<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>aaqq&#124;dot&#124;net &#187; features</title>
	<atom:link href="http://www.aaqq.net/tag/features/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.aaqq.net</link>
	<description>a life in a blog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 12 Mar 2012 16:49:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>on sale now!!</title>
		<link>http://www.aaqq.net/2008/11/08/on-sale-now/</link>
		<comments>http://www.aaqq.net/2008/11/08/on-sale-now/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Nov 2008 04:28:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aaqq™</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[feature]]></category>
		<category><![CDATA[features]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aaqq.net/?p=327</guid>
		<description><![CDATA[traveling sudah menjadi bagian dari hidup saya and I LOVE IT so much. intensitas saya ber-traveling semakin meningkat sejak tahun 2000 ketika saya bergabung dengan ICRAF dan bekerja dengan mereka. di ICRAF membuat saya mendapat bonus berjalan-jalan gratis selama bertahun-tahun ke beberapa tempat indah, eksotis kadang malah mblusuk-mblusuk ke pedalaman Sumatera sana. selain kecintaan pada traveling, dari sana pula, kecintaan saya terhadap photography semakin membesar. hingga akhirnya kamera menjadi satu barang wajib ketika saya bepergian. saat ini sudah banyak foto yang saya kumpulkan *pleus foto-foto narsis saya tentunya!* dan kadang hanya ngejogrok di hardisk laptop.

suatu hari, seorang 'pebisnis muda dan gila tapi baik hati' mengeluarkan ide nekad untuk memakai foto-foto saya di salah satu projectnya. walau diawali dengan ketidakpercayaan diri *hingga akhirnya agak sedikit percaya diri dan dilanjutkan dengan rasa pede yang berlebihan dan diakhiri kembali dengan krisis pe-de* akhirnya project itu selesai sudah. limapuluhan foto saya *iya 50an!!*, selama saya berjalan-jalan di sebagian kecil negara kita tercinta ini pun nangkring di AGENDA INDONESIA 2009. beberapa tempat mulai dari sumatera, jawa, kalimantan hingga sulawesi ada di dalamnya. saya sendiri menyebutkan ini sebagai ANOTHER SIDE OF INDONESIA.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="float: left; margin: 5px;" src="http://i70.photobucket.com/albums/i105/aaqqnet/agenda01.jpg" alt="" width="250" />traveling sudah menjadi bagian dari hidup saya <em>and I LOVE IT so much</em>. intensitas saya ber-traveling semakin meningkat sejak tahun 2000 ketika saya bergabung dengan ICRAF dan bekerja dengan mereka. di ICRAF membuat saya mendapat bonus berjalan-jalan gratis selama bertahun-tahun ke beberapa tempat indah, eksotis kadang malah <em>mblusuk-mblusuk</em> ke pedalaman Sumatera sana. selain kecintaan pada traveling, dari sana pula, kecintaan saya terhadap photography semakin membesar. hingga akhirnya kamera menjadi satu barang wajib ketika saya bepergian. saat ini sudah banyak foto yang saya kumpulkan *<em>pleus foto-foto narsis saya tentunya!</em>* dan kadang hanya <em>ngejogrok </em>di hardisk laptop.</p>
<p>suatu hari, <a href="http://www.erikahahaha.com/?p=206" target="_blank">seorang &#8216;pebisnis muda dan gila tapi baik hati&#8217;</a> mengeluarkan ide nekad untuk memakai foto-foto saya di salah satu projectnya. walau diawali dengan ketidakpercayaan diri *<em>hingga akhirnya agak sedikit percaya diri dan dilanjutkan dengan rasa pede yang berlebihan dan diakhiri kembali dengan krisis pe-de</em>* akhirnya project itu selesai sudah. limapuluhan foto saya *<em>iya 50an!!</em>*, selama saya berjalan-jalan di sebagian kecil negara kita tercinta ini pun nangkring di AGENDA INDONESIA 2009. beberapa tempat mulai dari sumatera, jawa, kalimantan hingga sulawesi ada di dalamnya. saya sendiri menyebutkan ini sebagai ANOTHER SIDE OF INDONESIA.</p>
