austria, si nenek yang pesolek (euro trip bagian 2)

vienna, 25122003, 02.30 pm
tiba di vienna, setelah melalui perjalanan yang cukup melelahkan. dengan supir bis yang ramah dan tetap mau berusaha berkomunikasi dengan kami walaupun bahasa inggrisnya sangatlah pas-pasan *please, 15 minutes pause…. istirahat 15 menit maksudnya* dan juga selalu perhatian dengan menanyakan apakah jumlah kami semua sudah komplit. sebuah keramahan yang tidak dibuat2. dari dalam diri dan juga sebuah tuntuntan pekerjaan ditengah persaingan bisnis yang keras.

vienna, kesan pertama adalah sebuah kota yang bersih, modern tapi tidak menghilangkan sisa-sisa kejayaan masa lalunya. seperti seorang nenek yang sudah sangat tua dengan penampilannya yang kolot tapi masih mau menerima modernisme pada beberapa bagian tubuhnya. dengan sistem transportasi yang cukup rapih. metro subway dan trem membuat kami tidak kesulitan untuk berpindah dari satu sudut kota ke sudut lain. tiket 24 jam kami beli di mesin dan itu berlaku untuk kedua jenis kendaraan itu. sungguh memudahkan. andai di indonesia seperti ini tentu akan sedikit orang2 yang membawa kendaraan pribadi dan akan mengurangi kemacetan. tapi memang tidak semudah itu untuk menerapkan sistem transportasi itu di jakarta. bahkan busway saja masih belum terbukti keampuhannya. kejujuran menjadi satu poin penting yang saya lihat di sini. kita boleh pilih untuk tidak memiliki karcis, namun dengan denda yang sangat tinggi tentunya jika ketahuan. pemeriksaan sangatlah jarang. kami mungkin saja tidak memiliki karcis karenanya. tapi kami memilih untuk mengikuti hukum karena warga austriapun memberi kami contoh yang baik.

hostel wombat kami cari dengan menggunakan metro subway, dengan sedikit susah payah membaca peta dan kelelahan pada beberapa orang untuk mengangkat tas-tas bawaannya yang lumayan besar. hostel ini cukup bagus, terutama jika saya bandingkan dengan hostel yang sebelumnya. dengan kondisi kamar mandi yang lebih bersih, kami mulai hari pertama di kota ini dengan …. mandi!!! kami begitu senangnya karena kamar mandinya tidak share dengan orang lain dan ada di dalam kamar. di vienna kami berpisah dengan mimi yang masih betah di prague dan bergabung dengan kang dian dan istrinya yang sudah tiba sehari sebelum kami.

vienna, 25122003, 05.00 pm
perjalanan di vienna di mulai dengan Schoenbrunn Palace . UNESCO World Heritage List pada akhir tahun 1996. sedang ada christmas market juga seperti halnya di prague. tak banyak yang kami lihat di sana karena istananya juga tertutup untuk umum di hari natal ini. sedikit menyesal juga tidak bisa melihat indahnya garden di belakang istana dengan labirinnya yang terkenal itu. dari schoenbrunn kami lanjutkan perjalanan ke pusat kota. dimulai dari st stephan’s cathedral yang menjadi salah satu icon kota vienna. *as you go around a corner, the cathedral comes suddenly into view. Like a mountain, it is simple and wonderful; its sheer beauty lifts the spirit. Adalbert Stifter (1805-1868)* terletak di tengah kota, ditengah pusat perbelanjaan dengan bangunan2 yang artistik yang tidak meninggalkan bentuk2 masa lalu dengan icon2 di masa sekarang seperti armani, mc donalds, dior, dan brand2 lainnya. harga-harga di sini lebih tinggi dibandingkan dengan prague bahkan belanda. tingkat pendapatan masyarakat yang cukup tinggi menjadi salah satu penyebabnya. saya sedikit kesulitan mengatur budget di sini.

fitri dan jo menemukan restoran favorite mereka di sini. Go Wok. sebuah restoran cina dan jepang yang lumayan enak dengan harga yang agak reasonable.

