saya hanya…

saya ngerasa ada yang salah dengan semua ini.. tidak seharusnya ini berlangsung seperti adanya. kenapa saya harus berhenti untuk sesuatu yang mengatasnamakan ‘seharusnya’.. ‘biasanya’ and other common things. sesuatu yang ‘biasa’ karena memang semua orang seperti itu adanya.. dan menjadi tidak umum pada saat kita berjuang sendirian meneriakannya. saya hanya ingin berteriak.. saya hanya ingin mengatakan bahwa apa yang saya lakukan ini tidak salah walaupun kebenaran pun masih milik-Nya. saya tidak salah melakukan ini.. saya hanya mengikuti intuisi yang saya miliki.

saya hanya ingin menjadikan diri ini berguna bagi orang lain tanpa orang lain ikut menentukan seperti apa kegunaan diri ini bagi mereka. jika memang diri ini tidak berguna untuknya, saya tidak akan memaksakan atau bahkan mengobral diri ini. saya yakin, setiap orang punya kegunaan yang pas dengan orang lain butuhkan, walaupun tidak dalam jumlah yang banyak. eksklusifitas mungkin? kenapa engga?

saya hanya lelah..
saya hanya bosan..
saya hanya tidak tahu..
saya hanya bingung..
saya hanya takut..
saya hanya.. manusia..

merasa lemah pada saat kita sedang sendiri.. merasa tinggi pada saat sedang dalam kesenangan. seperti kacang lupa pada kulitnya. salahkah saya sebagai manusia melakukan hal2 tersebut? saya ternyata cuma manusia.. manusia dalam sebuah tingkatan yang bernama ‘rata-rata’ alias BIASA. saya cuma punya banyak keinginan yang kadangkala lebih membuat leher ini capek karena harus terus menerus mendongak ke atas dan tidak pernah menikmati apa yang saya kumpulkan di keranjang kehidupan yang secara sembarang saya letakan di samping kaki-kaki ini.

Allah.. seperti inikah keadilan dari-Mu? maafkan saya yang seringkali tidak pernah bisa menerima konsep keadilan-Mu ini. kadangkala, adil menurut saya adalah pada saat semua keinginan saya tercapai dan tidak seorangpun terganggu dengan itu. apakah itu juga adil Ya Allah? pada saat orang lain menghakimi kita atas apa yang kita perbuat.. apakah keadilan-Mu juga akan hadir untuk mereka? pada saat saya tidak bisa memutuskan mana yang terbaik untuk orang2 di sekitar.. apakah keadilan-Mu akan hadir menjadi pemandu? maafkan saya Ya Allah. saya masih dalam proses pencarian sebuah konsep yang bernama… keadilan. saya hanya ingin punya perspektif yang lain dalam melihat sebuah permasalahan kehidupan. perspektif yang membuat saya jauh lebih dewasa untuk menyikapi sebuah masalah.

Allah.. beri saya keberanian untuk mengubah apa yang dapat dan harus diubah.. ketenangan untuk dapat menerima apa yang tidak bisa diubah dan kebijaksanaan untuk dapat mengetahui perbedaannya *dari dan untuk seorang teman*…