<p><span id="more-327"></span>dahsyat memang. saya sendiri masih gak percaya dia mau melakukan itu. buat saya, ini seperti <em>dream comes true</em> yang kecepetan. di satu sisi, saya masih gak pede karena masih merasa sebagai amatir dan masih banyak orang-orang dengan kemampuan yang jauh lebih hebat. dan dengan dibuatkan semacam port folio (dalam bentuk agenda) seperti ini kok kayanya <em>sompral </em>banget yah? hiks. namun demi menyukseskan si pebisnis muda ini maka saya pun maju terus pantang mundur untuk memberikan AGENDA exclusive ini ke hadapan kalian.</p>
<p>tidak banyak yang dia cetak, dan karenanya ini bisa dikatakan <em>LIMITED edition</em>. karena itu tanpa ragu saya akan bilang: <strong>BURUAN BELI</strong>!! bukan karena ini pake foto saya ataupun jualan, tapi karena memang agenda ini memang pantas dimiliki. siapa tau nanti si pebisnis muda dan gila ini akan menjadi pengusaha sukses dan saya menjadi presiden indonesia. gak nyesel kan punya <em>memorabilia </em>ini? jadi.. <strong>BURUAN PESEN</strong> yah? kan sebagai salah satu upaya untuk mendukung program ekonomi kreatif yang didengung-dengungkan pemerintah kita. ok?</p>
<p>Spesifikasi:</p>
<ul>
<li>128 full color pages</li>
<li>19 x 24 cm</li>
<li>hard cover mate laminated</li>
<li>imported fancy paper</li>
<li>price: IDR 110,000 <strong>ONLY</strong></li>
</ul>
<p><strong>Untuk pemesanan bisa mengirimkan email kepada si pebisnis muda dan gila melalui: </strong></p>
<p>Wiwin Erika (<a href="mailto: wiwin@eriprojects.com">wiwin@eriprojects.com</a>)<br />
Wiwin Erika lagi (<a href="mailto: erikahahaha@yahoo.com">erikahahaha@yahoo.com</a>)<br />
atau melalui hapenya: +62 811 170390.</p>
<p><img src="http://i70.photobucket.com/albums/i105/aaqqnet/agenda03.jpg" alt="" width="400" /></p>
<p><img src="http://i70.photobucket.com/albums/i105/aaqqnet/agenda02.jpg" alt="" width="400" /></p>
<p><img src="http://i70.photobucket.com/albums/i105/aaqqnet/agenda04.jpg" alt="" width="400" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aaqq.net/2008/11/08/on-sale-now/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BERAU &#124; season 02 episode 01: pagi yang aneh</title>
		<link>http://www.aaqq.net/2008/10/25/berau-season-02-episode-01-pagi-yang-aneh/</link>
		<comments>http://www.aaqq.net/2008/10/25/berau-season-02-episode-01-pagi-yang-aneh/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Oct 2008 02:45:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aaqq™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Traveling]]></category>
		<category><![CDATA[features]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aaqq.net/?p=324</guid>
		<description><![CDATA[pagi itu tiba-tiba saya dikejutkan oleh sesosok hitam besar yang berdiri di depan pintu kamar. dengan muka memelas ia langsung masuk dan bersimpuh di samping tempat tidur. tiba-tiba ia berbisik, “bang, doakan saya yah.. pagi ini saya akan digantung. semua orang sudah berkumpul semua di luar, siap menangkap saya.” tak lama ia langsung mencerocos soal ketakutannya, soal jaksa dan polisi akan menjemputnya karena ketahuan minum alkohol di bulan puasa, juga soal semua orang di tempat ini yang bersekongkol menghakimi akibat gosip yang ia sebarkan.

