita akan ketagihan. maka ketika kita melewati kedai itu, jangan heran jika secara tak sadar kita akan berusaha kembali ke sana.

pake pelet? mungkin juga *huahahaha.. nyang bener aja!!*.

waktunya ber-hibernasi

waktunya ber-hibernasi

satu setengah bulan sudah gue meninggalkan utrecht. walau hati sedikit meronta *huahahaha* tapi jadwal dan kenikmatan dunia tropis sudah menggoda untuk dijamah. gak cuma cuaca yang lebih bersahabat, tapi yang pasti memang makanan yang lebih nikmat menggoda selera. dimulai dari thailand yang dengan sukses membuat badan gue mengembang sebanyak 2-3 kilo hanya dalam waktu seminggu, dua minggu yang menyenangkan di berau bersama supervisor tercintah, plus memulai puasa yang *mudah-mudahan* khusuk di bogor dan jakarta. sekarang, gue berada di kantor lama, berhibernasi sekaligus memulai persiapan untuk trip penelitian ke berau yang jauh lebih lama dan lebih complicated. *sigh.. sapa suruh ambil phd. hiks..*.

anyway, gue share beberapa foto yang gue ambil, mulai dari alkmar, thailand, dan berau. lebih lengkap ada di flickr.. walaupun gue agak ngos-ngosan buat nge-uploadnya. monggo.

i’m going home

i'm going home

“saya hamil ..”

ucapan itu membuat gempar sebuah rumah mungil di sabtu pagi yang cukup terang untuk ukuran bulan desember. bukan sebuah kabar baik juga karena si pemilik suara adalah seorang perempuan remaja umur 25 tahun yang belum pernah terdengar berpacaran. hidupnya selama ini terfokus pada belajar.. belajar.. dan memberikan prestasi yang terbaik untuk kedua orangnya. wajahnya semakin terlihat memerah, menahan tangis dan ketakutan. ibunya berteriak histeris mendengar kabar dari si anak semata wayangnya itu. sang ayah, dengan wajah yang gusar namun berusaha terlihat tenang, menanyakan ayah si jabang bayi itu.

suatu hari minggu, dengan persiapan seadanya, pernikahan dadakan pun diadakan. cukup di sebuah kamar hotel mungil, dengan dihadiri oleh beberapa orang kerabat mereka, maka sang penghulu pun memandu upacara sederhana ijab kabul tersebut. tak ada tangis haru, tak ada lagi amarah, semua berjalan dengan sunyi dan sesuai prosedur.

15 tahun berlalu, dan si jabang bayi telah menjadi lelaki dewasa. si perempuan tetap menyendiri hingga saat ini dan menjadi orang tua tunggal untuk si anak. ia bangkit dan mencapai semua hal yang pernah ia tinggalkan: kuliahnya, karirnya, mimpinya. ayah sang jabang bayi tetap bersama dengan keluarganya yang pertama. perempuan itu tetap pasrah menjadi bayangan tanpa mau menuntut ataupun membuka aib sang ayah.

what a choice…

nilai yang berbeda

nilai yang berbeda

“Kalau di sini, nangkap ikan gak cuma pake jaring dan pancing, tapi juga bom dan potas.” Pak Thamrin memulai diskusi sore itu dengan sebuah kalimat yang tidak saya harapkan akan muncul di awal diskusi. Ternyata ia tidak sesulit yang saya bayangkan. Padahal, ketika pertama kali saya tiba di depan rumahnya yang asri, wajahnya memandang saya dengan tidak bersahabat dan membuat ragu untuk beramah tamah dengannya. Namun, lelaki paruh baya dengan kumis baplang berwarna hitam dan perut gendutnya yang ia biarkan terbuka itu ternyata mempersilahkan saya masuk.

Diselingi dengan hembusan rokok lintingan, yang dibuat dalam waktu beberapa detik saja, ia ternyata orang yang sangat suka bercerita. Tak lama, semua cerita mengenai kehidupan nelayan di pulau itu pun meluncur dari mulutnya. Mulai dari nenek moyang orang-orang di kampung ini yang berasal dari negara tetangga, perompak yang menghancurleburkan kampung ini di tahun 50an, hingga asal muasal dirinya yang kabur dari kampung halamannya di Timur sana.

ingga, mimpi dan sosis

ingga, mimpi dan sosis

Ingga terbangun, mimpi itu kembali datang selama tiga malam berturut-turut dan membuatnya tak bisa tidur hingga fajar menyingsing. Sudah tiga hari ini ia selalu ke kampus dengan wajah yang pucat. Rambutnya yang keriting pun kadang lupa ia rapihkan. Gadis tomboy itu menjadi terlihat berbeda. Ingga yang sehari-harinya begitu ceria, tiba-tiba menjadi berbalik 180 derajat. Semua teman-teman di kampus termasuk para satpam yang menjaga gerbang menyadari perubahan ini, tapi tidak ada yang berani untuk bertanya. Ingga tidak pernah mau menjawab. Sang macan tiba-tiba seperti sakit gigi.

Galuh, sahabatnya, menjadi satu-satunya orang yang masih bertahan untuk bertanya meski tak terlalu berharap, karena sudah tiga hari ini tak ada satupun yang berhasil mendapatkan jawaban. Not even a smile.

atmosfer

atmosfer

pengen tau atmosfer-nya. itu kata-kata andalan yang selalu dibilang ketika gue mau melakukan sesuatu yang belum pernah gue lakukan ataupun penasaran dengan sebuah hal baru tapi gak yakin ataupun emang gak sengaja terjerumus di dalam sebuah hal yang ternyata-gak -enak tapi malu-buat-ngakuin-nya ataupun emang narsis belaka *alasan yang mengada-ngada*. tapi gue rasa, itu juga bisa karena faktor adventurous *ada kan istilah itu?* atau emang penasaran untuk mencoba hal-hal yang baru. walaupun untuk beberapa orang, itu juga lebih kepada keberuntungan semata ataupun emang pengen keren aja *halah*.

mencoba masakan hasil uji coba seseorang yang baru tau cara motong bawang, memasuki ladang ranjau di vietnam, nyemplung di kolam taman monas, melakukan hormat ala nazi di jerman dan sejenisnya mungkin bisa menjadi contoh. ah, tapi gue gak se-extrim itu lah, beberapa hal sebenarnya buat orang lain mungkin gak terlalu baru atau bahkan biasa-biasa aja. tapi teuteup buat gue kalau ada orang nanya kenapa gue melakukan itu, ya…. gue kan pengen tau atmosfer-nya aja. halah..