paris – prancis, kota yang romantis (euro trip bagian 3)

salzburg, 29122003, 11.57 pm
dalam kereta menuju paris. rasa lelah dan kantuk membuat kita semua terlelap dalam perjalanan ini. huaaaah. ternyata kereta sempat berhenti selama satu setengah jam karne mengganti lokomotif yang sepertinya rusak. dan memang kami semua terlambat sampai di paris. jam 2 siang kami baru sampai di stasiun paris gare de l’est. stelah berpusing2 dengan peta akhirnya kami tiba juga di hostel the centre international de sejour de Paris (Paris International Accommodation Centre) yang terletak di boulevard kellerman, sebelah selatan kota paris.

paris, 30122003, 17.00 pm
di stasiun place d’italie. menanti metro yang akan membawa saya yang untuk pertama kalinya melihat menara eiffel. turun di bir hakeim saya masih harus berjalan untuk mencapai menara eiffel. menapaki tangga keluar masih belum terlihat menara yang begitu membuat paris terkenal di seluruh dunia itu. kami coba manjakan perut kami dahulu dengan masakan cina yang terletak di depan hidung kami. rasa lapar memang bisa mengalahkan segalanya.
berbelok ke kanan dari rumah makan cina itu, saya hanya bisa terpana melihat satu lagi keindahan hasil karya manusia yang bernama gustav eiffel. benar2 menakjubkan. saya cuma bisa diam*norak kayanya sih..hue..he..he* eiffel malam itu begitu cantiknya, diselimuti lampu2 berwarna kuning yang menambah kecantikannya. tepat jam 7 malam, lampu2 kilat berwarna putih kembali bersinar menambah kemegahan dan keelokan eiffel. lampu blitz itu hanya keluar satu jam sekali. panjangnya deretan manusia dari seluruh dunia dengan warna kulit yang berbeda2, yang berjejer dengan rapinya mengantri untuk naik ke puncak menara tidak menyurutkan niat saya untuk naik sampai ke puncak eiffel. hampir satu jam kami antri hingga akhirnya bisa mencapai puncak menara eiffel. terbayar sudah rasa letih mengantri. dari atas paris terlihat semakin cantik di malam hari. eiffel memang romantis. entah sudah berapa banyak pasangan di sekitar saya yang dengan mesranya saling menumpahkan kasih sayang mereka *siriiiikk*. mungkin terbawa oleh suasana malam di paris yang saat itu memang sedang cerah. jika memungkinkan ingin rasanya terus di atas menikmati semua keindahan ini, rasa dinginlah yang membuat kami menyegerakan turun.

paris, 31122003, 09.00 am
berada di depan gereja notre dame yang amat megah itu, mengingatkan saya akan cerita the hunchback of notre dame yang sangat terkenal itu. antrian panjang di depan gereja untuk naik ke atas puncak menara ternyata mengurungkan niat kami untuk naik. 470an anak tangga yang harus dilewati membuat kami berpikir beberapa kali untuk ikut mengantri. saya akhirnya hanya masuk ke dalam gereja itu menikmati keindahan arsitektur yang menakjubkan, rose windows di sebelah utara tower, altar yang merepresentasikan ‘the vow of Louis XIV’ dan masih banyak lagi.

berburu souvenir menjadi salah satu agenda wajib. harga paris sedikit lebih murah dibandingkan austria, dan itu membuat kami semua ‘sedikit’ berlebihan *pemborosan kata2 yang gak jelas..sedikit kok berlebihan* untuk membelanjakan uang. melewati hotel de ville, kami masukan kaki ke mc donald terdekat. rasa lapar tidak mampu membuat kami berpikir untuk mencari alternatif restaurant lain.

paris, 31122003, 02.00 pm
di louvre museum. royal chateau pertama yang dibangun oleh Philipe Auguste pada tahun 1204. di museum sini juga terdapat lukisan monalisa karya leonardo da vinci yang amat sangat terkenal itu. dengan piramid kaca hasil karya Ieoh Ming Pei di bagian depannya, menambah keindahan tempat ini. sedikit maju, kami masuki the Gardens of the Tuileries. mengelilingi taman sambil menikmati kolam air mancur dengan kursi-kursi malas, burung2 dan pak tua yang menyewakan perahu layar mini bagi anak2 di sekitarnya.