weits.. apa-apaan nih? saya cuma bisa melongo mendengar cerocosnya. belum juga kesadaran saya penuh, tiba-tiba dia menyuruh saya melongok ke jendela dan menunjukan sebuah tali di jembatan besi yang menurutnya adalah gantungan yang akan menjemput ajalnya. saya terhenyak, antara kasihan dan ingin tertawa, namun lebih memilih diam melihat keseriusan di wajahnya yang mirip panda. akhirnya saya hanya bisa berkata, “ya udah.. ati-ati aja ya.. nanti saya doakan… jangan lupa banyak-banyak berdoa sama allah.” dia mengangguk dan perlahan keluar kamar dengan wajah yang sendu. sigh… saya pun kembali tertidur.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="float: left; margin: 5px;" src="http://images.aaqq.multiply.com/image/9/photos/31/500x500/3/beraufromtop01.JPG?et=pSkLAT5rYO8wg0oQz6WrCA&amp;nmid=69633354" alt="" width="350" />pagi itu tiba-tiba saya dikejutkan oleh sesosok hitam besar yang berdiri di depan pintu kamar. dengan muka memelas ia langsung masuk dan bersimpuh di samping tempat tidur. tiba-tiba ia berbisik, “bang, doakan saya yah.. pagi ini saya akan digantung. semua orang sudah berkumpul semua di luar, siap menangkap saya.” tak lama ia langsung mencerocos soal ketakutannya, soal jaksa dan polisi akan menjemputnya karena ketahuan minum alkohol di bulan puasa, juga soal semua orang di tempat ini yang bersekongkol menghakimi akibat gosip yang ia sebarkan.</p>
<p><em><span id="more-324"></span>weits</em>.. apa-apaan nih? saya cuma bisa melongo mendengar cerocosnya. belum juga kesadaran saya penuh, tiba-tiba dia menyuruh saya melongok ke jendela dan menunjukan sebuah tali di jembatan besi yang menurutnya adalah gantungan yang akan menjemput ajalnya. saya terhenyak, antara kasihan dan ingin tertawa, namun lebih memilih diam melihat keseriusan di wajahnya yang mirip panda. akhirnya saya hanya bisa berkata, “ya udah.. ati-ati aja ya.. nanti saya doakan… jangan lupa banyak-banyak berdoa juga sama allah.” dia mengangguk dan perlahan keluar kamar dengan wajah yang sendu. sigh… saya pun kembali tertidur.</p>
<p>ini bukan kali pertama, sehari sebelumnya ia pun sudah “curhat pagi hari&#8221; soal hidupnya yang susah, ditambah kepergiannya ke berau ini yang ternyata agak sedikit “<em>complicated</em>”. saya gak mau berpikir jauh, yang pasti orang ini memang unik *<em>untuk tidak mengatakan dia agak kurang waras</em>*, agak sedikit kekanak-kanakan dan memiliki kecemasan yang berlebihan. saya benar-benar <em>speechless</em>. sepertinya, season dua perjalanan saya di berau ini akan lebih berwarna dibandingkan dengan season sebelumnya. tak hanya si panda, namun juga tetangga kamar yang mirip vokalis kangen band hingga tukang masak yang agak lebai bernama jablai. itu semua akan semakin melengkapi hari-hari saya di berau yang sejak awal memang sudah ajaib. yihaaa!!</p>
<p>selasa siang, diiringi hujan deras, saya mendarat (kembali) di bandara kalimarau &#8211; berau *<em>eh berima!!?</em>*. dengan tentengan seadanya: satu koper, satu backpack dan satu tas kecil *<em>weeeh.. seadanya??</em>* saya siap untuk memulai episode hidup baru di berau selama tiga-empat bulan ke depan. bukan (sepenuhnya) untuk liburan *<em>enak aja</em>*, tapi ini adalah tahap yang cukup menentukan penelitian disertasi saya ke depan. riset yang sudah saya persiapkan selama berbulan-bulan akan segera di mulai dalam beberapa hari ke depan.</p>