vienna, 26122003, 09.00 am
hari kedua di vienna, dimulai dengan belvedere. The Galerie Belvedere salah satu museum terkenal di dunia. terletak di istana Belvedere milik pangeran Eugene of Savoy. Terdapat dua bagian istana yaitu the Upper dan Lower Belvedere. the Upper Belvedere merupakan tempat koleksi dari abad 19 dan 20 dan the Lower Belvedere merupakan tempat Museum of Medieval Art dan the Baroque Museum. kedua bangunan dihubungkan oleh sebuah taman Baroque yang sangat indah. winter tidak menghilangkan keindahan taman itu. kamera saya bahkan tidaklah cukup untuk merekam keindahan tempat itu. benar2 “amazing”. kami lanjutkan perjalanan menuju canal donau dan juga UNO city yang merupakan center dari beberapa organisasi yang tergabung dalam PBB. perjalanan berlanjut ke heldenplatz (square of the heroes), the neue hofburg (new fortress), gedung parlemen yang dibangun antara 1874 dan 1883 oleh theophil hansen, rathaus palace dan masih banyak lagi.

siang itu juga, ika agak sedikit memiliki kesulitan dengan penyakit bulanan perempuannya, yang memaksanya meringis hampir satu jam dan hampir membuatnya kembali ke hostel. kamu harus baik2 sama perempuan ya q, lihat ini salah satu contohnya! sebuah siksaan bulanan yang mau tidak mau harus kami hadapi. belum lagi beratnya rasa sakit yang kami hadapi pada saat melahirkan nanti, begitu para perempuan mengkuliahi saya dengan filosofi tentang diri mereka sendiri, terutama setelah melihat saya yang kebingungan karena tidak tau apa yang harus dilakukan pada ika yang kelihatan tersiksa sekali dengan rasa sakitnya itu. untung semua itu berakhir. rasa sakitnya yang berkurang membuat ika kembali mau jalan dan sedikit tersenyum. at least mau di foto. hue…he..

kami juga kembali berburu souvenir di sini *kami memang melakukan wisata souvenir kalo istilah saya dan juga wisata fotografi* dengan bentuk yang sudah baku *piring, gelas dan teman2nya* kami agak terkaget2 juga dengan harga yang berbeda jauh dengan prague. tapi nilai sebuah souvenir kadang mengalahkan rasionalitas sebuah harga dan kualitas. dan kami pun kembali memborong dengan kalapnya. saya juga memecahkan tiga buah piring yang saya beli karena keteledoran membuka sarung tangan yang merepotkan itu. rasa menyesal itu ada terutama pada saat saya membayar piring yang kedua kalinya*ada masalah dengan uang? (mimi, 2003)* hiks

vienna westbanhoff, 27122003, 09.30 am
dalam kereta yang membawa kami ke salzburg. setelah agak panik mencari sadath yang tiba2 hilang padahal kereta berangkat 2 menit lagi. dia cuma tertawa melihat kepanikan ini. kepanikan belum berakhir. di dalam kereta kami masih harus berjalan mencari tempat duduk, yang kembali tidak ada nomornya karena kami tidak melakukan reservasi terlebih dahulu. terbukti kami masih melakukan kesalahan, tintin dan rini terusir dari tempat duduknya pada sebuah stasiun akibat menduduki kursi yang sudah dipesan sebelumnya.

perjalanan ke salzburg memang mengesankan. pemandangan sangatlah indah. semua putih karena salju. kembali mengingatkan saya akan cerita2 di novel ataupun film mengenai winter di eropa. austria bukanlah belanda. dengan topografi yang lebih berbukit, membuat pemandangan semakin mengesankan. gunung2 dengan salju pada bagian puncaknya semakin menambah indah suasana.

salzburg, 27122003, 01.30 pm
tiba di salzburg. sebuah kota yang kecil namun menakjubkan. kota kelahiran mozart, sang komposer jenius. semua sudut kota sangatlah bernuansa mozart mulai dari poster2 konser musik klasik hingga coklat mozartkugeln yang amat sangat terkenal itu. salzburg juga terkenal akan gunungnya yang indah, the hohe tauern, dan juga sebagai kota the sound of music, sebuah film musikal terkenal sepanjang masa yang mengambil lokasi syuting di beberapa sudut kota salzburg dan hingga kini dijadikan sebagai salah satu bagian menarik bagi turis.