melewati place de la concorde, saya berada di ujung jalan champs elysees yang amat terkenal itu. hari hampir sore dan lampu2 di sepanjang jalan champs elysees sudah dinyalakan. kami berjalan menyusuri senja di champs elysees yang terlihat amat sangat romantis walaupun tak jarang orang2 berjalan terburu2 di kedua ruas jalan ini dan sesekali raungan suara kendaraan diselingi klakson memekakan telinga. champs elysees, simbol komersialisme paris. di sini semua orang-orang berduit menghabiskan uang mereka untuk pakaian, makanan, minyak wangi, hiburan dan masih banyak lagi. kami masuki sephora yang merupakan salah satu pasar minyak wangi di paris. berjubelnya konsumen tak membuat kami surut. tetap masuk untuk mencoba sebuah quote lama ‘..parfummu dari paris…’ mencoba parfum tester tidak haram, dan itu yang dilakukan semua orang di sini termasuk orang2 yang sepertinya sudah bersiap untuk pergi ke suatu tempat. datang untuk mengharumkan tubuh mereka secara gratis. hua..ha..ha.

lelah berkeliling, kami mengakhiri perjalanan di champs elysees di sebuah monumen arc the triomphe. another landmark of paris, sebelum akhirnya kami masuki metro yang membawa kami pulang.

paris, 31122003, 11.59 pm
selamat tahun baru. saya berada di tengah himpitan orang di dalam metro yang membawa saya menuju eiffel. di stasiun sevres lecourbe, sang masinis berhenti dan mengucapkan kata-kata dalam bahasa prancis yang kurang lebih berarti ..selamat tahun baru 2004.. dan gemuruh teriakan orang2 yang gembira bercampur kesal karena merayakan pergantian tahun baru di dalam metro yang penuh sesak dan berjubel seperti halnya tuna dalam kaleng. pukulan-pukulan ke dinding metro dan bukaan botol wine menambah riuh suasana. saya hanya bisa meringis menahan sakitnya himpitan orang2 di depan saya, sekaligus tertawa kecil melihat mesranya kecupan pasangan di depan dan di kiri saya pada saat jam menunjukkan tepat jam 12 tepat, pandangan sendu dengan arie, tintin dan sadath membuat kami semua tergelak melihat semua ini. *nasibmu nak…*. seperti saya tulis sebelumnya. tahun baru hanyalah pergantian tahun, pergantian detik. dimanapun kita berada rasanya akan sama. yang membedakan adalah.. siapakah yang disampingmu pada saat itu..huaa….ha…ha.

sampai eiffel, masih tersisa sedikit kemeriahan kembang apinya dan yang tersisa adalah kumpulan orang2 dari semua penjuru dunia yang bermimpi untuk mendapatkan kemeriahan dan romantisme paris di malam tahun baru. tapi malam tahun baru eiffel seperti tahun2 sebelumnya hanyalah sebuah prosesi kembang api dan dilanjutkan dengan mercon yang seringkali tidak terkontrol, orang mabuk, perkelahian, dan ketidaknyamanan. tapi memang mengherankan, setiap tahun selalu ramai seperti ini.

kami coba lewati eiffel dan berjalan menuju champs elysees untuk mencari kemeriahan lain. tapi semua memiliki nuansa yang sama. perjalanan pulang kamu lalui dengan susah payah. metro hanya buka untuk beberapa jalur dan kami harus berjuang dalam kesesakan yang lebih parah di loket metro dan juga di metro itu sendiri. bahkan krl jakarta bogor pun kalah sesak. seorang lelaki bahkan harus pingsan karena hampir kehabisan nafas di kereta bawah tanah ini dan itu membuat saya berpikir bagaimana jika itu terjadi pada kami semua. huaaaa … mudah2an tidak. metro berjalan lambat. tiba di stasiun place d’italie yang terasa adalah sebuah kemerdekaan buat saya.