<p>agak sedikit <em>nervous </em>juga menghadapi riset kali ini. asisten yang saya cari pun belum ditemukan. saya tidak bisa mengerjakan ini sendirian, atau saya akan menghabiskan banyak waktu, uang dan juga tenaga. tiga hari pertama pun saya sibukan dengan mencari asisten lokal dan juga merapihkan semua pertanyaan-pertanyaan survey. beberapa perlengkapan tetek bengek pun saya cari. perlahan saya mulai bisa menikmati kesibukan ini. tempat ini pun menjadi semakin membuat saya merasa di rumah.</p>
<p>bukan saya tidak betah di bogor. beberapa minggu di bogor ternyata membuat saya terlalu dimanjakan walaupun bukan dalam artian hidup enak dan mewah. tapi bepergian ke tempat yang baru seringkali membuat kita dapat bersyukur akan kehidupan yang selama ini kita miliki. kita bisa semakin tahu bahwa sesusah-susahnya hidup kita masih ada orang yang hidup jauh lebih susah. malu lah sama pemotong bawang di berau yang masih bisa tertawa walaupun hidup dan bawangnya mungkin bisa bikin kita menangis *<em>masih mau ngeluh juga? </em>*.</p>
<p>berau pun tidak banyak berubah setelah satu tahun saya tinggalkan. kota kecil tanjung redep masih tetap dinamis. warung-warung makan di sepanjang sungai segah masih tegak berdiri, dan semakin ramai di malam hari. motor-motor masih banyak bersliweran di mana-mana, dengan helm yang gak boleh lepas dari kepala, kecuali pada jumat siang jam 12 sampai jam 1. helm-helm itu ternyata boleh digantikan oleh peci untuk sholat jumat *<em>haha.. i know..i know.. udah lah gak usah dibahas</em>*. perahu-perahu ketinting masih ramai hilir mudik di dua sungai yang melintasi kota ini. cuaca pun masih tidak bersahabat, kadang panas tinggi yang tiba-tiba dilanjutkan dengan hujan deras tiada henti. *<em>ah nikmati saja lah.. belanda kadang jauh lebih parah dari ini kok. iya toh?</em>*</p>
<p><em>wish me luck.. i really need that</em>. semoga riset ini bisa lancar di empat lokasi yang direncanakan. untuk yang mau berlibur ke derawan.. silahkan datang, saya siap menemani jika tidak bentrok dengan jadwal riset. percayalah.. berkunjung ke derawan adalah salah satu dari 10 hal yang harus kalian lakukan sebelum mati, selain facebook-ing *<em>lirik temen yang baru bikin account fb</em>*.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aaqq.net/2008/10/25/berau-season-02-episode-01-pagi-yang-aneh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>laskar pelangi dan mie kocok</title>
		<link>http://www.aaqq.net/2008/09/26/laskar-pelangi-dan-mie-kocok/</link>
		<comments>http://www.aaqq.net/2008/09/26/laskar-pelangi-dan-mie-kocok/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Sep 2008 06:42:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aaqq™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reflection]]></category>
		<category><![CDATA[feature]]></category>
		<category><![CDATA[features]]></category>
		<category><![CDATA[laskar pelangi]]></category>
		<category><![CDATA[mie kocok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aaqq.net/?p=321</guid>
		<description><![CDATA[menonton laskar pelangi ternyata seperti makan mie kocok di pasar mawar bogor. adik saya bilang, jika makan mie kocok di tempat ini, selalu diawali dengan keinginan yang menggebu-gebu. apalagi ditambah provokasi dari orang-orang yang sudah pernah mencobanya membuat kita semakin ingin mencoba mie kocok tersebut.

tapi apa yang terjadi pada saat ketika memakannya? kita pasti akan cuma bilang: ah kok gini aja? mana istimewanya? tak lama, kita akan berpikir bahwa mie kocok pasar mawar memang tidak ada istimewanya.

tapi tunggulah beberapa saat, pikirkan isi yang terkandung di dalamnya dan temukan aftertaste-nya, maka percayalah kita akan ketagihan. maka ketika kita melewati kedai itu, jangan heran jika secara tak sadar kita akan berusaha kembali ke sana.