kami menginap di st sebastian institute yang merupakan bagian dari gereja st sebastian. sebuah tempat menginap yang amat sunyi. padahal lokasinya berada di sepanjang jalan linzergasse yang dipadati oleh toko-toko. unik juga karena petugas resepsionis hanya buka dari jam 9-12 dan 16-21. kami yang tiba pukul 14.00 harus menunggu 2 jam untuk bisa masuk ke dalam kamar. masa menanti kami gunakan untuk berjalan2 di sekitar hostel. hostel kami berada tepat dibawah bukit batu yang amat indah. masih tersisa butiran2 salju di bukit karena hujan salju semalam dan semakin menambah indahnya bukit itu. komplek sekitar gereja juga merupakan sebuah pekuburan dimana beberapa keluarga dari mozart dimakamkan di sini.

masuk kamar, istirahat dan mandi2. sistem hostel di eropa dengan sistem dormitory sangatlah menguntungkan. karena dengan harga yang murah dan fasilitas yang cukup membuat para backpakers tidaklah takut akan harga penginapan yang kadangkala menjadi salah satu kendala. tapi, masih juga ada masalah.. salah satunya adalah bau kaki. huaaa…ha…ha. kami ber 8 menginap dalam satu kamar. lima perempuan yang manis2 dan wangi2 dengan tiga laki2 yang ganteng2 dan tidak bau. perjalanan yang cukup lama ternyata menyiksa kaki beberapa orang dan membuat sang kaki berteriak hingga membasahi kaos kaki dan sepatunya. walhasil, pembukaan sepatu pertama kali di dalam kamar sangatlah mengagetkan seluruh penghuni. dan itu sangatlah tidak mudah untuk dihilangkan. akhirnya kami sepakati untuk membuka sepatu kami semua di luar kamar demi kesejehteraan sang hidung dan juga kenyamanan tidur. sebenarnya hal ini sudah terjadi sejak di prague, tapi baru di salzburg inilah semua protes bermunculan. hua..ha..ha.

buat saya, bau kaki bukan masalah karena bau kaki saya memang bau seperti yang lainnya dan wajar tidak seperti salah satu oknum*saya cium sendiri kok* tapi ada satu hal yang membuat semua orang protes… yaitu ngorok saya yang membuat mereka tidak bisa tidur kalau terlambat tidur dari saya. saya tidak tau sedahsyat apa ngorok saya, yang pasti indro sang raja ngorok selalu protes kalo tidur bareng saya*????* padahal saya juga protes mendengar ngoroknya. dan hari pertama tidur bareng mereka bermacam komentar bermunculan, mulai dari yang tertawa, marah2 karena tidak bisa tidur, ataupun terhibur dengan nadanya yang amat sangat merdu itu. saya hanya bisa tertawa, toh saya sudah memperingati mereka sebelum saya tidur.

salzburg, 27122003, 05.30 pm
kami keluar untuk mencari makan sekaligus melihat suasana kota salzburg. festung fortress yang sangat megah dari kejauhan menambah keindahan kota ini. kota masih sepi karena suasana natal. banyak toko-toko yang masih tutup. kami agak kesulitan juga mencari makan malam. akhirnya pilihan ditetapkan pada rumah makan yang menjual kebab *yang penting halal*. menikmati kebab enak juga dengan situasi yang sangat dingin seperti ini. pemilik restoran cukup ramah dan sangat akrab dengan sadath karena ternyata memiliki bahasa yang sama. bahasa urdu.

salzburg, 28122003, 09.00 am
perjalanan berlanjut. kami mulai dari mirabell schloss. sebagai salah satu tempat lokasi syuting sound of music, lokasi ini sangatlah indah, terutama pada saat summer ataupun spring. istana mirabell saat ini digunakan sebagai kantor pemerintahan/walikota dan juga tempat melakukan pagelaran konser2 musik klasik dalam skala kecil. kami sempat masuk ke dalam ruangan konser yang akan berlangsung satu jam mendatang. dengan cueknya kami foto2 dan bergaya seolah-olah sedang melakukan konser. saya pegang biola. hua..ha..ha. setelah itu kami menuju old town. di sana kami berfoto dengan menggunakan baju2 tradisional dari austria dengan berbagai macam asesorisnya yang lumayan ribet. dengan foto yang dibuat agak sedikit berwarna kecoklatan seperti kembali ke jaman dahulu kala. kamera yang digunakan pun masih kamera yang lama dimana sang fotografer menyembunyikan kepalanya dengan kain hitam. untung blitznya tidak dari api yang berbunyi bluzzzzzh. lucu juga melihat hasil foto itu. ada yang kecewa karena tidak kelihatan, ada yang kelihatan culun, tak jarang ada juga yang puas, termasuk saya dengan pakaian seperti halnya orang2 kaya di zaman dahulu dengan pengawalan dari tentara di kanan kirinya. dari sini amel berpisah, karena ia harus ke frankfurt di jerman, menengok kakaknya yang baru saja melahirkan. bye mel..

