welcome home, q

.. makan sayur asem bareng ikan asin plus sambel buatan rumah.. memesan sepiring penuh nasi uduk plus pecel lele dan masih ditambah dengan sepiring kepiting saus padang di warung jambu.. kembali menikmati sari rasa untuk nyobain indomie telor kornet plus capuccino es-nya.. meneguk berbotol2 teh botol sosro.. ikut2an terharu menonton peserta yang tereliminasi, dijemput atupun lulus di indonesian idols, AFI, KDI, ataupun AFI junior.. geleng2 kepala dan merasa miris di hati melihat seorang kakek tua disuruh membelanjakan uang sepuluh juta hanya dalam 30 menit yang tak henti2nya mencium tangan sang helmi yahya yang bertindak bagaikan air di tengah gurun.. berada dalam deretan panjang bioskop yang tampil tanpa perlu ada pengantar sinopsis dari sang penjaga ataupun break ditengah2 film.. kembali menikmati macet di sepanjang jembatan merah, pajajaran, warung jambu ataupun empang.. berada di tengah simpang siurnya angkot yang sedang mencari penumpang dan bahkan sampai menghalalkan segala cara dan resiko.. berojek ria untuk mencapai rumah ataupun kantor.. tawa lepas pada saat bertemu orang2 terkasih dan sahabat2.. memang hal-hal yang sebenarnya biasa saja.. tapi memang semua hal yang biasa itu akan tampak menjadi sangat luar biasa pada saat kita bisa merubah sudut pandang kita terhadap hal2 tersebut..

indonesia dan belanda memang dua hal yang berbeda.. tapi juga bukanlah hal yang bisa dibandingkan secara mudah.. keduanya punya banyak kenikmatan yang berbeda dalam menjalani sebuah kehidupan. dan semua itu tergantung dari sudut pandang kita untuk bisa menikmatinya. welcome ‘home’ q.. rumahmu adalah dunia ini.. dimanapun kamu berada.. keep it as home.

didedikasikan untuk seseorang di ‘negara maju’ yang membukakan mata dan pikiran.. membuat saya lebih berani lagi memiliki mimpi