pake pelet? mungkin juga *huahahaha.. nyang bener aja!!*.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="float: left; margin: 5px;" src="http://i157.photobucket.com/albums/t75/daninovandri/IMG-1457-1.jpg" alt="" width="300" />menonton laskar pelangi ternyata seperti makan mie kocok di pasar mawar bogor. adik saya bilang, jika makan mie kocok di tempat ini, selalu diawali dengan keinginan yang menggebu-gebu. apalagi ditambah provokasi dari orang-orang yang sudah pernah mencobanya membuat kita semakin ingin mencoba mie kocok tersebut.</p>
<p>tapi apa yang terjadi pada saat ketika memakannya? kita pasti akan cuma bilang: ah kok gini aja? mana istimewanya? tak lama, kita akan berpikir bahwa mie kocok pasar mawar memang tidak ada istimewanya.</p>
<p>tapi tunggulah beberapa saat, pikirkan isi yang terkandung di dalamnya dan temukan <em>aftertaste</em>-nya, maka percayalah kita akan ketagihan. maka ketika kita melewati kedai itu, jangan heran jika secara tak sadar kita akan berusaha kembali ke sana.</p>
<p>pake pelet? mungkin juga *<em>huahahaha.. nyang bener aja!!</em>*.</p>
<p><span id="more-321"></span>begitu juga dengan laskar pelangi. awalnya saya begitu bersemangat, bahkan sampai rela menonton di hari pertama dan jadwal yang terakhir. ketika menonton, walaupun dengan suasana yang beberapa kali campur aduk: lucu, terharu, garing dan sebagainya, saya cuman berpikir: kok gini doang? tapi ternyata kasus mie kocok terulang kembali di sini. sampai di rumah saya tidak bisa menghilangkan pikiran saya terhadap film itu. kepolosan anak-anaknya, alam belitong yang begitu indah ditangkap di kamera, pesan-pesan sarat makna, dan juga kata-kata yang saya suka (dan selalu saya pakai sejak lama): BERANI BERMIMPI!!</p>
<p>berbeda dengan novelnya, film ini memang jauh lebih masuk akal dan membumi. kehebatan lintang di novel menjadi sangat masuk akal. dia jenius.. dan itu mungkin. walaupun begitu, di beberapa bagian film ini seperti hanya berusaha menceritakan banyak hal dan menggambarkan apa yang ada di novel menjadi bahasa gambar. kasus bola tenis-nya samson adalah salah satu contohnya, yang sepertinya memang tidak perlu-perlu amat.</p>
<p>tapi <em>overall</em>, kembali pada kasus mie kocok, film ini memang bikin candu. candu untuk menonton lagi, candu untuk mendiskusikannya, candu untuk berpikir makna yang ada di dalamnya. verrys yamarno dan ikranegara, yang bermain paling gemilang di antara para pemain lainnya, adalah salah satu hal yang membuat saya menyukai film ini. <em>two thumbs up </em>buat mereka! tancap boy!! satu lagi yang membuat film ini semakin menarik adalah <em>music scoring </em>yang dibuat aksan sjuman, benar-benar membuat film ini semakin &#8216;berbumbu&#8217;.</p>
<p>jadi.. ada yang mo ngajak saya nonton yang kedua kalinya? silahkan boy..</p>
<p>image source: <a href="http://http//i157.photobucket.com/albums/t75/daninovandri/IMG-1457-1.jpg">here</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aaqq.net/2008/09/26/laskar-pelangi-dan-mie-kocok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>waktunya ber-hibernasi</title>
		<link>http://www.aaqq.net/2008/09/11/waktunya-ber-hibernasi/</link>
		<comments>http://www.aaqq.net/2008/09/11/waktunya-ber-hibernasi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Sep 2008 09:21:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aaqq™</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[features]]></category>
		<category><![CDATA[hibernasi]]></category>
		<category><![CDATA[Photoblog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aaqq.net/?p=318</guid>
		<description><![CDATA[satu setengah bulan sudah gue meninggalkan utrecht. walau hati sedikit meronta *huahahaha* tapi jadwal dan kenikmatan dunia tropis sudah menggoda untuk dijamah. gak cuma cuaca yang lebih bersahabat, tapi yang pasti memang makanan yang lebih nikmat menggoda selera. dimulai dari thailand yang dengan sukses membuat badan gue mengembang sebanyak 2-3 kilo hanya dalam waktu seminggu, dua minggu yang menyenangkan di berau bersama supervisor tercintah, plus memulai puasa yang *mudah-mudahan* khusuk di bogor dan jakarta. sekarang, gue berada di kantor lama, berhibernasi sekaligus memulai persiapan untuk trip penelitian ke berau yang jauh lebih lama dan lebih complicated. *sigh.. sapa suruh ambil phd. hiks..*.