berjalan ke atas untuk mencapai hostel tidaklah mudah selain jaraknya masih jauh juga karena saya harus ke toilet!!!! yaaa.. hampir satu jam menahan dan ‘cairan’ ini harus saya keluarkan. paris dan toilet.. suatu kombinasi yang sama sekali tidak baik. i hate it. pertama sulit sekali mencari toilet di sini. kedua tidak manusiawi, karena pada saat kita sudah kebelet sama sekali, kita masih harus memasukan koin untuk membuka pintu dan itu memakan waktu, terutama untuk yang tidak memilikinya. saya harus menukar koin duhulu pada saat ke toilet karena tanpa koin saya sama sekali tidak bisa masuk. huuuuh. dan malam itu lebih parah.. saya tidak menemukan sama sekali toilet yang buka di stasiun. pada saat ke atas, saya hanya bisa memaki pada saat toilet umum koin yang ada tidak bisa dibuka, padahal sudah 40 eurocent saya masukan kedalamnya. tiiiiiiiiiiiit of!!!. saya kembali hanya bisa meringis dan berjalan lunglai menuju hostel. asa ini sudah mencapai puncaknya dan saya sudah kehilangan akal sehat. semua toko telah tutup di tengah sunyinya jalan avenue d’italie. yang ada di dalam pikiran adalah bagaimana mengeluarkan ini semua. di tengah perjalanan, di tengah rimbunnya semak di balik tembok yang agak gelap saya menunaikan hajat itu. lega. pee in paris. wuuuuh judul bagus tuh buat film. tintin dan arie hanya bisa tertawa.

berbicara mengenai kebelet pipis, kami semua mengalaminya. cuaca dingin merupakan kambing hitam dari semua ini. jo, ika, rini merupakan miss toilet selama kami di sini. setiap saat dimanapun kami berada, toilet merupakan ruangan yang paling sering dicari. kadang toilet menjadi pertimbangan kami untuk memilih resturant. dan seperti biasa, pada saat perasaan itu hinggap, akal sehat tak lagi bicara, rasa malu pun hilang. seringkali kami masuk toko atau restauran mewah hanya untuk ikut membuang hajat. gerutuan dari si pemilik toko sudah tak kami pedulikan lagi. as long as we were comfortable with it! hua..ha..ha

paris, 01012004, 03.00 am
tiba di hotel. lelah mendera. tak sanggup bicara banyak. tidur adalah pilihan baik. janji jam 09.00 pagi esok hari untuk melanjutkan perjalanan ke beberapa tempat tersisa. selamat tidur. selamat tahun baru. hoaaah.

paris, 01012004, 09.00 am
ketukan pintu membangunkan kami semua. rini sudah siap untuk berangkat dan kami?? baru membuka mata. huaaaa. akhirnya hari itu, kami mundurkan jadwal menjadi 10.30. waktu sarapan hampir habis. waaah jangan2 kami akan kehabisan croissant yang sangat enak itu. tanpa mandi semua melesat ke bawah, sarapan dan jika memungkinkan menyiapkan beberapa bekal untuk lunch kami nanti.

salju ternyata turun sangat derasnya. tapi kami tak peduli. the show must go on. jadwal pertama kami adalah berfoto di bawah eiffel tower pada saat siang hari. salju dan cuaca buruk memang sedikit menghalangi pemandangan eiffel saat itu, tapi tidak mengurangi kemegahan dan kecantikannya. dari eiffel, kami lanjutkan perjalan ke moulin rouge dan sacre coeur-montmartre. matahari sudah mulai tergelincir.dan kelelahan semakin nampak di wajah kami semua. rombongan terbagi dua. beberapa masih ingin melanjutkan perjalanan menikmati boat di sepanjang sungai seine dan sadath pun masih ingin mengunjungi restauran bangladesh di strasbourg st-dennis yang memang terkenal sebagai pusatnya masakan india, bangladesh dan pakistan. saya ikut pulang ke hostel, packing untuk besok dan tidur lebih dulu. tidak peduli apakah suara dalam tidur saya akan menyulitkan mereka semua atau tidak. sepertinya tidak, beberapa mungkin sudah terbiasa dan bahkan akan merindukannya nanti. weeek.

paris, 02012004, 07.00 am
stasiun republique, menanti kereta yang akan membawa kita ke gallieni, international bus stasiun of eurolines. kami hadir lebih cepat dari jadwal yang ditentukan dan menanti di sebuah kafe kecil di kantor eurolines. bus berangkat 30 menit lebih lambat dari jadwal, dengan supir yang ‘tidak begitu terlalu ramah’ kami lebih banyak habiskan waktu untuk tidur. sampai belgia untuk makan siang, hanya 30 menit tidak kurang atau lebih, otherwise he will go without us. what the…..!!

utrecht station, 02012004, 14.30 pm
belanda. utrecht. akhirnya kami tiba juga di ‘kampung halaman’ home sweet home. perasaan ‘pulang’ kembali hadir. ah belanda… ternyata kamu tidak seburuk yang kami duga. for some cases, you are the best!