dari sana kami pindah ke hellbrunn palace and trick fountains. di sini juga menjadi salah satu tempat syuting film sound of music. kami berfoto di gazebo tempat mereka menyanyikan lagu from sixteen to seventeen yang terkenal itu. sayang juga air mancurnya tidak keluar pada saat kami datang, padahal itulah salah satu daya tarik tempat ini. setelah itu ke mozart geburthaus. yang terletak di getreidegasse 9 yang merupakan ruas jalan terkenal di salzburg sebagai pusat perbelanjaan. mozart geburthaus merupakan rumah kediaman mozart dahulu. di museum ini kita melihat semua kehidupan mozart sejak ia lahir dan juga adik-adiknya *dari 7 orang anak yang dilahirkan oleh ibunda mozart, hanya 2 orang yang hidup*, karirnya, kejeniusannya dan hasil2 karyanya. di old town ini kami juga mengunjungi residence palace, the salzburg cathedral, dan menikmati torte austria yang terkenal itu.

salzburg, 28122003, 05.00 pm
di tengah penatnya perjalanan, sebuah espresso machiato di cafe terra rossa terasa sangat menghangatkan. lalu lalang orang di sekitar seperti tak berarti apa apa. entah rasa lelah atau memang karena kopinya sangat enak, membuat saya terbius. diam. dan menikmati suasana cafe ini. wish you were here

salzburg, 29122003, 10.00 am
hari terakhir kami di salzburg. kereta kami akan berangkat tengah malam nanti *orient express night train* dan kami harus check out pukul 10 pagi ini. agak sedikit kebingungan juga untuk menaruh barang2. antara di tukang kebab atau di hostel. akhirnya kami putuskan untuk menaruh di hostel dengan alasan kepraktisan.

kami habiskan hari terakhir ini untuk mengunjungi Hohensalzburg Fortress, benteng yang merupakan landmark dari kota salzburg. untuk mencapai sana, kita harus menggunakan kereta yang pinggirnya berbentuk trapesium. dari atas kita bisa melihat semua sudut kota salzburg. di dalamnya terdapat museum, movie gallery mengenai sejarah kota salzburg dan lain-lain. turun dari hohensalzburg fortress, kami putuskan untuk makan di noordsee. udang segarnya di kaca etalase membuat mata saya berbinar dan entah sudah berapa kali saya bolak balik di depan restoran itu hanya untuk melihat dan menahan ludah. saya sudah tidak tahan lagi. kami masuk dan memesan. saya akui saya kalap sehingga tidak memperhatikan harga dan cukup kaget juga ketika membayar pesanan sebanyak 24 euro untuk sepiring udang dan cumi plus ikan goreng *salmon kali yah* nasi dan orange juice. huaaaa…. bangkrut ane. *ada masalah dengan uang??*. waah nanti malem makan apa yah? duitnya gak ada. hue..he..he.

salzburg, 29122003, 10.00 pm
di stasiun kereta salzburg…menanti. setelah satu jam di burger king dan merasa tidak enak dengan barang bawaan yang sebegitu banyaknya akhirnya kami putuskan untuk menunggu di waiting room stasiun. hawa dingin dan kantuk mulai menyerang. kejenuhan melanda. aaaaah. ingin cepat2 di kereta dan tidur. di belakang kami seorang nenek2 tiba2 tertawa sendiri sambil menyerocos dalam bahasa jerman yang kami tidak mengerti. pikiran positif kami pertama kali adalah.. oh lagi menelpon.. lama kelamaan.. kok tangannya bebas? oo.. pake handsfree kali. setelah ditelaah lebih jauh, ternyata orang gila. huaaaa… kasian banget. saya juga dua kali mengalami kejadian seperti itu dalam perjalanan kali ini. banyak orang2 yang bertampang waras ternyata berbicara ataupun teriak2 sendirian di jalan ataupun di wc. ah..ada ada saja. sudah sedemikian parahnya kah di eropa ini? banyak manusia ber’handsfree’ alias ngobrol sendiri.aus