anyway, gue share beberapa foto yang gue ambil, mulai dari alkmar, thailand, dan berau. lebih lengkap ada di flickr.. walaupun gue agak ngos-ngosan buat nge-uploadnya. monggo.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="vertical-align: top;" src="http://farm4.static.flickr.com/3275/2848142682_9ee80d2976.jpg?v=0" alt="" width="500" height="333" /></p>
<p>satu setengah bulan sudah gue meninggalkan utrecht. walau hati sedikit meronta *<em>huahahaha</em>* tapi jadwal dan kenikmatan dunia tropis sudah menggoda untuk dijamah. gak cuma cuaca yang lebih bersahabat, tapi yang pasti memang makanan yang lebih nikmat menggoda selera. dimulai dari thailand yang dengan sukses membuat badan gue mengembang sebanyak 2-3 kilo hanya dalam waktu seminggu, dua minggu yang menyenangkan di berau bersama supervisor tercintah, plus memulai puasa yang *<em>mudah-mudahan</em>* khusuk, di bogor. sekarang, gue berada di kantor lama, berhibernasi sekaligus memulai persiapan untuk trip penelitian ke berau yang jauh lebih lama dan lebih <em>complicated</em>. *<em>sigh.. sapa suruh ambil phd. hiks..</em>*.</p>
<p><span id="more-318"></span>anyway, gue share beberapa foto yang gue ambil, mulai dari alkmar, thailand, dan berau. lebih lengkap ada di <a href="http://www.flickr.com/photos/rpermana/"><strong>flickr</strong></a>.. walaupun gue agak ngos-ngosan buat nge-uploadnya. monggo.</p>
<p><img src="http://farm4.static.flickr.com/3206/2841974343_515cf05c1b.jpg" alt="" width="500" height="334" /></p>
<p><img src="http://farm4.static.flickr.com/3053/2848102500_7b0317ea76.jpg" alt="" width="334" height="500" /></p>
<p><img src="http://farm4.static.flickr.com/3110/2848142672_3160cc784f.jpg" alt="" width="500" height="333" /></p>
<p><img src="http://farm4.static.flickr.com/3039/2841974329_32ed63409d.jpg" alt="" width="334" height="500" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aaqq.net/2008/09/11/waktunya-ber-hibernasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>i&#8217;m going home</title>
		<link>http://www.aaqq.net/2008/07/27/im-going-home/</link>
		<comments>http://www.aaqq.net/2008/07/27/im-going-home/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Jul 2008 12:03:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aaqq™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reflection]]></category>
		<category><![CDATA[features]]></category>
		<category><![CDATA[Home]]></category>
		<category><![CDATA[Pilihan hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Resiko]]></category>
		<category><![CDATA[Videos]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aaqq.net/?p=315</guid>
		<description><![CDATA["saya hamil .."

ucapan itu membuat gempar sebuah rumah mungil di sabtu pagi yang cukup terang untuk ukuran bulan desember. bukan sebuah kabar baik juga karena si pemilik suara adalah seorang perempuan remaja umur 25 tahun yang belum pernah terdengar berpacaran. hidupnya selama ini terfokus pada belajar.. belajar.. dan memberikan prestasi yang terbaik untuk kedua orangnya. wajahnya semakin terlihat memerah, menahan tangis dan ketakutan. ibunya berteriak histeris mendengar kabar dari si anak semata wayangnya itu. sang ayah, dengan wajah yang gusar namun berusaha terlihat tenang, menanyakan ayah si jabang bayi itu.

suatu hari minggu, dengan persiapan seadanya, pernikahan dadakan pun diadakan. cukup di sebuah kamar hotel mungil, dengan dihadiri oleh beberapa orang kerabat mereka, maka sang penghulu pun memandu upacara sederhana ijab kabul tersebut. tak ada tangis haru, tak ada lagi amarah, semua berjalan dengan sunyi dan sesuai prosedur. 

