hari ratu 2004

rakyat Belanda begitu mencintai ratunya, princess juliana, bahkan walaupun sang ratu telah wafat, mereka tetap menyelenggarakan pesta kelahiran sang ratu secara besar-besaran. perayaan ini dimulai sejak tahun 1948, pada saat julian bertahta menjadi ratu dan dilanjutkan oleh sang pewaris tahta hingga saat ini yaitu princess beatrix. beatrix sendiri tidak merayakan ulang tahunnya yang jatuh pada tanggal 31 januari karena pada saat itu masih teramat dingin untuk merayakan sebuah pesta *it’s winter time!!*.

30 april itu, seluruh kota di belanda berubah menjadi orange, pesta dimana-mana, bir tumpah ruah *biertje?*, vrijmarkt *free market* di semua sudut kota, dan pemusik jalanan di sepanjang jalan. warna orange sendiri merupakan warna khas belanda yang merepresentasikan ‘house of orange’ yang mana merupakan nama dinasti dari kerajaan belanda. pada hari itu juga semua orang bebas untuk berjualan, tanpa izin, mereka mengeluarkan semua barang2 dari rumah mereka dan menggelar dagangannya di sebuah lokasi khusus yang disediakan. pesta bir pun terjadi dimana-mana. tak jarang menjelang sore yang ditemui adalah gerombolan orang2 mabuk yang berteriak-teriak dan mengekspresikannya dengan menendang-nedang botol, kaleng atau apapun yang mereka temui di jalan.

musik menjadi sajian khusus di semua tempat, mulai dari yang mengamen di pinggir jalan hingga yang memang disiapkan khusus dengan panggung yang besar. seorang kawan bahkan mengatakan bahwa kemarin dia menonton butet dan djaduk bermain di salah satu sudut kota amsterdam. rupanya amsterdam menjadi salah satu kota yang mereka kunjungi dalam rangkaian tour eropa mereka. *ah.. kenapa saya tidak lewat jalan itu yah?*

saya sendiri memang berada di amsterdam, pusat keramaian koninginnedag di seluruh belanda. terjadi perubahan besar2an di semua jalur transportasi. dan hari itu, amsterdam tumpah ruah oleh lautan orang dengan berbagai macam pernak-pernik orange dan tingkah laku. mulai dari yang memakai wig berwarna orange, kaos berwarna orange, celana, syal, topi dan bahkan seorang teman yang tidak terlihat menggunakan warna orange mengatakan bahwa dia membawa sisir yang berwarna orange! hua..ha..ha..
keramaian mulai terlihat sejak stasiun amsterdam central, lautan orang bergerak seiring menuju pusat keramaian. amsterdam sendiri terbagi menjadi beberapa pusat keramaian, dan sepertinya sebagian besar bergerak menuju museumplein, dimana marco borsato, penyanyi belanda yang sangat terkenal, mengadakan konsernya dan gratis pula. itu pula yang menyebabkan beberapa kawan memaksakan datang ke amsterdam, walaupun banyak rumor yang beredar, mulai dari lanjutan bom di spanyol, kesulitan mendapatkan transportasi dan kerusuhan massal oleh orang2 mabuk. syukur, semua itu tidak terjadi.
semua orang begitu terlihat bergembira, dan tidak hanya orang belanda melainkan kami-kami para non-dutch pun begitu bersemangatnya berjalan berkilo-kilometer hanya untuk berteriak2, berjoget2 dipinggir jalan, ataupun melihat ‘pemandangan’ yang sangat membuat jantung berdesir. ah sebuah keramaian yang sangat sayang untuk dilewatkan.

penutup perjalanan kami hari itu adalah konser marco borsato *buat dwi… kalo lo baca ini.. waaaaaakkk.. lo pasti sirik.. padahal gue nontonnya biasa aja.. hi hi hi.. kalo lo nonton, pasti sehisteris orang2 di sekitar gue* sebenarnya, saya sendiri tidak begitu mengerti arti dari lirik2 lagunya, tapi musik memang universal dan ke-universal-an nya itu lah membuat saya sedikit banyak bisa menikmati lagu2nya. selain marco, juga tampil beberapa grup dan penyanyi lain, dan again saya masih bisa menikmatinya. mungkin ini yang dirasakan oleh beberapa kawan dari luar indonesia pada saat menonton ‘padi’ bersama saya di bogor dahulu.