15 tahun berlalu, dan si jabang bayi telah menjadi lelaki dewasa. si perempuan tetap menyendiri hingga saat ini dan menjadi orang tua tunggal untuk si anak. ia bangkit dan mencapai semua hal yang pernah ia tinggalkan: kuliahnya, karirnya, mimpinya. ayah sang jabang bayi tetap bersama dengan keluarganya yang pertama. perempuan itu tetap pasrah menjadi bayangan tanpa mau menuntut ataupun membuka aib sang ayah.

what a choice...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="float: left; margin: 5px;" src="http://farm3.static.flickr.com/2217/2258458701_7d1a85509e.jpg?v=0" alt="" width="250" /><em>&#8220;saya hamil ..&#8221;</em></p>
<p><em>ucapan itu membuat gempar sebuah rumah mungil di sabtu pagi yang cukup terang untuk ukuran bulan desember. bukan sebuah kabar baik juga karena si pemilik suara adalah seorang perempuan remaja umur 25 tahun yang belum pernah terdengar berpacaran. hidupnya selama ini terfokus pada belajar.. belajar.. dan memberikan prestasi yang terbaik untuk kedua orangnya. wajahnya semakin terlihat memerah, menahan tangis dan ketakutan. ibunya berteriak histeris mendengar kabar dari si anak semata wayangnya itu. sang ayah, dengan wajah yang gusar namun berusaha terlihat tenang, menanyakan ayah si jabang bayi itu.<br />
</em></p>
<p><em>suatu hari minggu, dengan persiapan seadanya, pernikahan dadakan pun diadakan. cukup di sebuah kamar hotel mungil, dengan dihadiri oleh beberapa orang kerabat mereka, maka sang penghulu pun memandu upacara sederhana ijab kabul tersebut. tak ada tangis haru, tak ada lagi amarah, semua berjalan dengan sunyi dan sesuai prosedur. </em></p>
<p><em><span id="more-315"></span></em><em>15 tahun berlalu, dan si jabang bayi telah menjadi lelaki dewasa. si perempuan tetap menyendiri hingga saat ini dan menjadi orang tua tunggal untuk si anak. ia bangkit dan mencapai semua hal yang pernah ia tinggalkan: kuliahnya, karirnya, mimpinya. ayah sang jabang bayi tetap bersama dengan keluarganya yang pertama. perempuan itu tetap pasrah menjadi bayangan tanpa mau menuntut ataupun membuka aib sang ayah. </em></p>
<p><em>what a choice&#8230;</em></p>
<p>bukan.. bukan.. itu bukan kisah hidup gue. bercermin pada si perempuan, pilihan-pilihannya mulai dari berhubungan seks, menjadi orang tua tunggal, hingga tutup mulut terhadap aib ayah si jabang bayi memberikan resiko yang mungkin tidak semuanya sanggup ia terima. namun, belajar dari pengalaman buruk dan lebih berhati-hati membuat pilihan membuatnya semakin siap untuk menerima resiko yang hadir.</p>
<p>buat gue, hidup terdiri dari banyak pilihan yang masing-masing punya resiko di sisinya. buat gue kita tidak akan pernah bisa menghindari resiko itu, kecuali memang kita tidak membuat pilihan. namun, itu berarti kita tidak hidup, kan? tapi kita bisa mengatur resiko dengan belajar memilih, juga belajar untuk menerima resiko atas pilihan yang sudah kita buat.</p>
<p>memilih dalam hidup buat gue juga sebuah proses pembelajaran. tidak ada satu orangpun yang dengan tepat memilih hal yang baik untuk hidupnya sejak kecil. gue yakin, semua orang pasti pernah jatuh, <em>down</em>, hancur <em>or even </em>hampir mati karena pilihan-pilihan itu. bangun dari kehancuran dan belajar untuk bangkit, merupakan pencapaian yang hebat dari seorang manusia.</p>
<p>episode hidup gue yang dimulai desember tahun lalu sudah hampir habis. gue siap membuat episode baru lagi di 7 bulan ke depan hidup gue. episode-episode ini memang bagian dari satu pilihan yang gue buat 2 tahun lalu. banyak resiko yang timbul karena pilihan ini. sebagian adalah resiko yang memang sudah gue prediksi, namun sebagian adalah resiko yang gue sendiri gak tau pada awalnya. gue &#8216;harus&#8217; siap dengan semua itu, walaupun beberapa kali gue sempat <em>shock </em>dengan apa yang terjadi. tapi gue menikmati itu, kok.</p>
<p>delapan bulan episode gue di belanda, ternyata waktu yang cukup panjang. gue naik ke satu tahapan atas pilihan gue menjalani &#8216;persekolahan&#8217; ini. banyak hal baru yang gue lakukan berkaitan dengan status gue sebagai <em>phd student</em> dan yang pasti menambah panjang daftar kesibukan selama delapan bulan kemarin. tapi, resiko ini memang sudah pernah diprediksi dan gue, sekali lagi, menikmati ini semua.</p>
<p>balik ke belanda juga berarti mendapat lingkaran pertemanan dan jejaring yang berbeda lagi. <em>to be honest</em>, kali ini memang sangat berbeda dengan lingkaran sebelumnya. banyak hal baru yang gue jalanin, banyak orang dengan karakter baru yang gue temukan, termasuk banyak orang dengan latar belakang dan pandangan hidup yang berbeda. tapi semua membuat hidup gue semakin kaya. negatif dan positif membuat gue bisa terus belajar untuk menjadi orang yang lebih baik. belajar memang tidak memandang umur dan bisa pada siapa saja.</p>
<p>gue pun banyak bertemu orang-orang yang selama ini lebih banyak ditemui di dunia maya. <a href="http://radityadika.com/" target="_blank">raditya dika</a>, <a href="http://merlyna.org/blog/" target="_blank">merlyna lim</a>, <a href="http://www.pelopor.nl/" target="_blank">colson </a>adalah sebagian diantaranya. amazing rasanya bisa bertemu orang-orang hebat yang selama ini lebih banyak gue baca lewat blog-blog mereka. radit ternyata tidak selamanya gila seperti kambingnya, bahkan ia jauh lebih cerdas dan ber-visi untuk seorang kambing jantan (<em>ya iya laah.. </em>). mer? salah satu inspirator untuk terus berjuang di tanah orang. si perempuan multi talenta ini pun sangat berbeda ketika gue ketemu pertama kali di tahun 2004 dulu. ia ternyata sangat bodor, kalau orang sunda bilang. colson, orang belanda yang cinta indonesia (<em>benar kan colson?</em>). gue gak kebayang bisa ketemu dengan kakek satu cucu ini. bahkan pada saat bertemu, gue gak ngeh kalo itu adalah colson sang pelopor. alhasil, ketika kami sama sama menyebutkan nama blog masing-masing, saya terkejut bukan kepalang. <em>it&#8217;s nice to meet you, colson! let&#8217;s have a drink next year in utrecht or in indonesia!</em></p>
<p>besok gue bakal meninggalkan kota ini. setengah diri gue exicted untuk pulang ke rumah (<em>dan juga berau!!</em>), tapi sebagian lagi membuat gue sedikit sudah merindukan kota utrecht ini (<em>i miss it already!!</em>). tapi gue percaya kalau episode ini akan lebih bermakna dibanding episode yang sama di tahun lalu. banyak orang-orang baru yang siap gue temui dan berharap akan menjadi lingkaran yang baru di hidup gue. juga tentunya, sahabat-sahabat lama yang gak sabar buat gue temui, menyatukan lagi lingkaran-lingkaran yang pernah terbentuk, sekaligus menyelesaikan banyak project gila bersama mereka. <em>can&#8217;t wait to see you, pals!!</em></p>
<p>anyway.. udah seminggu gue mendengarkan lagu ini. bikin gue pengen pulang. <em>enjoy friends!!</em></p>
<p>[aaqq01]yRu-eAdZ050[/aaqq01]</p>
<p>it&#8217;s my song of the weeks (week 30-32): kenny loggins &#8211; celebrate me home</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aaqq.net/2008/07/27/im-going-home/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

